Lucia seorang Gadis yang sangat mencintai Abraham bahkan ia meminta kedua orangtuanya untuk menetap di indonesia selama beberapa tahun, hingga akhirnya mereka bertunangan, di saat Lucia merasa Abraham akan jadi miliknya, ada satu kenyataan pahit yang Lucia terima saat itu, Abraham tidak menganggapnya sebagai seorang wanita melainkan Lucia di mata Abraham sudah seperti adik kandung.
Hal itu membuat Lucia kesal sekaligus marah, terlebih lagi Abraham mencintai orang lain.
Ia pada akhirnya menyerah pada takdirnya yang tidak bisa bersama Abraham, Lucia tidak ingin memaksa Abraham untuk bersama dengannya karena setiap manusia berhak untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.
" Kak Abraham jangan pernah berpikir untuk mendapatkan cinta dariku lagi perasaanku kepadamu sudah hilang di telan waktu,"
"Kau selamanya Milikku Luc, jangan berpikiran untuk menikah dengan orang lain selain denganku, maaf telah melukai perasaanmu selama ini," ucap Abraham sambil menggendong tubuh lucia menuju kamar hotel.
Selamat membaca.
Salam dari Author alay & gila. 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChanHun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecelakaan
Pulang sekolah Kiara tidak mendapati mobil kakaknya Abraham bahkan ketika Kiara menghubungi ponsel Abraham berkali-kali tetap saja tidak di angkat.
"Kakak... Mana sihh "
Guman Kiara sambil menatap ponsel miliknya.
"Kiara.. Sini" panggil seseorang membuat Kiara menoleh ke arah orang yang memanggilnya.
"Kak.. Lucas apa yang kau lakukan di sini..! "
Tanya Kiara kepada lucas yang sudah berada di depannya menggunakan motor sportnya.
"Tentu saja menjemputmu sayang ayo naik.. Kak Abraham tidak bisa menjemputmu karena menemani Paman Deret di kantor jadi kak yang memintaku untuk menjemput sayang.. " Lucas memberikan Helm untuk adiknya.
Kiara cengar-cengir melihat lucas memasangkan Helm untuknya karena Ia mau mengendarai motor itu.. Namun ia tau bahwa Lucas pasti akan melarangnya untuk mengendarai Motor kesayangannya..
"Kak.. Apa boleh aku yang mengendarai motor mu untuk kali ini saja please...!!" mohon Kiara mengetupkan kedua tangannya.
"Tidak boleh nanti papa dan mama malah menghukumku" tolak Lucas.
"Sekali saja kakak kita rahasiakan ini dari papa dan mama saja.. Tolonglah.. "
"Tidak boleh Kiara.. Sebaiknya kau naik saja" Lucas dengan sedikit membentak adikknya.
"Kak.. "
Ucap kiara sedih karena baru kali ini Lucas membentaknya air matanya tidak terasa menetes membuat Lucas merasa bersalah kepada adiknya. Dengan terpaksa Ia mengizinkan Kiara untuk membawa motornya kali ini.
"Baiklah kali ini saja... Naiklah sayangku.. Jangan menangis lagi ok" bujuk Lucas.
Dengan senang hati Kiara mengendarai motor Lucas senyuman di wajahnya terukir dengan jelas dan lucas duduk di belakang memegang pundak Kiara.
Motor yang di tumpangi oleh Kiara dan Lucas melaju dengan kecepatan yang sedikit kencan meski Lucas memperingati Adiknya untuk jangan melajukan dengan kencan Kiara tidak peduli Ia tetap seenaknya menyelap-yelip kendaraan yang berada di depannya..
"Kiara hati-hati.. "
Ucap lucas khawatir.
"ini seru kakak.. Lain kali aku akan pinjam ke sekolah" Kiara semakin membuat Lucas khawatir .
Tidak lama kemudian Motor yang di tumpangi keduanya sedikit oleg karena anda sebuah mobil yang menyenggol motor beberapa kali hingga motornya jatuh dengan keras.
Lucas terjatuh dari motor meski tidak mendapat luka yang serius namun beda halnya dengan Kiara yang masih terserempet di bawa oleh motor tersebut sejauh 50 meter dari tempat jatuhnya. Lucas menghampiri adiknya dengan langkah pincang.
"Kiara.. Sayangg.. Bangunlah jangan buat kakak khawatir.. " mencoba membangunkan Kiara yang pingsan di tempat.
"Kiara maafkan kakak.. Mu ini yang tidak berguna bangun sayang"
"Seseorang tolong panggilkan Ambulans" teriak Lucas sambil menangis memangku kepala Kiara.
5 menit kemudian..
Ambulans datang dan segera membawa Kiara dan lucas mereka di bawa menuju Rumah sakit terdekat.. Lucas tidak henti-hentinya menangis karena Kiara belum sadarkan diri dan ada beberapa luka di bagian Lengan dan kaki adiknya..
***
Johan dan Diana yang mendapatkan berita tentang Kecelakaan yang di alami oleh kedua Putra putrinya tanpa pikiran panjang langsung membatalkan seluruh rapatnya hari ini dan menuju Rumah sakit.
"Johan.. Aku takut" Diana menangis di pelukan suaminya karena sangat takut dengan kondisi dari Kiara dan Lucas.
"Sayang tenang mereka akan baik-baik saja aku akan menyuruh Dokter terbaik untuk menangani Kiara maupun Lucas... "
"Tapi Johan aku sangat takut dari tadi perasaanku tidak nyaman" Diana semakin megeratkan pelukannya rasa takut menghantuinya saat ini.
- Abraham juga sedang melajukan mobilnya menuju rumah sakit bersama dengan pamanya Deret, Ia merasa menyesal karena tidak menjemput Kiara di sekolah secara langsung.
Perasaannya Campur aduk gelisah membuat Deret harus menggantikan Abraham menyetir.
.
.
.
.
Tbc.... ?!?