NovelToon NovelToon
My Little Wife

My Little Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:728.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: ViraPtr

Vanessa Angelica. Gadis berusia 17 tahun ini menjadi dua incaran lelaki Pengusaha. Vanes pernah mencintai salah satu dari mereka berdua. Namun, lelaki itu terlalu menghayati.

Saat Vanes sudah risih, Vanes memutuskan hubungan. Lelaki tersebut marah dan selalu berbuat nekat.

Bagaimana hidup Vanes? Apakah pernikahan Vanes dengan salah satu dari mereka akan selalu harmonis?
_______________

📍CERITA INI MASIH AKU PERBAIKI. MASIH AKU REVISI. ADA YANG PERLU DI GANTI! JADI YANG MASIH NANYA-NANYA SMP ATAU SMA? JAWABANNYA SMA. YANG AKU REVISI MASIH BEBERAPA PART!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViraPtr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Juna yang sebenarnya?

Kenzo tersenyum dengan ucapan Dylan. Dia duduk di hadapan sepasang suami istri itu. Teh hangat yang masih mengeluarkan asap itu menyambut kedatangannya.

"Kau benar. Aku ingin bicara, Tuan." Ucap Kenzo setelah meminum teh favoritnya. Teh buatan Tasya.

Dylan tertawa. "Aku sangat senang saat kau memanggilku Tuan, Kenzo! Rasanya aku seperti muda saja."

Kenzo dan Tasya tertawa. "Anda memang masih muda, Tuan!"

"Apa yang ingin kau bicara kan?" Tanya Dylan yang mulai serius.

Kenzo tersenyum tenang. "Vanessa. Ada apa dengan Vanessa hingga Vanessa seperti itu."

"Seperti itu bagaimana maksudmu, Kenzo?" Tanya Tasya.

Kenzo menghela nafas. "Sepertinya ada yang di sembunyikan oleh Vanessa. Aku bisa merasakannya."

"Kau benar. Aku juga merasakan hal yang sama. Sifatnya yang periang itu kadang langsung hilang saat melihat pesan dari Handphonenya. Entah itu pesan apa." Terang Tasya.

"Kenapa kamu tak bilang sayang?" Protes Dylan.

Tasya meraih tangan Dylan. "Aku sengaja menyembunyikan darimu karena aku masih belum ada bukti yang bisa aku buktikan kepadamu."

"Tenang saja, sayang. Kita ada Kenzo. Kenzo akan segera mengetahuinya. Rupanya anakku itu sudah bergantung padamu, Kenzo." Ucap Dylan.

Tasya menganggukan kepalanya. "Iya. Anakku itu sudah bergantung padamu. Aku melihatmu membujuk anakku untuk keluar dari kamarnya. Dan kau berhasil kan? Kau sudah ku anggap seperti anakku sendiri, Kenzo."

Kenzo tertawa. "Aku akan memanggilmu Mama dan Papa jika begitu."

Dylan tertawa lagi. "Akhirnya kita memiliki anak lelaki, sayang!"

***

Juna dan Selena merapikan pakaiannya masing-masing setelah percintaan yang mereka lakukan.

"Juna?"

Juna menoleh ke arah Selena yang duduk di pinggir kasur. "Apa?"

"Aku lapar." Ucap Selena.

"Makanlah."

Selena mengerucutkan bibirnya manja. "Aku ingin makan denganmu."

Juna menghampiri Selena. Mengecup bibirnya singkat. Perempuan yang menjabat sebagai sekretaris khusus sekaligus pemuasnya itu adalah perempuan yang bermulut seperti ular. Jika sudah termakan oleh perkataannya, tak akan bisa lagi untuk berhenti melalukan suatu hal.

Seperti Juna. Dia sudah termakan oleh perkataan demi perkataan Selena. Dia menjadikan sekretaris dengan tugas menjadi pemuas dan selalu menemaninya jika ada urusan ke luar negeri.

"Aku ada kerjaan, Selena. Makanlah di resto saja."

"Tapi aku ingin kamu menemaniku." Pinta Selena.

"Kamu bukan anak kecil yang harus aku temani."

"Kamu mau kemana?"

"Menemui seseorang." Jawab Juna kemudian pergi.

***

Jn : Aku ingin bertemu denganmu. Bisa kan? Kalau kamu nggak bisa, aku akan nekat ke rumahmu.

Pesan dari Juna membuat Vanes menghela nafas. Untuk saat ini, dia sedang tidak mau menemui Juna. Dia masih teringat kejadian malam itu. Namun, dia juga takut jika Juna benar-benar ke rumahnya.

Vanessangel : Dimana?

Jn : Cafe di tempat kita bertemu, sayang!

Vanes kembali menghela nafas. Dia takut. Harapannya jika bertemu dengan Juna nanti, dia tidak di apa-apa kan oleh Juna. Semoga. Dan semoga suasan cafe ramai. Dan masih banyak semoga yang di semogakan oleh Vanes.

"Sinta! Sinta!" Panggil Vanes.

Sinta datang terburu-buru. "Iya Nyonya Muda? Ada apa?"

"Tolong siapkan dress warna pastelku sama perlengkapan yang mendukung ya? Aku mau mandi terlebih dahulu." Pinta Vanes.

"Iya Nyonya."

Setelah itu, Vanes masuk ke dalam kamar mandi. Berendam di air hangat selama 15 menit mampu membuat pikiran serta badannya terasa rileks. Ini adalah salah satu cara untuk meringankan beban.

Setelah mandi dan berpakaian rapi, Vanes kini tengah di sisir rambutnya oleh Sinta sambil memoleskan make up tipis.

"Nyonya mau pergi?" Tanya Sinta.

Vanes mengangguk. "Iya."

Sinta tersenyum. "Saya sangat suka jika Nyonya sedang sendiri atau berdua dengan saya."

Vanes menaikan satu alisnya. "Kenapa? Ada apa?"

"Dengan begitu, Nyonya menjadi dirinya sendiri. Nyonya memang manja, tapi manja itu di tujukan kepada orang-orang tertentu. Saya tahu jika nyonya itu adalah perempuan tegar, perempuan kuat dan perempuan yang memiliki sifat dewasa yang sudah muncul walaupun sedikit."

"Apakah aku begitu manja di mata Mama, Papa dan Kak Kenzo?" Tanya Vanes sambil menopang dagunya.

Sinta mengangguk. "Apalagi jika bersama Tuan Muda Kenzo. Sangat manja."

"Aku hanya senang saja di manja oleh mereka." Kemudian Vanes tertawa diikuti dengan Sinta.

***

"Tidak usah Yarga!" Tukas Vanes kesal.

Yarga tetap memaksa Vanes untuk di awasi karena Yarga takut jika Vanes terluka. Perintah dari Kenzo harus di laksanakannya.

"Saya akan menjaga Nona Vanes. Ini utusan Tuan Kenzo."

"Yarga! Jika aku bilang tidak ya tidak. Urusan Kak Kenzo biar aku yang urus. Kau tenang saja disini!"

Kemudian Vanes masuk ke dalam mobil dan mobil melesat di kendarai oleh supir. Dalam perjalan, Vanes sedikit was-was dan gelisah. Akhir-akhir ini, Vanes sudah jarang memikirkan Juna. Bukan akhir-akhir ini sih sebenarnya. Sejak ada Kenzo dia lupa dengan Juna.

Selang beberapa lama, Vanes sampai di depan cafe. Dari dalam mobil, Vanes dapat melihat Juna sedang duduk di salah satu meja sambil menundukkan kepalanya.

"Pak Man. Pak Man tunggu di parkiran sana ya. Saya hanya sebentar." Titah Vanes.

"Iya Nyonya."

Vanes turun dari mobil. Langkah perlahannya membawa ke meja yang di duduki oleh Juna. Pria itu menggunakan celana panjang hitamnya. Dengan atasan kaus putih. Jas hitamnya di letakkan di samping kursi yang dia duduki.

"Juna?" Panggil Vanes.

Juna langsung mendongak kemudian berdiri. "Vanes? Duduk!"

"Apa yang ingin kamu bicara kan, Jun?" Tanya Vanes sambil duduk di hadapan Juna.

Juna menghela nafas. "Aku minta maaf dengan kelakuanku malam itu. Aku juga ingin bertanya tentang hubungan kita. Kita masih menjadi sepasang kekasihkan?"

Vanes mengangguk. "Iya Jun. Untuk malam itu aku sudah memaafkanmu. Lupakan saja. Karena aku juga ingin melupakan kejadian itu."

Juna meraih tangan Vanes kemudian menciumnya. "Kenapa hubungan kita tidak sedekat dulu? Walaupun kita ini sepasang kekasih. Kita tidak sedekat dan seromantis dulu."

"Aku tidak tahu."

Tiba-tiba Juna melepaskan pegangan tangannya dari Vanes. Matanya menatap nyalang Vanes. Seperti hendak menerkamnya hidup-hidup. "Apa? Kamu tidak tahu? Kamu sadar tidak jika kerenggangan hubungan kita ini karena kamu. Kamu yang selalu sama lelaki lain. Siapa sih lelaki itu?"

Vanes diam sesaat. Mencerna segala ucapan yang di lontarkan oleh Juna. Juna tak pernah bersikap kasar seperti ini. Baru kali ini Juna membentak dirinya.

"Juna! Jangan seenaknya saja kamu menuduhku. Sebenarnya aku menjaga jarak denganmu karena sikapmu itu. Dan yang selalu bersamaku, kamu tidak perlu tahu. Percuma!" Bentak Vanes.

Juna menjambak rambutnya frustasi. "Kenapa Vanes? Aku tidak suka jika kamu lebih dekat dengan lelaki itu dari pada aku!"

Vanes masih tak mau kalah. "Lalu bagaiman dengan perempuan yang ada di pesta itu?"

"Itu hanya sekretarisku!"

"Tidak!" Bantah Vanes. "Tidak! Sekretaris tidak mungkin semesra itu dengan bosnya. Kecuali jika mereka ada hubungan."

Juna semakin tampak frustasi. "Terserah! Aku malas jika harus berdebat denganmu! Kamu selalu tidak mau mengalah."

"Apa kamu gila? Aku yang kecil ini harus mengalah denganmu? Sebenarnya siapa yang dewasa disini?" Tutur Vanes.

"Tentu saja aku. Aku itu sudah lelah jika harus mengerti kamu. Kenapa kamu tidak mau mengerti aku?" Juna memelankan suaranya.

"Jika menurutmu aku tidak bisa mengerti kamu, kita akhiri saja hubungan ini." Putus Vanes kemudian.

"Nggak. Aku nggak mau jika harus mengakhirinya!"

"Sudahlah. Aku harus pulang. Jauhi aku, Jun!"

Aku tidak akan pernah menjauhimu, Vanes. Aku akan terus mengawasimu. Dan aku akan membuatmu menjadi milikku seutuhnya!

1
Aryasatya
thor yg jelas smp apa sma thor
Fitria Ergül
kesannya s vanes murahan banget
Merzin Prismi
di awal vanessa umurnya 17 th kelas 11 sm tp skrg turun tingkat jdi 15 th masih smp. bingung aku thor
🤩😘wiexelsvan😘🤩
g sadar sampai tengah mlm q marathon ngikutin halumu thorrrr 😘😘😘
🤩😘wiexelsvan😘🤩
ending yg q harapkan thorrr,,,boom 👍👍👍tertinggal tiap episode,,,luv yu thorrr 😘😘😘
🤩😘wiexelsvan😘🤩
mungkin kenzo d jebak ya thorrr 😁
🤩😘wiexelsvan😘🤩
baru mampir thor 😀😀😀
Dwi Lina Ningsih
vanesya itu nona muda bukan nyonya muda 🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀
Dwi Lina Ningsih
nona apa nyonya se vanesya itu?
Dwi Lina Ningsih
jangan2 kenzo bosnya juna🤭
Dwi Lina Ningsih
vanesya smp apa sma
Srisumarni
nyimak
niagarapopo: hi guys, aku mau promosiin cs aku yg baru banget netas tadi malem, ohiya judulnya "pernikahan dua psikopat" atau tinggal klik profil aku aja ya, langsung tertuju dengan cs itu pemerannya ada jungkook dan segrombol teman temannya ya! mohon dukungannya ya syg ditunggu ya kehadirannya💜💜
total 1 replies
Ratna Dewi
orang tua yg aneh....😒😒😒
Ratna Dewi
ini smp tau sma ya... di awal tdi katanya kelas 11 tpi kq smp usianya jg da 17... ini authornya lgi ngantuk pasti....,😊😊
niagarapopo: hi guys, aku mau promosiin cs aku yg baru banget netas tadi malem, ohiya judulnya "pernikahan dua psikopat" atau tinggal klik profil aku aja ya, langsung tertuju dengan cs itu pemerannya ada jungkook dan segrombol teman temannya ya! mohon dukungannya ya syg ditunggu ya kehadirannya💜💜
total 1 replies
ungu desember
umurnya kadang 15 kadang 17.... disini teka teki yg bilang... umur adalah sesuatu yg bisa naik ga bisa turun, jd ga berlaku 😁😁😁
niagarapopo: hi guys, aku mau promosiin cs aku yg baru banget netas tadi malem, ohiya judulnya "pernikahan dua psikopat" atau tinggal klik profil aku aja ya, langsung tertuju dengan cs itu pemerannya ada jungkook dan segrombol teman temannya ya! mohon dukungannya ya syg ditunggu ya kehadirannya💜💜
total 1 replies
Rizal Zanuar Jr.
mav ya thor, klas 2smp itu kls 8 klo klas 11 tu sma klas2🙏
Yeni Sinam
klau kelas sebelas berarti ya kls 2 SMA
hmmm
Thor maar pengucapan ingrisnya seharussnya
I'm oke
buan
I oke
niagarapopo: hi guys, aku mau promosiin cs aku yg baru banget netas tadi malem, ohiya judulnya "pernikahan dua psikopat" atau tinggal klik profil aku aja ya, langsung tertuju dengan cs itu pemerannya ada jungkook dan segrombol teman temannya ya! mohon dukungannya ya syg ditunggu ya kehadirannya💜💜
total 1 replies
Darknight
lhaaa si Dani... lemes beut ikut biggos yak... 🤣🤣
Darknight
kok aq suka gayanya edgar... asik dh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!