Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.
Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 Pelakor Tidak Berkutik
Setelah menyuapi sang istri makan. Mike terlihat berdiri dan merapikan nakas.
"Kamu sebaiknya istirahat, saya akan keluar sebentar untuk bertemu dengan dokter!" ucap Mike.
Ketika ingin melangkah tiba-tiba saja Lavanya memeluk pinggangnya yang menghentikan Mike membuat Mike kebingungan.
"Saya hanya pergi sebentar Lavanya, saya tidak akan kemana-mana," ucap Mike menganggap kamu istrinya itu ketakutan ditinggal sendirian.
"Maafkan Lavanya Kak," ucapnya terdengar begitu lirih membuat Mike kebingungan.
"Lavanya seolah-olah menjadi wanita yang paling suci, seperti tidak memiliki dosa, semua perintah Tuhan Lavanya lakukan, tetapi Lavanya semua itu tidak ada artinya karena tugas dan kewajiban seorang istri tidak pernah dilakukan. Lavanya mengabaikan pernikahan dan bersikap seperti anak kecil yang asing dalam pernikahannya," ucapnya.
"Lavanya pantas dikatakan istri durhaka, pantas untuk diceraikan, karena memang tidak pernah menempatkan dirinya sebagai istri," ucap Lavanya.
"He Lavanya, kamu kenapa tiba-tiba berbicara seperti ini?" Mike terlihat begitu khawatir dengan melepas pelukan itu dan duduk di hadapan istrinya dengan cara mereka yang sangat dekat.
Mike melihat bagaimana air mata Lavanya jatuh yang kemudian langsung di hapus Mike, sembari menggosok lembut rambut Lavanya.
"Apa yang terjadi pada kamu? Kenapa tiba-tiba, kamu kenapa hah?" tanya Mike.
"Lavanya bukankah tidak pantas menjadi istri?" tanyanya.
"Siapa yang mengatakan?" tanya Mike.
Lavanya terdiam.
"Kamu dengarkan saya Lavanya, kamu sudah berusaha melakukan semuanya, kita lupakan masa lalu tentang awal-awal pernikahan kita di mana kamu tidak siap dan begitu juga dengan saya, tapi seiring berjalannya waktu kamu mulai menyadari semua itu dan kamu pelan-pelan untuk berubah," ucap Mike.
"Lalu bagaimana dengan kak Mike. Apa hati kak Mike sudah diisi oleh orang lain?" tanya Lavanya membuat Mike terdiam.
"Kenapa Lavanya belakangan ini merasa takut, bahwa akan ditinggalkan dan diabaikan, padahal Lavanya sangat membutuhkan Kakak," ucapnya dengan terus berlinang air mata.
"Lavanya perasaan kamu belakangan ini sensitif, karena kamu hanya takut, dan semua ini karena kejadian-kejadian yang menimpa kamu, untuk masalah hati dan bukankah kita berdua masih sama-sama berusaha, saya tidak akan pernah memaksa kamu dalam hal apapun, Lavanya hubungan yang dipaksakan tidak akan pernah seindah dengan hubungan yang terjadi karena keinginan bersama. Saya menghargai semua usaha kamu dan saya juga bukan laki-laki yang baik dan juga masih berusaha untuk memperbaiki rumah tangga kita," ucap Mike meyakinkan Lavanya.
Lavanya tidak menjawab apapun lagi, keduanya saling menatap, Mike sungguh kasihan kepada istrinya. Mike mendekatkan wajahnya pada Lavanya dan mencium lembut kening Lavanya.
Ini adalah kedekatan yang tidak bisa terbayarkan oleh apapun di antara mereka selama ini dan bahkan seumur Mike ini kedua kalinya dia mencium kening istrinya dan yang pertama kali dia lakukan di saat mereka menikah.
"Semua akan baik-baik saja," ucap Mike membawa Lavanya ke dalam pelukannya.
Lavanya merasa tenang dan nyaman, memeluk dengan seerat mungkin.
*******
Mike terlihat menyusun barang-barang istrinya mulai dari ponselnya yang dimasukkan ke dalam Lavanya. Ini sudah hari ketiga Lavanya berada di rumah sakit dan sudah diizinkan pulang oleh Dokter.
"Sayang...." Mike kaget mendengar panggilan tersebut dan siapa lagi jika bukan Arumi.
"Arumi kamu ngapain di sini?" tanya Mike panik dengan Arumi melangkah menghampirinya dan berdiri di hadapan Mike.
"Mana istri kamu?" tanya Arumi.
"Kamu sebaiknya keluar! kamu jangan mencari masalah!" tegas Mike mengusir Arumi.
"Sayang, kamu itu laki-laki penuh dengan karismatik, dingin dan pembawaan yang bijaksana, menakutkan dan sangat tampan, tetapi kenapa kamu jadi orang seperti ini, pria pengecut yang takut dengan istri," ucap Arumi.
"Aku tidak ingin membicarakan apapun kepada kamu dan sekarang aku minta kamu keluar dari tempat ini!" tegas Mike.
Bukannya keluar, Arumi justru semakin lancang, semakin menjadi-jadi yang memeluk Mike dengan erat.
"Aku sangat merindukan kamu sayang, kamu belakangan ini jauh dariku dan aku tidak nyaman dengan kamu yang terus-menerus bersama dengan dia!" Arumi sengaja meraba-raba pundak Mike agar pria itu terangsang kepadanya.
Siapa sangka agresifnya Arumi diperhatikan oleh Lavanya yang ingin memasuki area kamar tetapi langkahnya harus terhenti ketika melihat Arumi benar-benar tidak tahu diri.
"Mari menghabiskan malam bersama!" bisik Arumi pada telinga Mike.
Pranggg
Mike dan Arumi sama-sama kaget ketika mendengar suara gelas pecah dan dengan cepat Mike melepas pelukan itu dan hampir saja tubuh Arumi terdorong.
Mike meninggalkan Arumi dan melihat apa yang terjadi.
"Lavanya....." Mike melihat istrinya yang tampak berjongkok untuk membereskan pecahan kaca tersebut.
"Jangan di sentuh!" Mike tidak mengijinkan untuk Lavanya membereskan pecahan gelas tersebut. Arumi juga sudah muncul dari belakang Mike.
"Maaf kak, Lavanya tadi tidak sengaja," ucapnya.
"Tidak apa-apa. Ayo!" Mike merangkul Lavanya dan membawanya berdiri untuk menjauhi kaca-kaca yang dapat melukai sang istri.
"Kamu kenapa bisa ada di sini Arumi?" tanya Lavanya benar-benar muak dengan sahabatnya itu dan rasanya ingin sekali menampar wajahnya tetapi masih menahan diri dengan raut wajahnya tampak tenang tetapi menyimpan kemarahan.
"Aku ingin menjenguk kamu," jawab Arumi.
"Kamu terlambat, aku sudah diizinkan pulang," sahut Lavanya.
"Sorry, Lavanya, aku baru memiliki waktu untuk menjenguk kamu di tengah banyaknya syuting," sahut Arumi.
"Tidak apa-apa, lagi pula aku bukan orang yang penting menurut kamu dan sudah pasti kamu akan membuatku pada tempat terakhir dan lebih mengutamakan hal-hal lain," sahut Lavanya.
"Lavanya kamu jangan berbicara seperti itu, kamu adalah sahabatku dan nomor satu untukku, masa iya kamu harus cemburu dengan pekerjaanku," sahut Arumi.
"Aku tidak cemburu dan tidak merasa terhkianati atas pekerjaan kamu, aku bisa memaklumi jika kamu datang terlambat menjengukku," ucap Lavanya dengan santai tetapi kata-katanya penuh maksud yang membuat Arumi terdiam.
"Hmmmmm, Lavanya sebaiknya kita langsung pulang saja!" ajak Mike tidak ingin suasana semakin menegangkan dan lebih baik mengalihkan.
"Aku iku bantu!" Arumi merasa cemburu jika kekasih gelapnya itu sangat perhatian kepada Lavanya.
"Terima kasih Arumi, tetapi kak Mike masih bisa membawaku sendiri, bagaimana jika kamu membantu untuk membersihkan gelas itu saja," ucap Lavanya.
"Ka_ kamu menyuruhku untuk membersihkan gelas itu?" tanya Arumi merasa harga dirinya direndahkan.
"Bukankah sama saja sama-sama membantu," jawab Lavanya terdengar begitu santai.
"Kak Mike, boleh tidak Lavanya digendong, soalnya kaki Lavanya masih lemas," ucapnya dengan begitu lembut dan terdengar sangat manja.
"Baiklah!" Mike ternyata tidak keberatan dan langsung menggendong istrinya ala bridal style disaksikan secara langsung oleh Arumi yang membuatnya tampak marah dengan dahi mengkerut.
"Arumi hati-hati membersihkan pecahan gelasnya, jangan sampai tangan kamu terluka karena kecerobohan kamu," ucap Lavanya benar-benar sangat elegan mengatakannya.
"Ayo kak Mike!" ajak Lavanya.
Mike menurut saja yang saat ini membawa istrinya berlalu dari hadapan Arumi dan lihatlah bagaimana Arumi tampak marah melihat bagaimana pasangan suami istri Itu tampak romantis.
"Ahhhhh sial!" umpat Arumi dengan amarah menggebu-gebu.
"Kurang ajar kamu Lavanya, apa yang kamu katakan kepadaku, kamu meremehkanku, kamu pikir aku takut padamu hah, Lavanya aku bener-bener cicik dengan wanita sepertimu!" umpat Arumi.
Bersambung ...
Bra