Shandra Hasanah, diusianya yang hampir kepala tiga selalu dikatain perawan tua dan dikatain memiliki wajah yang tidak cantik. Hingga suatu ketika ia dimintai menikah dengan mendiang suami adiknya, Athaya Besmana, karena sang adik yang bernama Alika dikabarkan mengalami kecelakaan dan Athaya sangat terpukul dengan kepergian sang istri.
Tak ingin membuat Athaya terus bersedih, orang tua Athaya justru meminta Shandra menjadi istri dari mendiang suami adiknya. Lalu, apa Shandra menerima permintaan orang tua Athaya?sementara Athaya masih sangat mencintai adiknya, Alika.
Ikuti kisah Shandra _Pemilik Hati Suamiku _
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Hari yang ditunggu pun tiba. Hari di mana Atha mempersunting Shandra. Hari bersejarah bagi dua anak manusia yang disatukan dalam ikatan suci pernikahan.
Shandra yang sudah mengenakan pakaian pengantin, duduk termenung sendiri di kamarnya. Sejak keputusannya menerima Atha sebagai calon suaminya, hati Shandra semakin merasa bersalah kepada Abim.
Entah reaksi seperti apa yang akan Abim tunjukan. Apa Abim menerima dengan lapang dada atau justru Abim akan sangat marah karena ia sudah melanggar janjinya dan justru kini ia menikah dengan lelaki lain.
Shandra membuang napas kasar. Memikirkan hal ini membuatnya semakin dilanda resah, gelisah dan bersalah.
"Maafkan aku, Mas Abim," ucap Shandra dengan suara yang sangat pelan.
"Semoga kamu mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku dan maafkan aku yang sudah mengecewakan kamu."
Semoga permintaan maafnya nanti di terima Abim dan sikap Abim masih tetap sama. Tetap mau menjalin silaturahmi dengannya meski ia sudah menikah.
Shandra menarik napasnya dalam-dalam, lalu membuangnya perlahan. Ia mencoba membuang semua rasa cintanya terhadap Abim, karena mulai hari ini hidupnya hanya akan ia berikan kepada suaminya, Athaya Besmana.
"Shandra!" Pekik Nisa yang datang secara tergesa-gesa, membuat Shandra terkejut dibuatnya dan menatap heran wajah Nisa. Namun yang ditatap justru menyalang kesal melihatnya.
"Kamu ...." Perkataan Nisa terhenti sejenak hanya untuk menarik napasnya lalu membuangnya secara kasar.
"Kenapa kamu tiba-tiba nikah sama si Atha? Lalu bagaimana dengan Mas Abim? Tolong, bisa kamu jelaskan ini sama aku?" cerca Nisa.
"Duduk dulu. Aku akan jelasin," sahut Shandra seraya menarik tangan Nisa.
Dengan hati yang kesal, Nisa pun duduk di samping Shandra.
Bagaimana tidak kesal. Shandra, sahabatnya ini tidak ada omongan sebelumnya dan tiba-tiba ia mendapatkan kartu undangan kemarin dan alangkah terkejutnya Nisa saat membaca isi undangan tersebut. Semakin terkejut lagi siapa pria yang menikahi sahabatnya itu, ternyata adalah Atha, suami dari mendiang adiknya Shandra sendiri.
Berkali-kali Nisa menggelengkan kepalanya. Ia merasa tidak habis pikir dengan apa yang dijalani Shandra dan mau menikah dengan Atha. Bukannya Shandra akan menunggu Abim? Lelaki yang dia sukai sejak lama, tapi kenapa sekarang Shandra justru menikah dengan lelaki lain?
"Aku dijodohkan sama Atha. Tante Cici lagi sakit dan beberapa waktu lalu kesehatan Tante Cici ngedrop dan aku gak tega menolaknya. Aku gak mau Tante Cici sampai kenapa-napa, makanya aku terima perjodohan ini. Ya ... meskipun berat nerimanya tapi mau gimana lagi, mungkin memang sudah takdirnya aku berjodoh dengan mending suami dari adikku."
"Dan kamu rela mengorbankan perasaan kamu demi perjodohan ini?" ucap Nisa menggebu-gebu.
"Iya dan aku ikhlas."
Namun, apapun alasannya, Nisa tetap tidak terima begitu saja. Nisa tahu betul kalau Shandra begitu sangat mengharapkan Abim sebagai suaminya, tapi semua balik lagi ke diri Shandra dan ia tidak bisa memaksanya. Ia hanya bisa mendoakan yang terbaik buat sahabatnya.
Nisa memang menyayangkan keputusan Shandra menerima perjodohan itu. Melepaskan lelaki yang sangat baik dan berhati lembut.
"Tapikan kamu harusnya cerita sama aku. Jadi aku gak kaget," sahut Nisa masih sebal sama sahabatnya.
"Karena aku tahu, kamu gak suka aku dengan pria lain selain sama Mas Abim," balas Shandra.
"Memang!" sahut Nisa yang begitu sangat kesal.
Nisa memanyunkan bibirnya. Memang benar, ia lebih setuju kalau Shandra bersanding dengan Abim, tapikan semua kembali lagi ke takdir Allah. Kalau Shandra memang harus berjodoh dengan mendiang suami dari adiknya Shandra. Cuma Nisa hanya menyayangkan saja.
"Terus Mas Abim tahu kalau kamu nikah?" tanya Nisa lagi.
Shandra menggeleng lemah.
Shandra tidak berani memberitahu soal pernikahannya ke Abim. Shandra tak kuasa mendengar suara kecewa lelaki itu.
Nisa mendengus kesal dengan sikap Shandra. Huuhh ... semoga saja Abim menerimanya dengan hati ikhlas.
"Tapi ... ya sudahlah. Aku hanya bisa doakan yang terbaik buat kamu. Semoga pernikahan kamu samawa dan pastinya kamu harus bahagia." Nisa kemudian memeluk Shandra dengan perasaan suka cita.
"Selamat ya, akhirnya status jomblo kamu sekarang berubah jadi Nyonya Atha," sambung Nisa.
Shandra berdecih mendengar perkataan Nisa yang menyematkan kata Nyonya. Namun tak urung Shandra membalas pelukan Nisa.
***
"Saya terima nikah dan kawinnya Shandra Hasanah binti Hasan Adinata dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Atha dengan satu tarikan napas.
"Bagaimana para saksi, sah atau tidak?" tanya Pak penghulu.
"Sah!" sahut semuanya termasuk para undangan yang hadir di acara pernikahan Atha dan Shandra.
"Alhamdulillah," ucap Pak penghulu dan Pak Hasan.
Setelah itu salah satu saudara Shandra segera menghampiri Shandra yang masih berada di kamarnya dan membawa Shandra menuju meja ijab kabul.
Shandra melangkah pelan menuju tempat akad. Di depan sana Atha sudah mengucapkan ijab kabul dan kini ia sudah sah menjadi istri dari Athaya Besmana.
Dengan jantung berdebar kencang, Atha menyambut kedatangannya dan mempersilahkan dirinya untuk duduk di kursi. Baik Shandra dan Atha menandatangani buku nikah. Buku kecil yang akan mengubah segala hidupnya.
Setelah itu Shandra dan Atha saling menyematkan cincin kawin dan untuk pertama kalinya ia bersentuhan dengan seorang lelaki selain papanya.
Jujur, Shandra masih belum percaya kalau ia kini sudah menikah. Ia tidak tahu harus mengekspresikan perasaannya dengan rasa bahagia atau biasa saja. Namun yang jelas ia akan mengabdikan diri sebagai istri yang baik. Ia juga harus membuka hati untuk bisa mencintai Atha.
Atha dan Shandra kemudian sungkeman kepada orang tua. Meminta restu untuk pernikahan yang akan keduanya jalani sebagai suami istri.
"Tolong jaga Shandra, seperti kami menjaganya selama ini," ucap Pak Hasan penuh haru. "Tolong, jangan kamu sakiti Shandra dan jika suatu saat nanti kamu tidak menginginkannya lagi, kembalikan Shandra kepada papa. Papa doakan, semoga pernikahan yang kalian jalankan selalu rukun, bahagia, dan sakinah mawadah warahmah."
Atha mengangguk dan semoga saja ia bisa menjalankan apa yang diucapkan oleh papa mertuanya. Memperlakukan Shandra seperti halnya ia memperlakukan Alika selama ini. Menjadikan Shandra sebagai ratu di rumah tangganya yang baru.
aihhh jangan lah sampai kaya drama Indosiar ya Thor
aiahhh ,,semoga otak nya terbuka si atta bukanya gelap mata ingin memiliki nya kembali terus kamu di tinggal
kan
akhirnya kebongkar juga...
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya
ayo???
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya