NovelToon NovelToon
Hatiku Milikmu

Hatiku Milikmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: SunLs

Bagaimana perasaan kalian jika ada seorang pria tak dikenal memaksa kalian untuk menjadi kekasihnya.?Apa yang akan kalian lakukan pada pria itu.?Apakah kalian akan menerima cintanya,sementara kau sendiri tidak mengenalnya sama sekali.?Wanita manapun akan menolak permintaan pria itu,tapi tidak dengan Rhivi.?Rhivi terpaksa menerima pria itu menjadi kekasihnya lantaran dirinya terjebak kedalam masalah pria mistrius itu.Leon adalah seorang gengster yang hidupnya selalu dipenuhi oleh musuh-musuhnya.Perkelahiannya dengan salah satu musuh besarnya membawa rhivi kedalam masalah besar.Musuh besar leon mengira bahwa rhivi adalah kekasih leon,karna itu leon meminta rhivi untuk menjadi kekasihnya agar dia bisa melindungi rivi dari musuh-musuhnya.Rhivi yang tidak memiliki pilihan lain,terpaksa menerima leon sebagai kekasihnya.Bagaimana perjalanan cinta sepasang kekasih ini.?Apa perasaan mereka berubah menjadi cinta.?Apakah mereka bisa menghindari cinta yang berlahan-lahan menguasai perasaan mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunLs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

.....*0o0*.....

            Leon mondar-mandir seperti setrikaan didalam kamarnya,perasaan sama sekali tidak tenang memikirkan keadaan rhivi. Berulang-kali Leon melirik jam yang ada didinding kamarnya dan menatap layar ponselnya. Sudah dua jam lebih Leon menunggu balasan Pesan singkatnya dan Telfon dari Rhivi, tapi tidak muncul juga. Leon berteriak, mengerutu kesal memikirkan keadaan Sang kekasih yang tanpa kabar sedikitpun .Leon mengaruk kepalanya, kemudian menghempaskan tubuhnya keatas tempat tidurnya yang empuk.

“Cepat  balas pesanku. Ah, jangan membuatku tidak tenang seperti ini.”

            Leon mendengar suara kakak prempuannya yang sedang berbicara dengan pelayan diluar kamarnya. Leon bergegas bangun dan menemui kakaknya didalam kamar. Leon mengeram kesal melihat sang kakak tidak berada didalam kamarnya. Leon menjelajahi rumahnya yang luas seperti istana mencari keberdaan sang kakak. Leon mengeram kesakitan, ketika sesuatu menghantam kepalanya. Khania tertawa kecil melihat wajah adiknya yang kesal menatapnya. Leon mengambil buku yang dilemparkan oleh khania dan memberikan buku itu kembali pada kakaknya.

“Ada apa mencariku.?”Khania merangkul adiknya.

“Aku butuh bantuan kakak. Kakak harus membantuku untuk bertemu dengan Rhivi.”

“Apa.?Kau serius.?Kenapa kau tidak datang saja kerumahnya.?”

Leon memanyunkan bibirnya. menjatuhkan tubuhnya kesofa.”Seandainya saja itu bisa, sudahku lakukan sejak tadi. Kakak tidak tahu,dirumahnya ada monster yang sangat menakutkan. Monster itu bisa membunuhku kapan saja  dia mau. Kakak tidak ingin kehilangan adik kakak satu-satunya bukan.”

Khania mengaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.”Monster.?Kakak tidak mengerti. Untuk apa Rhivi memelihara monster menyeramkan seperti itu dirumahnya.?”

“Monster yang ku maksud itu adalah ayahnya. Kakak harus membantuku bertemu dengannya .Aku tidak tenang sebelum mengetahui keadaannya baik-baik saja.”

“Dasar bodoh.Telfon saja keponselnya.?”

Leon mengeram kesal mendengar ucapan sang kakak.”Aku tidak akan seperti ini, jika aku tahu keadaannya. Ayahnya memegang ponselnya, apa aku harus bertanya dan berbincang-bincang dengan ayahnya itu.?Aeish. Kenapa kakak jadi bodoh seperti ini ah.?”

Khania memukul kepala adiknya mendengar perkataan Leon.”Mana kakak tahu, kalau ponselnya ada ditangan ayahnya. Begini saja. Kau bawa saja Marcian atau Alvian pergi bersamamu. Saat monster itu.? Ah Maksud kakak ayahnya. Saat ayahnya ingin memakan mereka, kau bisa menyelinap masuk kedalam kamarnya. Dengan begitu kau bisa bertemu dan mengetahui keadaan Rhivi.”

Leon memeluk sang kakak dengan perasaan bahagia.”Ide kakak briliant.Aku sayang kakak. Aku benar-benar beruntung memiliki kakak yang pintar.”

"Ya, tapi kakak tidak beruntung memiliki adik sepertimu."

“Baiklah. Aku pergi dulu."

                                                                         .....*0o0*.....

            Marcian, Alvian dan Devant saling bertukar pandang satu sama lain, kemudian mereka bertiga menatap kesal kearah Leon. Mereka bertiga tidak habis pikir kenapa Leon memaksa mereka untuk menemaninya kerumah Rhivi. Tidak biasanya Leon membutuhkan bantuan mereka hanya untuk bertemu dengan seorang wanita. Ini pertama kalinya bagi mereka, melihat Leon seperti ini. Tunduk dan begitu mengkhawatirkan seorang wanita. Mereka tidak menyangkah kalau Leon akan jatuh cinta pada gadis biasa seperti Rhivi.

“Sebenarnya untuk apa kita disini.?”Ujar Alvian

“Diam. Nanti juga kalian akan tahu untuk apa kalian disini.”Cetuz Leon

            Leon menekan bel rumah Rhivi.Langkah kaki sesorang terdengar mendekati pintu.Leon yang yakinbahwa itu adalah paman Hengky segera menyingkir dan mendorong ketiga temannya berdiri didepan pintu.Ketiga temannya yang tidak mengerti sama sekali,hanya pasrah saat leon mendorong mereka kedepan pintu.Paman hengky membuka pintu dan menatap tajam ketiga pemuda yang berdiri dihadapannya.

“Hay. Paman.”Ketiga pemuda itu memberikan senyuman terbaik mereka, mereka benar-benar malang karena tidak mengetahui akhir dari nasib mereka berada disana.

“Cari siapa kalian.?”Seperti biasanya paman hengky bersikap galak dan pemarah Mereka bertiga saling bertukar pandang dan menelan air liur mereka masing-masing.“Apa kalian tuli.?Aku tanya cari siapa kalian disini.?”Bentak Paman Hengky

“Rhivi.?”Teriak mereka serentak

“Rhivi.?”Paman Hengky menaikan alisnya memperhatikan ketiga pria itu.”Tunggu sebentar. Paman yang baik ini akan memanggilnya.”

            Paman Hengky kembali masuk kedalam rumah,tidak lama kemudian beliay sudah kembali menemui mereka bertiga diluar.Paman Hengky tersenyum kepada mereka bertiga,membuat mereka bertiga juga ikut tersenyum. Tanpa mereka duga sebelumnya,paman hengky menghantam pukulan ketubuh mereka bertiga.Mereka bertiga berteriak kesakitan. Paman hengky terus memukuli mereka dengan tongkatnya. Melihat paman Hengky lengah, Leon segera menyelinap masuk kedalam rumah dan bergegas masuk kedalam kamar Rhivi.Rhivi terkejut bukan  main melihat Leon yang tiba-tiba menerobos masuk kedalam kamarnya.

“Leon.?Sedang apa kau disini.?”

“Ups. Diam lah”Leon menempelkan jari telunjuknya kebibir Rhivi.”Aku kemari ingin melihat keadaanmu. Apa kau baik-baik saja.?Apa ada yang sakit.?”

“Ya.”Rhivi menyingkirkan jari Leon dari bibirnya.”Bagaimana kau bisa masuk kemari.?Aku yakin ayah tidak mengizinkanmu untuk masuk kemari.”

“Tepat sekali. Seperti biasanya monster peliharaanmu itu ingin memaksa siapa saja yang muncul didepannya. Untung saja aku membawa Marcian, Devant dan Alvian kemari. Monster.?Maksudku ayahmu sedang sibuk menghajar mereka, aku menyelinap masuk kemari.”

“Kau ini.?”Rhivi memukul Leon.”Sebaiknya kau segera pergi dari sini, sebelum ayah menyadari keberadaanmu disini dan menghabisimu. Cepet keluar dari sini. Jangan membuat ayah semakin marah pada kalian.”

“Baiklah. Aku akan pergi.”Tiba-tiba saja Leon mencium Rhivi.”Jaga dirimu baik-baik.”

            Leon keluar dari kamar Rhivi dan bergegas keluar dari rumah rhivi. Paman hengky berteriak histris ketika leon menerobos keluar dari rumahnya. Leon segera belari keluar diikuti oleh ketiga teman-temannya. Leon memainkan matanya, membuat paman hengky semakin marah padanya.

“Bocah tengik.”

“Kita tinggalkan tempat ini.”

\====================

\====================

.            Mozha dan Clarissa terkejut melihat Marcian dan teman-temanya sudah dalam keadaan terluka, mereka babak belur seperti habis dipukuli oleh ribuan orang dikota ini.Tanpa perasaan bersalah kepada ketiga temannya, leon membaringkan tubuhnya disofa. Mozha dan Clarissa membantu mereka bertiga mengobati luka mereka.Kedua gadis itu tertawa mendengar cerita mereka.

“Jadi kalian sampai seperti ini,itu karena paman hengky.?”Mozha menahan tawanya

“Hahaha..Tertawalah sesuka kalian sampai kalian puas.”Gerutu Devant.

Alvian melempar bantal sofa kearah leon.”Kau sudah merencanakan ini semuakan.?Aeish.Anak ini benar-benar keterlaluan. Seharusnya kau katakan kalau ada monster dirumah itu. Kau ingin membunuh kami semua ah.?”

Leon kembali duduk, tersenyum sinis memperhatikan teman-temannya yang dibalut perban.”Jika ku katakan yang sebenarnya. Kalian tidak akan mungkin mau membantuku untuk bertemu dengan Rhivi. Kalau kalian ingin marah.?Marah saja pada kak khania, karena ini adalah idenya.”

“Kau sangat keterlaluan.?”

“Benarkah.?”

“Aku tidak menyangkah kalau kau akan jatuh cinta padanya.”Marcian mendekati Leon.”Kau bahkan sudah banyak berubah. Kau bukan Leon yang kita kenal dulu. Leon yang pemarah, Dingin dan pelit untuk bicara.”

“Ya. Sekarang lihatlah dirimu. Kau bahkan lebih cerewet dari kak khania bodoh. Kau sudah banyak berubah teman. Rhivi benar-benar hebat bisa merubah orang seperti mu hanya dalam waktu tiga bulan. Itu waktu yang relatif singkat.”Devant membenarkan ucapan Marcian

“Kalian sangat menyebalkan.”

            Leon melangkah pergi,meninggalkan teman-temannya.Leon merenungi setiap perkataan teman-temannya mengenai dirinya. Leon sadar bahwa dirinya yang sekarang bukanlah Leon yang dulu. Leon sendiri tidak tahu kenapa dia bisa berubah seperti ini, tapi satu yang pasti. Semua ini berkat Rhivi. Rhivi lah yang membuatnya menjadi seperti ini, menjadi leon yang lebih baik dari sebelumnya.

“Ah. Ini sangat menyakitkan.”Alvian memegangi wajahnya yang memar.”Uh.Seharusnya rhivi tidak perlu memelihara monster mengerikan seperti itu dirumahnya.”

“Hey. Paman hengky adalah ayahnya bukan monster.”Ujar Clarissa

“Apapun namanya bagiku dia itu monster. Mana ada manusia yang menyerang manusia lain seperti ini. Apa kau tidak lihat akibat perbuatannya itu.?Wajahku memar dan luka seperti ini.”

“Paman selalu seperti itu, setiap kali ada pria yang mendatangi rumahnya.Paman tidak suka jika ada pria yang mendekati putrinya. Apa lagi laki-laki seperti kalian.”Tutur Mozha

“Pembicaraan ini, cukup sampai disini.Ini sudah malam. Sebaiknya kalian berdua tidur disini saja. Aku akan siapkan kamar untuk kalian.”Kata Devant

“Tidak perlu. Aku rasa sebaiknya kami pulang kerumah.”Tutur Clarissa

Devant mendekatkan wajahnya kewajah Clarissa,membuat Clarissa ketakutan.”Hey. Apa kau pikir kami akan berbuat sesuatu pada kalian.?Uh. Buang pikiran itu jauh-jauh dari otakmu. Kami sama sekali tidak tertarik dengan kalian, apa lagi pada tubuh kalian.”

            Devant bergegas pergi kekamarnya yang berada dilantai atas disamping kamar Marcian. Devant membersihkan kamarnya untuk digunakan kedua gadis itu.Mozha dan Clarissa hanya menelan ludah mereka, sambil memperhatikan Marcian dan Alvian.

“Ada apa.?Apa ada masalah.?”Tanya Alvian yang risih diperhatikan oleh kedua gadis itu

“Ah.Tidak ada.”Jawab Mozha dan Clarissa serentak

“Aku lelah. Aku mau tidur. Kalau kalian lelah dan ingin istirahat, kalian bisa tidur dikamar yang sudah disediakan oleh Devant. Kalian bisa tanyakan langsung pada devant.”Kata Marcian

“Ya. Terima kasih.”Tutur Clarissa dan Mozha

.....*0o0*.....

        Rhivi membuka pintu rumahnya, bersiap-siap untuk berangkat kesekolah. Rhivi terkejut ketika melihat bunga mawar ada didepan pintu rumahnya. Rhivi ingat bunga mawar itu adalah bunga mawar yang sama yang Trent berikan padanya tempo hari. Rhivi tidak sempat membawa bunga itu pulang kerumahnya, karena pada waktu itu leon manarik tangannya dengan paksa meninggalkan trent. Rhivi tersenyum memperhatikan bunga mawar ditangannya .paman hengky keluar menemui putrinya yang masih berdiri didepan pintu rumah.

“Ada apa.?Kenapa kau masih berdiri disini.?Cepat pergi kesekolahmu.?”

“Ayah.?”

“Bunga.?Bunga dari siapa itu.?Ayah baru melihatnya.?”

“Owh. Ini dari temanku. Ayah tolong letakkan bunga ini dikamarku.”Rhivi memberikan bunga mawar itu pada ayahnya.”Aku pergi dulu.”

“Ya.Hati-hati.”

Rhivi berjalan menyelusuri jalan raya.Sebuah mobil berhenti disampingnya. Rhivi nyari mati sesak nafas meliah sam turun dari mobil itu.“Apa kau ingin pergi kesekolah.?”

“Ya.”

“Kalau begitu, aku akan mengantarmu. Masuklah.”

“Tidak usah. Aku bisa pergi sendiri.”

“Kau masih membenciku.?”

“Bukan seperti itu. Hanya saja.?”

“Masuklah. Aku akan mengantarmu.”Sam membukan pintu mobil

            Mau tidak mau Rhivi masukk kedalam mobil Sam. Rhivi tidak dapat menolak tawaran Sam yang ingin mengantarnya kesekolah. Lagi pula mereka pergi ketempat yang sama, tidak ada salahnya rhivi menerima tawaran Sam. Setibanya disekolah, anak-anak kembali menatapnya dengan sinis.T anpa mereka sadari sepasang mata memperhatikan mereka. Mozha dan clarissa yang melihat Rhivi bersama Sam langsung menarik tangan rhivi menjauh dari Sam. Clarissa mendaratkan pukulannya ketubuh rhivi.

“Hey .Hentikan. Apa yang kau lakukan ah.?Kenapa kau tiba-tiba memukulku seperti ini.”Gerutu Rhivi

“Kau pantas dipukuli. Kau tahu tindakanmu ini bisa membuat leon marah besar padamu.”Clarissa menahan amarahnya

“Apa maksudmu.?Aku tidak melakukan apa-apa.?”

“Aeish.  Owh tuhan,kenapa kau ciptakan manusia bodoh sepertinya.?Untuk apa kau pergi bersama Sam.?Kau ingin membuat leon marah ah.”

“Uh. Kalian salah paham. Aku pergi bersama sam karena kami tidak sengaja bertemu dijalan. Aku tidak bisa menolak tawarannya.”

“Kau harus ingat siapa laki-laki itu.?Dia yang mencampakkanmu,meninggalkanmu demi wanita lain.”Sambung Mozha.”Aku rasa kau masih ingat dengan baik hal itu dikepalamu. Apa perlu aku yang mengingatkanmu akan hal itu.?”

“Tidak perlu. Kau tidak perlu melakukan itu. Aku ingat dengan baik.Trima kasih karena kalian masih memperdulikanku."Rhivi kembali merasa sesak didadanya.”Aku tidak mungkin melupakan hal itu. Disini. didada ini masih terasa sakit mengingatnya. Sangat sakit,sampai-sampai aku ingin mati dibuatnya.”

        Sam yang sejak tadi mendengar pembicaraan mereka,hanya mampu tersenyum kecewa mendengarnya.Rhivi masih belum bisa menghilangkan rasa sakit dihatinya dan itu adalah hal yang wajar.Rhivi pantas marah bahkan membenci  dirinya. Karena dia, rhivi harus merasakan rasa sakit itu. Ketiga gadis itu melangkahkan kaki mereka menuju kelas mereka. Sepanjang perjalanan Rhivi terus memikirkan Sam, mengingat setiap kenangan yang dilaluinya bersama Sam dulu. Leon yang sejak tadi memperhatikan Rhivi hanya menatap heran. Leon tidak tahu apa yang sedang dipikirkan gadis itu.?apa yang membuat gadis itu terlihat gelisah seperti ini.?Leon sama sekali tidak tahu.

“Huh. Ada apa dengannya.?Tidak biasanya dia bersikap seperti ini.?”Batin Leon

“Ha. Apa yang kupikirkan.?Kenapa aku selalu mengingatnya.?Ah.Tuhan, aku bisa gila jika seperti ini terus.”Batin Rhivi

"Apa yang sedang kau pikirkan.?"Suara Leon membuat lamunan Rhivi buyar."Sejak tadi aku perhatikan kau hanya berdiam diri, apa ada yang menganggu pikiranmu.?"

"Leon, sejak kapan kau disini.?"

"Itu tidak penting. Kau belum memberikanku jawaban."

"AH tidak ada, aku hanya memikirkan pendidikanku."

"Kau tidak sedang berbohong.?"

"Tentu saja tidak. Kita sudah kelas 3 sebentar lagi kita semua akan meninggalkan sekolah ini, sudah waktunya kita memikirkan masa depan. Aku harus belajar agar bisa masuk keuniversitas negri ."

"Tidak perlu. Aku akan membantumu masuk ke universitas manapun yang kau mau dengan mudah."

"Tidak perlu. Aku tidak butuh uangmu ataupun kekuasaanmu, aku bisa masuk dengan usahaku sendiri. Aku tau kau bisa melakukan apapun dengan uangmu, tapi bukan berarti kau bisa merendahkan orang lain seperti ini."Leon hanya terdiam mendengar perkataan Rhivi, Leon tidak mengerti kesalahan apa yang ia lakukan sampai membuat gadis itu marah dan berteriak padanya. Rhivi bergegas meninggalkan Leon yang masih tertegun ditempatnya.

"Tsk kenapa dengannya.?"

1
Val07
mampir kak
Luc23
Hallo teman2 ...
aku kembali dengan cerita baru ..
mohon dukungan buat Dragon ya ..
🤗🤗
Asniladimu
bagus ceritanya Thor .....tetep semangat di tunggu novel selanjutnya.....
Luc23: makasih.
novel lainnya udah ada tp ga bsa d upload dlk mangatoon nya, udh hampir 6 bulan mangatoon ga bsa di buka.😭😭😭
total 1 replies
Asniladimu
makin tegang ceritanya
Asniladimu
aku tidak suka sama Rivia tidak mengerti perasaan Leon main cium sembarangan...😠😠😠
Asniladimu
siapa lagi Silvia it
Asniladimu
Thor kenapa nam2nya susah d ingat
Luc23: haha maaf ya.🤣 Soalnya bingung mau ngasih nama siapa. hehe
total 1 replies
Asniladimu
jadi terharu aku
Asniladimu
ayahnya Rivi kejamjugaya kasihan Leon
Asniladimu
lanjut dan tetap semangat
Asniladimu
cerita yg menarik
Asniladimu
awal yg bagus dan menarik.......hai kk aku mampir
Natasya ibrani
bagus bangat thor, aku suka ceritanya... jangan lupa mmpir di karyaku juga "Warna Cinta Natasya" trim's
dimas wahyu
ini baru mantap puas bacanya kalau panjang gini. semangat thor
Luc23: makasih. kmu juga smngat ya, ayo buat karya baru.
total 2 replies
Muhammad Ari
keren thor, ijin promo ya, jgn lupa baca dan mampir di novel dg judul "sudden kiss" ya 😇😇😇
AtinyRyesa24
sudah ku boom like sama ku bintang lima
Neng Euis
Semngat up kak🤗..

Yuk kita saling Boom Like+ rate 5

Mampir cerita aku...
" Hello seoul"
Luc23: iya dek ...
kakak mampir k novelmu ....
:)
total 1 replies
Sirashui
WOW
Luc23: wiw....
total 1 replies
Maitra Tara
waaah. kereeen bisa nulis satu bab sebanyak itu🙏
Luc23: baru prtama dipost mbak, masih bingung mau mecahin bab nya. ^_^
total 1 replies
Luc23
mohon dukungannya ...
kritik dan saran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!