NovelToon NovelToon
Dendam Ratu Abadi

Dendam Ratu Abadi

Status: tamat
Genre:Ilmu Kanuragan / Dikelilingi wanita cantik / Poligami / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Dendam Kesumat / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:91.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rudi Hendrik

Lama mengasingkan diri di Pulau Kesepian membuat Pendekar Tanpa Nyawa tidak tenang. Sebagai legenda tokoh aliran hitam sakti, membuatnya rindu melakukan kejahatan besar di Tanah Jawi.

Karena itulah dia mengangkat budak perempuannya yang bernama Aninda Serunai sebagai murid dan menjadikannya sakti pilih tanding. Racun Mimpi Buruk yang diberikan kepada Aninda membuatnya tidak akan mengenal kematian. Dia pun diberi gelar Ratu Abadi.

Satu-satunya orang yang pernah mengalahkan Pendekar Tanpa Nyawa adalah Prabu Dira Pratakarsa Diwana alias Joko Tenang tanpa melalui pertarungan. Karena itulah, target pertama dari kejahatan yang ingin Pendekar Tanpa Nyawa lakukan melalui tangan Aninda adalah menghancurkan Prabu Dira.

Aninda kemudian membangun kekuatan dengan menaklukkan sejumlah pendekar sakti dan menjadikannya anak buah.

Mampukah Aninda Serunai menghadapi Prabu Dira yang sakti mandraguna? Temukan jawabannya di Sanggana 8 yang berjudul "Dendam Ratu Abadi".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raab 10: Hukuman Permaisuri Mata Hijau

*Ratu Abadi (Raab)*

Ratu Ani Saraswani sudah menghirup asap kayu tumok dan meminum ramuan racikan khusus untuk menormalkan kondisi fisiknya. Tahapan terakhir adalah donor darah.

Tidak tahu apakah golongan darahnya sama atau tidak, tetapi yang penting darah itu sama-sama merah warnanya, meski Ratu Ani dan ibunya sama-sama berdarah biru.

Cara donornya tentu tidak sama seperti jauh di masa depan. Permaisuri Titir Priya mengalirkan darahnya ke sebuah mangkuk kecil seperti cawan berbahan tanah liat. Darah itu dikucurkan dari tangan yang disayat. Apalah artinya sebuah sakit di kulit dibandingkan sakitnya kehilangan kuasa dan harta benda.

Darah yang sudah ditampung lalu diminumkan kepada Ratu Ani.

Bagaimana Ratu Ani bisa hidup lagi padahal jantungnya telah rusak ditusuk pedang? Secara teori, menurut Prabu Galang, Ajian Bangun Sukma dengan sendirinya memperbaiki jantung yang rusak dan membuatnya hidup kembali dalam proses yang cepat.

Secara teori pula, Prabu Galang menjelaskan, dengan Ratu Ani mengamalkan mantera dan ritual Ajian Bangun Sukma, jika Ratu Ani menderita kematian, sesungguhnya itu bukan mati, tetapi proses tidur yang tanpa napas. Jangan ditanya kenapa bisa demikian!

Setelah meminum darah sang ibu, Ratu Ani tinggal beristirahat. Proses penyembuhan dan kesehatan akan bekerja dengan sendirinya.

Keesokannya. Setelah beristirahat, Ratu Ani akhirnya sudah bangun dari dipan dan bergerak normal sebagai manusia hidup.

“Lalu apa yang akan kita lakukan, Ayahanda?” tanya Ratu Ani kepada ayahnya.

“Kita akan pergi ke Teluk Busung, bersembunyi untuk membangun kekuatan di sana,” jawab Prabu Galang.

“Bukankah Teluk Busung sekutu Kerajaan Sanggana Kecil? Berarti kita akan tinggal di wilayah musuh,” kata Ratu Ani.

“Jika mereka mengetahui siapa kita, maka kita akan dianggap musuh. Di sana ada guru Ayahanda. Tentunya kau tahu siapa guru Ayahanda. Kita akan meminta bantuannya untuk membalas Prabu Dira dan para permaisurinya,” kata Prabu Galang. “Guru pernah berkata, orang yang sudah pernah mengalami kematian dan bangkit kembali dengan Ajian Bangun Sukma, orang itu memiliki peluang untuk menjadi orang yang abadi karena sudah tidak akan merasakan sakit lagi.”

“Sepertinya aku meragukan hal itu,” kata Ratu Ani.

“Ayahanda akan buktikan,” kata Prabu Galang.

Prabu Galang lalu mengambil sebilah pisau tebal tapi tajam. Itu seperti pisau untuk berburu.

“Ulurkan tanganmu!” perintah Prabu Galang.

Ratu Ani mengulurkan tangan kirinya. Dia tahu apa yang ingin dilakukan oleh ayahnya.

Tsuk!

Prabu Galang menikam batang tangan kiri Ratu Ani. Ujung pisau itu menusuk dan merobek kulit beberapa inci saja. Darah pun mengalir keluar. Namun, wajah Ratu Ani datar-datar saja. Tidak ada jerit kesakitan atau wajah mengerenyit menahan sakit.

“Apa yang kau rasakan, Ani?” tanya Prabu Galang.

“Rasa seperti ditusuk, tapi tidak sakit sedikit pun,” jawab Ratu Ani jujur. Memang itu yang dia rasakan.

“Ajian Bangun Sukma sudah memusnahkan perasa sakitmu. Meskipun kau ditikam oleh seribu pedang, kau tidak akan merasakan sakit. Meski kulit dan dagingmu terkoyak parah, kau tidak akan merasakan sakit. Namun, tentunya kau tidak ingin membiarkan raga cantikmu rusak,” kata Prabu Galang.

“Apakah aku akan menjadi abadi meski leherku terpenggal?” tanya Ratu Ani.

“Entahlah. Namun guru Ayahanda mengatakan bisa menjadi orang yang abadi. Jika saja Prabu Dira tidak memusnahkan seluruh kesaktianku dan memilih membunuhku, mungkin aku akan menjadi abadi oleh Ajian Bangun Sukma yang aku miliki. Namun, kesaktian Prabu Dira telah memusnahkan semuanya,” kata Prabu Galang.

“Berarti Kakang Prabu bisa memusnakan kesaktianku juga,” kata Ratu Ani.

Dia kemudian memanggil satu pengawal perempuan yang berjaga. Sang ratu yang kini tanpa kekuasaan dan tahta itu mengulurkan tangan kirinya yang berdarah.

Tanpa kata perintah, pengawal yang datang sudah mengerti apa yang dimaksud Ratu Ani.

Ketika pengawal itu sedang membersihkan tangan dan luka Ratu Ani, dari luar gubuk masuk Surina. Wanita berusia matang itu segera mendatangi Prabu Galang dan menjura hormat.

“Kami sudah mendapat dua perahu, Gusti Prabu,” lapor Surina.

“Kita akan berlayar malam lewat laut ke pantai Teluk Busung. Persiapkan apa-apa yang belum siap!” perintah Prabu Galang.

“Baik, Gusti,” ucap Surina patuh.

Sementara itu di salah satu istana permaisuri di Istana Sanggana Kecil, tepatnya di Istana Mata Hati.

Permaisuri Kerling Sukma datang ke Istana Mata Hati, istana yang tidak memiliki pintu, apakah itu pintu masuik atau pintu keluar. Yang ada hanya jalan masuk dan jalan keluar. Jangan tanya apa bedanya pintu dan jalan!

Istana Mata Hati berwarna kuning emas tanpa pintu. Ada tiga pilar besar di bagian depan yang dijaga oleh prajurit. Mereka turun berlutut ketika Permaisuri Kerling Sukma datang dengan pengawalan sepuluh dayang.

Kesepuluh dayang berhenti seperti orang parkir. Itu jelas membuat senang para prajurit karena ada pemandangan indah di depan mereka. Tentunya para wanita yang dipilih menjadi dayang ratu atau permaisuri memiliki kualifikasi yang tidak asal atau remeh. Muda, cantik, cekatan dan pintar adalah di antara syarat yang wajib untuk diterima menjadi dayang.

Namun, rasa senang para prajurit jaga itu hanya dipendam di dalam hati. Mereka tidak mau terkena masalah karena ketahuan main mata di waktu sedang bertugas.

Sementara itu, Permaisuri Kerling Sukma terus berjalan hendak menabrakkan diri ke pilar yang tengah. Sang permaisuri bukan bermaksud bunuh diri, tetapi pilar itulah jalan masuk ke dalam Istana Mata Hati.

Memang, kadang orang sakti seleranya aneh-aneh, pakai acara membangun istana tanpa pintu.

Ketika Permaisuri Mata Hijau menabrak pilar istana itu, tubuhnya langsung tenggelam masuk ke dalam tiang tanpa merusak. Sang permaisuri lenyap masuk ke dalam pilar. Timbul munculnya di sebuah lorong megah warna kuning emas berhias lampion-lampion cantik. Jangan ditanya kenapa istana di Tanah Jawi kenal dengan lampion! Panjang ceritanya.

Akhirnya Permaisuri Kerling Sukma menemui gurunya yang saat itu sedang duduk bersemedi dengan mata yang terbuka.  Terbuka atau tertutup mata itu sama saja. Jadi lebih baik terbuka agar terlihat lebih cantik. Meski usia sudah lebih satu abad, Permaisuri Nara masih memerhatikan kecantikan wajah dan tubuhnya. Karena itu dia tidak suka makan cemilan Istana meski semua makanan Istana terjamin kelezatan, kegurihan dan keenakannya.

“Hormat sembahku, Permaisuri Guru,” ucap Permaisuri Kerling Sukma seraya turun berlutut dan menjura hormat.

“Permaisuri Mata Hijau, aku tidak akan menasihatimu atau menanyakan alasanmu lagi atas pembunuhanmu terhadap Ratu Ani. Aku pun tidak menginginkan bantahanmu atas hukuman yang aku berikan,” ujar Permaisuri Nara tanpa memerintahkan muridnya itu untuk bangun dari posisinya.

“Aku akan menerima hukuman tanpa menolak dan keberatan,” ucap Permaisuri Kerling Sukma.

“Aku memutuskan melarangmu menduduki tahta keratuan untuk satu putaran. Kau pun akan dilarang bertemu dengan Kakang Prabu selama dua tahun dengan mengasingkanmu ke Negeri Tanduk, tanpa membawa putrimu. Jika kau melanggar larangan tersebut, hukuman lebih berat akan dijatuhkan kepadamu. Apakah kau menerima hukumanmu, Permaisuri Mata Hijau?”

“Tapi, Permaisuri Guru…,” ucap Permaisuri Kerling Sukma bernada keberatan. Dia sampai mengangkat wajahnya memandang gurunya tersebut. “Menunggu giliran ranjangku saja aku sudah sangat rindu kepada Kakang Prabu, bagaimana jika selama….”

“Cepat sekali kau melanggar lidahmu sendiri!” kata Permaisuri Nara agak membentak, memotong kata-kata muridnya.

Permaisuri Kerling Sukma terdiam dan kembali menunduk.

“Laksanakan hukumanmu sebelum pagi tiba!” perintah Permaisuri Nara.

“Baik, Permaisuri Guru,” ucap Permaisuri Kerling Sukma akhirnya patuh. (RH)

1
Nathan Grdn
minta link nya thor
Om Rudi: ikutin Novel Om yg lain dulu. insya Allah nanti lanjut di sini juga. Pendekar 3 Iblis lagi on going.
Om balik lagi di NT, maklum gagal move on
total 1 replies
Nathan Grdn
cari di YT ga ada ya Thor,ga ke temu
Om Rudi: akun Om diblokir YT hehehe
total 1 replies
Nathan Grdn
di cari di YT ga ketemu,tolong minta link nya
Om Rudi: Chanel Om udah di blokir sama YT. Om sedang nabung bab. nanti insyaAllah akan rilis di sini juga lanjutannya. silakan baca karya Om yg lain dulu. yg lagi on going "Pendekar 3 Iblis"
total 1 replies
Rani Zamroni
kurang serukaloYT,
Om Rudi: ada selain YT, di rudihendriknovel.blogspot.com
tapi dalam tahap membangun, ada lanjutannya Sanggana
total 1 replies
Umar Muhdhar
0
RH
mie kocok bandung ada gak 😁
RH
lah, entahlah katanya 🤣🤣🤣🤣🤣
RH
kebal bukan sembarang kebal ini 🤣
RH
tolong bangkitkan kucing ku yg tahun lalu tidur tanpa nafas thor /Facepalm/
RH
tidur tanpa nafas, ya itulah mati namanya 🤣🤣🤣🤣🤣
RH
mending ngopilah /Facepalm/
RH
helai sejengkal 🤣🤣🤣🤣
RH
adapula gadis tapi bersuami. bah macam mana ini 🤣
RH
gimana gimana gimana 🤣
RH
senangnya dlm hati
RH
🤣🤣🤣
RH
tggl diksih bumbu 🤣🤣
RH
jd aninda guling dong y 🤣
Umar Muhdhar
.
Umar Muhdhar
pasti kecewa lah Om. Namun tetap berharap akan ada kelanjutannya. Masih setia Om. Bbelum lagi novel pendekar gendutnya juga ya Om?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!