NovelToon NovelToon
Kisahmu Belum Usai

Kisahmu Belum Usai

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Lari Saat Hamil / Cintapertama / Tamat
Popularitas:58.5k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Mendapatkan hati yang kita cintai tentu sebuah kebahagiaan yang sulit di gambarkan. Seperti usaha Elin mengejar cinta Danil, sang suami.
Menikah dan memiliki keluarga yang hangat sudah selalu terbayang di pikiran Elin. Sayang, semua yang di rencanakan manusia tidaklah sesederhana itu. Bukan hidup jika tak ada ujian. Sejak kecil selalu menjadi yang terakhir di mata sang ayah, sampai memiliki keluarga pun nyatanya ia masih tidak mendapat perhatian ayahnya.

"Tinggalkan Danil demi Kakakmu, Elin!" Suara itu terdengar bersamaan dengan suara kunci di lemparkan di depannya, tepatnya di lantai yang kini Elin duduki.

Derai air matanya berjatuhan. Entah apa yang membuat sang ayah memiliki keputusan gila itu. Menikah dengan orang yang sangat ia cintai, kini Elin masih terasa terbuai di alam mimpi karena mendapat kasih sayang dari pria bernama Danil. Dan apa yang barusan ia dengar? Bercerai?

Akankah Elin mendengarkan perintah sang ayah? Ataukah Elin memperjuangkan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menantang

Sejak hari kemarin sampai keesokan harinya, Elin terus menunduk tiap kali berhadapan dengan Danil. Nyalinya yang sebesar pejuang tiba-tiba menciut. Elin yang dulu kecil dan polos kini ternyata sudah bisa merasa malu kucing.

"Biarkan dia makan sendirian, Lin. Aditya akan meminta di suap terus kalau kau memanjakannya." ujar Danil.

Di meja makan hanya ada mereka bertiga. Sesha sendiri pun tak bisa memiliki kesempatan makan di rumah Danil. Hanya sebatas jam kerja wanita itu bisa sesuka hatinya di rumah ini selama ada Danil. Sekarang perlahan posisinya semakin menjauh semenjak kehadiran Elin. Terlalu agresif membuat Sesha selalu lepas kontrol dari emosinya pada Elin. Dan itu membuat Danil selalu saja memintanya pergi.

Selepas makan malam usai, kini Elin menidurkan Aditya. Dan semua tugasnya pun selesai malam ini. Saatnya Elin memanjakan diri dengan memakai masker wajah yang harganya murah. Berbaring sembari memainkan ponsel. Aditya masih terlalu kecil jadi tak akan larut malam bermainnya. Dan waktu untuk Elin sendiri cukup banyak.

"Ayah?" gumamnya. Panggilan tak terjawab beberapa kali saat ia bekerja, membuat Elin penasaran. Pikiran tentang masalah sang kakak membuatnya cemas. Jangan sampai terjadi sesuatu di rumahnya.

Segera wanita itu pun menghubungi orangtuanya.

"Mintalah ijin pada bosmu besok. Ayah ingin mengatakan sesuatu." Suara yang biasa Elin dengar tinggi kali ini berubah pelan. Sepertinya ada yang ia tahan saat ini. Jelas Elin tahu ini pasti berhubungan dengan kesalahan sang kakak.

"Iya, Ayah. Besok Elin akan pulang. Ayah istirahatlah..." Panggilan sudah di putus sepihak.

Pikiran Elin semakin tak karuan. Ingin memejamkan mata rasanya sangat sulit. Sang ayah sudah berumur, jangan sampai karena terlalu marah bisa mengakibatkan hal fatal. Ketakutan pun semakin terus menguasai Elin.

Bolak balik di atas tempat tidur tanpa bisa tenang, akhirnya ia memutuskan membasuh wajah dan keluar dari kamarnya. Piyama lengan panjang dan celana panjang terlihat sopan. Elin mengetuk ruang kerja Danil dengan ragu. Ia tahu pria itu pasti masih bekerja di jam seperti ini.

"Tuan, apakah aku boleh meminta ijin pulang? Ayah barusan menelpon meminta aku datang besok. Tapi, aku tidak tenang jika tidak datang langsung malam ini." Danil dengan cepat menganggukkan kepalanya.

"Tidak ada yang tidak untuk wanita sebaik kamu, Lin. Aku akan mengantarkanmu sekarang." Danil bergerak cepat tanpa memberi waktu Elin menolak. Pria itu sudah meraih jaket dua untuk ia pakai dan untuk Elin satunya.

Elin mematung melihat tangan Danil menjulurkan jaket miliknya. Ia tidak tahu apa maksud Danil. Apakah meminta Elin memasang jaket di tubuh Danil dua lapis?

"Pakailah? Atau kau ingin aku yang memasangkannya?" Buru-buru Elin meraih dan memakainya.

Keduanya berjalan keluar rumah. Danil tak lupa mengaktifkan cctv di ponsel untuk memantau sang anak. Benar-benar Ayah yang siaga untuk Aditya. Hal itu membuat Elin melirik sekilas. Kagum sekali gus menduga-duga jika selama ini Danil juga melakukan hal itu terus menerus saat ada Elin bersama Aditya.

"Aku hanya memberimu izin malam ini, besok pagi kau sudah harus pulang ke rumah. Kabari aku jika terjadi sesuatu. Jika tidak, maka aku akan datang melamarmu." Mata Elin membelalak lebar mendengar ancaman aneh itu.

"Kalau aku sih sangat mau tidak pulang dan anda melamarku, tapi semuanya tidak sesederhana itu, Tuan." gumam Elin dalam hati.

Perjalanan terasa sangat cepat bagi Danil dan sangat lambat bagi Elin. Danil senang bisa mengenal Elin dari pribadinya yang penyayang pada anaknya. Tak lagi kecantikan yang kini membuat daya tarik di mata Danil. Seiring usianya bertambah ia mulai sadar jika pernikahan itu tidak melulu tentang wanita cantik dan wanita karir. Pada dasarnya anak-anak dan rumah butuh wanita yang penuh cinta dan kasih sayang. Kelembutan serta perjuangan untuk orang sekitarnya. Dan itu ada pada sosok Elin.

"Lin, kabari saya besok jika ada apa-apa." Sekali lagi Danil memberitahu ketika Elin ingin turun dari mobil. Elin menganggukkan kepala.

Tanpa keduanya sadari jika mereka telah menjadi pusat perhatian dua pasang mata dari sisi yang berbeda. Viera memperhatikan mereka dari arah atas kamar. Sedang, Damian menatap mereka tajam dari arah jendela ruang tamu.

"Ayah, ada apa? Aku pulang malam ini karena takut ayah kenapa-kenapa." tutur Elin meraih tangan Damian dan mencium punggung tangan pria itu.

Damian duduk masih tak mengatakan apa-apa. Sampai akhirnya Viera keluar bersama sang ibu. Mereka berempat pun kumpul di ruang keluarga. Elin merasa suasana begitu menegangkan. Matanya sempat memastikan jika sang kakak baik-baik saja. Tak ada mata bengkak habis menangi, penampilan masih tetap sama tetap cantik seperti biasanya.

"Lin, mulai besok jangan bekerja lagi. Ayah tidak ingin kau bekerja dengan bosmu itu. Ini semua demi nama baik keluarga kita." Elin mengangkat wajah menatap sang ayah kaget.

Apa yang terjadi semuanya tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya. "Apa maksud Ayah? Elin tidak mungkin berhenti bekerja di sana. Gaji Elin jauh lebih besar, Ayah. Dan di sana..." Elin menggantung ucapannya.

Ingin mengutarakan tentang keberadaan Aditya sang keponakan, ia urungkan. Melihat Viera yang menatapnya penuh peringatan. Elin sadar jika semua belum terungkap. Lalu, apa yang membuat sang ayah memintanya berhenti?

"Ayah tidak ingin terjadi sesuatu dengan kalian. Setuju atau tidak, kau tidak akan boleh ke rumah itu lagi. Menetap di rumah sampai Ayah memberimu izin keluar rumah!" Elin meneteskan air mata.

"Ayah, tidak ada yang harus Ayah takutkan. Elin bisa menjaga diri, Yah. Elin butuh kerjaan itu." Sampai memohon pada sang ayah. Damian berlalu meninggalkan anaknya yang bersimpuh.

Viera ikut meninggalkan ruangan itu, tersisa Zahra sang ibu yang memeluk putrinya. Elin memeluk ibunya sedih. Ingin menjelaskan alasan apa yang membuatnya harus bertahan di rumah Danil, Elin tak kuasa.

"Lin, Kakakmu jauh lebih mengenal pergaulan di luar sana. Dia tahu baik dan buruknya, Nak. Sedangkan kamu baru saja mengenal pria itu bukan? Tidak ada salahnya menuruti permintaan Ayah kali ini. Ibu juga jadi khawatir. Apalagi tadi dia sampai mengantarmu pulang." Ucapan lembut Zahra membuat Elin berhenti menangis.

Ia menatap sendu sang ibu yang selama ini selalu mendukungnya di belakang ayah. Kini Elin bahkan di berikan kesadaran jika lagi-lagi yang menjadi tolak ukur orangtuanya adalah sang kakak. Sang kakak yang jauh lebih tidak bisa menjaga dirinya. Elin benar-benar kecewa pada Viera.

"Apa Kak Viera yang mengatakan semua ini pada Ayah, Bu?" tanya Elin.

Beberapa detik, pertanyaannya tak di jawab sang ibu. Zahra hanya diam sebagai tanda iya. Elin pun bergegas menuju kamar sang kakak. Namun, belum sempat ia bertanya. Sosok wanita cantik dan tinggi itu sudah berdiri di balik pintunya.

"Mau bertanya apa, Lin? Kakak sudah kasih peringatan kamu jangan ikut campur. Sekarang biarkan Kakak menyelesaikan semuanya dengan Danil. Kamu jangan merusak semuanya." Elin menggeleng tak percaya.

Kakaknya begitu terlihat sangat egois sekali.

"Untuk Kakak, aku tidak akan ikut campur. Tapi, untuk Aditya dan Danil aku berhak, Kak. Mereka bukan siapa-siapa Kakak!" Elin untuk pertama kalinya berani menatap sebagai arti melawan pada kakak yang selalu ia hormati.

Elin tak menyangka perubahan sang kakak, begitu juga sebaliknya. Viera tak menyangka adik kecilnya sudah berani menantangnya.

Plak!!!

Wajah Elin terhempas ke samping akibat tamparan kuat Viera.

1
ayu cantik
gantung
Azlin Hamid
Luar biasa
Akhmar
ceritanya bagus, di tunggu kelanjutannya
Devi Rahmanita
Ini cerita bertele2 ter inspirasi dri ikan terbang
muhammad affar
kok mati sih? semoga mimpi aja
Sri Isdiyati
ini Vera jd orang kok tidak bisa bersyukur
Jelita S
dasar Viera gila
Jelita S
Dasar Viera GK tau malu😡😡😡
Dian Fitriana
update
Lee Mba Young
gk enak sih kl nikah dng ipar trus stusnya cerai hidup akibat nya akn ruwet gini.
kcuali kl cerai mati lain lagi ceritanya.
sedang itu ada anak antara mantan, trus ada anak lagi kn ribet. pa lagi lakinya juga gk teges ntah lah kyak gk bnget aja.
Aprius Zendrato
bagus
Lee Mba Young
gila masak seorang bos besar bisa di kendalikan sekretarisnya. berarti Daniel itu gk ada apa apanya. lemah. oalah gk seru bnget si eline lemah, suaminya lemah , jian pemeran utamane gk ada yg pinter smp seorang sekretaris saja bisa mengendalikan bos.
Lee Mba Young
cerita yg ruwet, pemeran utama lemah gk punya power, si laki gk bisa apa apa pdhl kaya klh dng mantan istri. mknya agak males bca nya.
Melania Christina Moningkey
lindungi nya lama klo mau masuk halaman baru
Sri Isdiyati
orang tua sama sama egois
Sri Isdiyati
ini tokoh elin kok lemah banget sih
Sri Isdiyati
iya ini knp tiba-tiba ceritanya kaya gini
Sri Isdiyati
danil ayo cepet datang
Sri Isdiyati
seneng dech danil begitu sayang d sm elin
Sri Isdiyati
ayolah elin mosok bodoh terus nggak ada peningkatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!