NovelToon NovelToon
MAS CLEANING HATIKU

MAS CLEANING HATIKU

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Romantis / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:233.9k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Terlahir tampan, cerdas serta kaya adalah Impian semua orang. Tetapi berstatus jomblo di usia 28 bagi Aydan cukup meresahkan. Bukan karena tidak di sukai wanita, justru ia bagaikan gula yang di kerubuti semut. Semua wanita dari yang muda hingga janda, berlomba ingin menjadi istri seorang Aydan. Bahkan rela jadi yang kedua, ketiga dan seterusnya.
Masalah terbesar bagi Aydan ialah siapa wanita yang memiliki hati yang tulus menerimanya. Tidak memandang fisik dan uangnya. Hari gini, nyari yang original dan berhati baik itu bagai mencari jarum pada tumpukan Jerami bukan?
Berperan sebagai cleaning servis di rumah sakitnya sendiri adalah trik Aydan mencari wanita berhati emas, yang sudah hampir punah di muka bumi ini.
Simak petualangan cinta Aydan Atthallah Hildimar anak dari pasangan fenomenal Kevin Sebastian Mahesa dan Monalisa Hildimar pada OB Milik CEO.
Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 : NASI UDUK RASA GADIS

“Emang nih rumah sakit punya nenek moyang loe. Segala nyuruh bawa bini lahiran di mari, ini tuh rumah sakit mahal. Mana ada uang untuk ngeluarinnya nanti.” Timpal Alpian yang tau berapa tarif permalam menginap di rumah sakit tempatnya bekerja itu.

“Ya emang ini rumah sakit punya gua kali.” Monolog Aydan dalam hatinya. Kalimat itu hanya meronta di kepala Aydan, tentu tidak mungkin ia mengutarakannya. Bisa gagal misinya untuk membasmi kejahatan di muka bumi ini, eh di kalangan rumah sakitnya saja ding.

“Ya kali, supaya gak resah gitu maksudnya. Abang kerja, sambil bisa jenguk istri dari jarak dekat karena berada di atap yang sama.” Jawab Aydan merespon kecemasan Alpian.

“Bini gua lahiran, eh akunya yang hampir meninggal.” Imbuhnya dengan senyum terpaksa.

“Kok bisa?”

“Ya gak mampu bayarlah.” Jawabnya sambi berjalan menerima telepon yang sepertinya penting.

Aydan pun meninggalkan area tempatnya bekerja, merogoh saku celana mengambil ponsel lipat terbaru tapi bukan andoid ya. Jangan harap dapat chat WA dari Aydan, ponselnya khusus untuk telponan, SMS dan foto-foto aja. Harga 500rb ke bawah. Bisa di bayangkan kan, betapa tidak menariknya Aydan menjadi seorang Rahmaddan. Culun, tonggos, kepo miskin lagi. Markonah dan Nafisa pasti alergi deh melihat tampangnya.

“Mam, bisa ke rumah sakit? Penting.” Hanya kalimat itu yang sempat Aydan ucap saat panggilan teleponnya di sambut Muna.

Matahari sudah berada di tengah perut bumi, suara adzan juga sudah memanggil untuk mengingatkan umatnya datang melaksankan ibadah. Aydan tentu tak perlu di panggil berkali-kali untuk urusan ini. Siang ini untuk pertama kalinya ia melaksanakan sholat di musholla rumah sakitnya sebagai Rahmaddan, sebab sebelumnya ia hanya melakukan sendiri di ruangannya sebagai direktur.

Rupa-rupa manusia Aydan temui dari berbagai profesi di sana, ada dokter, perawat, para admin hingga keluarga pasien nampak khusuk meminta dan bermohon ampunan dengan simpuhan kaki penuh kesungguhan. Tak lupa Aydan pun menyampaikan permohonan maafnya pada Tuhan, sebab saat ia menengadahkan dua tangannya pun, ia sedang berbohong. Melakukan penyamaran tentu tidakan tidak terpuji, semua kebohongan tetaplah kebohongan dan termasuk perbuatan yang tidak dianjurkan.

Pekerjaan di kamar jenazah memang agak ringan, sebab penghuninya tidak bisa melakukan hal yang membuat sekitarnya kosong. Para CS di sana cendrung jarang sibuk, tapi harus tetap standby sesuai info dari ruangan ruangan darurat.

Aydan membawa box bekal nasi uduk buatan Fitria nak Mpok Hindun, menuju lantai tiga. Di bagian luar bangunan itu ada rooftop yang sengaja di buat untuk keluarga pasien atau siapapun untuk sekedar santai, sebab termasuk area bebas asap rokok karena bertemu langsung dengan alam luar. Di sana ada beberapa kursi yang di lengkapi dengan meja payung cukup untuk empat atau enam orang, di atur berjejer agar banyak muatannya, sebab view nya memang kearah jalan raya yang terlihat ramai lancar.

“Permisi, boleh duduk di sini? Tidak ada kursi kosong selain di sini.” Aydan mengira tempat itu sepi di siang hari, ternyata ia salah. Justru di tengah terik siang ini banyak orang di sana dengan segala ekspresi dan aktivitas yang berbeda. Tapi kebanyakan sih makan siang, padahal itu bukan kantin.

“Hem … silahkan.” Jawab seorang gadis manis, agak mungil kulit tidak terlalu putih hanya terlihat lembut dan terawat. Rambut hitam model tiga layer sebahu agak lurus tapi bukan karena obat, alis alami hanya di sisir rapi bukan hasil tato, sulam, jahit, obras apalagi neci. Bibir tidak merah mencolok, sewajarnya warna ranum bibir pada umumnya dan agak basah, bukan glowing sih. Mungkin terkontaminasi makanan yang baru saja masuk ke dalam mulutnya.

“Terima kasih.” Jawab Aydan agak kaku. Lalu membuka bekal makan yang di bawanya tadi, sudah lengkap dengan tempat minumnya yang ia matc kan berwarna hijau sage kesukaannya.

“Selamat makan siang.” Lanjut Aydan membuka topeng eh, maskernya di depan gadis yang sepertinya cuek padanya sejak tadi. Sebentar Aydan melirik nametaq di dada kanan gadis itu, Alluna QS, S.Ked. Hm nama ini masuk TOP Three nya Annaya bukan sih?

“Iya silahkan, maaf duluan.” Jawabnya ramah. Bukan pamit, tetapi merasa tidak enak karena lebih dahulu makan ketimbang Aydan. Emang kenapa?

“Dokter muda yak?” Aydan mulai kepo. Tugas Aydan jadi Rahmaddan itu memang harus jadi spesialis kepo yak.

“Calon dokter. Kamu?” Jawabnya datar, tidak senyum jua tidak jutek.

“CS baru Nona dokter, ini hari pertamaku.” Bola mata Aydan bertemu dengan teduhnya bola mata yang terlihat tidak begitu ceria.

“Rahmaddan, bisa di panggil Rahmad atau Madan atau sesukanya saja.” Aydan melanjutkan ucapannya untuk memperkenalkan diri.

“Alluna, panggil Luna aja.” Alluna menyambut tangan kanan Aydan dengan hangat.

“Hari ini elu pegang doang tangan gue. Tunggu tanggal mainnya, bibir lu akan selalu nemplok di bagian punggung tanda hormat. Sebab gue imam loe.” Hey suara halu dari mana itu. Clue dari othorkah, atau Aydan emang gak bisa liat gadis nganggur udah main doa aja, nentuin jodohnya.

“Sering makan di sini?” tanya Aydan lagi sambil mengunyah pelan nasi bekalnya.

“Selalu.” Jawabnya singkat. Entah memang tidak banyak bicara atau illfeel melihat gigi panjang Aydan. Tapi ia terkesan lambat menghabiskan makanannya. Karena tangannya tidak hanya memacu sendok kedalam mulutnya, melainkan lebih banyak memegang gawai canggihnya mengetik sesuatu lalu membuang muka dengan raut wajah agak sedih.

Aydan terus memamah nasi uduk di depannya yang tiba-tiba rasa gadis. Pasti gadis lah, kan Aydan sudah sortir semua data pegawainya. Di bantu Annaya, seingatnya ada nama Alluna yang di ijinkan adiknya itu untuk boleh di dekati.

“Ada kabar duka ya Non?” kepo Aydan tingkat dewa. Gak bisa liat wajah manis menghambar sedikit udah di prepet aja.

“Hah, Kenapa?” Alluna terperangah mendengar tebakan asal dari Aydan.

“Habisnya wajah Non Dokter kayak sedih gitu.” Lanjut Aydan bukan rayuan gombal.

“Heh, Gak kok biasa aja.” Jawab Alluna berusaha untuk tersenyum.

“Oh, maaf ya Non Luna.” Ujar Aydan sok sungkan.

“Gak papa gak ada yang saling nyakitin kok. Ngapain minta maaf segala.” Alluna sedikit melebarkan bibirnya ke kiri dan kanan, pertanda memang open dengan Aydan. Beda respon dengan Markonah dan Nafisa yang bawaannya jutek ketika liat gigi panjang dan mancung saat maskernya terbuka.

“Iya juga sih, tapi se enggaknya. Gue udah ganggu waktu makan siangnya Non dokterkan.” Seolah sungkan sudah mengganggu privacy orang di atasnya Aydan sungguh terlihat sopan di mata Alluna.

“Biasa aja Mas CS, kita sama-sama makan ini. Gak ada yang ganggu, kan tempat umum. Jadi bebas aja.” Jawab Alluna sesuai kenyataan

Aydan terenyum semakin menunjukkan gigi kebanggaannya. Namun seketika senyum itu sirna, saat ia melihat segerombolan orang datang kearahnya dan Alluna di rooftop lantai tiga. Satu orang wanita paruh baya dan beberapa lelaki berbadan tegap ya tiga trip di bawah Mayor Teddy lah .

Bersambung …

Siang bolong mikirnya Es crem ya,

Syukur Syukur ada nasi campur juga

Jan bosan dukung nyak ya,

Othor tanpa readers itu hamvaa.

Semoga nanti malam sempat Up lagi

Makasih

1
kirei ardilla
ada nangka di kebon abang
ada pisang di gantung tali
udah lama nyak menghilang
apakah cerita masih berlanjut ?
Lilik Rudiati
nyak baru nemu lagi setelah hpku rusak jd baru baca Aydan lagi
Andreas Dwi Purwanto
😊😊😊😊😊 terima lasoh By
Andreas Dwi Purwanto
😊😊😊
Andreas Dwi Purwanto
🥰🥰🥰
Andreas Dwi Purwanto
hmmmmmmmm
Andreas Dwi Purwanto
nmmmmmmmm
Andreas Dwi Purwanto
hmmmmmm.
Andreas Dwi Purwanto
86 By
🌹@tiksp💐💐
aydan pengganti babe rozak nich kocaknya...
Andreas Dwi Purwanto
je..eh.. By 😁😁😁
Andreas Dwi Purwanto
86 By
Andreas Dwi Purwanto
masih merapat ino Nyak By 😁😁😁
Andreas Dwi Purwanto
hmmmm.....pas Ramadhan mnih...Nyak By.... dh merapat ya 😁😁😁
Guzzie
ebleng.....
Guzzie
belom pernah gagal bace karyenye si nyak
🌼EmeLBy🌼: mampir di Karya terbaru, masih On Going
JADI CERAI, GAK?
di tunggu
Terimakasih
total 1 replies
Ry
Q mampir nya nyicil Thor,lagi sibuk, nanti kalau lagi nyantai sambung lagi 🤭
Ry: aamiin, makasih doanya ☺️
total 2 replies
Ry
Q mampir enyak ☺️
🌼EmeLBy🌼: makasih
mampir juga di JADI CERAI GAK?
masih baru dan on going
total 1 replies
bunda n3
waah mas cleaning beres nih
bunda n3
hahaha, Gwen bikin Aluna malu aja nih wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!