Sebuah peristiwa yang membuat aku harus terikat pernikahan kontrak dengan seorang CEO yang kaya raya, dingin dan kejam.
Zahra terpaksa menikah dengan Zein, karena dia tidak mampu membayar ganti rugi setelah tidak sengaja menabrak mobil Zen.
Zein memaksa Zahra menikah dengannya karena dia harus menikah dalam waktu 1 bulan, jika tidak seluruh kekayaan dan perusahaan ayahnya akan diwariskan pada sepupunya.
Selama menikah dengan Zein, Zahra sangat menderita bukan saja Zein yang memperlakukannya kurang baik, tetapi ibu mertuanya juga sangat tidak menyukai nya. Dan berusaha memisahkan Zein dengan Zahra.
Ibu mertuanya ingin menikahkan Zein dengan Bella sapira seorang model terkenal. Hanya ayah mertuanya yang baik padanya.
Akankah Zahra memenangkan hati Zein??
Dan dapat mempertahankan rumah tangganya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu henry
Zahra kembali masuk kedalam kamarnya, dia pun mengganti baju kerjanya dengan gamis longgar yang biasa dia pakai dirumah.
Zahra bingung, apa yang akan dia lakukan dirumah....
Zein masuk kedalam kamar,
"ayo ikut denganku," ucapnya
"kita mau kemana Zein," tanya Zahra
"aku mau pergi menemui Bella, kau terserah mau kemana!!!" ucap Zein...
(padahal itu hanya alasan zein, karena dia merasa bosan di rumah. tapi kalau dia tidak keluar bersama dengan Zahra. dia takut Papa nya akan memarahinya).
"kalau gitu sebaiknya aku dirumah saja, kau pergi lah,"
"apa kau mau papa memarahi aku, karena meninggalkanmu sendiri di rumah. cepatlah....
aku tunggu dibawah.... "
"kau terlalu berisik!!!" Ucap Zein meninggalkan Zahra.
Zahra mengganti baju, mengambil tas dan handponenya lalu ikut turun ke bawah...
"mau kemana Zein", tanya mama Zein.
"mau jalan jalan dong ma,,, ya,,, kan sayang.." ucap Zein dan memeluk bahu Zahra.
"i..iya... ma..." ucap Zahra
"kami berangkat dulu ya ma, assalamualaikum", ucap zahra
sambil menyalami mama mertuanya...
" hati hati ya ,," ucap mama Zein lagi
"Enak sekali dia, jalan jalan sudah merasa menjadi nyonya dia rupanya. Awas saja aku nggak akan tinggal diam. Aku tidak mau kalau sampai Zein dibawah kendalinya. aku akan segera memisahkan mereka. Tunggu saja nanti," bathin mama Zein.
Zein dan Zahra masuk kedalam mobil, mobil pun keluar dari garasi.
Zein melajukan mobilnya.
Tidak jauh dari rumahnya Zein tiba tiba berhenti...
"turun...." ucapnya
" nggak mau, tadi katanya kita mau jalan jalan. Aku nggak mau turun???" ucap Zahra
" Kalau aku bilang turun yan turun." ucap Zein sambil melotot.
"Lalu aku harus kemana?"
"Itu urusan mu, terserah kau pergi keman. Sekarang cepat turun, aku mau pergi menemui Bella,,"
"tapi Zein....... "
"aku bilang turun ya turun,,," bentak zein
Zahra turun dari mobil Zein. Setelah itu mobil melaju dengan kencang meninggalkan Zahra sendiri..
aku harus kemana, mau ketemu Tia dia lagi kerja,,, mau balik ke kost kost an , kuncinya tertinggal dirumah..bathin Zahra
dia berjalan menyusuri jalanan, tak ada angkot atau taksi yang lewat.
Sangat sunyi, karena ini merupakan perumahan elite.. jadi jarang ada taksi melintas.
Tiba tiba ada mobil yang berhenti di samping Zahra.
"anda perlu tumpangan, nona?? tanya seseorang dari dalam mobil.
" Tidak, terimakasih,, ucap Zahra
" jangan takut, aku bukan orang jahat. masuklah... aku akan menurunkan mu didepan kalau kau ragu". tambahnya
"Terimakasih, tapi tidak usah tuan, .. "Tolak Zahra secara sopan.
"Apa kau yakin????
tidak ada taksi yang melintas di daerah ini, dan masih jauh jika mau sampai di kedepan. masuklah...."ucapnya
akhirnya Zahra masuk kedalam mobil tersebut,,
"kenalkan namaku Henry, apa kau baru didaerah ini?" tanya henry
Dia adalah Henry sepupu Zein yang kebetulan lewat, karena tadi dia singgah ke rumah Zein, ingin mengucapkan selamat atas pernikahan nya. dan juga permohonan maafnya karena tidak bisa hadir di acara pernikahan zein, karena dia ada tugas diluar kota.
Tapi sayangnya Zein sedang keluar bersama istrinya.
" Zahra," Zahra menyebutkan namanya.
Dan ya aku baru tinggal disini, " ucap Zahra.
Henry coba mengajak Zahra mengobrol tetapi Zahra menjawab seperlunya saja. Zahra merasa risih berbicara dengan orang asing yang baru dia kenal.
Mobil berhenti di lampu merah. Zahra melihat kesamping ada sebuah mall.
Zahra pun ingin turun dari mobil tersebut.
"Terimakasih kak, aku turun disini saja,,,
"aku mau berbelanja disana" Zahra menunjukkan mall yang ada diseberang jalan.
"Sekali lagi terima kasih," ucapnya.
Henry mengangguk.
"boleh aku minta nomor telepon mu?", tanya Henry
Zahra sudah membuka pintu dan turun dari dalam mobil.
" Maaf, lain kali saja, kalau kita bertemu lagi, ucap Zahra
"Baiklah, sampai ketemu,," ucap Henry
Dia melajukan mobilnya dan melanjutkan perjalanan nya menuju kantor.
"Cantik sekali gadis itu, dia juga sopan dan menarik, tidak mudah mendapatkan gadis yang anggun dan Soleha seperti itu, aku penasaran dengan nya. Jarang sekali ada gadis yang sederhana dan berhijab pada jaman sekarang ini. Aku harus bertemu kembali dengannya dan mendekatinya... guman Henry...
Zahra berjalan di trotoar. Dia bingung mau pergi kemana, akhirnya dia memutuskan untuk masuk kedalam mall.
Zahra memilih masuk kedalam toko buku.
dia menyibukkan diri mencari beberapa buku dan membelinya. Kemudian dia keluar mencari makanan....
dicafe.....
Zahra sedang menikmatinya makan siangnya, tiba tiba handponenya berbunyi...
Mr arogan is calling
derrrrrt..... drrrt,....
"ya hallo assalamualaikum," ucap zahra
"Kau ada dimana??".
tanya Zein dengan kesal dan tanpa menjawab salam Zahra.
"aku ada di cafe, di mall x," ucap Zahra
" tunggu aku disitu, aku akan segera kesana," ucap Zein
dan mematikan telponnya sepihak...
huh.... selalu sesuka hatinya...... *bathin zahra
Zahra melanjutkan makannya.
tak lama Zein datang dengan wajah datarnya.
"Ayo kita pulang,,, ucapnya ketus
" kau sudah makan siang, Zein..." tanya Zahra
"cepatlah,, kau suka sekali menjawab perkataan ku, " ucap Zein dengan kesal..
" baiklah, ayo..... " ucap Zahra lagi.
mereka keluar mall bersama dan pulang kerumahnya.
Zein memarkir mobil nya di garasi, mereka telah sampai dirumah.
"assalamualaikum......." ucap Zahra
"waalaikum salam,......" jawab mbok inem membukakan pintu.
"makasih bi,,," ucap Zahra tersenyum
Zahra bergegas masuk dan menuju kamarnya. dia belum melaksanakan sholat zhuhur siang ini.
Zein masuk kedalam rumah dan di panggil oleh mamanya.
"Zein....."
" ya ..ma"
"Tadi Bella telpon mama, dan bilang kalau dia akan pulang akhir Minggu ini. Dia juga menanyakan kabar mu.vApa kau tidak memberi tahu nya bahwa kau sudah menikah ." Ucap Bu Ahmad penasaran.
" Aku belum mengatakan apa pun Padanya , Ma" jawab Zein
"Sebenarnya mama lebih suka kau menikah dengan Bella dari pada gadis kampung itu."
"Zein ke kamar dulu ya ma,?"
pamit Zein berlalu meninggalkan mamanya
Aku tidak ingin Zahra yang menjadi menantuku. Aku akan berusaha memisahkan mereka. Dan aku akan membujuk Zein agar segera menikahi Bella. bathin mama Zein.
Zein masuk ke dalam kamar, dia melihat Zahra sedang sholat.
"rajin sekali dia sholat" bathinnya
Setelah selesai Zahra mengambil Al Qur'an dan membacanya. Lama dia duduk membaca Alquran, dia merasa tenang setelah nya.
Zahra sudah memikirkan matang matang , dan dia sudah memutuskan bahwa dia akan tetap menjalani rumah tangganya sampai Zein menceraikannya. Dia akan tetap melakukan kewajiban nya sebagai istri. jika nantinya Zein tetap akan menceraikan nya dan memilih Bella, dia ihklas..
Zahra melirik Zein yang sedang sibuk dengan laptopnya. Mungkin dia banyak pekerjaan kantor, pikir Zahra.
Zahra tidak menggangu nya dia memilih duduk di sofa dan membaca buku yang dia beli di mall tadi siang.
lupa ya klo dia baiknya baru 2 hari