Seorang siswa SMA kelas 1 bernama Felix Fortune atau dikenal sebagai Shadow di dunia maya yang dijuluki Bug sekker.
Dia meninggal karena tersetrum aliran listrik dan jiwa dia dipindahkan ke alam baka oleh sang suara misterius,Felix diberi kesempatan untuk hidup lagi tapi bukan di dunia nya melainkan didunia lain yang dipenuhi sihir dan pedang.
Felix menyetujui hal itu dan berkeinginan untuk bersantai tanpa terlibat masalah besar apapun di dunia itu,namun saat jiwa Felix sudah dipindahkan tanpa dia sadari kalau dunia yang dimaksud adalah dunia game OPEN RPG sebagai karakter nya sendiri yaitu Shadow knight yang melegenda, mau tidak mau Felix harus membuat para Sloven hidup damai juga tanpa gangguan manusia.
Perjalanan panjang sang legenda yang ditakuti oleh seluruh ras telah dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon felix ehe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemungkinan
"Sungguh tidak bisa dipercaya.."
Serpihan batu berceceran diatas meja, melepaskan uap kecil melayang dan terbawa angin. Sebuah lapisan es melindungi tangan wanita itu, kokoh dan melahap sebagian lengan tapi juga tidak bisa menyembunyikan getaran yang menjalar pada tangannya
Mereka menatap permukaan meja, bekas ledakan kuat masih tertinggal disana. Meja itu gelap karena gosong, tidak berlubang, mungkin hampir.
Lampu gantung mati, entah kapan itu terjadi tapi wadahnya masih bersinar redup. Ada sesuatu yang melahapnya, melahap cahaya itu atau setidaknya menutup cahaya, menghilangkan semua sumber cahaya, menyisakan ruangan gelap dan sunyi
Mata mereka masih terbelalak, tidak percaya. Niamh berdiri disana, terengah-engah tapi juga berantakan "Apa yang mata anda lihat? Nyonya?" tanya Niamh, suaranya pelan, hampir berbisik dan menatap seseorang berdiri paling depan dihadapan meja.
Seorang wanita, tangannya masih penuh dengan es dan mengambang di udara, ragu-ragu untuk menyentuh pecahan batu "Ini.."
Ditengah gelap, rambutnya perak, bersinar kontras. Setiap pasang mata tidak bisa berhenti menatapnya "Mengesankan.." jarinya mengambil serpihan batu, ia tidak bisa berhenti bergumam, terus melangkah gelisah dengan sandal sederhana miliknya
Niamh hanya menoleh pada orang disebelahnya, seorang pria dengan tongkat menyerupai akar menopang dirinya, ia masih berdiri dengan tegap, dengan pakaiannya yang gemerlap dan megah, ia tidak berbicara saat Niamh menatapnya.
Mulutnya berkumis terus tertutup, hingga akhirnya mulai terbuka "Nyonya.. Kazuha?"
Kazuha. Wanita itu, akhirnya menatap kearah suara berasal, diantara helai rambut perak, matanya putih kebiruan menatap penuh antusias "Ahaha.. Maafkan aku, kaisar." Kazuha berdehem, punggungnya tegak, dengan tenang jari-jemari merapikan lipatan blus miliknya
Bahkan dihadapan Kaisar, wajahnya masih berseri, Kazuha terus tersenyum, menyembunyikan tangannya dibalik pinggul, sebagian serpihan batu terselip diantara kepala tangan "Demi Kaisar Olqei..." Kazuha tidak menata wajahnya untuk mereka, tapi memenuhi ruangan dengan bersiul pelan
Niamh memejamkan mata, tangannya merapikan seragam yang berantakan, sesekali mengatur ulang rambutnya "Nyonya tahu? Saya menceritakan anda seperti saya menceritakan bagaimana Shadow Knight berkuasa di buku-buku sejarah."
"Aku berterimakasih atas informasi itu, wlee!" sahut Kazuha remeh, ia menarik kelopak matanya sendiri, lidahnya terjulur diudara.
Niamh dan Olqei salin menatap satu sama lain, mereka tidak menegurnya, atau lebih tepatnya tidak memiliki keberanian tapi masing-masing diwajah mereka menyimpan kalimat sederhana. "Dia benar-benar tidak bisa diajak serius.."
"Kau tahu kau bisa membawanya bahkan tanpa perlu menyembunyikannya.. " Olqei mengusap keningnya dan menghela nafas "Lupakan.. Jadi bagaimana dengan hasilnya?"
"Dia tida berbohong." semuanya mendadak berubah. Suara Kazuha tiba-tiba berat, tatapannya datar sepersekian detik.
Tapi itu langsung menghilang, digantikan mata yang berbinar dan senyum yang puas sambil menunjukkan kedua tangannya, lapisan es hilang dan tidak ada yang tersisa di telapak tangannya "Aku sudah bertemu banyak sekali Dark Mage, tidak ada yang pernah sempurna!"
"Ini berbeda, begitu sempurna dan juga murni."
Tidak ada yang menjawab. Niamh masih menatap meja, matanya mengernyit, memberanikan dirinya untuk mengusap bagian gosong dari meja
"Mungkin saja iblis yang memiliki kontrak dengannya, adalah iblis yang cukup kuat?" Ucap Niamh.
Kazuha menggelengkan kepalanya, terkikik dan menyilangkan kedua tangannya "Batas kemurnian kekuatan kegelapan yang bisa ditampung oleh manusia sangatlah sedikit, tubuh kita itu rapuh"
"Beberapa penyihir gila memang bisa menembus hal itu, tapi tubuh mereka meledak dan meleleh. Bahkan jika ada iblis yang memiliki kemurnian tinggi, belum tentu ada manusia yang bisa menampungnya."
"Tapi remaja itu, jika mampu menahan kekuatan ini. Maka ia wadah yang sempurna.."
Olqei menelan ludah, tangannya mencengkeram tongkat begitu erat "Jadi.. apa itu artinya dia seorang iblis? Atau lebih buruk dari hal itu.."
"Mari kita bilang.." Kazuha diam, sesekali melirik ke langit-langit. Masih gelap dan tidak ada perubahan, Kazuha menunggu sesuatu, mungkin bukan sekedar lampu yang kembali menyala "Bukan iblis tapi juga bukan manusia, mungkin silang atau mungkin tidak. Tapi mengira bahwa dia adalah reinkarnasi dari Shadow Knight, sangatlah tidak mungkin.."
"Apa yang membuatmu yakin mengucapkan hal tersebut? Para Sloven bangkit dan ramalan-ramalan para penyihir sudah menandai kedatangan Shadow Knight." Olqei akhirnya duduk, bersandar pada kursi sedangkan Niamh masih berdiri disamping Olqei duduk.
Kazuha tersenyum bangga, menjentikkan jarinya sekali. Satu jentikkan itu menggiring serpihan es entah darimana untuk menyelimuti meja sebelum akhirnya Kazuha duduk "Mana miliknya hanya berusia 16 tahun. Usia tubuhnya juga sama, bahkan jika Shadow Knight bereinkarnasi, maka seharusnya usia lebih dari itu."
Udara-udara dingin terangkat dan buyar, mendinginkan ruangan sedikit demi sedikit, jari Kazuha bertemu dengan permukaan meja, mengusap ujung meja, menikmati hasil cipataannya "Alam iblis memang mendadak kuat saat ini. Lich mulai berani menunjukkan hidungnya setelah lama bersembunyi di ribuan kerangka hidup."
"Kebangkitan Sloven, sudah jelas."
Olqei bergeming, sedangkan Niamh terus memperhatikan
"Tapi perlu kita ingat, Shadow Knight bukanlah makhluk bodoh. Sekarang kita memiliki para pahlawan, Shadow Knight mungkin tahu hal itu, tapi tidak mungkin ia akan turun ke wilayah manusia untuk melihatnya."
Semua ucapan Kazuha lantang dan percaya diri, seperti sudah mempersiapkan kemungkinan ini begitu cermat dijauh hari.
Tangan Niamh terangkat pelan, menarik perhatian Olqei dan Kazuha "Tapi nyonya, itu tetap tidak menutup kemungkinan bukan?"
"Kamu benar, memang tidak menutup kemungkinan. Tapi dari ceritamu, daripada menuduhnya sebagai reinkarnasi Shadow Knight, ia tidak lebih dari orang polos yang kebingungan."
"Jika kita menganggap Shadow Knight itu hilang ingatan, itu juga tidak masuk akal bukan? Sebagai tuhan para Sloven, Sloven seharusnya merasakan keberadaan ia disini, mereka pasti bangkit dan menyerang manusia dijauh-jauh hari sebelum akhirnya bertemu dengannya."
"Tapi? Hingga detik ini? Perdagangan masih lancar, ekonomi terus meningkat dan tidak ada tanda-tanda kehancuran. Kita bahkan hampir menguasai alam iblis!"
Braak!
Tangan Kazuha menghantam meja setelah selesai mengucapkan hal tersebut, ia menghela nafas selama beberapa saat, tatapannya serius pada meja tapi mendadak mendongak kearah mereka "Tidak ada tepuk tangan? Itu sakit lho."
Niamh pelan-pelan mulai menepuk tangan sedangka Olqei masih berkedip cepat, mengambil waktu untuk sadar.
Kaisar terus menatapnya, terlepas dari pangkat miliknya, ia menyimpan pertanyaan-pertanyaan yang ragu ditanyakan pada Kazuha "Jadi.. Dia aman?".
"Sangat aman,"ucap Kazuha sembari mengangkat kedua tangannya keatas sebelum akhirnya kembali turun
"Justru suatu keuntungan jika kita menjadi orang yang pertama memperkenalkan dirinya pada orang-orang. Dan menurutku, Shadow Knight mungkin tertarik untuk mencuri tubuhnya mengingat kekuatannya begitu murni.." akhirnya Kazuha mulai berdiri dan berbalik.
"Tolong siapkan teleportasi."
Olqei mulai merogoh saku, perlahan mengeluarkan sebuah kunci dan memberikan kunci itu kepada Niamh dan Niamh hanya mengangguk, tapi juga melangkah mendekati Kazuha "Anda tidak memiliki niatan untuk bertemu dengannya?"
"Aku ingin sekali bertemu dengannya, tapi tidak sekarang. Aku masih repot,"
(Pemberitahuan. Novel ini sedang mengalami improvisasi pada bab awal, cerita, pembawaan karakter, hingga plot setelahnya mungkin tidak sesuai dengan bab saat ini, maka dari itu, pembaca mohon bersabar)
Bersambung
saran thoor pakai bahasa baku, dirampok kek