Akibat kenakalan yang dilakukan nya, Aluna terpaksa harus menikah dengan seorang pria tampan yang tidak sengaja dia temui disebuah club malam.
Tapi kesialan nya belum sampai disitu. Karena ternyata pria yang menikahinya sudah memiliki seorang istri. Dan karena itu Aluna di cap sebagai seorang pelakor perusak rumah tangga orang.
Akankah Aluna menyerah dan pergi? Atau malah tetap bertahan setelah beberapa kejadian terungkap dalam kehidupan rumah tangga nya???
..
Follow ig @mulyanisyahfitri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mulyani Syahfitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Club
Adrian dan Aluna duduk disofa dengan kepala yang tertunduk. Didepan mereka duduk kedua orang tua Adrian dengan pandangan mata yang tidak bisa diartikan.
Yang jelas, ayah Adrian nampak benar benar marah sekarang. Sungguh, Luna sangat takut hingga membuat dia merasa tidak tahu harus berkata apa.
"Benar benar membuat malu" geram tuan Bimo. Dia memandang Adrian dengan pandangan mata yang memerah dan menahan amarah.
Apalagi setelah Adrian mengungkapkan apa yang sudah terjadi pada mereka. Semua nya tanpa terkecuali.
"Apa kamu tidak bisa berfikir jernih Rian! Kamu sudah punya istri tapi kamu malah menikah lagi" ucap Tuan Bimo begitu murka.
Aluna semakin bergetar. Suasana dirumah itu kini terasa begitu mencekam. Rasanya Luna benar benar ingin pergi sekarang. Inilah sebabnya Luna tidak mau diajak bertemu dengan orang tua Adrian. Luna takut dia pasti akan terkena amarah mereka.
Istri kedua... siapa yang akan menerima. Apalagi menikah karena kesalahan satu malam itu.
"Pa, maaf. Tapi Rian benar benar mabuk malam itu. Rian khilaf dan akhirnya malah meniduri Aluna. Dan Rian memang harus bertanggung jawab" sahut Adrian.
Tuan Bimo langsung beranjak dan mendekat kearah Adrian
plak
Satu tamparan langsung mendarat diwajah Adrian. Membuat Luna tersentak kaget dan langsung memandang Adrian yang hanya tertunduk dengan wajahnya yang memerah.
"Memang tidak punya adab kamu. Papa mengajari mu hal yang baik sejak kecil. Tapi kelakuan mu selalu saja membuat papa malu dan muak. Dulu kamu menikahi model itu, dan sekarang gadis club ini. Dimana fikiran mu itu Adrian!!!" bentak nya lagi.
Aluna tertunduk dengan menggigit bibirnya. Dia benar benar takut, bahkan jantung nya serasa ingin melompat sekarang.
Ya Tuhan...
jika tahu begini jadinya, lebih baik Luna mendengar pertengkaran orang tua nya saja. Dari pada harus mendengar bentakan dan kemarahan ayah Adrian.
"Apa kamu memang berselingkuh dengan dia, dan beralasan jika kalian menikah karena kesalahan itu?" tuding tuan Bimo
Adrian menggeleng pelan
"Papa, Rian tidak sejahat itu. Rian dan Luna memang menikah karena Rian yang harus bertanggung jawab. Rian tidak mungkin meninggalkan Luna begitu saja" jawab Adrian.
Tuan Bimo tersenyum sinis.
"Apa dia masih perawan ketika kamu tiduri?" tanya tuan Bimo begitu tega, membuat Luna langsung memandang nya dengan sedih. Sedangkan mama Adrian, nyonya Ambar hanya bisa diam dengan kemarahan suaminya. Karena bagaimana pun dia juga kecewa dengan kejadian ini.
"Papa.... Luna masih suci" sahut Adrian dengan cepat.
"Benarkah, apakah ada perempuan suci yang bermain diclub malam hingga pagi ?"
deg
Luna tertegun, dengan air mata yang langsung menetes diwajahnya.
Dia semakin tertunduk, untuk membela diri pun rasanya percuma. Karena yang dikatakan oleh tuan Bimo memang benar ada nya. Mana ada gadis baik baik yang menghabiskan waktu di club' malam hingga pagi. Mabuk mabukan bahkan sampai terjadi kesalahan itu.
"Papa... Rian yang tahu bagaimana Luna. Papa tidak bisa menilai nya tanpa tahu yang sebenarnya." ucap Adrian pada ayah nya.
Luna langsung memandang pada Adrian, lelaki ini terlihat begitu membela nya. Padahal dia tahu, jika Luna lah yang salah karena salah masuk kedalam mobil.
Tuan Bimo menggeleng pelan, dia kembali terduduk disamping ibu Adrian .
"Apa Vania tahu ini?" tanya nyonya Ambar pula.
Adrian menggeleng pelan.
"Belum ma, Rian memang ingin memberitahu mama dan papa lebih dulu" jawab Adrian.
"Maaf tuan, nyonya. Saya benar benar tidak sengaja waktu itu. Saya memang nakal dan malah mabuk hingga bisa salah masuk mobil. Tapi saya janji, saya tidak akan menuntut apapun dari mas Adrian. Saya juga tidak ingin membuat hubungan mas Adrian dan istrinya hancur karena saya" ungkap Luna
Adrian langsung menoleh kearah Luna dengan sendu.
Kenapa jadi rumit begini.
"Walau kamu tidak ingin dan tidak sengaja, tapi tetap saja, ketika istri Adrian tahu, maka hubungan Adrian dengan istri pertamanya pasti akan hancur nak" jawab nyonya Ambar. Nada bicaranya masih terdengar lembut, karena bagaimana pun Adrian juga salah disini. Dia tidak ingin membela anak nya yang salah.
"Jadi saya harus bagaimana nyonya. Apa... saya harus pergi dan berpisah lagi dengan mas Adrian?" tanya Luna. Dan kali ini bibirnya bergetar menahan tangis. Tidak tahu kenapa dia hanya sedih mengenangkan nasibnya yang seperti ini.
"Tidak Luna. Kita baru menikah seminggu, dan bagaimana jika sudah ada anak yang tumbuh di rahim kamu?" sahut Adrian.
Dan kini kedua orang tuanya langsung memandang Adrian dengan lekat.
"Bukankah kamu bilang jika kamu yang bermasalah Adrian?" tanya tuan Bimo. Dan kini, suasana menjadi hening. Luna memandang Adrian dengan bingung, apalagi orang tua nya.
Adrian menghela nafas pelan dan menggeleng.
"Sebenarnya Adrian baik baik saja pa, ma. Bahkan Adrian sudah memeriksakan diri ke dokter. Hanya saja.... selama ini Adrian beralasan seperti itu agar mama dan papa tidak menuntut anak dari Adrian dan Vania" ungkap Adrian
"Apa maksud kamu" tanya tuan Bimo, wajah nya kembali tegang
"Vania belum ingin memberikan Adrian keturunan" jawab Adrian
deg
Luna langsung tertegun mendengar itu. Begitu pula dengan tuan Bimo.
Hanya nyonya Ambar yang tetap tenang dengan wajah datarnya itu.
"Sudah mama duga" ucap nyonya Ambar.
"Mama tidak yakin ketika kamu bilang jika kamu yang memiliki masalah. Karena melihat sikap Vania, sudah dipastikan semua ada ditangan nya" ucap nya lagi.
Tuan Bimo menghela nafas berat dan langsung beranjak dari duduk nya.
"Terserah pada mu Rian. Papa benar benar lelah menghadapi masalah hidupmu. Dulu kami melarang mu menikahi Vania, tapi kamu tetap memaksa. Dan sekarang kamu malah menikahi gadis club' ini. Kamu memang benar benar membuat papa cepat mati" gerutu tuan Bimo seraya meninggalkan ruang tamu itu.
"Maaf pa" ucap Adrian yang kembali tertunduk dengan helaan nafas yang cukup berat.
Luna mengusap wajahnya, dia jadi bingung sekarang. Mendengar perkataan Adrian barusan, Luna semakin yakin jika hubungan Adrian dengan istri pertamanya itu memang tidak sedang baik baik saja.
"Sudahlah, semua sudah terjadi. Kamu sudah dewasa dan kamu harus bisa menghadapi masalah mu ini. Tapi ingat, kamu harus bisa adil Adrian. Jika tidak, maka lepaskan salah satu dari mereka. Luna atau Vania" ujar nyonya Ambar begitu tegas.
Luna melirik Adrian yang hanya terdiam. Jika disuruh memilih, sudah pasti Adrian akan memilih Vania kan.
"Meski Vania seperti itu, dia istri sah kamu. Dan dia berhak tahu tentang ini. Tanggung jawab lah, dan jangan ditutupi lagi dari dia. Apapun resiko nya harus kamu terima" tambah mama lagi.
Adrian mengangguk pelan
"Malam ini, tidurlah disini. Hubungi Vania, dan minta dia kemari." ujar mama.
deg
Luna langsung mematung mendengar itu.
Oh tuhan... tamatlah riwayatnya malam ini