NovelToon NovelToon
Love And Scandal

Love And Scandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:174.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nicegirl

Mendapati suaminya bercinta dengan adik kembarnya hingga hamil seolah belum cukup membuat Rana menderita, hingga Mamanya meminta Rana untuk berbagi suami dengan adik kembarnya itu, Rania. Karena merasa dirinya ikut andil menjadi penyebab perselingkuhan itu, Rana pun harus mengikhlaskan suaminya menikahi Rania, meski hatinya luar biasa hancur dan kecewa. Belum lagi sikap Rangga yang semakin lama semakin mengabaikan keberadaan Rana, demi Rania yang sedang mengandung anaknya.



Hadirnya sosok Ananta yang selalu menghibur dan membesarkan hatinya, membuat Rana sadar akan rumah tangganya yang mulai tidak sehat lagi. Rana pun menjadi bimbang, antara berpisah dengan Rangga dan kembali pada mantan kekasihnya itu, atau tetap mempertahankan rumah tangganya dan membuat Rania pergi dari kehidupan mereka?
Follow IG @si_nicegirl

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nicegirl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan Hanya Tinggal Harapan

"Jaga dirimu untukku, Mas! Semoga saja ingatan Rania cepat kembali. Atau setelah sadar nanti Rania tidak akan mengira kalau dirinya adalah aku. Sejujurnya, aku tidak akan sanggup kalau aku harus menyerahkanmu untuknya. Aku tidak dapat membayangkan kalau kita akan berpura-pura menjadi orang asing alih-alih suami istri."

"Ya, semoga saja saat Rania sadar nanti, dia telah kembali menjadi dirinya sendiri lagi. Dan kita tidak perlu bertukar peran seperti itu."

Namun ternyata harapan hanyalah tinggal harapan saja. Tepat setelah itu ponsel Rana berdering, mama Tian yang menghubunginya,

"Cepat ke sini, Rania sudah sadar!" serunya sebelum menutup teleponnya, bahkan tidak memberikan kesempatan pada Rana untuk meresponnya.

Untuk sesaat Rana terpana, campuran perasaan senang karena pada akhirnya Rania siuman dengan perasaan takut pada apa yang akan Rana hadapi nantinya membaur menjadi satu.

Meski keputusannya telah bulat untuk meminjamkan Rangga pada Rania demi keselamatan adik kembarnya itu, jauh di lubuk hatinya Rana tetap merasakan kekhatairan yang teramat sangat. Bagaimanapun juga, secara tidak langsung Rana akan berbagi suaminya dengan Rania, meski tidak secara harfiah.

"Ada apa?" tanya Rangga membuyarkan lamunannya.

"Rania sudah sadar, Mas. Mama minta kita untuk ke sana sekarang," jawab Rania sambil memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas kerjanya, kedua matanya menatap dalam-dalam mata suaminya itu.

"Apa ingatannya …"

Sepertinya Rangga memiliki kekhawatiran yang sama dengan Rana. Dan Rana tahu betul, tidak hanya dirinya saja yang mengharapkan ingatan Rania akan kembali lagi, tapi Rangga juga. Baik Rana maupun Rangga akan terselamatkan dari situasi sulit yang akan mereka hadapi nantinya.

"Aku tidak tahu, Mas. Tadi Mama tidak mengatakan apa-apa lagi. Sebaiknya kita melihatnya sekarang, sebelum Mama menghubungi aku lagi karena kita yang tidak kunjung datang," saran Rana. Seperti itulah mama Tian, selalu tidak sabar jika itu menyangkut Rania. Apalagi Sekarang menyangkut nyawa Rania, putri tersayang mama Tian.

Rangga berdiri lebih dulu, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Rana Berdiri juga sebelum akhirnya mereka jalan bersisian menuju ruang rawat inap Rania dengan pikiran masing-masing.

"Mas Rangga!" pekik riang Rania saat melihat Rangga dan Rana masuk.

Sambil tersenyum kikuk Rangga dan Rana melangkah mendekati tempat tidur Rania, namun tatapan Rania sepenuhnya hanya tertuju pada Rangga saja, seolah dunianya menyempit hanya pada Rangga seorang saja.

"Kamu sudah pulang kerja, Mas? Atau kamu izin karena aku sedang sakit?" Tanyanya dengan suara manjanya, khas Rania saat sedang berbicara dengan Samu, mendiang suaminya.

"Ya, aku izin." jawab Rangga pelan.

Ia tidak ingin mencari tahu sedang memerankan siapa Rania saat ini. Atau sebenarnya Rangga terlalu takut untuk menemukan jawabannya, pun demikian dengan Rana.

"Apa kepalamu masih pusing?" tanya Rana, sama halnya dengan Rangga, ia belum mau mencari tahu tengah menjadi siapa Rania saat ini.

Tatapan Rania akhirnya teralihkan dari Rangga ke Rana,

"Rania, mana Mas Samu dan putri kalian? Apa mereka tidak ikut ke sini?"

Pertanyaan Rania tidak hanya membuat bahu Rana saja yang terkulai lemah, tapi juga bahu Rangga. Seolah beban berat saat ini tengah diletakkan di pundak mereka. Ketakutan mereka pada akhirnya menjadi kenyataan juga.

Ya, harapan satu-satunya mereka telah musnah. Ternyata Rania tersadar sebagai Rana, dan sudah pasti mereka harus mengikuti permainannya itu.

Rana terdiam sebentar untuk menenangkan dirinya, untuk tidak memperlihatkan kesedihannya di depan adiknya itu sebelum menjawab,

"Mereka masih di Sydney. Mas Samu belum mendapatkan izin cuti dari kantornya, jadi aku ke sini sendiri. Aku mau menemanimu sampai kamu sembuh sepenuhnya, Rana," Rana berusaha menguatkan suaranya agar tidak terdengar bergetar, meski air mata telah mengenang di kedua matanya itu.

"Ada Mama dan Mas Rangga yang mengurusku, Rania. Kamu balik saja, kasian Mas Samu dan putrimu kalau kamu meninggalkan mereka, bukan begitu Mas?"

Mendapatkan pertanyaan yang tiba-tiba dari Rania membuat tatapan sendu Rangga beralih dari Rana ke adik iparnya itu, helaan napas berat terdengar keluar dari mulut Rangga sebelum menjawab,

"Menurutku sebaiknya Rania tinggal dengan kita, Rana. Karena saat aku kerja nanti, tidak akan ada yang mengawasimu, sementara Mama pergerakannya pun sudah terbatas sekarang.”

Enak saja mau mengusir istri sahnya begitu saja. Rangga tidak akan pernah membiarkannya. Ia tidak dapat membayangkan hidup tanpa Rana, satu-satunya wanita yang teramat sangat ia cintai melebihi apapun.

Berpegangan pada cintanya yang besar pada Rana itulah yang membuat Rangga pada akhirnya menerima keputusan impulsif istrinya itu. Ia percaya sekali cintanya tidak akan mengkhianatinya.

"Apa yang Rangga ucapkan itu betul, Rania. Mama akan kewalahan kalau mengurusmu sendirian. Kamu kan belum bisa jalan tanpa kursi roda, sementara Mama tidak akan kuat memindahkanmu dari tempat tidur atau dari manapun ke kursi roda. Dengan adanya Rania, sedikit banyaknya Rania akan bisa membantumu. Lagipula Samu sudah mengizinkannya, ya kan Rania?”

Rana mengangguk pelan. Memangnya apalagi yang dapat ia lakukan selain dari menyetujui apapun ucapan mama Tian itu. Dan sekali lagi, semua demi Rania dan juga mama Tian.

“Ya, Na. Mas Samu sudah mengizinkannya. Mas Samu akan segera ke sini Kalau pekerjaannya telah selesai dan sekolah putri kami libur.”

Rania nampak mendesah pelan sebelum akhirnya menyetujuinya,

"Baiklah, terima kasih atas kesediaanmu mengorbankan waktumu untukku, Rania. Aku akan sangat menghargainya. Begitu juga dengan kamu kan, Mas Rannga?”

“Iya.” Jawaban singkat Rangga terdengar lirih, matanya masih menatap sendu Rana.

Jauh di dalam dirinya, Rangga masih berharap kalau Rana akan membatalkan keputusannya itu. Apa yang sedang mereka lakukan ini sangatlah riskan untuk rumah tangga mereka. Tapi kalau Rangga menolak keputusan Rana, hal itu juga akan menjadi boomerang bagi rumah tangga mereka.

Setelah ini, mereka hanya dapat berdoa pada Tuhan, semoga saja Tuhan kembali memberikan ingatan Rania yang hilang itu. Sehingga masalah mereka akan selesai tanpa ada satupun yang tersakiti.

***

Jangan lupa beri penilaian bintang lima untuk novel ini yaa ...

Terima kasih untuk yang sudah bersedia vote dan memberikan hadiah untuk novel ini. Dukungan kecil dari kalian sangat mempengaruhi mood Nice dalam melanjutkan novelnya karena merasa dihargai. Follow juga IG si_nicegirl untuk mengetahui visual mereka dan juga novel Nice yang lainnya yaa ...

Happy reading and have a nice day.

1
Nia Rahmi
upp lg thor🙏
Nuryanto Yanto
lanjut kak 💪
Nuryanto Yanto
lanjut up kak
Yusi Lestari
akhirnya ketahuan juga perbuatan bejat rangga dan rania.ngapain kamu mikirin emakmu lha wong emakmu udah tahu semua
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
uppppppp
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
rangga rania klian akan sengsara
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kasian kmu rana😭😭😭😭😭 smua pda nyakitin kmu termasuk mama mu
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
duhhhh ananta ago rebut lgi milikkk mu dri rangga
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kan kan kthuan kan😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
berharap rana balik lagi krmh nya dgn bgitu kthuan
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
gila kmu rangga aku sumpahin klian hancur se hancur nya nanti😭😭😭😭😭😭😭😭
raa
yey.. ketahuan...
Nia Rahmi
gak usah deh mikirin mama gila kamu itu,dialh biang semua kesengsaraanmu
Yusi Lestari
aku kok gak yakin kalau rangga dan rania bakal ketahuan kayaknya ini masih dibuat rahasia sama author
Nia Rahmi
benci banget dgn mereka bertiga ini...thor kasi karma yg setimpal ya sama rania rangga dan mama tian..mereka ini pengkhianat dan gak punya hati
raa
ketauan gk nih..
anggel
cerai ajah lki model gitu
Wasni
Hah sedih aq bacanya😭😭
falea sezi
males bertele. tele
Wasni
Kpn update lg kk??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!