NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:446.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dik Cinta

Adel dan Vano adalah orang asing yang tidak saling mengenal dan mereka harus terjebak dalam sebuah pernikahan yang disebabkan oleh sebuah perjanjian ibunya dan sahabat ibunya di masa Sekolah.

"Kita menikah bukan atas dasar cinta,kenapa kita harus sama seperti pasangan yang lain?,kamu boleh mengambil peran istri hanya di depan orang tua kita saja, setelah itu kamu bebas melakukan apapun sesuai keinginan kamu,aku tidak akan ikut campur selagi itu masih dalam batas wajar. Dan satu lagi jangan pernah ikut campur dengan urusan pribadiku"kata Vano

Mendengar ucapan Vano ,hati Adel sedikit nyeri entah pernikahan macam apa yang akan dia jalani nantinya.


Hingga di awal pernikahan Vano tidak juga menyadari kalau dirinya mulai menyimpan rasa dengan istrinya.

Siapa diantara mereka yang ternyata mulai jatuh cinta duluan,,,,,yuk lanjut baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dik Cinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Persiapan menuju hari H

Setelah Vano dan Adel membuat kesepakatan bersama, mereka kembali masuk ke dalam rumah dan menghampiri keluarga yang masih saling bercengkrama.

Kevin yang melihat Vano dan Adel datang beriringan sengaja hendak menggoda bos sekaligus sahabatnya itu.

"Ciye... yang udah langsung kompak

aja nih, padahal baru aja ketemu," Goda kevin.

Adel yang di goda seperti itu hanya bisa tersenyum, sedangkan Vano langsung memukul lengan Kevin sambil mengumpat lirih.

"Sialan Lo, bisa diem gak itu mulut!"

"Sorry bos gitu aja marah, santai dong kayak di pantai gitu, ya kan nona cantik?" Jawab Vano sambil melirik ke arah Adel.

Adel merespon ucapan Kevin hanya dengan menganggukkan kepala.

"Vin gimana menurut kamu Vano sama Adel serasi kan?" Tanya Lisa.

"Iya Tante, Kevin sama nona Adel ini sangat serasi banget."

Sebelum keluarga Nugraha kembali pulang, mereka semua berpamitan dengan keluarga Santi.

Satu jam kemudian mereka sudah sampai di kediaman Nugraha, dan satu persatu dari mereka segera masuk kamar masing-masing untuk beristirahat.

Esok harinya Lisa mulai merencanakan pesta pernikahan anaknya, dari mulai pemilihan gedung, WO, catering, undangan, baju pengantin, semua sudah Lisa tentukan, hanya tinggal fitting baju pengantin yang belum.

Berbeda dengan Adel yang hari ini mulai bekerja kembali. Novi yang penasaran karena Adel kemarin tiba-tiba ijin mendadak dan tidak sempat memberitahu dirinya, langsung kepo dan memberikan banyak pertanyaan sama Adel.

"Kebetulan Lo sudah datang Del, gue kepo banget nih soal Lo yang tiba-tiba ijin kemarin, emang ada urusan keluarga apa sih kok mendadak gitu?" Cecar Novi.

"Gini Nov, masih dengan masalah perjodohan yang gue ceritain sama Lo kemarin. Semalem itu keluarga dari calon mertua gue datang buat melamar."

"Cieee... yang sudah manggil calon mertua aja, berarti langsung jadi dong ini?" Goda Novi.

"Lo mah gitu, ngeledek gue terus."

"Iya deh iya janji gak bakal gitu lagi, terus gimana Del calon suami lo ganteng nggak?" Tanya Novi sambil menarik turunkan alisnya.

"Masalah tampang sih okelah emang lumayan ganteng, tapi sikapnya itu lo kayak kulkas dingin banget."

"Wah, gue jadi penasaran sama calon suami Lo Del, kapan-kapan Lo kenalin dong ke gue,"

"Oke nanti pas gua nikah aja ya kalian kenalan."

"Gila, jadi Lo mau langsung nikah gitu?" Tanya Novi kaget.

"Ya mau gimana lagi Nov, udah jadi keputusan keluarga kami. Mau nggak mau siap gak siap y harus siap."

"Emang kapan Lo nikahnya Del?"

"Satu bulan lagi Nov." Jawab Adel.

"Satu bulan lagi?, wah gue harus siap-siap beli baju baru nih, pokoknya gue harus tampil cantik nanti. Siapa tau kan bisa ketemu juga sama jodoh gue nanti di pernikahan Lo."

"Serah Lo deh Nov, gue mau lanjut kerja dulu." Jawab Adel sambil geleng-geleng kepala melihat temannya yang satu itu.

Tak terasa tiga Minggu telah berlalu. Lisa mengabari Adel untuk bersiap karena Vano satu jam lagi akan menjemputnya untuk fitting baju pengantin.

Adel yang memang belum berangkat bekerja, segera mengabari Novi untuk ijin tidak masuk kerja dan ibunya Novi bersedia mengijinkannya.

Satu jam kemudian tampak mobil mewah berjalan masuk ke pekarangan, Santi yang kebetulan menyapu teras langsung menyambut calon menantunya.

"Pagi Tante," sapa vano.

"Pagi juga Vano, ayo silahkan masuk, pasti kamu mau jemput Adel kan?"

"Iya Tante, saya mau menjemput adel untuk fitting baju pengantin."

"Jangan panggil tante dong Vano, panggilnya ibu aja kayak Adel ya,"

"Oh iya Bu."

"Tunggu sebentar ya nak, ibu panggilkan adel dulu,"

"Iya Bu."

Adel yang sudah selesai bersiap segera keluar dari kamar setelah ibunya memberitahu bahwa Vano sudah menunggu di ruang tamu.

Tiba diruang tamu Adel menyapa Vano.

"Maaf ya mas jadi nunggu lama,"

"Iya gakpapa." Jawab Vano sopan karena masih ada Santi disana yang memperhatikan mereka

Sebelum berangkat Adel dan Vano barpamitan sama Santi.

Setelah masuk kedalam mobil diantara mereka tidak ada yang bersuara. Sebenarnya Adel tidak bisa berada di situasi seperti ini, tapi saat melirik penumpang disebelahnya yang dingin itu dirinya hanya bisa berkata lirih.

"Dasar tukang caper di depan ibu aja ngomongnya ramah manis banget, giliran sama gue dingin banget kayak kulkas." Gumam Adel yang masih bisa di dengar oleh Vano.

"Lo barusan ngatain gue caper?"

"Eng-enggak mas, siapa yang ngatain mas Vano, mas Vano salah denger kali?" Jawab Adel gelagapan.

"Maksud Lo gue budek gitu?"

"Bukan aku Lo ya, tapi mas Vano sendiri yang bilang."

Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di butik yang sudah di beritahukan Lisa tadi.

Pemilik butik yang sudah tau siapa yang datang langsung mempersilahkan pasangan ini masuk untuk mulai fitting baju.

"Selamat datang di butik kami, mari Tuan Vano dan Nona cantik silakan masuk."

Vano hanya mengangguk, sedangkan Adel membalas dengan tersenyum ramah.

Kemudian salah satu pegawai menyuruh Adel mencoba gaunnya.

"Nona, ini gaun pengantin yang akan Anda coba, mau saya bantu atau di bantu sama calon suaminya saja?"

Mendengar ucapan pegawai tadi membuat Adel dan Vano saling lirik.

"Sama mbak nya aja ya," jawab Adel kemudian.

Mendengar jawaban Adel, Vano bernafas lega sambil mengusap wajahnya yang sudah memerah. Karena sebelum Adel masuk ke ruang ganti tadi Adel melepas kardigan yang menutupi kaos street nya yang berwarna putih ketat itu. Sehingga tidak sengaja Vano melihat dengan jelas gumpalan daging yang lumayan besar yang masih terbungkus rapi itu.

Dua jam kemudian mereka baru selesai fitting baju, sebelum kembali ke kantor Vano mengantarkan Adel pulang.

1
Lisa Icha
Bang Jev emang gercep deh😍
Murtikali
next
Murtikali
aku mau kuenya
Zulhaerani Yudi
ok
Titin
lanjut terus ceritanya
M Qyn
lansung menuju malam pertama wkwkwk
M Qyn
bagus ceritanya sehat sllu ya Thor
Dik Cinta: mksh udah mau mampir jg support ny kk,doa sebaliknya jg utk kk😁🙏
total 1 replies
Elfin Mberanga
lanjutannya dong.
Anabella Adha
lanjut thor
Nurul Syahirah
lanjut thorr!!
Anni
ko tersendak2 ceritanya
Rafly -FF
lanjuutt thor..suka dengan ceritanya ☺️👍
Azwan al Buhori
uhhh mulai bucin ya thor ....jg gemes ...lanjut thor
Elin Lim
lanjut thoor
Elin Lim
lamjut thoor
Elin Lim
lanjut thoor biar bersemangat baca nya
Elin Lim
lanjut thoot
Elin Lim
lanjut thoor keren cerita nya
Elin Lim
jangan lama 2 di up nya
Elin Lim
lanjut thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!