NovelToon NovelToon
Cinta Kita Belum Usai

Cinta Kita Belum Usai

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yoyota

Raisa memiliki prinsip untuk tidak memiliki anak setelah menikah. Awalnya Edgar, suaminya menerima prinsip Raisa itu. Tapi setelah 6 tahun pernikahan, Edgar mendapatkan tekanan dari keluarganya mengenai keturunan. Edgar pun goyah dan hubungan mereka berakhir dengan perceraian.

Tanpa disadari Raisa, ternyata dia mengandung setelah diceraikan. Segalanya tak lagi sama dengan prinsipnya. Dia menjadi single mother dari dua gadis kembarnya. Dia selalu bersembunyi dari keluarga Gautama karena merasa keluarga itu telah membenci dirinya.

Sampai suatu ketika, mereka dipertemukan lagi tanpa sengaja. Di saat itu, Edgar sadar kalau dirinya telah menjadi seorang ayah ketika ia sedang merencanakan pernikahan dengan kekasihnya yang baru.

Akankah kehadiran dua gadis kecil itu mampu mempersatukan mereka kembali?

Follow Ig : @yoyotaa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoyota, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33

Tamara tidak bisa fokus saat sedang berakting di depan kamera. Pikirannya terus tertuju ke kejadian kemarin. Ia masih belum bisa mempercayai kalau Edgar telah memiliki anak. Lantas kenapa Edgar dan keluarganya berbohong padanya? Begitu juga dengan teman-teman Edgar yang lainnya.

"Tamara! Fokus dong! Kalau kamu tidak bisa fokus, kamu akan merusak jadwal hari ini!" teriak sutradara yang kesal karena Tamara tidak melakukan akting dengan baik.

"Ah, maaf, maaf Pak."

Tamara a meminta maaf lalu berusaha melakukan lagi aktingnya dengan baik. Setelah syuting dilakukan hampir 1 jam lamanya, Tamara pun duduk di kursi untuk mengistirahatkan tubuhnya.

Jena datang dan memberikan minuman dingin untuk Tamara.

"Aku nggak tahu apa masalah yang sedang kamu alami karena emang kamu sendiri yang nggak terbuka. Tapi, please, jangan bawa-bawa masalah kamu ke pekerjaan kamu. Karena bisa saja, banyak orang yang tidak suka sama kamu dan menjadikan hal tersebut gosip bahwa kamu aktris yang tidak profesional."

"Sorry Jen. Aku tahu aku salah, tapi maaf aku memang tak bisa cerita ini sama kamu. Aku minta untuk dua hari ke depan, atur ulang jadwalku, aku ingin istirahat untuk menenangkan pikiranku."

"Baiklah, semoga setelah dua hari yang kamu minta. Kamu akan benar-benar kembali seperti biasanya."

*

*

Saat ini Tamara sedang berada di apartemennya. Dia sengaja langsung pulang setelah syutingnya selesai. Meletakkan tasnya di atas meja dan melepaskan sepatu lalu ditaruh di rak sepatunya.

Tubuhnya ia jatuhkan ke atas kasur empuknya dengan posisi tengkurap. Ia memainkan ponselnya sambil melihat-lihat apakah ada pesan dari Edgar atau tidak. Wajahnya berubah jadi kecewa karena tak ada satupun pesan atau panggilan dari Edgar. Padahal waktu sudah menunjukkan pulang kerja.

"Apa harus selalu aku yang memulainya?"

Tapi karena terlalu cinta dengan Edgar, Tamara seperti tak peduli. Ia langsung mengirimkan pesan ke Edgar, lalu setelah pesannya diterima, Tamara langsung melakukan panggilan video.

"Kamu kayanya sibuk banget ya? Sampai nggak ada waktu buat hubungin aku duluan."

"Maaf, Tam."

Hanya kata-kata maaf yang selalu terucap dari mulut Edgar tanpa mengucapkan alasannya.

"Semakin mendekati hari pernikahan, rasa-rasanya kita semakin jarang berkomunikasi Gar."

"Aku rasa tidak seperti itu, Tam."

"Kalau hari ini aku minta ditemani kamu, kamu bisa datang ke apartemenku tidak?" tawar Tamara dengan wajah melasnya.

"Oke, nanti aku kesana."

Percakapan pun selesai dengan tanpa Edgar bertanya apapun lagi. Tamara melihat beberapa foto bersama Edgar di dalam galeri fotonya. Ia teringat kembali ketika dia pertama kali jatuh cinta pada sosok Edgar yang begitu lembut dan penolong.

Pada saat itu, posisi Tamara baru selesai melakukan syuting di di sebuah rumah sewaan. Disana, Tamara melihat Edgar yang membantu pemulung yang terjatuh karena diserempet motor. Melihat ketulusan dan kelembutan Edgar membuat hati Tamara tersentuh dan semenjak itu, Tamara selalu mencari tahu semua tentang Edgar. Dari mulai keluarga Edgar sampai ke mantan istri Edgar yang saat ini hanya ia tahu namanya tanpa ia tahu bagaimana wajah mantan istri Edgar.

Baru sekarang ia menyesal, karena dirinya selalu percaya kalau Edgar sudah sepenuhnya melupakan mantan istrinya. Tapi, hatinya justru merasa ada sesuatu yang lain.

*

*

Edgar sudah siap-siap untuk pergi berkunjung ke apartemen Tamara. Ia bahkan sengaja melewatkan makan malamnya, karena Tamara yang meminta untuk makan malam bersama.

"Gar," panggil Mama Ola.

"Kenapa Ma?" tanya Edgar sambil membalikan wajahnya.

"Mau ke apartemen Tamara ya?" tanya Mama Ola. Edgar langsung mengangguk.

"Ini bawa buat Tamara," ucap Mama Ola sambil memberikan satu paper bag berisi cemilan kering.

"Oke Ma."

"Salam dari Mama ya?"

Edgar mengangguk lagi. Ia berpamitan ke mamanya lalu berjalan ke garasi dan masuk ke dalam mobilnya dengan menaruh paper bag di kursi sebelahnya.

Baru beberapa menit keluar dari area rumahnya, ada sebuah telepon dari Raisa yang tentu saja langsung diangkat oleh Edgar karena Raisa tak mungkin menelponnya tanpa ada hal yang penting.

"Gar, bisa datang secepatnya ke rumah sakit?"

"Siapa yang sakit?"

"Mia, tadi sore dia jatuh dari tangga. Dia tidak mau makan, karena ingin disuapi oleh kamu. Tapi kalau kamu sibuk, cukup video call aja, Mia pasti paham kok."

"Kenapa kamu baru bilang sekarang? Cepat katakan di rumah sakit mana Mia dirawat!"

Edgar langsung panik dan tanpa sengaja malah terbawa emosi.

"Rumah Sakit Pelita," jawab Raisa.

Edgar langsung mematikan teleponnya dan mengecek maps nya lalu memutar arah karena rupanya jalurnya tak searah dengan apartemen Tamara. Karena saking paniknya, ia sampai lupa mengabari Tamara kalau dia tak jadi datang.

Sesampainya di rumah sakit, Edgar langsung bertanya ke staff rumah sakit ruangan rawat inap dari Mia. Setelah mendapatkan informasinya, Edgar berlari agar segera sampai disana.

Edgar membuka pintu ruang rawat Mia. Ia mendengar tangisan Mia yang terus menyebut dirinya.

"Mia cuma mau disuapi sama Papi. Pokoknya maunya sama Papi."

"Sayang, makan sedikit dulu ya, Mami mohon."

"Nggak mau!" Mia masih menolak suapan dari Raisa.

Raisa sudah pasrah dan hanya bisa menunggu kedatangan Edgar disana.

"Kenapa anak gadisnya Papi nggak mau makan?"

Suara itu, membuat Raisa bernapas lega dan membuat Mia yang menangis jadi diam.

"Mia mau disuapi sama Papi," jawab Mia.

Edgar berjalan mendekat ke ranjang Mia dan mengambil alih tugas Raisa. Ia menyuapi Mia sampai makanan tersebut habis.

"Gadis pintar, lain kali jangan begitu lagi ya, Mami pasti khawatir."

Mia mengangguk kemudian bergelayut manja di lengan Edgar sampai tak terasa Mia justru tertidur setelahnya. Edgar pun membetulkan posisi tidurnya Mia. Ia kemudian menghampiri Raisa yang duduk di sofa dan duduk di sebelah Raisa.

"Pasti selama ini kamu kerepotan mengurus mereka. Apalagi kalau salah satu dari mereka sakit, atau bahkan kalau keduanya sakit dalam waktu yang bersamaan."

"Sudah jadi tugasku sebagai seorang ibu untuk merawat anak," jawab Raisa.

"Lantas, Kia di rumah dengan siapa kalau kamu disini menjaga Mia?" tanya Edgar penasaran.

"Ada Roni, dia yang menjaga Kia di rumah. Karena aku tidak mungkin membiarkan Kia menunggu disini."

"Kenapa kamu tak memberitahuku dari awal?" tanya Edgar lagi.

"Yang penting aku sudah beritahu," jawab Raisa.

"Nggak gitu Raisa, aku berhak tahu soal mereka. Apapun yang terjadi ke mereka aku wajib tahu. Aku papi mereka. Hal sekecil apapun menyangkut mereka kamu harus memberitahukannya padaku. Aku harap kamu tidak seperti ini lagi. Kamu tahu, di sepanjang jalan aku sangat panik dan khawatir karena takut hal buruk terjadi."

"Pada kenyataannya, ini bukan hal besar, karena mungkin besok juga Mia sudah diperbolehkan untuk pulang. Aku hanya tak ingin mengganggumu, tapi rupanya Mia ingin kamu ada bersamanya."

"Kalau soal anak-anak, akan aku utamakan."

Tiba-tiba ponsel Edgar berdering, terlihat dengan jelas nama yang terlihat di layar ponsel Edgar

'Tamara'

"Pulanglah, Mia sudah bisa kamu tinggal," ucap Raisa.

Bukannya menjawab panggilan dari Tamara, Edgar justru membiarkannya begitu saja.

"Kenapa tidak kamu angkat?" tanya Raisa.

"Haruskah aku angkat? Apa kamu tidak akan cemburu nantinya?"

*

*

TBC

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kok ceritanya kayak muter² terus Thor terlalu lama ngulur waktu dengan hal yang sama.
maaf ya Thor Aku bacanya sampe sini saja.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah kan di telak omongan sama Bimo, Setuju sih apa kata Bimo.
harusnya kalau masih ragu Edgar jangan dulu ambil keputusan serius.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kia si kakak yang dewasa, pendiem dan suka memendam perasaannya terus si Bungsu Mia yang ceria dan ceplas ceplos.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ga bahagia endasMu, Kamu sudah mau nikah dengan Tamara terus apa namanya Edgar... kan Kamu sendiri yang siap menikah lagi dan bilang sendiri kalau Kamu sudah Ngga mencintai Raisa jadi rasain resikonya jadi laki2 Plin Plan ga tegas.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
waduuuhh Elsa sudah tau lagi.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Gas Bian kalau memang Kamu serius kejar Saja Raisa asal jangan dibkecewakan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dih ngelihat Edgar kayak gitu mending Raisa di buat sembuh dengan Traunya Thor terus berjodoh dengan laki² lain aja deh rasanya ga ikhlas banget kalau mereka bersatublagi apa lagi punya Ibu mertua kayak gitu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dasar si Kembar ada³ saja ngomongin kejelekan Maminya sendiri di depannya langsung.🤭😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar Pli Plan jadi laki², hatinya masih Abu² tapi masih bisa jalin hubungan dengan Tamara bahkan sudah sentuhan fisik pula.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
apa yang ngadain acara di restoran itu Rdgar sama Tamara ya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kasihan si Kembar... Raisa juga keras kepala kenapa ga sedikit saja lunakin hatinya buat ketemuin sama Edgar biar mereka ga Trauma apa lagi malah denger cerita teman sekolahnya kan jadi parno Mereka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Coba hubungin Edgar atau Adiknya, Sa ajak ketemuan di Cafe dan bicarain yang sebenarnya... untuk hasilnya mereka entah mau nerima kehadiran si Kembar atau ngga itu urusan nanti yang penting kamu sudah ga rahasiain Mereka lagi.
hubungan Kamu dengan Edgar mungkin sudah Kandas tapi Anak² juga ga salah kalau ingin ketemu Papinya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Duh kok Aku jadi ikut deg²an ya, tar gimana si Kembar perasaannya kalau tau Papaihnya sudah punya Tunangan.🫣
Raisa Kamu harus trrus kuat ya buat Anak²Mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar Edgar alasan belum siap tapi giliran sosor²an mah mau² aja, kalau gitu mending mau aja di ajak nikah sama si Tamara.

Masih mending Raisa biarpun keras kepala dan egois tapi masih bisa jaga diri, hidupnya fokus pada Anak²nya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah Lho mau ngasih jawaban apa Edgar... 🫣
kalaupun Edgar jadi dengan Tamara kasihan si Kembar biarpun Edgar ga tau kalau Dia sudah punya Anak dari Raisa tapi yang bikin sekenarionya kan Author jadi ga tau gimana ntar.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Trauma boleh Sa tapi kan nikah lumayan lama juga sampe 6thn pula dan rasa takutmu harusnya sedikit demi sedikit bisa pulih karna ada Suami yang setia dampingin plus setia sama Kamu... tapi susahnya Kamu kayak ga mau sembuh dan terus berfokus pada alasan itu oba kalau bener² mau berubah mah pasti bisa.
Ayo Sa belajar berani kek, jangan sembunyi terus karna mau lari sejauh apa pun kalau sudah saatnya takdir mempertemukan Kalian bertemu ga bakal bisa menghindar.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mungkin sebenarnya keluarga Edgar baik tapi di sini Raisa yang posisinya salah karna keras kepala dan egois jadi yang buat jarak yang Dia ciptakan sendiri buat si Kembar juga sulit mengenal Ayahnya dan Keluarga Yang lain.
coba turunkan egoMu Risa dan pikirka psikologis anakMu juga karna mereka merindukan sosok Papahnya tapi Mereka ga berani bicara karna takut.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Setujubkata Roni, peran dan kasih sayang seOrang Ibu ga akan sama dan ga akan bisa gantikan peran seOrang Ayah yang di butuhkan Si kembar, Raisa
susahnya kamu merasa kalau semua baik² saja padahal Anak²mu hanya bisa memendam.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Raisa ini aneh, yang namanya Nikah ya pasti setiap Orang/pasangan, keluarga ada keinginan punya keturunan... kalau ga mau punya anak ya ga usah nikah sekalian, ngapain juga hidup berumah tangga.. itu Egois namanya hanya mikirin keinginan sendiri tanpa mikirin pasangan maupun keluarga yang butuh penerus.
Ririn
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!