NovelToon NovelToon
Gadis Dingin

Gadis Dingin

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Cintamanis / Romansa-Teen angst / Tamat
Popularitas:395.3k
Nilai: 5
Nama Author: rahma qolayuby

Queen Aurora, bagaimana jadinya gadis yang dulu lembut menjadi dingin tak berperasaan membuat orang-orang di sekitarnya tak menyukainya dan menjahuinya sekedar untuk berteman pun enggan. Tak pernah ada yang mengerti tentang perasaannya, siapa sangka bahwa Queen ternyata sangat rapuh dia hanya selalu berteman dengan buku yang selalu dia pegang dan di bawa kemana-mana.

Ketika keterpurukan melanda membuat Queen benar-benar rapuh siapa sangka di saat dia rapuh ada seseorang yang dengan telus memberikan sandaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahma qolayuby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Kecelakaan

Hubungan Jek dan Queen semakin berseteru,tak pernah akur. Jek selalu saja membuat Queen jengkel dan marah. Tetapi bukan Queen namanya kalau tidak bisa melawan.

Membuat Queen semakin dingin tak tersentuh. Queen melajukan motornya ketaman di mana tempat Queen melepas beban pikirannya. Queen melemparkan batu kedanau.

Ahhhh...

Jerit Queen, semoga dengan begitu hatinya akan tenang.

“Maaf kak? ”

Ucap bocah kecil, membuat Queen menghentikan aktifitasnya. Melihat seksama bocah yang berdiri di depannya. Queen menyipitkan kedua matanya seakan pamiliar dengan wajah bocah kecil ini. Tapi sayang Queen benar-benar tak mengingatnya.

“Ini buat kakaj, ”

Bocah itu memberikan es krim. Membuat Queen mengerutkan kening.

"Buat kakak?”

Ulang Queen menunjuk dirinya sendiri, bocah itu tersnyum manis lalu mengangguk. Queen mengambil es krim yang ada di tangan bocah itu.

”Terimakasih,”

Lagi-lagi bocah itu tersenyumsemakin lebar memperlihatkan giginya yang putih rapih.

"Jangan sedih lagi kak, ”

Sesudah mengucap, bocah itu berlari pergi,membuat Queen melongo di buatnya. Mau ngejar, sudah tak terlihat.

Queen melihat es krim yang ada ditangannya,ada nota yang menempel.

”Semoga es krim ini bisa mendinginkan hati mu” Queen terenyuh dengan kata-kata itu.

Dret... drettt...

Ponsel Queen berdering tanda panggilan masuk. Queen tak melihat sipa yang meneleponya dan langsung mengangkatnya.

“Hallo?”

“Gawat Queen! ”

Terdengar suara di serbang sana kewatir dan panik. Membuat Queen mengepalkan tangan dengan mata memerah, bahkan urat rahangnya menonjol.

Queen membawa motor dengan kecepatan penuh, sampai sudah Queen di sirkuit balapan motor.

Riko yang melihat Queen datang langsung membawa Queen kesebuah ruangan perivasi.

"Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?"

Ucap Queen sudah duduk di salah satu kursi.

“Dodo di sekap sama Jek, katanya kalau mau dodo selamat kamu harus lawan dia di jalan,”

“Motif apa yang dia inginkan?”

“Itu belum tahu, mungkin mau balas dendam karena balapan kemaren kalah!”

“Dengan cara kotor?”

Riko mengangguk cepat. Queen berdiri mengganti setelan pakaiannya. Queen mengeluarkan motor andalannya.

Drum .... dreummm ...

Suara motor Queen terdengar keluar dari sarangnya menuju tempat star. Di situ sudah ada Jek yang sudah siap juga dengan motornya.

Permainan pun dimulai.

Satu …dua ….go …

Queen dan Jek saling mengejar satu sama lain. Dua-duanya begitu ahli menguasi jalan. Tetapi ada yang aneh, kenapa Jek membiarkan Queen memingpin, hingga tiba memasuki lorong. Queen masuk duluan di susul Jek. Jek berhenti tak melihat motor Queen.

”Di mana dia?”

Teriak Jek, membuat lima orang keluar dari persembunyiannya menghampiri Jek.

"Dia belum melintas bos,”

Ucap Kiki salah satu preman yang di sewa Jek.

“Apa!!! dia sudah masuk bodoh!”

Para preman menyerngit bingung, lalu tersenyum licik.

“Cari dia?”

Perintah Jek kepada kelima preman itu.

Dugaan Queen benar, ternyata Jek hanya menjebaknya. Apa yang harus Queen lakukan,kalau keluar dari persembunyiannya sama saja cari mati dan sialnya Queen tak membawa ponsel. Apa hari ini hari terakhir bagi Queen melihat dunia. Queen terus berpikir bagamana cara meloloskan diri,sebuah ide muncul di dalam pikiran Queen.

“Awwsss .., "

Jerit salah satu preman meringis akibat ada sebuah lemparan.

“Ada apa Jon?”

Tanya Kiki, membuat kelima preman itu siaga.

“Ada yang lempar gue dari arah belakang,” Membuat para preman itu melirik satu sama lain dan berbalik.

Drummm...

Queen menyalakan motornya, lampu tembak Queen arahkan membuat para preman menghalangi matanya karena silau.

Queen memacu motornya dengan kecepatan tinggi hingga membuat para preman menyingkir kaget. Queen lolos dari lorong itu, Jek yang melihat itu semakin geram dan mengejar Queen di ikuti anak buahnya dari belakang.

Queen dengan keadaan panik salah mengabil jalur, malah masuk kearah jalan yang jauh dari jalan utama.

Dor...

Bruk...

Queen membanting motornya kearah kiri dimana ban motornya kempes oleh tembakan Jek. Queen berguling-guling di atas aspal,kepalanya pusing, seluruh badanya sakit. Jek semakin mendekat kearahnya, buram itulah yang di rasakan Queen, tak lama penglihatan Queen gelap.

...--------...

Bi Nina sudah setengah jam mondar-mandir di depan ruang ICU, tapi dokter tak kunjung keluar,

“Pak gimana ini? ”

“Sabar buk, bentar lagi pasti dokter keluar, ”

Jawab pak Tono pada istrinya, bi Nina menghela nafas kasar. Rasa kewatir menggerogoti hatinya. Mau bagaimana pun Queen sudah bi Nina anggap seperti anaknya sendiri.

Sedangkan Dinda masih dalam perjalanan, tak henti-hentinya Dinda melapalkan doa.

”Ya Allah selamatkan putriku!”

Fandi yang melihat bosnya panik membuat hatinya iba. Tapi Fandi juga tak bisa membawa mobil ugal-ugalan, takut sesuatu terjadi yang ada tambah repot.

“Fan, kapan sampainya?”

Ucap Dinda tak sabaran.

“Mungkin satu jam lagi, ”

Dinda membuang nafas kasar dan menutup kedua mukanya dengan kedua telapak tangan.

Sudah satu jam dokter memeriksa Queen,membuat bi Nina berdiri ketika melihat dokter keluar.

“Bagaimana keadaannya,dok?”

“Anda siapanya pasien?” tanya dokter.

“Penbantunya, dok!”

“Orang tuanya mana?”

“Masih dalam perjalanan,"

Dokter menghela nafas “Suruh keruangan saya jika orang tuanya sudah datang, dan ibu boleh masuk untuk melihatnya, ”

Lalu Dokter mempersilahkan bi Nina masuk, bi Nina pun masuk setelah kepergiaan dokter.

Di lihatnya Queen masih menutup mata, muka begitu pucat, lengan dan kaki Queen di perban. Perlahan bi Nina mengusap kepala Queen sayang, air mata bi Nina lolos begitu saja.

“Bibi gimana keadaan Queen?”

Tanya Dinda baru datang, dengan nafas ngos-ngosan.

“Gak tau nyonya, dokter tak memberi tahunya.Tapi tadi dokter bilang, di suruh nyonya keruangannya,”

“Ya sudah, bibi jagain Queen sebentar,”

Dinda langsung keluar mencari ruangan dokter.

Tok.. tok...

Dinda mengetuk pintu ruangan dokter tersebut.

“Masuk”

Dinda menerobos masuk ketika sudah dapat izin.

”Bagaimana keadaan anak saya, dok?”

Tanya Dinda langsung sambil mendudukan bokongnya di kursi yang tersedia.

“Begini buk, luka di lengan dan kakinya tidak terlalu parah. Hanya luka biasa, anak ibu kuat.Tapi ada yang harus ibu jaga, ”

Dokter membuka lembar berkas dan menyerahkannya kepada Dinda. Dinda meraih berkas itu. Dina menyerngit bingung tak memahaminya.

“Bisa tolong jelaskan dok, saya tidak terlalu mengerti?”

“Jantung anak ibu lemah ,perasaannya akan sensitip mengenai hal-hal yang membuat dia trauma. Apalagi ingatan anak ibu sepertinya mulai kembali. Jangan memaksa anak itu secara keras mengingatnya, itu akan berakibat patal sama jantungnya. Karena perasaan trauma yang tinggkat akut. Coba ibu perlahan mengingatkannya dengan perlahan supaya emosinya terkontrol tak membuat dirinya tertekan,”

Jelas Dokter panjang lebar. Dida sedikit aneh,apa yang sebenarnya terjadi. Seingat Dinda,Dinda tak mengingatkan yang berat-berat kepada anaknya bahkan Dinda juga tidak tahu kalau putrinya sudah mulai mengingat.

Dinda bejalan gontai menuju ruang anaknya.Fandi yang melihat Dinda seperti orang yang linglung tetapi Fandi tak berani menyapa hingga punggung Dinda menghilang di balik pintu.

"Bibi pulang saja, biar saya jagain Queen,”

Bi Nina mengangguk patuh berlalu meninggalkan majikannya sendiri. Dinda mengecup puncak kepala Queen dengan sayang.

”Nak apa yang sebenarnya terjadi! jika kamu sakit kenapa tak bicara sama mamah?”

Ucap Dinda lilir, tak terasa air matanya jatuh.Lagi-lagi anaknya harus berada di rumah sakit. Apa yang harus Dinda lakukan, hingga Dinda menelepon seseorang.

“Hallo”

Terdengar orang itu langsung mengangkat telepon Dinda.

“Apa yang terjadi, kenapa Queen bisa kaya gini?”

“Queen kecelakaan motor Tan, saat balapan!”

“Apa!!!”

Bersambung....

Jangan lupa Like dan Vote...

1
Tengku Nafisa
ceritanya bagus
Rahma Qolayuby: terimakasih banyak kak
total 1 replies
Mega Haerunita
Luar biasa
Roro Rodhiyah
lahhb... geblekkk, lu yg cari masalah tpi orang lain yg disalahkan....
Roro Rodhiyah
what happen whit you queen??
Onzha Aloych
Luar biasa
Nanang Aja
iklan nya lama banget
Rahma Qolayuby: maaf ya kak 🙏
total 1 replies
Ejan Din
ini lah begonya org tua.. tidak berterusterang malah menjadi benci Dan dendam... walhal tidak begitu... walaupun hancur Dan sakit hati sebaik2nya terus terang Dan ikhlas lebih baik..
Ejan Din
ini lah begonya org tua.. tidak berterusterang malah menjadi benci Dan dendam... walhal tidak begitu... walaupun hancur Dan sakit hati sebaik2nya terus terang Dan ikhlas lebih baik..
Ejan Din
binggung.. bagai mn queen sama jek sekampus.. apa benar jek anaknya angga sama murni.. penasaran
Adnia Stg
Lumayan
Adnia Stg
Luar biasa
ira rodi
bodoknya kamu queen...sdh tau orgtua pisah bukanmenjadi lebih baik spy bisa buktikan sama ayahmu kalo kamu bisa hidup tanpa bantuan ayahmu....itu baru btl....
Kenzi Kenzi
farhan sang ketua
Kenzi Kenzi
lhsung sadar. drikoma papamu
Eudoxia Guwaunaung
Luar biasa
Eudoxia Guwaunaung
Buruk
Kenzi Kenzi
angga ga sengaja ngamil in dinda?
Kenzi Kenzi
typo.

mawar po melati thoooor
Rahma Qolayuby: maaf kak🙏 di sini memang sedikit salah tulis nama, belum di revisi🙏
total 1 replies
Kenzi Kenzi
sang stalker menunjukkan dirinya
Kenzi Kenzi
farhan kah,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!