NovelToon NovelToon
Our Love Story

Our Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Duda / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:765.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Nena Layla (20 tahun) yang harus pindah ke Jakarta dan hidup bersama Malik (29 tahun) sang Kakak. Nena harus terlibat dengan Janu Arsana (32 tahun), seorang duda yang berprofesi sebagai pejabat pemerintah dan terlahir di keluarga mapan. Sebagai asisten rumah tangga di apartemen Janu, akhirnya mereka saling tertarik dan muncullah benih-benih cinta. Namun, prasangka mengalahkan logika Janu hingga ia melukai Nena. Nena akhirnya hamil. Berbagai polemik dan intrik yang terjadi diantara kisah cinta keduanya, mengingat perbedaan, usia, status sosial juga gaya hidup. Tanpa mereka ketahui ada keterkaitan antara orangtua Janu dan Nena. Bagaimana kelanjutan kisah cinta Janu dan Nena?

18++

=======
Instagram : dtyas_dtyas
Facebook : dtyas auliah
Murni hasil imajinasi author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Menjalani Hukuman

Janu masih menyimak apa yang Radja sampaikan. “Tapi wanita ini, tanpa penawaran materi apapun dia siap mendonorkan hatinya. Setelah melakukan rangkaian pemeriksaan ternyata ada kecocokan, akhirnya bisa dilakukan operasi.”

“Jangan bilang kalian belum memberikan kompensasi apapun pada wanita itu?”

Radja menghela nafasnya, “Lebih parah dari itu, Papih hanya fokus pada kesembuhan Mamih kamu. Tidak menyadari setelah operasi wanita itu pergi bersama keluarganya. Papih dengar karena masalah hutang atau bagaimana, Papih lupa.”

“Kalau sudah ditemukan, Papih dan Mamih akan melakukan apa?” tanya Janu pada Radja. “Kita harus berikan dunia yang sudah ia berikan pada Mamih.”

“Saat wanita itu masih bekerja dengan keluarga kita, infonya dia memiliki dua orang anak. Bahkan yang kedua masih batita saat operasi berlangsung. Kamu pasti tidak ingat, karna masih duduk di sekolah menengah dan tinggal dengan Kakek dan Nenek kamu di Jogya.”

“Jika aku berhasil menemukan wanita itu, aku ingin kalian berhenti menjodohkan aku dengan siapapun,” pinta Janu. “Itu demi kebaikan kamu, Janu. Ingat umur kamu juga profesi kamu, sampai kapan kamu mau tetap sendiri. Kamu hanya memiliki kamu, karena sejak operasi itu Mamih kamu tidak diperkenankan hamil.”

“Pokoknya, aku akan menikah pada waktunya. Sampai aku bertemu wanita yang tepat.”

“Papih harap itu tidak lama lagi,” jawab Radja.

Tidak lama kemudian Radja dan Janu meninggalkan Resto. Radja yang pulang ke rumah sedangkan Janu kembali ke apartement. Saat berjalan melewati beberapa store menuju pintu parkiran, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal. Senyum terbit di wajahnya, entah mengapa dia merasa senang bertemu dengan gadis ini. Padahal ada saja kelakuan atau kalimat yang membuatnya kesal.

“Hey,” panggil Janu. Yang dimaksud oleh Janu pun menoleh.

“Om Janu. Ngapain di sini?” tanya Nena.

“Tidur,” jawab Janu sambil berdecak. “Yang jelas ada urusanlah,” sahut Janu. “Kamu sendiri ngapain di sini.”

“Om Janu lupa, aku kerja di apotik, tuh tempatnya.” Nena menunjuk Apotik tidak jauh dari posisi mereka berdiri saat ini. Janu mengangguk, dia ingat saat pertama bertemu dengan Nena memang di Mall ini. “Dunia memang sempit,” batin Janu.

“Aku duluan ya,” pamit Nena lalu sedikit berlari menuju store tempatnya bekerja. Meninggalkan Mall, sedangkan Janu menuju club tempat ia dan kawan-kawannya berada.

“Tumben, anaknya Pak Radja datang lagi. Udah beberapa hari absen ya,” sahut teman Janu. “Berisik lo, hidup gue enggak senyantai kalian yang cuma bisa ngabisin harta orangtua doang.”

“Yaelah, jawabannya pedes banget. Ayo bersulang.”

Di tempat yang sama, Malik juga ada di sana. Sedang mendampingi atasannya yang berada di private room merayakan kerja samanya yang sudah selesai dan sama-sama menguntungkan. Namun Malik dan sesama rekan kerja lainnya menunggu di luar ruangan, menahan untuk tidak minum dan mabuk karena sedang bertugas.

“Loh, Malik?” tanya seorang wanita. Malik menoleh ia mengernyitkan dahinya mengingat wanita di hadapannya. Tidak mengenalinya bukan karena penerangan di tempat itu yang terbatas dan memang lampunya dibuat seperti itu . “Aku Dea, sahabat Rita,” jawab Dea, Malik hanya mengangguk. Tentu saja dia sangat mengingat siapa wanita di hadapannya.

"Rita apa kabar? Udah lama aku lost contact sama dia," tanya Dea. Malik yang sambil memperhatikan sekeliling menoleh pada Dea, "Gue udah pisah sama Rita, setau gue sekarang dia di Jakarta. Tapi entah di mana." 

"Oh My God, maaf aku enggak tau." 

"It's okey, udah lewat juga." 

"Kamu lagi kerja?" tanya Dea sambil menatap Malik yang dijawab dengan anggukan. Setelah pamitan dengan Malik Dea meninggalkan tempat itu, ia melihat Janu makanya lebih memilih menghindar dan pergi secepatnya.

"Siapa cewek tadi?" Tanya salah satu rekan Malik. "Teman," jawabnya. "Temen apa demen, itu cewek bening banget. Kalo lo enggak mau, gue mau sikat," sahut rekan Malik lainnya. Malik berdecak, ia mengakui Dea sangat cantik tapi mereka tidak sepadan bagai langit dan bumi. Dea adalah putri dari seorang pengusaha sedangkan Malik bukan siapa-siapa. Sebelum menikah dengan Rita sebenarnya Malik menyukai Dea namun Rita menjebaknya hingga melewati malam bersama sampai akhirnya Rita mengaku hamil.

Esok pagi, Nena yang memang baru sampai di rumah tengah malam, saat ini masih bergelung dengan selimutnya. Malik pun yang pulang menjelang pagi tidak jauh berbeda dengan Nena yang masih terlelap. Nena terjaga dengan mata yang masih terpejam ia meraba sisinya mencari ponsel yang bergetar. 

Tanpa melihat siapa yang menghubunginya ia menjawab panggilan itu.

"Halo." Dengan suara serak khas bangun tidur. 

"Kamu belum bangun, hei jam berapa ini. Kenapa tidak datang kemari untuk mengerjakan tugasmu." 

Nena berdecak, "Ih, heran deh. Om Janu, enggak di dunia nyata, di dunia mimpi ngerjain aku terus, bikin resah." Nena kembali terlelap dengan ponsel tetap di telinga."

"Hei Nena, apa maksud kamu tadi. Nena, Nena." Merasa tidak ada jawaban Janu pun mengakhiri panggilannya. 

Nena bangun karena Malik yang mengetuk pintu kamarnya sambil berteriak. "Pera*wan jam segini masih tidur, gue laper banget. Cepet beli makan," titah Malik lalu kembali ke kamarnya. 

Nena hanya mencuci mukanya, mengenakan kaos  dan celana kulot selutut ia keluar rumah. Seperti biasa, tujuannya adalah ujung gang. Tempat banyaknya orang berjualan. Setelah mendapatkan yang ia cari Nena kembali ke rumahnya. 

"Nena," panggil Ajat yang sedang nongkrong dengan teman-temannya di pos ujung gang. 

"Iya," jawab Nena. "Hari ini lo kerja?" Nena hanya mengangguk ia ingat pesan Malik agar tidsk terlalu merespon Ajat apalagi jika ia tidak memiliki rasa pada laki-laki itu.

"Gue mau ajak lo nonton, bolos aja enggak usah kerja." 

"Maaf Jat, enggak bisa." 

"Yaelah kerja jadi pembantu toko aja belagu lo." Nena menarik nafasnya berusaha sabar. Selama ini ia memang berteman dengan Ajat, bahkan ia sudah terbiasa dengan mulut pedas Ajat.  

"Aku duluan, Bang Malik sudah nunggu ini."

Gang yang dilewati menuju ke rumahnya bukan gang yang cukup besar, tidak muat untuk lewat mobil, karena lebarnya kurang lebih hanya dua meter.  Nena sudah menyiapkan makanan yang ia beli di meja makan lalu memanggil Malik.

Nena membuka ponselnya, ada pesan masuk dari Janu.

Hari ini kamu tidak bekerja, hukuman kamu makin lama

________

Jejaks ya, like komen vote favorite,,, semuanya dehh . upsss, maapkeun author yg maruk 🤣🤣🤣

1
Paramita Mita
wali nya tetap wali hakim donk. kakak laki2 dari ibu tidak berhak sebagai wali nikah
istri darmayanty
kisah lanjuta janu nena dengan Ben dan aeuna, judulnya apa kak
dtyas (ig : dtyas_dtyas): Ben gak ada lanjutannya kak

kalau Juna ada di kukira kau cinta, tapi kisah anaknya
total 1 replies
Tamirah Spd
, Supaya seru aja keluarga yg tadinya harmonis dari kecelakaan dibuat amnesia, gak kenal dgn istrinya yg sdh mempunyai 3 anak kok yg diingatkan mantan istri durjana nya,yah nama nya cerita fiksi suka suka Author saja biar cerita nya gak panjang.😄😄😄😄
Tamirah Spd
Ceritanya sih bagus yg gak bagus alurnya kok selalu hubungan intim wanita wanita nya los dol sebelum halal , kelihatan Novel ini gak menyisipkan norma norma agama . Setelah membaca novel entah mungkin sdh puluhan atau hampir seratus novel banyak para author yg tidak menyisip kan pesan moral.
LikCi Vinivici
kurang ajar emang si janu
LikCi Vinivici
Halimah lagi... sdh tau arina berulah.. masih diberi tempat aja deh
LikCi Vinivici
emang janu pikirin?? kurang kerjaan deh..
LikCi Vinivici
arina coming ni kayaknya🤭🤭
LikCi Vinivici
malik nikah yg ke2 jg sih... anaknya dibawa rita, istri pertamanya yahh??
LikCi Vinivici
dasar mulut janu... ombree
LikCi Vinivici
nggletek e janu gemblung
LikCi Vinivici
akkkh begini nih yg bikin kesel
LikCi Vinivici
tawaran sedeng nii
LikCi Vinivici
janu libur, alih profesi jd mentor nya nena😄😄
LikCi Vinivici
dih nggemesin... 🤣🤣sdh rada2 candu morning kiss... trus masuk bucin dah.. sumpah si dea... bakal terwujud kah??
LikCi Vinivici
payah om janu niih.. 🤭🤭
LikCi Vinivici
biar sdh lama, ceritanya asik aja sih👍👍
LikCi Vinivici
astaga janu!! 🤓🤓
Dewi Sri
Luar biasa
Dewi Sri
wah cerita novel ini sudah 3 tahun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!