NovelToon NovelToon
Urban Deity;The Sorvergein'S Return

Urban Deity;The Sorvergein'S Return

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:240
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

​Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.

​"Ini... di mana?"

​Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.

​Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.

​Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.

​"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10.Semut tetaplah semut

Mendengar ucapan Fang Yuan yang begitu tenang namun menusuk, dada Gao Hongda bergemuruh hebat. Rasa takut yang sempat menghantuinya semalam kini berganti menjadi amarah yang meluap-luap setelah melihat dirinya didukung oleh seratus orang bersenjata di tempat ini.

"Fang Yuan! Kamu masih berani sombong di depan ajalmu?!" teriak Gao Hongda, wajahnya memerah padam sambil menunjuk ke arah pemuda berseragam sekolah tersebut. "Kamu pikir bisa meratakan Keluarga Gao hanya karena punya sedikit kemampuan bela diri? Lihat ke sekelilingmu! Hari ini, bahkan jika kamu punya sayap, kamu tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup!"

Gao Yang ikut melangkah maju dari balik punggung ayahnya, matanya melotot penuh dendam kesumat. "Berengsek! Berlutut sekarang dan potong kedua tanganmu sendiri, mungkin Ayahku akan membiarkan ibumu tetap hidup!"

Fang Yuan sama sekali tidak bergeming. Angin pagi menerbangkan beberapa helai rambut biru keputih-putihannya. Senyum nakal di wajah tampannya justru semakin melebar, memancarkan aura arogansi yang begitu mutlak seolah dia adalah dewa yang sedang menyaksikan lelucon para manusia fana.

"Mengancam ibuku?" Suara Fang Yuan mendadak drop beberapa derajat. Mata kirinya seketika menyala dengan kilatan cahaya keemasan yang sangat pekat. "Selamat... kalian baru saja mempercepat tiket menuju neraka."

Ketua Lei yang sejak tadi mengamati Fang Yuan sambil mengisap rokoknya merasa sangat terganggu dengan ketenangan bocah ini. Dia membuang puntung rokoknya ke tanah dan menginjaknya dengan kasar.

"Bocah sombong, aku tidak peduli trik apa yang kamu gunakan untuk membantai sembilan anak buahku semalam. Tapi di depan seratus pasukan inti Geng Harimau Hitam, kamu hanyalah seonggok daging yang siap dicincang!" Ketua Lei mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi. "Semua anggota, siapkan senjata! Habisi dia dalam tiga detik!"

*SREEEET! KLIK! KLIK!*

Dalam sekejap, suara gesekan parang yang dicabut dari sarungnya dan bunyi kokangan puluhan pistol bergaung serentak di kaki gunung. Seratus pasang mata menatap Fang Yuan dengan pandangan haus darah, siap menerjang maju begitu tangan Ketua Lei diturunkan.

Namun, sebelum Ketua Lei sempat memberikan perintah serang, Fang Yuan mengambil satu langkah maju.

*BUMMM!!!*

Hanya dengan satu langkah kecil itu, sebuah gelombang kejut tak kasat mata yang sangat dahsyat meledak dari tubuh Fang Yuan. Tanah di bawah kakinya retak membentuk pola lingkaran raksasa, dan debu-debu di sekitar kaki gunung beterbangan hebat diterpa badai energi murni (*Qi*).

Aura tekanan dari seorang mantan Penguasa Surgawi yang kini berada di Tahap Pengumpulan Qi Tingkat Tiga keluar tanpa ditahan sedikit pun.

*DEG!*

Seratus anggota Geng Harimau Hitam yang tadinya beringas mendadak membeku di tempat. Wajah-wajah mereka seketika memucat bagai mayat yang sudah dikubur seminggu. Parang-parang yang mereka pegang bergetar hebat hingga terlepas dari tangan dan jatuh ke tanah. Puluhan orang di barisan depan bahkan langsung muntah darah dan ambruk berlutut karena paru-paru mereka terasa dihimpit oleh gunung tak kasat mata yang sangat berat.

"I-Ini... kekuatan apa ini?!" Ketua Lei melotot, seluruh tubuhnya gemetar hebat hingga lututnya terasa lemas. Senjata api di tangannya terasa seberat satu ton dan langsung jatuh dari genggamannya. Dia merasa atmosfer di sekitar tempat itu telah lenyap, membuatnya kesulitan untuk bernapas.

Fang Yuan berjalan perlahan melintasi barisan orang-orang yang kini bersujud ketakutan di tanah tanpa perlu menyentuh mereka. Setiap kali langkah kakinya mendarat di tanah, satu per satu jantung anggota geng di sekitarnya berhenti berdetak akibat tekanan *Qi* yang meremukkan organ dalam mereka dari dalam.

"Senjata api? Pasukan seratus orang?" Fang Yuan berdiri tepat di depan Ketua Lei yang kini sudah terduduk lemas di tanah dengan mata dipenuhi kengerian total. "Di mataku, seratus semut yang berkumpul... tetaplah semut yang mudah diinjak."

"M-Monster... kamu monster..." rintih Ketua Lei dengan sisa tenaganya, sebelum akhirnya pembuluh darah di matanya pecah dan dia ambruk tak bernyawa ke tanah. Sang penguasa dunia bawah tanah Jiangnan tewas hanya karena aura tekanan Fang Yuan!

Gao Hongda dan Gao Yang menyaksikan pemandangan itu dengan akal sehat yang hampir gila. Seratus orang bersenjata lengkap, pasukan terkuat yang mereka banggakan, hancur lebur dan tewas bergelimpangan dalam waktu kurang dari satu menit tanpa ada satu pun dari mereka yang berhasil mengayunkan senjata!

"F-Fang Yuan... Tuan Muda Fang! Ampun!" Gao Hongda langsung menjatuhkan dirinya, bersujud dengan kepala menghantam aspal jalanan berkali-kali hingga berdarah. Harga diri, kekayaan, dan statusnya sebagai konglomerat properti runtuh total digantikan oleh insting bertahan hidup yang primitif. "Saya salah! Keluarga Gao bersedia menyerahkan seluruh aset perusahaan kami kepada Anda! Tolong biarkan kami hidup!"

Gao Yang di sampingnya sudah menangis histeris dengan celana yang basah kuyup, memegangi kaki jas almamater Fang Yuan dengan tangan gemetar. "Fang Yuan... tolong kasihanilah aku... aku tidak akan berani lagi... hiks..."

Fang Yuan menatap kedua ayah dan anak itu dengan pandangan dingin yang kosong dari atas ketinggian.

"Aku sudah memberimu kesempatan semalam untuk menyiapkan sepuluh peti mati," ucap Fang Yuan datar, suaranya terdengar bagai vonis dari malaikat maut. "Tapi karena kamu memilih membawa pasukan ini... maka peti mati itu tidak diperlukan lagi. Karena abu kalian... akan langsung ditiup angin gunung pagi ini."

Fang Yuan mengangkat tangan kanannya, lalu menjentikkan jarinya dengan malas.

*Ting!*

*Api Jiwa Cangqiong* berwarna biru keperakan langsung berkobar dari bawah kaki Gao Hongda dan Gao Yang. Hanya dalam hitungan dua detik, jeritan histeris mereka lenyap digantikan oleh suara gemertak api yang membakar tubuh mereka hingga menjadi debu murni yang terbang tertiup angin pagi, tanpa menyisakan sepotong tulang pun.

Setelah badai debu mereda, kaki Gunung Jiangnan kembali menjadi sunyi dan bersih seolah-olah tidak pernah terjadi pembantaian massal di tempat itu.

Fang Yuan membalikkan badannya, menatap ke arah matahari pagi yang kini sudah bersinar terang di ufuk timur dengan tangan di dalam saku celananya.

"Keluarga Gao sudah musnah," gumam Fang Yuan, senyum nakalnya kembali terukir di wajah tampannya yang sempurna. "Selanjutnya... saatnya membuat seluruh Provinsi berlutut di bawah kakiku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!