1
Ninda seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku akhir sekolah menengah. Namun dia terpaksa
menikah. Karena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Husnel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Canggung
Istri Kecil Tuan Muda
Faris menelpon Victor, sang asistennya.....
" Victor!. Kamu cari tau. Temannya istri ku yang bernama Arya. Dia satu sekolah! " Perintah nya tegas.
" Ya. Baik bos! " Jawab Victor mantap. Dia berpikir panjang tentang bosnya. Sepertinya bosnya itu benar jatuh cinta. Pikirnya sambil senyum-senyum sendiri.
Sementara Ninda, masih bercerita panjang dengan mertuanya itu.
"Ninda!. Setelah ujian kamu selesai, kita adakan pesta ya.? Mama ingin memperkenalkan kamu dengan kolega mama, sebab teman mama tuh selalu ngejar Faris untuk jadikan mantu. Kalau kalian sudah resepsi! Jadi nggak ada lagi yang ganggu." Uraian mama Viona panjang lebar.
Ninda hanya tersenyum dia kurang paham masalah kolega yang di maksud mama mertuanya.! " Aku mana bagusnya saja ma, gimana dengan Mas Faris.?" Tanya Ninda hati-hati. Dia takut ucapannya tidak di sukai mama mertuanya.
" Kalau papa rasa. Faris menyetujui nya nak!. Oh ya kapan siap ujiannya nak? Tanya Papa Bram yang dari tadi hanya nonton saja mereka bicara.
Faris turun ke bawah. Setelah kerjaannya selesai, sementara bibi sudah sibuk dari tadi, menyiapkan makan malam mereka.
"Kita makan dulu, nanti kita lanjutkan setelah makan." Ucapan mama Viona, " Ayok nak.!" ;Yang banyak makannya.. Agar tubuhmu sedikit berisi. Dan bagus untuk pakai baju pengantinnya.
Ninda tersedak mendengar ucapan mertuanya. Mertuanya orangnya suka bicara terus terang. Ninda menjadi canggung sendiri.
Faris segera memberikan minuman pada Ninda, hingga papanya jadi tersenyum melihat perubahan anaknya.
Kemaren, pas nikah. Anaknya itu mati-matian menolak, untuk tidak mau menikahi gadis dari anak orang yang di tabrak nya.
Hari ini, anaknya. Sangat perhatian. "Papa senang! Kamu sudah banyak berubah. Moga ke depannya makin baik dan bertanggung jawab." Sarkas papa Bram.
"Iya deh pa. Aku janji! Akan aku jaga istri ku dengan baik!. " Jawabnya Faris santai.
Ninda menunduk malu. Dia jadi bahan perbincangan, ia risih sendiri dan dan malu. Ingin rasanya dia pergi dari ruangan itu.
Kedua orang tua tersebut pun pulang ke rumahnya. Ninda dan suaminya, mengantar ke depan pintu.
" Ingat ya, kamu jangan sampai kau sakiti menantuku! Ancam mamanya sebelum pulang.
' iya ma......... Tenang saja, aku paling ngasih cucu buat mana saja setelah ini! " Jawab Faris yang membuat mata Ninda terbelalak.
" Oh. Kalau itu memang mama mau, mama ingin kalian kasih kami cucu segera. " .perintah mamanya yang sedikit mengancam.
Faris cengengesan mendengar ucapan mamanya, sementara muka Ninda sangat malu dan juga takut.
" Ayok sayang. Kita buat cucu untuk mereka. " Ajak Faris membimbing istrinya lembut dan menggoda. Setelah kepulangan orangtuanya.
Ninda terdiam kaku, tangannya dingin. "Kenapa? Kok kamu takut gitu." Tanya Faris heran lihat istrinya yang berdiri mematung.
"Tadi aku sudah bilang, aku mau fokus dulu, aku ujian mas? Ucap Ninda pelan. Dia terus mengikuti langkah suaminya ke atas.
Sampai depan pintu kamarnya. Ninda masuk di kamarnya. Faris pun mengikutinya. Ninda menoleh ke belakang heran.
" Kenapa lihat aku seperti itu, pengen ya? " Tanya. Faris menggoda.
Ninda segera ke kamar mandi, dari pada di ganggu suaminya.. Faris berteriak jengkel, karena istrinya mengacuhkan nya.
Faris tidur tengkurap. Dia Pura-pura tidur. Sementara Ninda mengambil bukunya. Dan membacanya pelan setelah melaksanakan sholat isya.
2 jam kemudian pun istirahat,, Ninda berbaring di sebelah suaminya, dia pelan-pelan naik ke kasur, dia tidak menyadari, kalau sebenarnya, .Suaminya memperhatikannya, . Dia langsung rebahan. Belum sampai mengambil posisi yang nyaman.
Tiba-tiba, tangan Faris memeluknya, tapi mata Faris terpejam. Dia ingin tau reaksi istrinya itu.
Awalnya Ninda diam, dengan pelan dia memindahkan tangan suaminya pelan.
Tapi Faris makin menguatkan pelukannya seolah orang yang mengigau. bahkan tangannya mulai meraba- raba. Ninda terkejut. Dan berteriak.
" Aw!..! Jeritan Ninda mengejutkan. Spontan Faris duduk. Melihat istrinya itu.
" Ada apa ;sayang. Kamu tuh mengagetkan aja! " Faris melotot kan matanya. Ninda bergidik takut.
"Kamu sengaja membangunkan ku, nggak usah berteriak sayang, sini aku keloni, atau kita coba satu ronde, ucap Faris menggoda....