Diana, seorang gadis bisa yang di anggap seorang Wanita malam oleh seorang pria. Gadis yang bahkan belum lama ini ia kenal. Pria bernama Andra Atmaja Wiguna berfikir jika Diana adalah wanita malam yang bahkan tidak memikirkan perasaan orang tuanya.
Tetapi saat Andra tau yang sebenarnya, pria itu malah menyatakan perasaannya dan melamar Diana untuk menjadi istrinya.
Apa yang akan terjadi?
Apakah Seorang CEO dari perusahaan terkenal bisa setia dan mencintai Diana sepenuh hati. Atau ada sesuatu yang membuatnya ingin menikahi Diana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Larangan Rafa
Dalam perjalanan pulang Diana hanya Diam tanpa bicara apapun. Kanaya dan Kirana sejak tadi juga hanya saling menatap. Mereka tau jika masalalu Diana cukup buruk. setiap kali Diana bersikap seperti ini Kanaya dan Kirana hanya membiarkan tanpa ingin mengganggu nya.
"Kalian hati-hati ya, kalau udah nyampek langsung kirim pesan." ucap Kirana.
Diana dan Kanaya mengangguk, setelah Kirana masuk ke dalam rumah barulah Kanaya memacu mobilnya menuju rumah Diana.
Di Pertengahan jalan Kanaya mendapa telpon dari Rafa. Demi keselamatan, Kanaya pun menepikan mobilnya.
Diana yang berada di sebelah Kanaya menoleh." Ada apa Kay?" tanya Diana
"Abang gue nelpon Di, gue angkat dulu ya." jawab Kanaya
"Hmm."
" Ya bang kenapa?" tanya Kanaya
"Kamu di mana Nay?"
"Naya lagi di jalan bang, mau nganter Diana pulang" Jawab Kanya
"Kamu anter Diana dulu, lalu kamu susul kakak disini. sekarang Kakak lagi di rumah sakit."
"Abang di rumah sakit, kenapa bang. Apa yang terjadi?" tanya Kanaya panik.
"Gak usah banyak tanya, Kamu buruan kesini. Tapi hati-hati jangan ngebut-ngebut."
"Iya Bang, Naya langsung kesana."
Setelah panggilan berakhir Kanaya langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
"Abang kamu masuk rumah sakit? kenapa Nay?" tanya Diana
"Gak tau Di, kita langsung kesana ya. Lo gak apa-apa kan Di?"
"Gak apa-apa kok, ini lebih penting." ujar Diana
Mobil Kanaya masuk ke kawasan rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya Kanaya dan Diana segera mencari kamar yang di tunjukan oleh Rafa tadi lewat pesan. Tetapi Diana menyuruh Kanaya lebih dulu karena ia ingin ke toilet.
"Bang, ada apa ? siapa yang masuk rumah sakit?" tanya Kanaya saat melihat Rafa duduk di depan pintu ruang VIP
"Mama." jawab Rafa.
"Mama? mama kenapa Bang, sekarang Mama mana?" tanya Kanaya cepat. Ia sangat terkejut saat kakaknya mengatakan jika Mamanya lah yang masuk rumah sakit.
"Ada di dalam, Mama udah di tangani dokter dan sekarang lagi tidur." jawab Rafa
"Kamu Nay, kakak kan udah bilang. kalau kakak belum pulang dari kantor kamu jangan tinggalin mama sendiri. Meskipun Mbk jum ada, tapi setidaknya kamu juga mikiran kondisi mama dong." ujar Andra.
Kanaya menunduk, ia tau jika dirinya salah.
"Kak Rafa, gimana keadaan tante Sandra?' tanya Diana saat ia baru menyusul Kanaya.
Rafa terkejut melihat kehadiran Diana. Karena Rafa sudah menyuruh Kanaya untuk mengantar Diana terlebih dulu sebelum kesini.
"Nay, kakak kan sudah bilang untuk mengantar Diana dulu. Kenapa dia malah ikut kesini. Gimana kalau orang tuanya nyariin." ucap Rafa kesal.
"Gak masalah kak, tidak akan ada yang nyariin aku. Jadi kakak tidak usah khawatir." ucap Diana
"Jadi karena tidak akan ada yang akan mencari, kamu bisa seenaknya keluyuran malam- malam, begitu. Setidaknya kamu menghargai orang tua kamu yang mungkin khawatir, bukan malah menganggap semua sepele dan tidak berarti." ujar Rafa kesal.
"Bukan begitu maksud saya kak. saya-
"Tidak usah membela diri. Kamu itu seperti wanita malam yang tidak pernah memikirkan apapun."
Diana terkejut mendengar ucapan Andra. Ia merasa sesak karen disamakan dengan wanita malam.
"Bang, Abang kok ngomong gitu ke Diana. Gak baik tau bang bicara seperti itu." Kanaya kesal mendengar ucapan Rafa kepada sahabatnya.
"Terus kakak harus bilang apa, Kamu kan udah kakak peringatkan, kalu cari teman itu yang baik. bulan teman yang tidak perduli dengan kekhawatiran orang tuanya." balas Andra
Diana yang sudah tidak tahan langsung menampar wajah Andra dengan keras.
Diana mengancungkan jari telunjuknya ke wajah Rafa lalu berkata.
"Tuan Rafa yang terhormat, jika anda tidak mengenal saya dan keluarga saya, setidaknya anda tidak asal bicara.Mungkin saya memang miskin, tidak pantas bergaul dengan Anda atau adik Anda yang kaya. tapi uang yang saya dapatkan tidak pernah sekalipun dari hasil menjual diri." ucap Diana tegas.
Diana beralih ke Kanaya. "Maaf Nay, gue gak bisa di gini'in. gue pulang. " Diana pamit lalu pergi begitu saja. meskipun Kanaya berteriak memanggil Diana sekuat tenaga tapi Diana tak menoleh sedikit pun.
"Abang keterlaluan banget sih." ucap Kanaya sambil menatap Andra kesal.
"Kakak tidak perduli, mulai hari ini kamu jangan pernah menemui wanita itu lagi." bentak Rafa.
"Tapi bang, Diana tidak seperti yang abang fikirkan." Kanaya mulai mendebat
"Jangan berdebat dengan kakak Nay.Kamu tau kakak tidak suka di bantah." ujar Andra
Kanaya mendengus kesal lalu mengentakan kakinya masuk ke dalam ruangan Sandra. Tidak ada yang bisa di Pikirkan Kanaya kali ini, ia benar-benar khawatir dengan Diana.
DALAM PROSES REVISI🙏
Lanjut thor