Assalamualaikum,di baca yuk!
Muhammad Khalid Juhair♡
"Ku titipkan cinta ini hanya pada-Mu,jagalah hatiku dan hatinya dari rasa kecewa,hingga waktu itu tiba.Persatukanlah kami dalam restu dan Ridho-Mu."
Khulaifah Sabira Nur Baiti Shalihah♡
"Cinta kita adalah yang terbaik karena imanku bertambah.Kau membantuku di dunia,dan karena itu aku ingin kembali bertemu denganmu di surga."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ula_Ula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Naina
"Cukup,ayok Khula kita pergi."Naina kesal.
"Mau kemana?kamu takut dengan saya?"Ucap Robiah tiba2.
"Astagfirullah Robiah,lupakan Khalid laki2 masih banyak kalau dia bukan jodoh kamu yaudah ikhlas kamu ini kan pasti ilmu agamanya lebih kuat dari pada aku seharusnya kamu tahu."Ucap Naina lalu pergi menggandeng tangan Khula.
setelah jauh,Naina berhenti sebentar.
"Mbak,nggak papa?"tanya Khula.
"Nggak papa kok lagian Robiah kan emang gitu."Naina tersenyum tapi tak terlihat oleh Khula karena terhalang cadar.
"Tapi mbak Naina bisa aja bilang kalau mbak itu kakaknya Ustadz Khalid."
"Hmm gimana ya..."
"Gimana apanya?"Khula bingung.
"Nggak deh,biarin aja Robiah ngira mbak istri Khalid biar nggak penasaran lagi dia."
"Eh iya..."Khula canggung.
"Oh iya Khula Khalid galak ya,katanya galak."
"Nggak tahu sih mbak,sama aku nggak pernah galak soalnya pake manggil segala habibati lagi..."Khula keceplosan,padahal itu rahasia mereka bertiga bersama Ridwan.
"Astagfirullah Khula bibir mu minta di lakban biar nggak asal ceplas ceplos."batin Khula merasa malu.
"haha kamu nggak negur?"
"udah tapi tetap aja masih..."
"Ya Khalid emang gitu apalagi sama istrinya."
"ke Istrinya Ustadz Khalid emang kayak apa?"tanya Khula penasaran.
"Ya hmm mbak nggak tahu deh,Khalid nggak pernah bahas masalah pribadi."
"Uuu..."
____
Naina sudah pulang,Azka menjemputnya.
"jaga baik2 istri kamu,kayaknya bakal ada masalah kalau sampe ada yang tahu kalau Khula istri kamu."
"Iya mbak,In Syaa Allah Khalid bakal jaga Khula dengan baik."
setelah mengantarkan mbak nya pulang Khalid kembali ke rumahnya.
menyalakan video yang pernah dikirim adik iparnya Ridwan,video itu menjadi candu untuk Khalid.
(kalau cerita ini rame,video Khula nyanyi bakal di post In Syaa Allah).
Di sisi lain.
Ridwan sedang bersama Ikhsan di kamarnya di asrama putra.
"Kakak kamu Khula kan?"tanya Ikhsan.
"Iya..."
"Cantik ya,boleh dong aku deketin."Ucap Ikhsan.
"Nggak,nggak boleh!"Ridwan menolak mentah2.
"Lah kenapa?apa kakak kamu udah punya pacar?"
"nggak punya pacar,...tapi tetap aja nggak boleh."
"idih iya iya galak amat."
Ridwan mendengus kesal,kalau sampai temannya itu berani abis dia di tangan Khalid.
___
Hari ini Khula bersama Umi Anisa sedang ke warung depan ponpes untuk membeli barang yang di perlukan.
Saat sedang menunggu kembalian,tiba2 ada Ricky yang langsung menyapa Khula.
"Khula!!!"panggil Ricky.
Khula terkejut karena Ricky,"Apa yang kamu butuhkan?!kamu jangan mengganggu ku!"Khula penuh penekanan.
Ricky semakin mendekat,Umi Anisa bingung,"Umi maaf ya sebelumnya saya izin bicara dulu dengan pengganggu ini."
"Iya neng,jangan lama2 ya malu di lihat orang."bisik Umi Anisa.
"Iya Umi."
"Khula aku kangen banget loh sama kamu."
"diam,kamu ganggu mulu,ngapain kamu kesini?"tanya Khula menahan kesalnya.
"Aku mau ketemu kamu lah apalagi."
"Pulang jangan ganggu aku,untuk apa,berani sekali kamu datang."Khula mendengus kesal.
"Apa kamu tahu,aku merindukanmu..."lirih Ricky.
"Diam Ricky,kamu tahu kita nggak ada hubungan,tolong jangan ganggu aku."
Ustadz Khalid yang baru ingin masuk ke lingkungan pesantren melihat itu semua dan menghampiri Khula dan Ricky.
"Assalamualaikum,ada apa ini Khula?"terlihat rahang Khalid mengeras,dia sedang menahan amarahnya.
"Waalaikumsalam,pak dia teman saya ntah kenapa datang kemari."
Khalid membelakangi Khula,menghentikan pandangan Ricky yang sangat lekat pada Khula.
"Ada apa?kamu pasti yang menelfon itu kan?"
"Kenapa?itu emang saya,sekarang saya perlu bertemu dengan Khula."
"Kamu ingin bicara apa?kalau tidak penting mending kamu pergi."
"S-saya.."Ricky gugup
"cepetan pergi,jangan mengganggu santri disini cepet kamu pergi!"Khalid penuh penekanan.
Ricky berharap Khula membelanya tapi Khula malah mengangguk2 menyuruh Ricky pergi.
dengan terpaksa Ricky pergi.
"Alhamdulillah..."Khula bernafas lega.
"Apa kamu baik2 saja?"tanya Ustadz Khalid.
"Saya baik pak,terima kasih sudah membantu saya."
"ini Sudah menjadi kewajiban saya Khula,kewajiban untuk menjaga para santri disini."
"kewajiban saya karena saya suami kamu."batin Khalid.
"Aneh biasanya manggil habibati,eh Astagfirullah."Khula menyadarkan dirinya.
"Makasih ya Ustadz Khalid."Ucap Umi Anisa.
"Kami duluan ya,Assalamualaikum."Umi Anisa dan Khula pergi duluan sedangkan Khalid melihat ke arah di mana pergi nya Ricky.
berjalan sebentar Khalid menemukan Ricky di sebuah warung sedang membeli minum.
"Saya sudah duga kamu nggak bakal pulang..."
Ricky terkejut melihat Khalid ada dibelakangnya,"Eh pak Ustadz..."
"cepat kamu pulang,kamu juga harus sekolah kan,dari Jombang ke Surabaya lumayan jauh."
"tapi saya mau ketemu Khula..."
"untuk apa?apa dia memiliki hubungan dengan mu?"
"Tidak sih pak,tapi saya menyukai Khula saya merindukannya."
"buang jauh2 harapan kamu itu Ricky,jodoh udah ada yang ngatur jangan terlalu berharap pada manusia,apalagi kamu lihat Khula tak pernah merespon mu."
"T-tapi..."
"Dengarkan saya,jika sya sampe melihat kamu lagi disini saya akan mengantarkan kamu pulang secara paksa,atau saya harus memberi tahu orang tua kamu?"
"Iya iya pak saya pulang."Ricky menggendong tasnya dan pergi.
Setelah melihat Ricky benar2 pergi,hati Khalid serasa lebih tenang.
Umi Anisa melihat ada yang aneh dengan Khalid,tapi beliau membuang semua curiga nya itu.
___
Khalid baru selesai mengajar sekarang dan berpapasan dengan Ustadzah Robiah.
"Istri mu ternyata tidak sebaik diri ku."lirih Ustadzah Robiah.
"Astagfirullah,tahu dari mana kamu?"Khalid kesal.
"Kamu menyuruhnya memakai cadar pasti karena wajahnya yang tidak secantik diri ku kan..."
"Astagfirullah apa yang kamu katakan,itu kakakku Naina...berani sekali kamu menjelekkan orang lain,jangan sampai karena aku menolak mu kamu melakukan hal yang macam2 aku tak kan membiarkan itu."Tegas Khalid lalu berbalik pergi.
"Dih..."Ustadzah Robiah memutar bola matanya malas.
Khalid melangkah dengan menahan amarah,tanpa sadar dia melewati Khula begitu saja padahal biasanya Khalid selalu menyapanya.
"ada apa dengan Ustadz Khalid,biasanya dia menyapa?"batin Khula sedikit kecewa.
"Astagfirullah Khula sadar Ustadz Khalid sudah menikah."
Khalid pergi pulang ke rumahnya,meminum segelas air.
"Bismillahh..."
Setelah selesai dia mulai melakukan pekerjaan nya di tempat lain yaitu rumah sakit.
Khalid fokus sekali dengan pekerjaan di laptopnya,sedangkan Khula masih kepikiran tentang Khalid yang mendiami nya tadi.
"Apa aku ada salah?"gumam Khula.
"aaaa Astagfirullah..."Khula berteriak walau tidak kencang tapi masih terdengar.
"Apa sih berisik."Shadiya menegur Khula.
"Maaf."
"Khula kamu kenapa?"tanya Qila.
"Eh nggak papa,kaget soalnya keingat sesuatu aja sih hehe."
"Ouh oke."Qila melanjutkan kegiatannya mengerjakan tugasnya.
Khula jadi teringat dengan kedua temannya,"Amira dan Anbiya sedang apa mereka sekarang?"
"Hufhh..."Khula menghela napas kasar.
sy sdh lama buka dinoveltoon. to baru mlm ini minat bc, ternyata bagus....👍👍👍
☝ gadir & nyimak.