Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.
Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.
Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 - Kartu As
Besoknya Bruno dirumah pribadinya menonton siaran berita di ruang televisi miliknya.
Reporter berita tersebut menyiarkan secara langsung gudang milik perusahaan D&D yang sudah hangus tanpa tersisa,
"Malam tadi sebuah kebakaran terjadi di gudang besar milik salah satu perusahaan ternama bernama D&D Company.." ujar Reporter tersebut di yang melakukan siaran di depan gudang D&D.
Bruno tersenyum.
Reporter melanjutkan membaca laporan berita nya,
"Namun kepolisian menyebutkan isi gudang hanya peti-peti kargo yang berisi pita-pita pembungkus di dalam nya, tidak ada barang ataupun sesuatu yang berharga terlalu terbakar" tambah reporter televisi tersebut.
Mendengar itu Bruno Lang berhenti tersenyum dan menegakkan tubuhnya,
"Apa?? Kosong??" ujar Bruno yang menonton dengan suara yang cukup tinggi.
Bruno mengambil ponsel nya dan menelepon Vega, tak berapa lama Vega mengangkat panggilan,
"Ya, Bos..." jawab Vega tenang
"GUDANG ITU KOSONG.. TIDAK ADA BARANG PENTING ATAU DOKUMEN PENTING DI DALAM NYA YANG TERBAKAR!!" teriak Bruno lalu membanting ponselnya ke lantai.
Sementara itu jauh dari rumah pribadi Bruno tepatnya di Utara kota Drep, di halaman belakang rumah Clev,
Clev membaca koran yang memperlihatkan gambar gudang D&D miliknya di pelabuhan timur yang sudah hangus terbakar,Mira yang berada di samping Clev sedang meminum kopi,
"Berita sudah tersebar bahwa gudang yang terbakar itu kosong tidak ada apapun.." jelas Mira sambil menyesap kopinya
"Menurut mu para Mafia akan mengamuk?" lanjut Mira kemudian menaruh kopinya di meja dan bersandar di kursi lalu membuka tabletnya.
Clev tersenyum
"entahlah.." jawab Clev santai
"tapi yang pasti adalah Bruno akan marah dan para anak buahnya akan saling menyalahkan satu sama lain" jelas Clev tenang
Clev menutup koran nya,
"Sekarang kita akan bergerak.." Lalu Clev mengambil ponsel nya dan menghubungi Karen.
Tak lama,
"Ya ,Clev ??" tanya Karen mengangkat panggilan telepon dari Clev
"Bagaimana cctv di sekitar gudang?" tanya Clev,
"tim ku sudah mengamankan nya,dan saat ini tim ku sedang menyelidiki semua kejadian tadi malam bersama tim penyelidik D&D " jelas Karen
Clev tersenyum
"Pastikan orang-orang yang bekerja tadi malam diamankan semua.." ujar Clev lalu menutup sambungan telepon nya tanpa menunggu jawaban Karen.
Mira menoleh
"Jadi rencana mu ingin menuntut Bruno dengan bukti rekaman itu?" tanya Mira
Clev menggeleng
"tidak..mereka anak buah Bruno yang melakukan sabotase itu tidak akan membuka mulut bahwa Bruno di balik rencana itu" jelas Clev
"kami hanya akan memproses para anak buahnya yang melakukan sabotase secara langsung, sehingga ini akan menjadi peringatan pada semua anggota Mafia Karibia..mereka tidak akan bisa sembarangan lagi menganggu D&D mulai sekarang" tegas Clev.
Mira tersenyum
"Pintar hal itu membuat para anak buah nya Bruno akan berpikir dua kali ketiga mereka mendapatkan tugas untuk melakukan tindakan kepada D&D" jelas Mira
Mira kemudian menatap Clev
"Lalu apa selanjutnya?" tanya Mira
Clev berdiri
"Mungkin sekarang saya ingin berjalan-jalan di pusat kota.." ujar Clev lalu berjalan masuk ke dalam rumah
Mira menghela nafas dan bersandar di kursi taman belakang rumah
"Dasar.. selalu santai dan tenang" senyum Mira
Sorenya di pusat kota Drep.
Clev berjalan biasa di trotoar jalanan dengan pakaian biasa Hoodie merah tua dan celana jins hitam.
Di tengah jalan,Clev memutuskan untuk membeli kopi ke sebuah kedai.
Saat ingin masuk kedai kopi, seseorang memanggil Clev dari belakang
Clev menoleh
"Bella?" tanya Clev terkejut yang menghentikan langkahnya menuju ke dalam kedai
Bella tersenyum
"sedang berjalan-jalan?" tanya Bella
Clev langsung menghadap ke Bella,
"ya..ingin meminum kopi sore ini, kamu sendiri?" tanya Clev kepada Bella
Lalu Bella menunjuk ke arah sebuah mobil yang terlihat dijaga oleh 2 orang memakai jas ,Clev menoleh ke arah mobil itu.
"kamu pulang bekerja?" tanya Clev
Bella tersenyum sambil menggelengkan kepala
"sama sepertimu saya juga sedang menikmati udara sore hari" lalu dia kembali berjalan
"jadi senang bertemu denganmu..mungkin lain waktu kita bisa mengobrol lebih lama lagi.." lalu Bella berjalan ke arah mobilnya kemudian masuk ke kursi penumpang dan mobil nya jalan.
Clev tersenyum, Clev hampir lupa bahwa dia masih memiliki kartu As lain milik Bruno.