NovelToon NovelToon
Trauma

Trauma

Status: tamat
Genre:Teen / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: Pyrus

Sebuah cerita yang mengisahkan tentang seorang remaja yang kehilangan orang - orang yang disayanginya. Tidak ada unsur adegan dewasa.

Seorang pemudi yang trauma akan kehilangan orang tua dan orang yang dicintainya karena sebuah tragedi kecelakaan.

Nisa yang dulunya ceria sekarang menjadi dingin semenjak kecelakaan yang terjadi padanya. Sebagai penyebab kedua orang tuanya meninggal.

Berkat kehadiran temannya, Lana dan ketiga pemuda yang bersabat yaitu Aldi, Deni dan Faiz. Nisa mencoba untuk kembali ceria seperti dulu dan kehidupannya menjadi berwarna kembali.

Namun sebuah kecelakaan merenggut kembali seseorang yang Nisa cintai. Dunia Nisa seakan hancur kembali setelah pulih. Pelangi telah kehilangan satu warnanya. Membuat hari hari Nisa yang hangat kembali hampa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pyrus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putus

“Sayang… itu bukannya si Adel ya?” tanya Deni pada Sintya.

“Mana sih yang…” tanya balik Sintya.

Deni menunjuk ke arah meja dekat kaca dimana dua pemuda – pemudi yang sedang makan. Deni penasaran dengan apa dilihatnya. Apakah benar Adel pacar Faiz sahabatnya, teman sekolahnya?

Deni mencoba mendekat dengan pemuda – pemudi itu untuk memastikannya. Karena meja yang ditempatinya dengan Sintya terletak cukup jauh.

“Bentar ya sayang, aku mau mastiin dia Adel apa bukan.” Kata Deni.

“Udah ah jangan ngurusin hubungan orang lain sayang.” Larang Sintya

Deni tidak menanggapi larangan dari Sintya pacarnya. Dia tidak ingin kalau sahabatnya sampai dibohongi oleh Adel.

Dia mulai mendekat. Ternyata dugaannya benar. Wanita itu adalah Adel. “Kenapa adel makan dengan cowok lain disini. Mana pake suap – suapan segala.” Batin Deni.

Tak basa basi, Deni mengeluarkan ponselnya dan memotret Adel untuk nanti diberitahukan ke Faiz. Deni kembali ke meja awal tempatnya bersama Sintya. Namun Sintya sudah tidak ada di sana. Deni ditinggalkan Sintya begitu saja.

Sintya memang seperti itu kalau sedang menghabiskan waktu dengan Deni. Dia tidak ingin ada sesuatu yang mengganggunya. Apalagi mengurusi hubungan orang lain. Dia lebih baik memilih pulang dan meninggalkan Deni. Namun, rasa sayang Sintya kepada Deni sudah tidak diragukan lagi. Kadang – kadang, Sintya pun menjadi protektif kepada Deni.

“Yah… Sintya pasti ngambek nih.” Gerutu Deni yang ditinggalkan Sintya.

Deni yang paham dengan sikap pacarnya itu dengan segera mengirim pesan.

Deni :

Sayang. Kamu marah ya?

Jangan marah dong sayang. Hehehe

Sintya :

Hemmm

Deni :

Udah gitu doang?

Sekarang di mana?

Sintya :

Otw pulang!

Deni :

Yahhh..

Yaudah deh. See u sayangggg. I love uuuuu

Deni tahu bahwa Sintya tidak akan sanggup marah lama – lama. Palingan besok sudah mencarinya lagi. Hehehe

Setelah menghabiskan makanannya Deni tidak langsung pulang, tapi dia mampir ke rumah Faiz untuk memberitahukan hal tadi kepada Faiz.

Tok… tok… tokkk…

“Faizzzz… Faiz Pradanaaa!!!!” teriak Deni.

Faiz tahu yang datang adalah Deni. Dia tak akan salah mengenali suara Deni, karena Deni adalah teman masa kecil Faiz. Walaupun sekarang Faiz jarang bergaul dengannya saat di sekolah, tapi hubungan mereka masih baik - baik saja sampai sekarang.

“Ngapain lo malem – malem kesini Den?” tanya Faiz.

“Yaelah gini amat punya temen. Gaboleh nih gue main ke rumah lo? Gue kangen main kesini. Hehehe” timpal Deni ke Faiz.

“Ya bukan gitu Den.

Yaudah ayok masuk. Ke kamar gue aja ya.”

Di dalam kamar Faiz, Deni mengenang masa dimana dia dulu sering tidur bareng dengan Faiz dan Aldi. Bercanda bersama dan membuat PR bersama. Deni berbaring di kasur empuk Faiz sedangkan Faiz baru sampai di kamarnya karena dia mengambil minum dan cemilan dulu untuk Deni.

Deni menatap lama Faiz yang duduk di kuris belajar. Faiz yang menyadari itu merasa geli dengan sikap Deni padanya.

“Ngapain lo lihat – lihat gue? Jangan – jangan lo naksir ya sama gue. Inget Den, Lo udah punya Sintya.” Gurau Faiz sambil mengusap wajah Deni.

“Anj***, gue masih normal kali. Masa gue berpaling dari Sintya yang manis ke elo yang brengsek ini. Hehehe.” Cengir Deni ngeledek Faiz.

“Jadi lo kesini Cuma mau ngeledek gue nih?” tanya Faiz sambil bergurau mau memukul Deni.

“Iz… Tadi waktu gue sama Sintya lagi makan lihat Adel sama cowok lain.” Deni mengatakannya dengan serius.

“Lo pasti salah lihat itu Den.” Jawab Faiz tidak percaya.

Deni memperlihatkan foto yang ada di ponselnya kepada Faiz. Faiz melihat seksama dengan apa yang diberikan Deni.

“Anj***, ini Angga Den.

Ngapain dia masih ngedeketin Adel?” Marah Faiz.

“Angga siapa Iz?” tanya Deni penasaran.

“Dia anak sekolah SMA6. Berani – beraninya dia ngedeketin Adel lagi.” Faiz sekarang mengepalkan tangannya.

Melihat Faiz yang marah, Deni segera menenangkannya. Dia tidak ingin hal dulu terjadi lagi. Walaupun Deni tidak mengenal Angga, dia tetap saja khawatir dengan Faiz akan berbuat yang tidak – tidak kepada Angga.

“Udah lo tenang dulu Iz. Mending besok lo tanya baik – baik ke Angga. Terus nanti konfirmasiin ke Adel kebenarannya seperti apa.” Kata Deni menasehati Faiz.

***

Hari ini sebelum berangkat ke sekolah, Deni menemani Faiz untuk pergi ke SMA6.

“Akhirnya lo berangkat juga.” Kata Faiz sinis.

Angga yang melihat Faiz di depan gerbang sekolahnya heran dengan sambutan wajah sinis yang dia terima di pagi – pagi buta begini.

Faiz mendekat ke arah Angga. Sangat dekat seperti orang mau duel.

“Lo ngapain masih deket – deket sama Adel?” tanya Faiz tajam ke Angga.

Angga tertawa dengan pertanyaan Faiz, “lo denger… Adel itu sekarang udah menjadi pacar gue. Jadi harusnya gue yang marah ke elo. Ngapain lo masih deket sama Adel ha?”

Faiz yang mendengar jawaban Angga semakin marah. Dia memukul Angga.

“Anj***, lo genger ya. Gue itu masih pacaran sama Adel. Belum putus sama Adel.” Faiz meninggikan suaranya.

Faiz memegang kerah seragam angga. Dia yang hendak melayangkan pukulan lagi ke arah Angga di hentikan oleh Deni.

“Udah Iz. Nanti anak anak sekolah pada lihatin ke arah lo.” Deni merangkul Faiz dari belakang dan menjauh agar tidak memukul Angga lagi.

“Inget lo. Adel masih pacar gue.” Tunjuk Faiz memperingatkan Angga sebelum dia dan Deni pergi.

Angga tak takut dengan peringatan Faiz. Karena dia memang sudah berniat untuk merebut Adel dari Faiz.

Angga memang sudah menyukai Adel sebelum Faiz mengenal Adel. Tetapi Adel lebih memilih Faiz ketimbang dirinya. Namun sekarang berbeda, Adel sepertinya tidak benar – benar mencintai Faiz.

Setelah Faiz sampai di kelas, dia membuang tasnya ke mejanya dan segera pergi ke kelas Adel.

Adel yang melihat Faiz merasa bahagia, pagi – pagi sudah menemui dirinya.

“Kenapa beb, pagi – pagi kok udah kesini. Pasti kangen ya?” tanya Adel centil.

Faiz tidak peduli dengan apa yang ditanyakan Adel kepadanya. Dia menggandeng kasar tangan Adel menuju ke tempat yang sepi agar anak - anak lain tidak melihatnya.

Adel yang tidak mengerti akan sikap Faiz hanya bisa mengikuti langkah cepat Faiz. Tak biasanya Faiz bersikap kasar begini kepada Adel, walaupun Faiz terkenal suka berantem di sekolah. Tapi tak sekalipun bersikap kasar kepada Adel.

Faiz berhenti, yang membuat Adel juga ikut berhenti.

“Aduh beb. Sakit tangan aku kamu tarik tarik begitu.” Keluh Adel sambil memegangi tangannya yang terasa panas.

“Jujur sama aku, kamu pacaran kan sama Angga?” tanya Faiz tanpa basa - basi.

Adel sekarang hanya diam saja, tidak menjawab pertanyaan Faiz.

“Jawab Del. Jangan diem aja. Sejam kapan kamu pacaran sama Angga?”

“emmm… semenjak….” Jawab Adel dengan ketakutan.

“Tega kamu Del udah khianatin aku. Sekarang aku mau kita putus!”

Adel kaget. Dia tak menyangka bahwa Faiz bisa memutuskannya segampang itu.

“Iz… aku bisa jelasin semuanya Iz.

Faizz…. Aku bisa jelasin.

Aku nggamau putus sama kamu!” Teriak Adel kepada Faiz yang sudah pergi meninggalkannya.

Faiz tidak menggubris Adel. Dia dengan segera pergi ke kelas mengambil tasnya. Menaiki motornya dan pergi meninggalkan sekolah begitu saja.

Faiz merasa membutuhkan ketenangan. Kemudian dia melajukan motornya ke sebuah danau di tengah kota. Danau itu adalah tempat favoritenya dan teman – temannya dulu.

1
mama yogi
Nisa nya terlalu di buat lembek
ANAA K
Boomlike mendarat mulus ka😉👍🏾
ANAA K
Keren
ANAA K
The best👍🏾
ANAA K
Wah keren👍🏾
ANAA K
Semangat selalu👍🏾
ANAA K
Aku mendukungmu kak👍🏾
ANAA K
Semangat yah kak
ANAA K
Boomlike hadir thor👋🏾 jangan lupa mampir yah😉🙏🏿 mari kita saling mendukung👍🏾😉
ANAA K
Semangat yah🙏🏿
ANAA K
Lanjut thor👍🏾 ceritanya keren😉👍🏾
ANAA K
Semangat yah thor😉👍🏾
ANAA K
Semangat thor. Aku mendukungmu thor😉👍🏾
Fania kurnia Dewi
mampir thor
Santai Dyah
lnjut thor salam kenal dari Kabut cinta
Rini Haryati
teimakasih
Rini Haryati
bagus
Ummi Islah
sad bangettt thor😢😢😢😢
TickleStar
Ceritanya menarik, nih! Boleh kali thor dilanjut?
Daisy Louise
Ceritanya bagus, kok, thor. Jangan lupa perhatiin tanda baca ya, hehe.. Fighting fighting kakak author‾
Pyrus: Terima kasih 😉
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!