NovelToon NovelToon
Menikahi Sahabat Papa

Menikahi Sahabat Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nandira

Aku tak mempunyai daya ketika Papa yang terbaring sakit mempunyai permintaan terakhir. Aku harus menikah dengan sahabat papa atas kemauan terakhir papa. Tidak mungkin aku menolak permintaan orangtuaku satu satunya.

Apakah aku akan bahagia hidup dengan sahabat papa? Jangan lupa baca novel ini,nantikan terus update cerita setiap harinya.

jangan lupa juga baca novel "Cinta dan Sahabat" Selamat membaca reader's semoga kalian suka dengan karya karyaku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nandira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 // Meneruskan Pendidikan

Malam pun tiba Gustaf yang selesai membersihkan badannya segera naik ke atas ranjang. Dia melihat Vanly mengutak-atik ponselnya.

"Sayang" Sapa Gustaf dengan tersenyum

Vanly melihat ke arah suaminya. Gustaf seperti ingin mengatakan sesuatu padanya.

Apakah tentang kejadian tadi pagi?

Gustaf pun memulai pembicaraan

"Sayang, dulu aku dengar dari Bams bahwa kamu sering masuk jajaran top tiga di kelas. Apakah tidak sayang jika kamu gak melanjutkan pendidikan?"

"Ehm.. Sebenarnya aku ingin mas, tapi sekarang posisinya berbeda. Aku sudah menjadi seorang istri, aku mempunyai tanggung jawab besar padamu dan rumah ini. Mana mungkin aku bisa melanjutkan pendidikan." Jawab Vanly serius.

"Jika aku izinkan meneruskan pendidikan, Apakah kamu mau Van?" tanya Gustaf.

Vanly pun mengangguk kan kepalanya tanda ia setuju. Baginya pendidikan itu sangatlah penting. Sebenarnya ketika Bams belum jatuh sakit, Vanly hendak melanjutkan pendidikannya di Universitas favorite, namun takdir berkata lain. Bams jatuh sakit hingga di akhir hayatnya Bams memintanya untuk menikah di usia muda.

"Lanjutkanlah pendidikan mu, aku akan membiayainya." Ucap Gustaf singkat.

Mata Vanly langsung berkaca-kaca, impiannya untuk melanjutkan pendidikan dikabulkan Tuhan melalui suaminya. Gustaf memegang tangan Vanly dan mencoba memberinya pengertian.

"Pendidikan itu penting, kamu istriku suatu saat akan melahirkan anak-anakku, Pendidikan pertama yang di dapat oleh anak ialah dari ibunya. Jika ibunya cerdas anak kita juga cerdas, jadi kamu harus melanjutkan pendidikanmu agar kamu mampu mendidik anak kita jadi orang yang kuat, jujur, dan cerdas"

Vanly terharu dengan ucapan Gustaf. Suaminya begitu dewasa. Gustaf kembali memulai pembicaraan.

"Tapi, Jika suatu saat kamu hamil aku hanya mengizinkanmu untuk pergi ke kampus hingga usia kandungan tujuh bulan, setelah itu kamu kuliah online saja sampai anak kita berumur tiga bulan."

Vanly gemetar mendengar perkataan Gustaf. Apakah dia benar-benar menginginkan anak secepat ini? Bahkan Vanly sangat tidak siap untuk mempunyai anak. Dia merasa masih sangat muda untuk menjadi seorang ibu.

"Bagaimana Van, apakah kamu setuju?" tanya Gustaf membuyarkan Pikiran Vanly yang sedang berjalan-jalan memikirkan pernyataan suaminya.

"Ehm.. Baiklah." Jawab Vanly lirih.

Setidaknya Vanly bisa melanjutkan pendidikannya, masalah hamil itukan Tuhan yang mengatur, jika memang dia diberi kepercayaan untuk memiliki anak secepatnya maka dia harus bersyukur, jika Tuhan belum memberinya kepercayaan untuk memiliki anak dia harus berterimakasih karena Tuhan melancarkan pendidikannya.

Waktu semakin larut, Gustaf mulai menguap, ia berpamitan untuk tidur terlebih dahulu. Sedangkan Vanly masih terngiang-ngiang dengan ucapan suaminya itu.

Vanly susah tidur malam ini. Dia membolak balikkan tubuhnya. Goncangan di ranjang akibat ulah Vanly membuat Gustaf terbangun dari tidurnya.

"Sayang, kok belum tidur?" tanya Gustaf sambil mengucek matanya

"Gatau mas dari tadi dibuat merem gak bisa." Jawab Vanly sembari mengerucutkan bibir mungilnya.

Gustaf segera memeluk Vanly dan mencium pucuk kepalanya. Gustaf berharap dengan sikapnya ini mampu membuat Vanly tidur malam ini. Ketika Vanly mulai memejamkan matanya tiba-tiba suara ponsel Gustaf berbunyi.

Drtt.. drtt.. drrtt..

"Siapa yang mengirimi pesan ke Mas Gustaf tengah malam begini?" Tanya Vanly didalam hati.

Gustaf yang mendengar suara ponsel nya berbunyi segera mengeceknya. Ternyata setelah di cek, Anita lah yang telah mengirimkan pesan kepadanya. Gustaf segera mematikan ponselnya, agar Anita tidak mengganggunya.

Disisi lain, Vanly melihat Gustaf bersikap aneh, sangat jarang Gustaf mematikan ponselnya karena ia sangat tau bahwa ponsel sangat penting bagi suaminya, karena jika ada urusan mendadak asisten Jun pasti akan mengabarinya lewat ponsel. Namun, Vanly mencoba berpikir positif.

hai guys!

author lagi bingung cari ide nih,

makanya agak belibet bahasanya,

maaf kalo belum bisa memuaskan kalian semua,

author akan berusaha memperbaiki nya⭐

1
Qaisaa Nazarudin
Aku suka peran lelaki/Suami kek Gustaf,Biasanya di novel2 lain kalo si Mantan dtg lagi pasti akan disambut dgn baik,sampai sanggup menghianatin istri,Selingkuh sampai melakukan hubungan badan dgn badan,setelah itu nikah diam2 dgn mantan,Padahal dulu si Mantan yg sudah meninggalkan nya dan berselingkuh,Heran aku dgn lelaki Nodoh kek gitu,.
Qaisaa Nazarudin
Nah gitu dong,mending jujur aja,dari isteri mu mendengar dr mulut orang lain..
Qaisaa Nazarudin
Tapi ya gak gitu juga,Vanly bukannya selingkuh di belakang Gustaf,Cumannsalah posisi tidur aja,Juga kenapa bukan Gustaf yg duduk di sebelah Vanly..Umur boleh tua,tapi ego kayak anak abg..
Qaisaa Nazarudin
Terlalu lebay menurutku,Salah posisi tidur jyga di permesalahkan,Udah tau diri itu posesif kenapa bukan kamu yg duduk disebelah isteri kamu,Vanly juga terlalu banyak mengalah..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Bukannya salah kamu Van..Sesiapa saja yg berada di posisi kamu akan melakukan hal yg sama,malah lebih lg,Salahnya lakik kamu sendiri yg gak jujur,Dari awal mereka ketemu juga sikapnya Gistaf sudah mencuriga kan,chatnya juga marah saat kamu bukak hp nya,Siapa juga yg g marah coba...ckck..
Qaisaa Nazarudin
Wanita dewasa sekitar 30 han,Satu skolahndgn Gustaf dan sahabat,Berarti tuh cewek juga udah tua ya,Tapi masih ganjen aja,malu maluin...
Qaisaa Nazarudin
Gila nih cewek,,Sudah punya lakik dan anak juga, Gustaf harusnya jujur aja kalo kamu udah punya istri,biar g di ganggu lg blokir aja,Nih cewek apa suaminya gak perhatiin sikap istrinya..ckck..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok gitu? Dengan kedatangan Mantan,Gustafnlangsung berubah.. Ciihh lelaki semuanya sama,Manis saat belum mendapatkan jak jya saja,Setelah dapat di campakkan..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok udah jebol belum gawangnya..??
Qaisaa Nazarudin
Apakah Gustav emang udah suka Vanly dari dulu? Soalnya udah 38 tahun juga,tapi belum menikah,Apa emang dia menunggu Vanly..🤔🤔🤔
kafamudiya '80
bagus banget... ceritanya...
baca cerita ini, kangen suami.....
kafamudiya '80
nggak hamil jiga suami tetep manjain... 😁
Rini Maryani
lanjut
A Z I Z A H
kapan dilanjutkan ceritanya
Atiek Rahmawati
Kompres demam pakai air hangat, bukan air es
Erna Fadhilah
kok blm lanjut ",,,, apa udah tamat thor,,,, kok sedikit banget siiiii,,, padahal ceritanya bagus thor aku suka
Erna Fadhilah
ibunya asisten jun kok di tinggal sendiri thor??? kan kasihan dia sendirian
Erna Fadhilah
semoga mas gustaf ga kecelakaan 🤲🤲🤲di pesawat itu
Erna Fadhilah
sayang sama istri kok jarang tlp,,, kan krng pas,,,so'alnya kan berjauhan
Erna Fadhilah
kok visualnya mas gustaf aja,, yg lain mana???🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!