Luna Maheswari. Wanita muda yatim piatu, Luna terlahir dari keluarga yang sederhana. Tepat pada saat Luna berusia 18 tahun dia kehilangan kedua orang tuanya. Luna harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri, dengan menjadi karyawan di salah satu Toko Kue yang lumayan terkenal di Ibu Kota. Pada saat berusia 20 Tahun Luna menikah dengan pria yang di cintainya,kini umur pernikahan Luna dan suaminya sudah menginjak usia ke 3 Tahun.Bukan hal yang mudah untuk memperjuangkan rumah tangga-nya hingga ke tahap ini.Banyak sekali kerikil-kerikil yang harus Luna lalui di dalam rumah tangga-nya, air mata , kesabaran dan pengorbanan menjadi hal yang biasa bagi Luna demi mempertahankan pernikahannya.Namun kadang kala di masa depan Luna harus mengambil keputusan demi dirinya sendiri kan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Firasat
Rama terkejut mendengar seseorang berteriak padanya,pria itu menoleh ke tempat dimana suara itu berasal.Melihat kedatangan Mamanya,membuat hati Rama semakin kacau.Dia yakin kedatangan Mamanya memintanya untuk menceraikan istrinya,dan membuatnya menikahi Anggel.Rama memang masih mencintai Anggel,saat melihat wanita itu kembali.Namun untuk saat ini dia belum berniat menceraikan Luna,wanita yang mengisi hidupnya selama 3 Tahun ini.
Rumah tangga mereka memang tidak mulus dan tidak selalu baik-baik saja,tapi pada kenyataannya Luna tidak banyak menuntut banyak hal,justru Rama sangat tau istrinya itu selalu mencoba mengalah dalam banyak hal.Karna itulah Rama tidak mengiginkan berpisah dengan istrinya.
"Dimana istrimu Rama..?" Tanya Ibu Rama tegas,sesosok wanita paruh baya itu sudah berdiri di depan Putranya.
"Dia pergi Ma.."Jawab Rama datar.
"Apa menemui selingkuhannya lagi ?"Sinis Ibu Rama,tersenyum mengejek.
"Aku yakin Luna tidak selingkuh Ma...Mama pasti keliru." Elak Rama,dalam hatinya Rama sedikit yakin jika Luna tidak akan melakukannya.
Dia yang paling tau bagaimana istrinya itu,tapi walaupun begitu.Masih terdapat keraguan di sebagian hatinya,setiap omongan Ibunya Rama selalu mempercayainya.Tidak peduli bagaimana kebenarannya akan seperti apa.
"Kau meragukan Mama ? jika istrimu tidak menghianatimu..Maka dia tidak akan meninggalkan rumah ini Rama." Kekeh Ibu Rama,dia tidak akan membiarkan wanita itu kembali lagi.Ketika sudah pergi dari rumah ini.
"Ceraikan dia Rama...Mama mohon." Bujuk Ibu Rama melunak,wanita tua itu memegang tangan Putranya.
"Ma..."
"Apa kau mau melihat Mama tiada,tanpa memberi Mama cucu ?" Desak wanita tua itu,mimik wajahnya terlihat menyedihkan.Siapapun yang melihatnya pasti akan simpati padanya.
"Mama bicara apa...? Kau akan mendapatkannya segera Ma." Luluh Rama,dia memang selalu tidak mampu menolak Ibunya.
"Benarkah ?" Girang Ibunya Rama,wajah keriputnya sudah tersenyum kembali.
"Hem..Aku sudah melakukannya dengan Anggel.Wanita yang Mama inginkan." Lirih Rama,meskipun kini telah membicarakan Anggel,fikiran Rama masih di penuhi tantang istrinya.
"Mama tau kau masih mencintai Anggel kan ?"Tebak Ibunya Rama,dan di angguki Rama pertanda jika ibu benar.
"Lalu tunggu apa lagi ceraikan istrimu Rama,mengapa menunda lebih lama lagi.Mama tidak mau jika semua orang tau,Putra Keluarga Anggoro menghamili seorang wanita tanpa ikatan pernikahan.Itu akan sangat memalukan Rama." Cerocos Ibu Rama,bagaimana pun dia tidak bisa membiarkan Nama Keluarganya tercoreng sedikit pun kan.
"Tidak bisa terburu-buru Ma..Menceraikan Luna bukan perkara mudah,harus mempunyai alasan.Aku tidak bisa menceraikannya tiba-tiba." Rama beralasan,bahkan jika bisa dia tidak akan mau menceraikan istrinya.
"Lagi pun Anggel belum hamil,saat ini aku masih belum mau memikirkannya."Jelas Rama,kepalanya pening mendengar Ibunya mengoceh sepanjang waktu tentang perpisahan dan pernikahan.
"Baiklah...Mama tidak akan memaksamu,tapi berjanjilah Rama.Kau akan menceraikan Luna,Mama tidak ingin seluruh Keluarga kita melihat kelakuan tercela istrimu.Atau kau akan melihat Mama tiada dengan cepat."Ancam Ibu Rama.
"Ya Ma..." Jawab Rama singkat.
Saat ini Rama benar-benar tidak ingin berdebat dengan Ibunya,bagaimana pun jika suatu saat Anggel hamil.Rama akan tetap menikahinya,tidak mungkin dia menelantarkan anaknya.Sebenarnya Rama juga sangat menginginkan keturunan,jika dia tidak bisa memilikinya dengan Luna.Dia masih bisa memilikinya dengan Anggel pikir Rama,kedua wanita yang sama-sama di cintainya.
Sesaat setelah wanita tua itu pergi,dia menghubungi Anggel.Untuk apa lagi jika bukan,memintanya datang menemani Putranya.Di saat seperti ini Rama tidak mungkin menolak wanita lemah lembut seperti Anggel.Pikir wanita tua itu,sungguh licik bukan ?.
Tidak membutuhkan waktu lama wanita itu sampai di rumah pria yang di cintainya,melihat keadaan kacau Rama.Membuat Anggel tersenyum,dia memang seharusnya ada di sini untuk menghibur prianya pikirnya.
"Mas..."Suara manja Anggel terdengar,membuat Rama menoleh.
"Anggel..."
"Mas..Maafkan aku."Isak Anggel,belari memeluk Rama.Air mata buayanya mengalir deras.
Rama terkejut melihat Anggel menangis tiba-tiba.Dia tidak tau apa yang terjadi,lalu apa yang membuat Anggel menangis seperti ini.
"Ada apa Anggel ? Mengapa kau menangis ?" Tanya Rama.
"Aku mencintaimu...Tapi kau bukan milikku."Anggel semakin terisak.
"Aku juga mencintaimu,jangan menangis lagi." Rama menenangkan,membelai wajah cantik Anggel.
"Tapi istrimu...?"
"Ssuuuttt..Serahkan padaku Anggel,aku akan mengurus masalah ini.Sudah jangan menangis lagi.Aku tidak suka melihatnya." Ucap Rama,dia tidak akan tega melihat cinta masa kecilnya berderai air mata di depan matanya.
"Janji..."
"Aku berjanji ." Rama mengangguk.
"Aku mencintaimu Mas." Binar Anggel dengan suara mendayu,mencium bibir Rama dan **********.
Rama membalas ciuman itu,Entah mengapa sikap agresif Anggel membuatnya menggila.Ciuman mereka semakin panas,membuat Rama semakin jauh melakukannya.Suara desahan terdengar jelas di ruangan itu,pasangan itu melakukannya dengan tidak tau malunya.
***
Pyarrr
"Ya Tuhan mengapa aku begitu ceroboh." Kesal Luna pada dirinya sendiri.
Sepanjang hari ini,dia selalu ceroboh dalam melakukan sesuatu.Mulai dari pada saat memasak jarinya tergores pisau dan sekarang bahkan Luna menyenggol gelas dan membuatnya pecah.
Setelah meminum obat yang di berikan Alan,asam lambung Luna membaik.Dia tidak tau obat ajaib apa yang di berikan pria arogan itu,biasanya dia masih akan merasakan sakit walaupun hanya sedikit.Namun sekarang Luna tidak merasakan apapun lagi ketika dia terbangun.
Pria arogan itu pun tidak terlihat sama sekali,entah kemana perginya ? Alan hanya menulis surat,dia mengatakan.Akan mengurus sesuatu,dan menyuruh Luna memasak jika sudah merasa baikan.Bahkan pria itu sudah menyiapkan segalanya untuk Luna,Alan juga mengatakan jika tidak ada pelayan di rumah yang Luna tinggali.
Hanya dalam seminggu 3x saja,akan ada seseorang yang datang membersikan rumah.Luna berhutang banyak pada pria arogan itu,dan Luna berjanji tidak akan lama berada disini.Dia tidak ingin berlama-lama menghindari masalah yang ada.
" Mas Rama..." Gumam Luna,setiap teringat semuanya dia air matanya akan menetes dengan sendirinya.
" Aku harus segera mencari pekerjaan.." Tekad Luna,tanganya dengan hati-hati memunguti kaca pecahan di lantai dapur.
"Apa Mas Rama akan menceraikanku dan meninggalkanku.?" Bibir Luna tidak berhenti bergumam.
"Apa aku akan sendiri ? Tanpa siapapun." Luna duduk bersebelahan dengan pecahan-pecahan kaca.Kedua tangannya memeluk lututnya dan memejamkan kedua matanya.
Sejak kedua orang tuanya tiada,hanya Rama saja orang yang selama ini menemaninya.Bukan mudah untuk Luna dalam keadaan seperti ini,3 Tahun bersama suaminya.Membuat Luna bergantung hanya pada Rama,saat membayangkan tiba-tiba akan hidup sendiri,hati Luna terasa kosong.
"Dasar bodoh." Batin Alan.
Pengerakan dan ucapan Luna,sejak tadi di dengar oleh Alan.Dia hanya menatap Luna dari jauh,dan mendengarkan semua yang wanita itu gumamkan.Melihat kebodohan wanita itu,membuat Alan tidak bisa tidak mengejeknya.
TBC