Dalam hidupku, tak pernah mengenal kata 'bahagia'. Setiap hari diriku selalu disiksa, di hina di bully dan yang paling menyakitkan adalah kadang orang tuaku ikut andil dalam menyiksaku.
Hanya satu kata yang mewakili perasaanku sekarang ini ' Lelah '. Aku lelah menghadapi hidup ini.
"kapan aku bahagia? " kalimat yang sering muncul dalam benakku.
kata orang aku adalah penghancur, aku sudah mengancurkan banyak sekali harapan bahagia keluargaku, begitu kata-kata mereka.
Tapi aku tetap sabar menghadapi ujian ini, aku hanya menunggu di mana saatnya Tuhan memanggil kembali diriku, mungkin aku tidak akan tersiksa lagi jika saat itu tiba.
bagaimanakah kisah hidup Divina, apakah dia akan merasakan bahagia juga?
yuk ikuti ceritanya...
MOHON MAAF BILA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH ATAU CERITA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melciballu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rey
kini tibalah Divina di tempat kerjanya. Beberapa saat yang lalu Angga memaksa ingin mengantarkan Divina sampai tempat kerjanya, tapi bagaimana kalau ada siswa-siswi yang melihatnya bisa mati dia dihajar sama mereka, jadi Divin memaksa Angga untuk menurunkannya sekitar satu kilo meter dari tempat kerjanya.
" Divina,, apa kah itu kau?" tanya seorang pelayan yang kebetulan lewat.
Divina menatap pelayan itu bingung. " iya ini aku mbak" jawab Divina masih dengan wajah bingungnya.
" Wow, kamu cantik banget Div " Ucap wanita itu kagum.
" masa sih?" ujar Divina yang tidak percaya dengan penuturan wanita itu.
" iya Div, penampilan kamu beda banget cantik-cantik seksi gitu, dan aku juga baru tau kalau tubuh kamu itu bagus banget Div"
" mbak Mia bisa aja mbak," ujar Divina sambil tertawa masih belum percaya dengan penuturan wanita itu.
" Mia ada yang cariin kamu didepan tuh" ujar Indah dari belakang.
" ya udah aku ke depan dulu yah, kayaknya kakak aku deh " Mia berjalan meninggalkan Divina dan Indah.
" Divin, ini benaran kamu?" Indah memutar balikan tubuh Divina seperti sedang memutar benda mati.
" iya ini aku mbak," jawab Divina kembali bingung dengan tingkah orang-orang hari ini.
" kamu cantik banget Div, " Tutur Indah kagum dengan penampilan Divina padahal kan ia hanya mengganti pakaiannya saja.
" mbak indah sama mbak Mia kenapa sih?, aku rasa nggak ada yang beda deh"
" kamu cantik banget Div sumpah,," Indah mengangkat kedua jarinya berbentuk huruf V.
" ada-ada aja " gumamnya. " ayo mbak kita kedalam " ajak Divina.
" emang kamu nggak sekolah hari ini Div?"
" iya mbak"
" pantesan kamu datangnya pagi"
...----------------...
" kenapa dia bolos? apa dia marah sama aku?" gumam Rey yang dari pagi uring-uringan.
" loh kenapa sih Rey, dari pagi gue lihat loh kayak nggak semangat gitu " Ujar Ken yang menaruh rasa curiga atas perubahan sikap Rey yang biasanya dingin dan kaku kini malah seperti seorang bad boy dengan pakaian yang acak-acakan dan rambutnya juga tidak lagi tapi tapi malah membuatnya makin tampan.
" emang aku kenapa?" Rey balik bertanya pada Ken.
" ck Rey semua orang juga tau kali sikap loh hari ini yang berubah, uring-uringan gak jelas kayak lagi stress tau nggak" ucap Kevin kesal.
" masa sih aku separah itu..." ujar Rey tak percaya lalu beranjak dari duduknya ke depan lemari yang terdapat sebuah cermin besar di sana. "ya ampun!! jadi ini yang mereka bilang" gumam Rey.
" dasar, apa jangan-jangan kamu kayak gini gara-gara gadis itu" selidik Ken.
Rey diam tidak menjawab. " gadis siapa " kali ini Ziko yang bertanya.
" siapa itu namanya, gue lupa.. tapi dia sekelas sama kita yang waktu itu loh tampar karena numpahin minuman ke pakaian nya Rey" Kevin menyahut.
" Kasih" sahut Kevin.
" kok Lo tau namanya, apa jangan-jangan loh suka sama dia" tuduh Ken asal ceplos membuat Kevin menjitak kepalanya.
" www sakit tau.." ucap Ken kesal.
" Lo bego apa gimana sih, dia kan sekelas sama kita jadi gue taulah namanya secara kan setiap hari pasti nama kita dipanggil"
" lagian aku nggak bermaksud mendorong dia, tujuannya mau kasih dia ke depan tapi malah kedorong" ujar Rey.
" hai sayang.." Ujar Bella di depan pintu kelas membuat semua mata yang di kelas menoleh padanya.
Rey tersenyum senang menatap kekasihnya yang datang bersama seorang temannya.
" dia siapa Bell, kenalin dong" Ujar Ken.
" ini kenalin Lia sahabat gue, dan Lia kenalin mereka sahabat Rey" Bella memperkenalkan mereka.
" Hay Lia, kamu cantik banget sih" ujar Kevin menggoda.
" Hay kak Kevin" sapa Lia balik. mendengar namanya disebut oleh Lia membuat hati Kevin berbunga-bunga. " Lo tau nama gue?"
Lia tersenyum manis. " jelas tau dong kak, siapa coba yang gak kenal kak Kevin sama teman-temannya. "
" gitu yah " ucap Kevin dengan lemas.
Saat tak sengaja Lia melihat Ziko yang sedang asik dengan ponselnya pun menyapa dengan suara menggodanya. "Hay kak Ziko" sapa Lia dengan senyum manisnya. Ziko mengangkat kepalanya menatap Lia. " Hay cantik," balas Ziko membuat pipi Lia memerah.
" kak Ziko bisa aja" ujar Lia malu-malu. " kan kamu cantik sayang, " balas Ziko dengan godaannya lagi.
" seksi lagi " lanjutnya. 'kalau udah gini mah pasti deh si buaya yang menang' cibir Kevin dalam hati tanpa sadar bahwa dirinya juga merupakan titisan dari dewa player.
Ziko tersenyum miring saat Lia sudah dengan terang-terangan menunjukkan sikap aslinya. "kak kapan kita jalan-jalan yuk " ajak Lia.
" kemana?"
" yah kemana aja, nonton kek pokoknya kita lakuin sepuasnya deh" ujar Lia dengan maksud terselubung.
" tapi kalau aku jalan sama cewek itu harus ada hubungan " jawab Ziko dengan angkuhnya.
" maksudnya?" Lia pura-pura tidak mengerti dengan bertanya ulang pada Ziko.
" jadi pacar gue" ujar Ziko. Mendengar penuturan Ziko langsung saja Lia membulatkan matanya. " benaran kak?" tanyanya antusias.
" ia, kamu mau atau tidak"
" aku mau kak" jawab Lia cepat.
" kok loh mau sama Ziko sih, cara nembak nya aja nggak ada romantis-romantis nya" ujar Ken.
" tunggu dulu, kok hanya kalian berempat yah Angga dimana?". tanya Bella penasaran.
" nggak ada kabar, udah gue telpon tidak tapi nggak diangkat-angkat" ujar Ziko.
" mungkin dia lagi kesal aja sama Disa " tambah Ken.
" mereka ada masalah?" tanya Bella.
" udah putus mereka, gue juga nggak tau masalahnya apa" ujar Ken.
drrttt dddrrtt dddrtttt
ponsel Ziko bergetar dan dengan cepat ia menggapainya dan menyentuh ikon hijau itu. " loh dimana bro, kenapa nggak masuk hari ini? nggak kayak biasanya" ujar Ziko.
" lagi males ke sekolah gue, loh ngapain nelpon gue" ujar Angga di seberang sana yang entah dimana dia berada bahkan tak menunjukkan batang hidungnya. (yah emang kan, batang hidung itu munculnya saat ada tuannya. Kalau nggak ada tuannya maka batang hidungnya juga nggak ada yah..)
" Lo cari masalah sama gue Ngga, loh sendiri kan tadi yang nelpon" ujar Ziko yang kesal dengan sikap Angga, padahal kan dia yang menelpon Angga tadi tapi nggak di angkat.
" nih anak yah, dari tadi loh missed call gue kenapa? malah sekarang nyalahin gue" ujar Angga kesal.
" yah sorry gue lupa, tapi loh kok jadi bar-bar gini yah"
tuuut...
suara ponsel yang dimatikan sepihak oleh Angga membuat Ziko mendengus kesal. " dasar setan" ujar Ziko pada handphone-nya membuat yang di sana menatapnya dengan aneh. " kenapa bro, kayak cewek hilang perawan aja " ledek Kevin. " diam loh, ganggu suasana hati gue aja"
on guys, so that's all for this episode, I pray that this novel can develop and be famous and I will become a great writer like the brothers who are strengthened 😊😊☺️
Aku ijin promosi novel ku yang berjudul PEREBUTAN KEKUASAAN. Yuk teman-teman mampir like dan commen 😄😄🤗🤗
Luar Biasa karyamu Thor Udh 2 X Baca tp tetep mewek q walaupun author masih Sekolah tp bisa ngebagi waktu good jobs thor