NovelToon NovelToon
Anak Kembar Mafia

Anak Kembar Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:59.5k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Hana Yasmin adalah lambang dari ketegaran wanita yang luar biasa. Enam tahun yang lalu terpaksa diusir dari rumah orang tuanya sendiri karena telah mengandung benih pria yang tidak dia kenal. Sebuah tragedi kelam merenggut paksa kesucianya. Trauma mendalam itu sempat meruntuhkan dunia Yasmin. Namun, takdir berkata lain. Bayi yang dititipkan dalam tahimnya lahir sepasang malaikat kecil laki-laki dan perempuan yang ia beri nama Fatir dan Fathia.

Yasmin berjuang sendiri membesarkan anak kembarnya itu hingga tumbuh menjadi anak yang cerdas, padahal masih usia 5 tahun dan sekolah TK. Yasmin yang bekerja di restoran bertemu Marco Bellini. Pria itu jatuh cinta kepadanya bahkan mengajak menikah dan berjanji untuk membesarkan si kembar, tapi rasa trauma membuat Yasmin tidak mudah untuk menerima.

"Yasmin, menikahlah denganku demi kamu dan anak-anak."



Apakah Yasmin akhirnya menerima Marco? Bagaimana kisah selanjutnya? Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Apa persyaratan kamu Yasmin? Minta emas, permata, berlian, rumah mewah, atau kamu mau membuka usaha sendiri sesuai bidang kamu, akan aku penuhi," Marco antusias.

"Tidak sekalian gedung 20 lantai, Bos?" Sindir Yasmin, rasanya tidak masuk akal mendengarnya, entah sombong atau memang banyak uang pria itu, Yasmin yang awalnya cuek pun akhirnya komentar soal kata-kata Marco yang menurutnya lebay.

"Jika itu mau kamu, tentu saja aku bersedia Yasmin?" Marco sungguh-sungguh.

"Sebenarnya apa usaha kamu?" Yasmin menyelidik.

"Aku punya usaha properti," Marco tidak berbohong, di samping ambisinya untuk menguasai dunia gelap, ia juga punya usaha tersebut.

"Tapi sayangnya semua hal yang kamu tawarkan itu tidak ada dibenak saya, Tuan," jawab Yasmin, walau jujur, sebagai wanita normal ia pun memimpikan harta benda, tapi semua itu hanya bersifat sementara.

"Lalu apa, Yasmin?" Marco memotong.

Yasmin diam sejenak, mengumpulkan keberanian sebelum akhirnya melanjutkan bicara. "Aku ingin punya suami yang satu tujuan, mungkin ini terdengar klise, tapi bagiku menikah bukan hanya soal nyaman saja. Tujuan utamaku dan anak-anak membangun keluarga yang seiman dan satu keyakinan, karena itu pondasi yang tidak bisa aku tawar, karena aku ingin kita satu frekuensi dalam menjalani hidup hingga akhir nanti. Kamu tahu maksudku, Marco?"

"Aku mengerti Yasmin, untuk itu aku sudah mempersiapkan semuanya," Marco menghentikan kendaraan lalu menunjukkan identitas diri.

"Oh, kapan?" Yasmin kaget saat membaca Surat Izin Mengemudi, keyakinan yang Marco anut berbeda dengan yang dulu.

"Satu bulan yang lalu Yas, aku sudah menemui salah satu Ustad minta bimbingan, bahkan sudah su... su-sunat. Hahaha..." Marco menjawab sambil tertawa lebar.

Yasmin membelalak kaget, tidak menyangka pria itu rupanya sudah paham akan syarat dan ketentuan darinya sebelum ia mengajaknya menikah.

"Jadi kamu mengatakan pulang ke New York itu tidak benar?" Yasmin segera menangkap maksud Marco. Wajahnya seketika memerah karena malu.

Marco mengangguk, lalu minta Yasmin untuk membantunya belajar tentang Islam di samping ustad.

"Tentu saja..." Yasmin mendukung 100 pesen walaupun dia sendiri masih harus banyak belajar. Namun begitu, ia belum bisa memutuskan untuk menerima Marco karena masih harus menjajaki sedalam apa keseriusan Marco. Yasmin tidak menolak, tapi juga belum menerima.

 Tetapi bagi Marco, signal yang Yasmin berikan sudah merupakan lampu hijau. Ia rasanya ingin memeluk wanita di sebelahnya, tapi tidak berani karena Yasmin berbeda dengan wanita-wanita bayaran sebelumnya.

"Lalu di mana tempat tinggal orang tua kamu?" Marco ingin segera berkenalan dan mengutarakan maksudnya.

"Di Bandung," Yasmin akhirnya menceritakan jika hubungannya dengan orang tuanya sedang tidak baik-baik saja.

"Boleh aku langsung melamar kamu ke Bandung?" Marco pantang menyerah.

"Tidak sekarang Marco, biar saya sendiri yang menemui beliau," Yasmin gemas sekali karena Marco tidak sabar.

Yasmin ingin pulang dulu minta maaf, jika kedua orang tuanya sudah menerima dirinya dan anak-anak, baru kemudian membicarakan tentang lamaran Marco. Bagaimana pun juga, restu orang tua yang akan mengantarkan dirinya untuk menuju rumah tangga bahagia. Walau perasaan takut masih menggerogoti dadanya.

"Kalau gitu aku antar kamu ya," Marco masih juga tidak menyerah.

"Sudah saya katakan sabar dulu," tolak Yasmin cepat, ia tidak mau terburu-buru membawa pria pulang yang justru akan menambah kemarahan ayahnya dan membuat suasana semakin memanas.

"Sebenarnya apa alasan orang tua kamu semarah itu, Yasmin?" Tanya Marco gemetar, tiba-tiba perasaan takut dan khawatir menekan dadanya. Takut kemarahan orang tua Yasmin karena mengandung benih darinya. Lama tinggal di Indonesia, Marco tentu paham. Hubungan antara laki-laki dan perempuan dipadu dengan norma, dan menjaga batasan demi kehormatan wanita itu sendiri.

"Aku mengerti jika beliau marah, siapa yang tidak kecewa anak perempuan satu-satunya yang dibanggakan tapi hamil di luar nikah?"

Deg.

Dada Marco terasa kena bogem, benar saja apa yang ia pikirkan, bibirnya tak mampu lagi untuk bicara. Dugaannya benar, dialah penyebab Yasmin menderita. Suasana seketika hening hanya terdengar suara mesin halus.

"Enam tahun yang lalu, aku dinodai pria biadab!" jawab Yasmin, wajahnya tiba-tiba merah padam, tangannya mengepal kuat. Jika mengingat kejadian itu dadanya seolah berkobar. Namun, ia akhirnya menarik napas panjang. Marco kini ingin serius menjaganya dan anak-anak, tentu saja ia harus jujur tentang masa lalu pahit yang ia rasakan. Yasmin akhirnya menceritakan 6 tahun yang lalu tidak ada yang ia tutupi.

Mulut Marco masih juga terkunci rapat, kontras antara otaknya yang ingin jujur, tapi di hatinya takut. Tentu saja Yasmin akan marah kepadanya dan akhirnya gagal rencananya untuk menikahinya, bahkan mungkin akan pergi jauh meninggalkan dirinya. Padahal ia ingin menebus semua kesalahan dengan cara menyayangi dan bertanggung jawab.

"Bagiannya? Apakah kamu masih mau menerima saya setelah mendengar ceritaku?" Tanya Yasmin menyadarkan lamunanan Marco.

"Kenapa tidak Yasmin, kamu tidak bersalah." lirih Marco, segera menormalkan ekpresinya.

"Seandainya kamu bertemu pria itu, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Marco, ingin tahu sejauh mana kebencian Yasmin kepadanya.

"Jangan tanyakan itu!" Tegas Yasmin..

Marco seketika diam, fokus dengan setir hingga tiba di rumah Yasmin.

**********

Beberapa minggu berlalu, akhirnya Yasmin menerima lamaran Marco. Dia ingin membuka lembaran baru, yakin pada ketulusan pria itu meski perjalanan belum sepenuhnya mudah.

Saat liburan tiba, Yasmin berangkat ke Bandung bersama Fatir dan Fathia. Enam tahun sudah sejak Yasmin diusir dari rumah. Selama itu ia baru kali ini memutuskan untuk silaturahmi dengan harapan diterima oleh orang tuanya. Setelah menyembunyikan diri, berjuang membesarkan anak-anak sendirian, namun rindu pada orang tua tak pernah pudar sedikit pun. Kini dengan keberanian yang tumbuh, ia bertekad untuk mengenalkan cucu mereka yang dulu dibuang.

"Dada Om Marco..." ucap Fatir dan Fathia ketika Marco mengantar mereka sampai ke gerbong. Ia memeluk kedua anaknya lembut.

"Dada sayang..." Marco yang berdarah dingin itu tampak cengeng ketika di depan anak-anaknya.

"Yas, kalau butuh apa-apa, hubungi aku," pesan Marco, jika diizinkan tentu ia ingin mengantar mereka hingga tiba di tujuan, tapi apa daya, Yasmin tetap menolak.

 "Terima kasih," ucap Yasmin lalu duduk di samping anak-anak yang tampak antusias melihat pemandangan dari jendela.

Selama perjalanan, Fatir dan Fathia sibuk bertanya tentang kakek dan nenek mereka. "Rumah Kakek sama Nenek masih jauh ya, Bun?" tanya Fathia polos.

"Tidak terlalu jauh," Yasmin mengusap kepala Fatir dan Fathia. Ia sebenarnya gelisah tidak menentu, bagaimana seandainya sang ayah tidak menerima kehadiran Fatir dan Fathia?

Padahal baginya, anak-anaknya adalah anugerah terindah, setelah hujan badai membuatnya terombang-ambing. Fatir dan Fathia bagaikan pelangi.

Sesampainya di Bandung, udara lebih sejuk dari Jakarta menyentuh kulit Yasmin. Langkah kakinya terasa berat ketika mendorong pagar tinggi yang masih sama seperti dulu. Dadanya berdebar ketika memijak latar yang luas, perasaan takut akan diusir lagi seperti dulu mencengkeram dadanya. Bukan dirinya yang ia pikirkan, tapi dua anak yang kini ia tuntun kiri dan kanan. Tangannya gemetar saat mengetuk pintu kayu tebal.

"Assalamualaikum..." ucap dua bocah itu memecah keheningan.

...~Bersambung~...

1
Les Tary
Marco emang payah sekelas Mafia kakap asal gelap celop aja apalagi sekelas Rina🤭🤭
Eka ELissa
nah loh.....
bingung....tu...Marco mo jawab apaan....
Lia siti marlia
nah bagus yasmin kamu harus tegas sama marco🥺🥺🥺
🌷💚SITI.R💚🌷
hadeeh klu wanita udh gila harta dan nsfsu ga mikir bahsya dan baik tdky
Hera sasuwe
riweh nih masa lalu marco buat gregetan sampe emosi
Lisa Halik
lagi thor makin penasaran...sudah bagi gift juga
Lia siti marlia
waduh c rossa udah berani ngancam pake senjata siap siap kamu di kulitin sama marco rossa😂
ardiana dili
lanjut
Eka ELissa
alah ....ngimpi kwe Ross....
jgn kan knyataan dlm mimpi juga Marco GK bkln blik Karo kwe tau....🤣🤣🤣🤣🫣
Eka ELissa
waduh siapa lagi ini yass......
bnyak bgt ....bikin syok nya....dri kmrin 🤣🫣
Les Tary
Marco emang Rossa sudah kamu janjiin apa bisa senekat itu
Lisa Halik
gift menyusul thor...semangat updatenya
Teh Yen
ini pasti cewek yg kmr Dateng ke rmh Marco yah ,,.ktnya udh d usir Marco kok dia balik lagi sih
Teh Yen
waduh smoga Emil engg bilang ke Yasmin deh nanti nanti aj taunya gt hehe 😁
🌷💚SITI.R💚🌷
ujian kamu blm tuntas yasmin mungkin msh panjang,,apa lg berhadapan sm cewe kaya ditu yg tsk tau mslu..apa nanti² tuh cewe² marcopolo trs berdatangan ya trmasuk runa..wah yasmin kewalahan dan diap² genhatan senjaya lg nih
🌷💚SITI.R💚🌷
ini cewe selalu nyari gara² ya..tr lama² du buang ke antartika deh sm marcopolo
Bunda HB
Saya ada bu jasmin klo 2jt...tk bantu byr.👍🙏🫡🤣
Lia siti marlia
kondisi yasmin sekarang memang gak kekurarang masal uang masalah makan tapi hati yasmin masih harus terus menerus menghadapi oarang orang yang ada di masa lalu marco 🥺🥺🥺entah sampai kapan 🤔🤔🤔
ardiana dili
lanjut
Les Tary
Kasihan Yasmin semenjak menikah sama Marco ada aja drama dari org masa lalu Marco
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!