NovelToon NovelToon
Takluknya Boss Kecil Mafia

Takluknya Boss Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Action
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: NoorBee

Aruna (25tahun) adalah wanita karir sukses, cantik, dan mandiri yang hidupnya terusik oleh teror "kapan nikah" dari orang tuanya. Lelah dengan tekanan tersebut, Aruna memutuskan melepas penat di sebuah kelab malam bersama sepupu-sepupunya. Malam itu, di bawah pengaruh alkohol, ia terlibat cinta satu malam (one night stand) dengan seorang pria tampan nan karismatik. Betapa terkejutnya Aruna saat terbangun di apartemen dan mendapati pria tersebut adalah teman akrab sepupunya sendiri. Syoknya bertambah berkali-kali lipat saat mengetahui fakta baru: pria itu ternyata seorang berondong yang usianya jauh di bawah Aruna. Hubungan tak terduga ini mendadak rumit ketika si pria enggan menjauh dan justru menawarkan solusi gila untuk menghadapi orang tua Aruna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16.Kenaikan Status

Mata Evan dan Reyhan bergantian menatap tajam ke arah Gavin dan Aruna yang mendadak salah tingkah di bawah atap paviliun terbuka.

"Gue mencium bau-bau konspirasi tingkat tinggi di lapangan ini," seru Evan lantang sembari melangkah maju dengan tatapan menginterogasi.

"Vin, lo jelasin ke gue sekarang. Sejak kapan lo jadi akrab banget sama bokapnya ka Aruna sampai main golf bareng di hari Minggu pagi begini?!"

Jantung Aruna bertalu-talu sangat cepat, memukul dadanya dengan keras. Ia refleks mundur satu langkah, meremas tali tas golfnya dengan panik. Jika Reyhan sampai membongkar di depan papanya bahwa mereka berdua baru saling kenal kurang dari dua minggu lalu akibat insiden mabuk di kelab malam, runtuhlah seluruh alibi "pacaran normal dan mapan" yang sudah dibangun Gavin dengan susah payah.

Namun, Gavin tetaplah Gavin. Dengan ketenangan berlapis baja khas didikan dunia bawah Keluarga Sterling, ia melangkah maju dengan santai menggunakan tangan kanannya. Pemuda itu mengulas senyum miring asimetris andalannya tanpa menyisakan secuil pun rasa bersalah.

"Santai, Rey. Nggak usah emosi begitu," ucap Gavin kasual, nada suara baritonnya terdengar begitu jernih dan meyakinkan.

"Gue emang ada urusan logistik cadangan kemarin, tapi kebetulan subuh tadi selesai cepat. Terus Om Fiki telepon gue, nanya apa gue senggang buat nemenin beliau main golf. Ya, sebagai anak muda yang butuh bimbingan bisnis dari pebisnis senior, masa tawaran kehormatan begini gue tolak?"

"Halah, alasan lo pinter banget kayak juru bicara kementerian!" cibir Evan, sama sekali tidak mudah percaya dengan nada diplomatis sahabatnya itu.

Reyhan semakin mendekati Gavin, lalu menyenggol bahu kiri pemuda itu dengan kepalan tangannya dengan maksud bercanda laki-laki.

 "Gaya lo sok sibuk banget akhir-akhir ini, Vin. Biasanya juga lo..."

"Awwhhh..." Gavin refleks meringis pelan.

Tubuh tegap pria itu sedikit membungkuk tegang, menahan sensasi nyeri luar biasa yang mendadak menyengat sarafnya. Luka jahitannya yang baru saja tertarik akibat melakukan swing bertenaga tadi, kini harus menerima hantaman fisik paksa dari senggolan Reyhan. Wajah tampannya memucat seketika.

"Gavin!" pekik Aruna spontan.

Tanpa sadar, insting protektif dalam dirinya keluar begitu saja secara otomatis. Aruna langsung melompat maju, memisahkan tubuh Reyhan dari Gavin, lalu menepis tangan sepupunya itu dengan cukup kasar.

"Rey! Kamu jangan kasar-kasar kenapa, sih?! Bahu Gavin itu lagi cedera berat, tahu!" bentak Aruna dengan wajah yang tertekuk judes dan penuh kilat amarah.

Reyhan dan Evan langsung membeku di tempat seperti patung. Sepasang mata mereka melotot sempurna menatap telapak tangan Aruna yang sekarang sedang memegangi lengan tegap Gavin dengan gestur yang begitu protektif. Mereka kemudian beralih menatap wajah Gavin yang masih setengah meringis menahan sakit di belakang tubuh Aruna.

Mereka berdua membatin serempak, Ini beneran Aruna si Medusa yang terkenal dingin itu?

"Bentar... bentar..." Reyhan melangkah mundur satu langkah, menunjuk ke arah Aruna dan Gavin bergantian dengan jari telunjuknya yang bergetar hebat.

 "Kak Aruna... lo kok panik banget? Sejak kapan seorang Manajer Pemasaran Mahesa Group yang judesnya setengah mati bisa sekhawatir ini sama berondong kuliahan?"

Melihat posisinya yang mendadak menjadi pusat kecurigaan dan mulai terdesak, otak tajam Aruna langsung bekerja cepat membalikkan keadaan. Ia menatap Reyhan dengan pandangan yang menusuk, melempar serangan balik berupa sindiran tajam khas wanita karier senior.

"Rey, Daripada kamu sibuk mengurusi hubungan orang lain, kenapa kamu tidak pulang dan berkemas, Reyhan?" tembak Aruna ketus tanpa jeda. "Bukannya kamu harus mempersiapkan diri untuk rencana kepindahan kuliahmu ke Malaysia bersama adikku, Avina Stella? Kenapa sekarang kamu malah kelayapan ugal-ugalan dan sibuk main PS ke sini?"

Reyhan langsung tersedak ludahnya sendiri mendengar serangan telak dari sepupunya itu. Skakmat. Fokus interogasinya mendadak buyar dalam satu detik akibat topik kuliah luar negeri yang paling ia hindari.

Sebelum Evan sempat membantu menyelamatkan harga diri Reyhan, suara dehaman berat dari Fiki Erros seketika memotong seluruh atmosfer perdebatan di paviliun tersebut. Aura mantan pejabat dan pengusaha kakapnya mengudara, penuh wibawa mutlak yang tidak bisa dibantah.

"Reyhan, kamu jangan sembarangan bicara begitu sama calon menantu Om," tegur Fiki tegas namun tenang.

Jedarrr!

Kalimat pendek yang keluar dari bilah bibir Fiki bagaikan hantaman godam besi raksasa tepat di atas kepala Reyhan dan Evan. Mereka merasa seolah baru saja disambar petir di siang bolong.

"C-calon... apa, Pa?!" ucap Evan terbata-bata, syok berat hingga matanya nyaris keluar dari kelopak.

"Gavin ini pacar resminya Aruna," jelas Fiki dengan nada santai sembari memasukkan stik golf driver-nya ke dalam tas beludru mahal.

"Mereka sudah berpacaran, dan Om sudah memberikan restu penuh untuk hubungan mereka. Gavin bahkan sampai cedera bahu karena kemarin nekat pasang badan melindungi berkas kerja sama Caspian Property Group milik keluarganya. Jadi, kamu jangan mengganggu Gavin dulu dengan urusan main PS yang kekanak-kanakan itu."

Evan dan Reyhan melongo sempurna. Mulut mereka terbuka lebar, menatap Gavin dan Aruna bergantian dengan pandangan kosong, seolah-olah baru saja melihat hantu gentayangan di tengah lapangan golf yang terik.

Informasi yang baru saja keluar dari mulut mantan kepala keluarga Erros ini terlalu absurd, gila, dan tidak masuk akal untuk kapasitas otak kasual mereka. Sahabat karib mereka yang berumur 19 tahun, tiba-tiba naik pangkat menjadi calon suami dari sepupu mereka yang paling ditakuti.

Gavin, yang berdiri aman di balik punggung Aruna, perlahan menegakkan kembali tubuh atletisnya. Di tengah sisa rasa perih yang membakar bahu kirinya, pemuda itu melemparkan satu kedipan mata sebelah yang sangat menyebalkan ke arah kedua sahabatnya.

Senyum miring asimetris penuh kemenangan terukir jelas di wajah tampannya, seolah sedang berbisik langsung ke dalam benak Evan dan Reyhan,. 'Sori ya, Rey, Van. Posisi gue di keluarga ini sekarang resmi naik pangkat jadi calon ipar lo berdua.'

***

Begitu mobil golf cart yang dikemudikan Fiki Erros melaju menjauh menuju gedung clubhouse utama, atmosfer santai di lapangan golf itu seketika menguap. Tanpa menunggu aba-aba, Reyhan dan Evan langsung bergerak maju, menyambar lengan Gavin dan Aruna secara paksa. Dengan gerakan cepat, mereka menyeret sepasang manusia itu menuju area kafe semi-terbuka di pinggir lapangan yang jam segini masih sepi dari pembeli.

Brak!

Reyhan dan Evan membanting pantat mereka ke atas kursi rotan dengan kasar. Keduanya kemudian kompak menunjuk dua kursi kosong di hadapan mereka menggunakan dagu yang terangkat tegang, memancarkan aura intimidasi yang pekat.

"Duduk. Lo berdua jangan ada yang berani berdiri sebelum menjelaskan konspirasi gila apa yang lagi lo berdua jalanin sekarang!" ucap Evan dengan suara rendah penuh penekanan.

Aruna menghela napas panjang, mencoba meredakan debaran jantungnya yang masih belum stabil. Ia melirik Gavin yang kini duduk di sebelahnya dengan gaya yang terlampau santai, tipikal ketenangan seorang pangeran mafia.

Mengingat Evan adalah sepupu terdekatnya yang kebetulan bersahabat dengan Dominic, serta Reyhan adalah kerabat dekat sekaligus sahabat karib Gavin sejak lama, Aruna sadar bahwa dinding kebohongan yang mereka bangun tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi di hadapan kedua pria ini.

"Oke, fine," Aruna akhirnya membuka suara, meredam nada judesnya menjadi jauh lebih tenang dan pasrah.

 "Gue bakal jujur. Tapi lo berdua harus bersumpah demi apa pun... jangan sampai ada satu patah kata pun yang bocor ke Papa, Mama, atau ke siapa pun itu. Gue cuma cerita ke lo berdua. Paham?!"

Evan dan Reyhan saling melirik sejenak sebelum bersedekap dada, sepasang mata mereka menyipit tajam.

"Oke, fine. Gue laki-laki, omongan gue bisa dipegang," ucap Evan tegas. Bagaimanapun, sebagai pria yang usianya empat tahun di atas Aruna, ia tahu kapan harus menempatkan wibawanya sebagai abang tertua.

"Tergantung seberapa masuk akal penjelasan lo nanti, Kak," sahut Reyhan kaku.

Namun, kalimat Reyhan langsung dihadiahi oleh pelototan tajam khas Medusa dari netra almond Aruna. Tatapan dingin yang sanggup menguliti mental itu seketika membuat nyali Reyhan menciut.

"I-iya, Kak... ampun..." cicit Reyhan lemas sembari menelan ludah.

Aruna mengalihkan pandangannya menatap permukaan meja kaca di depan mereka. Ia menelan ludah dengan canggung, meremas jemarinya sendiri sebelum akhirnya meluncurkan pengakuan paling memalukan dan tabu dalam sepanjang dua puluh lima tahun hidupnya.

"Malam di kelab aura socity malam saat kita semua kumpul, Gue stres berat karena teror perjodohan dari Mama," aku Aruna lirih.

"Gue minum terlalu banyak sampai mabuk parah... dan... dan gue melakukan one night stand dengan seorang pria di apartemen gue."

Kedua pria di hadapannya manggut-manggut kaku, ekspresi mereka masih datar, sebelum sepasang mata mereka perlahan bergulir menatap Gavin yang duduk tegak di sebelah Aruna.

"Terus? Hubungannya sama si berondong ini apa?" tanya Evan bingung.

"Pria itu... Gavin," cicit Aruna sangat lirih. Detik itu juga, wajah cantik nan judes milik Aruna seketika memerah padam, rona panasnya menjalar hingga ke ujung telinga.

Uhuk! Uhuk!

****

1
Jingga
Menarik, fresh, menghibur
Alam2719
Thor, sehari up tiga kali yah????
QueenBee: di usahkan tiga kali yah, pagi, siang sama malam🙏🙏
total 1 replies
Alam2719
gw juga kecewa kalau jadi papa fiki
Alam2719
Thor, ganteng amat si gavin!!
QueenBee: iyah aku juga merasa dia ganteng banget🤣
total 1 replies
Musafa87
Thor thor, visul yang lain dong, 🤣🤣🤣
QueenBee: hahahaha.... oke aku usahakan yah kaaaa 😍
total 2 replies
Musafa87
Gavin lo ganteng amat!!!! sesuai ekspektasi gw 😍😍😍😍😍
QueenBee: terimakasih kaaa
total 1 replies
HD1
aruna run 🤣
hayroco
berondong obses🤣
hayroco
berondong meresahkan
Anonymous333
ih seru thor!!!
Anonymous333
vin, tokcer amat lo 🤣
Jingga
sumpah, seru 🤣🤣🤣
Jingga
anjrit, hamil 🤣🤣🤣🤣
Jingga
cantik banget cewenya 😍
Bocil323
thor kapan up lagi, rame dong 🤣🤣🤣
Bocil323
ighhh ko gemes 😍😍😍
Bocil323
wkwkwkwkwkkw malah di restuin sama om fiki 🤣🤣🤣
Bocil323
please banget, mau satu berondong yang kaya gini!!!
Bocil323
evan rey, usil banget loh 🤣🤣🤣
Bocil323
aaaahhhhh!!! asli bagus banget, suka banget!!!!! karakter cowonya kuat, dan cewenya cantik banget!!! dom juga kepala mafia tapi secy banget kata gw mah!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!