Berawal dari menolong seorang laki-laki yang habis-habisan di hajar oleh ketiga preman. Maila juga harus bertemu kembali dengan laki-laki itu di sekolah barunya. Yang ternyata laki-laki itu adalah kakak kelasnya sendiri, yang merupakan laki-laki populer di sekolah. Yang ternyata namanya adalah Larbi.
Bukan hanya itu. Larbi juga terus mengusik dirinya. Sehingga, membuat Maila sebal pada Larbi sendiri. Namun, tanpa mereka sadari. Pertemuan mereka ada hubungannya dengan masa lalu mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menerangkan Penyelidikan.
Anggi POV
"Jadi, saya akan menyimpulkan hasil penyelidikan saya. Jika apa yang di ceritakan Maila benar, kalau Baim memvideokan ketika Larbi di pukuli preman, dan Maila juga bilang jika Baim akan mengedit video tersebut. Jadi saya akan langsung mengungkapkan hasilnya." Terangku. Aku menghidupkan ponselku lalu membuka sebuah file, aku mencari apa yang sudah aku selidiki, aku menampilkan sebuah video, dan hasil screenshot, lalu ku tunjukan kepada mereka. Mereka hanya nampak diam dan masih bingung dengan apa yang sudah ku perlihatkan.
"Penyelidikan apa itu? Tidak jelas sekali?" Ucap Baim yang seperti meremehkanku.
Aku hanya tersenyum miring ke arahnya, lalu ku buka hasil penyelidikan yang sebenarnya. Lalu ku tunjukan pada mereka. Lantas mereka langsung terkejut.
"Jadi, agar lebih jelas. Saya akan menceritakan awal mulanya penyelidikan." Ucapku.
(Flashback on)
Di malam hari. Aku sedang duduk di kursi meja belajar, aku sedang membaca buku materi pelajaran untuk besok. Jadi ketika guru sedang menerangkan aku sudah paham terlebih dahulu. Di tengah kesibukanku yang sedang belajar. Aku teringat dengan sebuah video yang di kirim oleh bu Yuyun melalui whatsApp ku. Aku pun segera menutup buku, karena aku sudah lumayan lama belajar sedari tadi. Ku raih ponsel yang berada di dekatku. Aku menghidupkan ponsel tersebut, lalu mencari video tersebut yang sudah ku simpan di galeri. Lalu ku putar video yang di kirim oleh bu Yuyun.
Aku tengah menyaksikan apa yang aku lihat di video tersebut yang telah ku putar. Aku terdiam dan masih terasa bingung. Mulai dari mana aku harus menyelidiki video tersebut? Sementara yang ada di video terasa nyata, tapi dari saksi Maila dan apa yang sudah Larbi ceritakan terasa sangat meyakinkan.
Aku terdiam dengan memandangi ponsel yang ku pegang, aku sedang berpikir cara untuk menyelidikinya.
Jika Maila yang melihat kejadian itu, berarti Maila juga pasti melihat dan menemukan sesuatu yang mencurigakan. Ah iya, apa aku tanyakan saja pada dia? Tapi bagaimana? Bagaimana aku menanyakannya? Sedangkan aku tidak tahu alamat rumah dan nomor whatsApp nya. Aku berpikir sejenak.
Ah iya, bukankah nama ayahnya pak Vero? Pak Vero kan teman rekan bisnis ayah. Dan dulu aku ingat saat pertama kali bertemu dengan pak Vero yang sudah sangat lama sekali, saat berada di mall. Dulu aku dan ayah sedang membeli bola Basket di tempat tersebut, dan kebetulan kami berdua bertemu dengannya disana bersama dengan istrinya. Ayah dan pak Vero saling menyapa satu sama lain. Dan karena aku tidak tahu pada pak Vero sebelumnya. Aku menanyakan pada ayah, siapa orang yang sebaya dengan ayah itu dan juga wanita itu?, dan saat itu ayah jawab kalau dia adalah pak Vero teman rekan bisnis ayah, dan wanita itu adalah istrinya. Ayah juga bilang kalau pak Vero mempunyai seorang putri yang usianya lebih muda dariku, dan namanya adalah Maila.
Dan. Saat berada di tempat ruangan kepala sekolah, aku juga nampak sedikit terkejut ketika Maila menjawab pertanyaan kepala sekolah tentang ayah dan juga nama dirinya.
Jadi aku berisianatif untuk menanyakan alamat pak Vero pada ayah. Dan ku yakin ayah pasti tahu alamatnya.
Aku berdiri lalu mengambil jaket yang tergantung di gantungan baju. Aku beranjak ke bawah dengan menuruni anak tangga. Aku mencari ayah di tempat menonton Tv, tapi hanya ada Bunda di sana yang sedang duduk di sofa sambil asik menonton Tv.
Aku pun menghampiri bunda untuk menanyakan ayah dimana.
"Bund, ayah dimana?" tanyaku. Lantas bunda langsung menoleh ke arahku dengan merasa bingung.
"Kamu mau kemana rapih begitu?" ucap bunda yang malah nanya balik padaku.
"Ada urusan penting. Di mana ayah bund?" jawabku sambil terus menanyakan ayah.
"Ada di ruangan kerja." Jawab bunda. Lantas aku langsung menghampiri ruangan kerja ayah.
Setelah sampai aku langsung masuk ke dalam dengan membuka pintu ruangan tersebut.
Cklek!
"Ayah!" panggilku tiba-tiba, dan itu nampak membuat ayah terkejut ketika ia sedang membaca sebuah berkas.
"Kamu ini? Mengagetkan ayah saja! Ketok pintu dulu, atau Assalamualaikum!" Jawab ayah.
"Maaf, Anggi lupa ayah." Ucapku.
"Ada apa memanggil ayah?" tanyanya sambil meletakan berkas di atas meja di depannya, ketika sudah di pegang.
"Ayah tahu alamat rumah pak Vero?" tanyaku langsung.
"Ada apa kamu menanyakan itu pada ayah? Pakai baju rapih segala lagi?! " tanya ayah.
"Sudah ayah kasih tahu saja alamatnya dimana. Anggi ada urusan penting!" Jawabku yang tak sabar untuk segera pergi ke rumah Maila.
"Ada urusan penting dengan siapa? Memangnya kamu akrab dengan pak vero? Atau jangan-jangan kamu ingin bertemu dengan anaknya, karena kata pak Vero. Putrinya bersekolah di sekolah yang sama denganmu, dan kamu pasti bertemu dengannya kan?" Ucap ayah sambil menggoda diriku.
Ah benar-benar menyebalkan! Andai saja aku tahu nomor teleponnya, pasti aku langsung tanyakan melalui telepon. Daripada menanyakan pada ayah yang hanya basa-basi.
"Cepat ayah! Kasih tahu alamatnya, ini penting!" Ucapku yang sudah mulai gemas terhadap ayah.
"Iya, iya. Alamatnya di komplek xxx no xx." Jawab ayah.
Aku langsung ke luar dari ruangan ayah, lalu beranjak ke garasi. Untung aku sudah mengambil kunci motor sebelum menanyakan alamatnya pada ayah. Ku pakai helm yang berada di atas jok, lalu aku langsung menaiki motor dan ku masukan kunci motor tersebut ke dalam lubang kunci motornya, lalu menghidupkannya. Aku menggaskan nya cukup dengan kecepatan tinggi, suara motor ninjaku terasa sangat keras saat mengebutkan motorku di jalan.
Tidak cukup lama untuk sampai ke rumahnya Maila. Aku sudah menemukan nomor kompleknya. Lantas aku menekan klakson motorku, sehingga satpam yang menjaga rumahnya menghampiriku.
"Siapa? Dan mencari siapa?" tanya satpam tersebut padaku.
"Saya Anggi. Saya mencari pak Vero." Jawabku. Aku tidak menjawab jika aku sebenarnya mencari Maila, karena takut jika aku dilarang masuk. Karena mungkin orang tuanya akan melarang Maila untuk bertemu laki-laki di malam yang hampir larut ini.
Lantas satpam tersebut langsung membuka gerbang yang tadinya ditutup. Aku langsung masuk ke dalam setelah di buka. Aku menghentikan motorku di depan rumahnya. Aku melepaskan helm yang sudah ku pakai.
Aku sudah berada di depan pintu, lalu ku langsung tekan bel rumah. Tak lama kemudian di bukakan pintu tersebut oleh pembantu di rumahnya.
"Assalamualaikum." Ucapku mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam. Nyari siapa, den?" Jawab pembantu tersebut sambil bertanya padaku.
"Nyari pak Vero bi, apakah pak Vero nya ada?" tanyaku.
"Ada, lagi duduk di ruang menonton tv." Jawab pembantu rumah tersebut.
"Siapa, bi?!" sahut seseorang dari dalam, dari suaranya yang berat. Sepertinya itu pak Vero.
"Ada anak cowok, lagi nyari bapak!" sahut bibi.
"Ajak masuk, bi!" Sahut di dalam.
"Ayo masuk, den." Ajak bibi tersebut. Aku pun masuk, lalu menghampiri pak vero yang duduk di sofa.
"Assalamualaikum, om." Ucapku sambil menyalami pak Vero.
"Waalaikumsalam." Jawabnya.
"Duduk!" suruhnya.
Aku pun langsung duduk dekat pak Vero dengan perasaan canggung." Maaf om. Saya lancang kesini. Saya Anggi anak pak Andika, rekan bisnis om." Ucapku. Dan Pak Vero pun hanya mengangguk mengerti.
"Sebenarnya, saya kesini bukan mencari om. Tapi mencari Maila, soalnya saya ada keperluan penting sama dia. Cuman menanyakan sesuatu saja kok." Ucapku.
"Baik, tapi cuman menanyakan sesuatu kan?" tanyanya, dan aku hanya mengangguk untuk mengiyakan.
"Maila!" panggil pak Vero dengan nada yang cukup keras.
Tak lama kemudian terlihat Maila turun dari atas tangga. Dan langsung menghampiri kami berdua.
"Ada apa ayah?" tanyanya sambil bingung menatap ayahnya.
"Ini, dia mencari kamu. Katanya ada yang ingin di tanyakan." Pak Vero langsung menatapku.
"Kak Anggi?!" Gumamnya.
"Kalau begitu, kalian silahkan membahas apa yang di tanyakan. Ayah tinggal dulu, dan kamu jangan apa-apakan anak saya." Ucap pak Vero sambil mengancam ke arahku. Lalu berlalu pergi.
"Ada apa kak? Kenapa kakak bisa tahu alamat Maila?" tanyanya sambil duduk yang lumayan agak jauh dari ku.
"Gue langsung to the point aja. Apa pada saat lo membantu Larbi dari preman ada hal yang mencurigakan?" tanyaku.
"Sepertinya tidak ada kak." Jawabnya.
"Mungkin ada, coba pikir dan ingat-ingat waktu itu."
Ia mulai berpikir dan mengingatnya. Lantas ia langsung menoleh ke arahku." Ada, tapi masih kurang paham. Jadi saat itu ...." ia mulai menceritakan seperti yang sudah Maila ceritakan sebelumnya. Aku hanya terdiam sambil mencerna.
"Begitu kak." Ucapnya setelah habis menceritakan. Dan kini aku sudah punya bukti dari penyelidikan, tapi bukti ini belum kuat. Jadi aku terus berpikir bagaimana agar terlihat jelas.
"Kakak lagi menyelidiki video itu, ya?" tanyanya. Lantas aku langsung mengangguk.
"Kenapa tidak cari saja cara mengetahui video yang merupakan fakta atau hoax?" tanyanya. Dan justru itu membuatku langsung menatap lekat ke arahnya.
"Ah iya, kenapa tidak kepikiran dari tadi?" ucapku. Aku pun mengambil ponsel di saku celana jeansku. Dan ku buka ponsel tersebut, aku mengidupkan data. Tapi tiba-tiba kuota yang kupakai sudah habis. Dasar!!!! Menyebalkan!
"May ada leptop nggak?" tanyaku, karena aku sudah tidak sabar, aku ingin penyelidikan ini segera selesai.
"Ada."
"Coba gue pinjam sebentar."
"Bentar Maila ambil dulu." Ucapnya dan aku mengangguk untuk mengiyakan. Ia langsung menaiki anak tangga ke atas. Dan ku yakin kamar nya berada di atas. Tak lama kemudian ia turun dengan memegang sebuah leptop.
Jangan lupa like, komen, vote dan rate
Oh, jadi gitu. Syukurlah, ingatan kamu balik Larbi. Semoga, kalian bisa semakin dekat lagi, ya!🥰🥰
Benar! Cinta pasti akan ada coba dan uji. Tidak mungkin akan selalu mulus² saja. 👍🏻❤️
Tetap semangat ya Dek! Semoga, Allah selalu menjaga dan melindungi kamu serta membimbing kamu di mana dan kapanpun itu. Sehat terus! Aamiin!!
Sukses terus buat kamu, Dek!🥰👍🏻❤️
like😍
tetap semangat thor
ditunggu karya barunya💪
Kita tidak bisa menentang takdir yang sudah di tetapkan! 🤧🤧