NovelToon NovelToon
Queen Is [Cruel] To King [Cold]

Queen Is [Cruel] To King [Cold]

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri / Balas Dendam / Reinkarnasi / Chicklit
Popularitas:97.7k
Nilai: 5
Nama Author: Penulis Lepas

Kisah yang banyak mengandung misteri dan kekerasan, berusaha mempertahankan milik dan merebut milik yang lain.

"Aku memang terlatih menjadi senjata, jadi tidak salah bukan jika aku kejam dan beringas. Dulunya aku adalah seorang Wakil Pemimpin anggota mafia, tapi sekarang ... aku adalah Ratu kejam untuk Raja Dingin." ~ Freya.

"Dia memang kejam, keras kepala namun cerdas. Semua sikapnya membuatku semakin tertarik padanya, dia Lebah Kecilku, dia Ratuku." ~ Sean.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penulis Lepas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Adu kelicikan

Freya menutup pintu, kemudian berbalik dan dikejutkan dengan munculnya seorang gadis berpakaian bangsawan dikawal dua prajurit. Gadis itu menatap Freya tajam sembari melipat ke dua tangannya di dadanya.

"Heh, setelah melukai masih berani muncul di hadapan Yang Mulia? Dasar tidak tahu malu," ucap gadis itu sinis.

Freya mengerutkan keningnya, pandangannya pada gadis itu sedikit tajam, melihat dari pakaian yang gadis itu kenakan, Freya yakin gadis itu dari keluarga bangsawan. Hanya saja Freya belum pernah bertemu dengan gadis itu.

"Nona, aku rasa kita tidak pernah bermasalah." Freya berniat meninggalkan gadis itu, tidak ingin membuat keributan apapun. Tapi tangan gadis itu langsung menghentikannya. Merasakan genggaman kasar di lengan kirinya, Freya segera menatap gadis itu.

"Siapa yang mengizinkanmu pergi?" ungkap gadis itu dengan nada sedikit kasar, bersamaan dengan itu tangannya melepaskan lengan Freya lalu menepuk-nepuk tangannya seolah sedang menghilangkan kotoran di telapak tangannya setelah menyetuh Freya.

Freya menarik nafas melihat sikap gadis itu, tiba-tiba muncul dan ingin mencari masalah dengannya. Apa suatu ketenangan tidak bisa dia dapatkan sejenak saja? Freya ingin sekali memaki langit sebab memberikannya kehidupan cukup merepotkan. Buruknya lagi, di kehidupan ini, Freya bukan siapa-siapa dan tidak memiliki kedudukan hebat, selain pembunuh dari Adik Raja Sean.

Takdir menyebalkan!

"Nona-"

"Namaku Ece, panggil aku Putri Ece!" Gadis bernama Ece itu menyela ucapan Freya cepat.

Untuk sesaat Freya terdiam sampai akhirnya dia hanya menghela nafas, kali ini dia tidak ingin bermasalah dengan siapapun, cukuplah Sean menjadi masalah besarnya, jangan lagi menambah masalah yang hanya akan menarik orang sekitarnya menjadi korban.

"Baik, Putri Ece. Ada masalah apa anda mencegat saya pergi?" tanya Freya dengan bahasa cukup baku.

Ece tersenyum sejenak, kemudian berbicara dengan nada cukup menghina, "Kataka, apa yang sudah kau lakukan pada Yang Mulia sehingga Yang Mulia melepaskanmu?" Tatapan Ece semakin merendah, melihat bentuk tubuh Freya yang bisa dikatakan cukup bagus, "Apa kau menggunakan tubuhmu? Menggoda Yang Mulia dengan naik keranjangnya. Heh ... wanita ular sepertimu pasti sudah pernah melakukan begitu banyak hal bersama pria di istana dingin." Ece membungkukkan tubuhnya sedikit, lalu tangannya mengangkat dagu Freya dengan satu jarinya, "Nona Freya ... tidak hanya seorang pembunuh tapi juga seorang wanita penghibur."

Mendengar ucapan seperti itu tentu saja menyulut api kemarahan Freya, dia hanya sedikit bingung ada apa dan kenapa Ece datang mengganggunya. Freya yakin di antara mereka berdua tidak pernah terjadi perselisihan, terkecuali, Ece cemburu dirinya mulai dekat dengan Sean. Meskipun Freya sedang marah dan ingin menjambak rambut Ece, tapi Freya masih berusaha untuk tenang dan tidak menunjukan rasa marah apapun, terlihat tenang seperti air.

"Putri Ece, ada bukti kalau saya pernah melakukan itu?" Freya berbalik menyerang, meski hanya sebuah pertanyaan.

Ece tampaknya sudah merencanakan semuanya, dia tersenyum, senyuman yang menunjukkan sebuah arti kemenangan, "Nona Freya, tentu aku punya bukti sebelum memfitnah seseorang."

Freya menjadi sedikit tertantang, "Oh, apa buktinya?"

Ece kembali berdiri tegak, raut wajahnya menjadi serius, kemudian tangannya bergerak di udara seperti sedang memberikan kode pada seseorang. Tak butuh waktu lama, datang seorang prajurit bersama gadis berpakaian pelayan. Gadis berpakaian pelayan iu tampak ketakutan, bisa dilihat dari gemetar tubuhnya dan matanya yang bergerak tidak tenang.

Ece beralih menatap pelayan itu, tangannya dengan gemulai meraih rambut hitam milik pelayan itu sembari berkata, "Pelayan ... bukankah kau mengatakan kau pernah melihat Nona Freya menggoda Baronet Lennon di kastil dingin," tanyanya dengan nada begitu dingin menusuk telinga sang pelayan itu.

Dalam sekejap saja pelayan itu langsung menganggukkan kepalanya, "Benar! Aku, aku melihatnya, Nona Freya menggoda Baronet Lennon agar mendapat lebih banyak bahan pokok!" balasnya dengan cepat.

Ece tersenyum sumringah mendengar ucapan pelayan itu, bukankah ucapan itu sudah cukup membuktikan kalau memang benar Freya melalukan hal itu. Seharusnya tidak ada lagi alasan Freya berdalih.

Freya menatap pelayan itu datar, cukup dilihat dari keadaan pelayan itu, Freya bisa menebak pelayan itu baru saja menerima siksaan, entah berupa pukulan atau cacian. Dilihat dari sikapnya saja, semua orang pintar bisa menembaknya. Freya mendengus pelan, trik yang dilakukan Ece terlalu mudah ditebak ... seharusnya Ece bisa lebih cerdas lagi.

"Kalau hanya mulut yang berbicara, tebak berapa banyak mulut bisa berdusta?" Freya berjalan mendekati Ece sembari memberikan tatapan datar tapi menekan, "Putri Ece, bagaimana kalau aku mengatakan anda pernah tidur dengan banyak pria? Apakah ucapanku juga bisa dipercaya, seperti ucapan pelayan itu?" Freya mengukir senyum sinis singkat. Lalu kakinya berjalan mendekati pelayan yang berlutut tidak jauh dari Ece.

"Datang dan tiba-tiba berniat menjatuhkanku? Putri Ece, anda jangan bercanda. Jika ingin bermain licik, tolong cerdaslah sedikit." lanjut Freya lagi dengan bibir yang menyungging senyuman khasnya.

Telinga Ece memerah mendengar ucapan Freya, alisnya berkedut cepat mempertandakan dia sedang menahan amarah. Ece menarik Freya dengan kasar lalu mendorongnya ke pintu, membuat punggung Freya menghantam pintu kamar Sean cukup kuat. Freya sengaja membuat dirinya terlihat lemah di hadapan Ece.

"Kau beraninya! Aku ini anak dari Archduke Carlos, beraninya kau mengatakan aku seperti itu!" Ece memelototkan matanya lebar, tangannya dengan kasar mendorong bahu Freya lagi, "Kau hanya seorang pembunuh, dan aku bisa saja membuat Ayahku membunuhmu hari ini!" pekik Ece lagi. Raut wajah marahnya benar-benar menakutkan, tapi tidak untuk Freya.

Alih-alih takut Ece mengancam nyawanya karena ketidaksopanannya terhadap nona bangsawan itu, Freya justru tertawa keras dalam hati, seperti iblis yang baru saja memenangkan keberuntungan besar. Inilah yang Freya harapkan, memancing kemarahan Ece untuk memukulnya.

Ece menarik kerah baju Freya, hendak melempar tubuh Freya ke lantai, tapi terhenti ketika Freya mencengkeram tangannya kuat. Sangat kuat sampai Ece ingin terkejut karenanya.

Bersamaan dengan itu, pintu kamar Sean terbuka, dan muncullah seorang pria tanpa busana atas di sana. Freya dan Ece sadar akan hal itu, Ece berniat mendorong dirinya ke belakang agar terkesan Freya sengaja mendorongnya. Tapi hal tak terduga terjadi, Freya justru menahan Ece jatuh dan malah menjatuhkan dirinya sendiri ke belakang, tepat jatuh ke pelukan Sean. Hal itu mengejutkan banyaknya mata yang memandang.

Untungnya Sean cepat tanggap dan langsung meraih bahu Freya cukup kuat agar tubuh gadis itu tidak jatuh ke lantai.

Ece gelagapan, tapi di dalam hati dia memaki Freya. Freya telah mengambil rencananya dan berhasil membalikkan keadaan, tentu saja Ece terkejut akan hal itu, 'Gadis ini licik!'

Prajurit dan pelayan yang ada di situ segera menunduk, tidak berani mengangkat pandangan yang memang sudah menjadi semacam tradisi istana, para bawahan atau budak tidak boleh memandang Tuan mereka lebih dari tiga detik terutama kepada Raja Sean.

Mata biru terang seketika menatap sesosok gadis yang kini berdiri tidak tenang di depannya, bisa Sean lihat Ece lah yang berdiri di sana, "Ece ... apa maksudnya ini? Kau ingin membuat keributan di depan kamarku? Bukankah sudah kukatakan aku benci keributan."

Ece membuka mulutnya dengan cepat, "Ya-Yang Mulia, ini tidak seperti Yang Mulia bayangkan. A-aku tidak melakukannya, tapi gadis itulah yang menjatuhkan dirinya sendiri," jelasnya dengan nada gelagapan.

Pandangan Sean semakin tajam, "Kau pikir aku ini bodoh?! Jelas-jelas kau memegang bajunya lalu mendorongnya!" nada suara Sean mulai meninggi, mengejutkan banyak orang termasuk Freya sendiri.

Siapa sangka sosok Raja Muda itu akan semarah ini melihat Freya ditindas, ups ... jangan salah sangka dulu, bisa jadi Sean marah karena mereka mengganggu ketenangannya.

Meskipun Sean terlihat sangat menakutkan jika sedang marah, Freya justru merasa senang, dengan begitu perlakuan  Sean akan membuat banyak berita baru, Raja Sean peduli pada Istri pembunuhnya. Memikirkan hal itu, Freya merasa ingin tertawa kencang. Dengan menyebarnya berita itu mereka yang sering mengganggu dirinya akan berpikir dua kali jika ingin mengganggunya lagi.

Ece semakin bergetar, mendengar Sean membentaknya membuat seluruh tubuhnya bergetar hebat, ini adalah pertama kalinya Sean membentaknya, "Ya-Yang Mulia, aku sungguh tidak mendorongnya. Aku-"

"Prajurit, bawa pergi Nona Ece kembali ke kediamannya. Dan beritahu Archduke Shanley untuk menghukum putrinya ini sebab mengganggu masa penyembuhanku!" sela Sean tajam tanpa menolehkan pandangannya dari Ece.

Ece terdiam mematung mendengar perintah dari Sean, tidak pernah sekali pun Sean menghukumnya meski dulu Ece sering melakukan kesalahan di depan Sean. Bahkan dulu, Sean mengizinkannya melakukan apapun di istana. Tapi kali ini sulit dipercaya, Sean membela dan bahkan melindungi Freya. Benar-benar membuat hati dan pikiran Ece memanas.

'Wanita licik! Tunggu aja pembalasanku!' pekik Ece dalam hati. Bersamaan dengan itu tiga prajurit di belakangnya segera membawa Ece pergi.

Freya memandang kepergian Ece sambil mengukir senyum tipis kemenangan, setelah sosok yang dibawa prajurit itu hilang dari pandangannya, barulah Freya berhenti menatapnya.

Kini tinggallah, Freya, Sean dan pelayan yang dibawa Ece tadi. Bisa Freya lihat, pelayan itu mulai berkeringat dingin, ekspresi wajahnya tampak begitu buruk. Pelayan itu menunduk menatap lantai dengan tatapan kosong.

'Ma-matilah aku, Nona Ece sudah pergi!' pekik pelayan itu.

Mengingat pelayan itu telah membuat kesalahan, Freya mendekatinya membuat pelayan itu semakin berkeringat dingin. Sesuatu buruk pasti akan terjadi padanya, tapi pelayan itu sudah memikirkan rencana untuk meminta belas kasih dari Freya.

"Katakan, kenapa kau berani memfitnahku? Apa kau punya cukup bukti aku melakukan hal hina itu dengan Baronet Lennon?" tanya Freya dengan nada datar, tampak tidak ada kemarahan setelah pelayan itu memfitnahnya.

Sebenarnya apa yang dikatakan pelayan itu bisa dikatakan benar, hanya saja ... bukan Freya yang menggoda Baronet Lennon, tapi pria itulah yang menggodanya lebih awal dan bahkan memaksa, jika saja waktu itu Elis tidak secepatnya membantu Freya kabur sesuatu hal buruk pasti telah terjadi padanya.

"No-Nona, aku hanya dipaksa! Nona Ece memaksaku melakukannya! Maafkan aku Nona! Mohon Nona mengampuni nyawaku! Aku tidak bisa membantah perintah Nona Ece, dia mengancam nyawaku! Mohon ampun Nona!" Pelayan itu langsung bersujud sembari memegang kaki Freya kuat. Kebiasaan zaman kuno jika sudah berada di situasi darurat.

Tatapan Freya terhadap pelayan malang itu terlihat melunak, dia mengerti pelayan itu melakukan hal yang tidak dia inginkan karena paksaan. Apalagi jika diancam soal hidup dan mati, beberapa orang juga pasti rela melakukan apapun agar nyawa tidak melayang.

Tapi, bukan berarti Freya akan bersikap baik bukan? Apalagi kepada seseorang yang sudah membuatnya bermasalah. Freya yakin, jika dia melepaskan pelayan itu, siapa bisa menduga ke depannya pelayan itu tidak berniat jahat lagi. Freya memang bukan Tuhan, tapi Freya punya pandangan tersendiri.

Freya meraih wajah pelayan itu dengan tangan kanannya, membuat pelayan itu menatap matanya. Bisa Freya lihat, pelayan itu memiliki pikiran dan perasaan sangat jahat, mata pelayan itu tidak bisa membohongi Freya.

"Aku cukup kasihan padamu, sebagai pelayan apa yang bisa menolak perintah atasan? Tentu tidak." Freya mengulum senyum tipis, tapi senyumannya itu ... sangat mengerikan! Bahkan pelayan itu meneguk salivanya kasar tanpa dia sadari. Aura mengetikkan yang Freya keluarkan terlalu mengerikan.

"Tapi sayang, kau memfitnah orang yang lebih kejam dibanding dengan orang yang memerintahmu." Freya dengan cepat membanting kepala pelayan itu ke lantai berlali-kali, membuat keramik yanh sebelumnya putih berubah menjadi merah pekat. Bersamaan dengan itu, bau darah mulai tercium.

"Lain kali jika ingin beradu kelicikan, lebih cerdaslah sedikit." Setelah cukup puas membuat pelayan itu mati, Freya melepaskannya, lalu berdiri dan berbalik. Sean menatap Freya dengan tatapan datar, seolah tidak peduli dengan apa yang baru saja dia lihat.

Untuk sesaat terjadi keheningan di antara mereka berdua, tapi tak lama Sean mengukir senyum sinis tapi terkesan sedang memuji.

"Aku pikir kau tidak akan bisa melawan Nona Ece, ternyata dugaanku salah ... jika Ece adalah Ratu kelicikan, lalu julukan apa yang cocok untukmu? Ratu Iblis kah?" Entah memuji atau menghina, Freya tidak keras terganggu akan ungkapan seperti itu. Dari kehidupan pertamanya memang banyak orang mengatakan Freya licik, kejam atau semacamnya, dan Freya mengakui julukan itu.

Freya membalas senyuman Sean, "Yang Mulia, aku hanya mengajarkan pada orang-orang yang ingin mengganggu untuk berpikir dua kali jika ingin melakukannya. Sebab menggangguku sama saja mencari mati."

____________

A/N : Jika suka jangan lupa berikan dukungannya, entah berupa like, hadiah, vote ataupun komen ^-^

Buat pendukung Freya mana suaranya

1
37421🥀✨
srru buanget dahh 🥰🥰🥰🥰
smngat thor upnyaa
jngan lam² thor..ditnggu ya thor kelanjutannya😉
Icye Anun
Lama sudah tidak update. Karya ini mungkin tidak ada sambungan lagi. Sayang sekali...
Sri Aisyah
maju mundur cantik kata syahrini 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Naaa
mampir kuy "Menikahi Sang Vampire"
cumi
😔😔 nunggu up ,Thor tolong kasih kejelasan lanjut gak nya 😔
cumi
Thor ceritanya bagus up yg banyak ya 🤗
kutus_ herbal
ko ga lanjut thor up ya lm bgt???
Alberta_ra
cepet up kak
yeoja
lanjut thor.......spirit, let's update again
kutus_ herbal
thor ko blm up ya dah mau sebulan
Lira Nur
Aku lupa kapan terakhir kali novel ini update-_
yeoja
Thor kpn up nie?
cejaa_★
lanjut thor
totoro
wah si ivy mencurigakan
Nuraini Aini Aza
ditunggu kelanjutannya
amni
up banyak" yuh thor hhe
kutus_ herbal
up yg sering dong thor....
kutus_ herbal
thor kmn?? lm ga up😱😱😱
anca
meskipun mgkn hanya mimpi tapu ga seharusnya nyerah gtu aja utk mati tenggelam dlm mimpi,,,ga peka banget sama tanda
🦆 Wega kwek kwek 🦆
cewek yg bar bar aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!