NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:345.4k
Nilai: 5
Nama Author: ZiOzil

Karena sebuah kesalahan, Keyra terpaksa harus menikah dengan teman sekolahnya yang sombong.

Bagaimana perjalanan hidup Keyra?
Yuk baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Hari-hari yang Keyra lalui sungguh berat, hampir setiap hari dia merasakan sakit hati dan menangis karena kata-kata Widya maupun Ken. Bahkan terkadang Widya memperlakukan gadis itu layaknya pembantu. Dan berhubung ini hari Minggu, Keyra berpamitan kepada Very untuk menjenguk ibunya, dia ingin sekali memeluk sang ibu.

Keyra sedang sarapan, dan karena hari ini Very di rumah jadi dia boleh sarapan bersama di meja makan. Karena kalau Very tidak ada, Widya pasti memarahinya.

"Maaf, Pa ... boleh tidak hari ini aku berkunjung ke rumah Ibu?" Keyra bertanya.

"Ya, tentu boleh dong! Kau pergi bersama Ken kan?"

"Hmm ... tidak, Pa! Aku pergi sendiri saja!" Jawab Keyra.

"Tapi sejak menikah, kalian belum pernah mengunjungi Ibumu. Pergilah bersama Ken." Ucap Very.

"Tapi, Pa ... hari ini aku ada janji dengan teman-temanku. Aku tidak bisa!" Ken menolak.

"Utamakan istrimu, bukan teman-temanmu. Pergilah bersama Keyra, temui mertuamu! Atau hari ini kau jangan keluar kemanapun." Very berbicara dengan tegas.

"Cckk ... iya ... iya!" Ken berdecak kesal dan menyetujui permintaan Very dengan wajah masam.

"Pa, jangan memaksa Ken dong!" Widya ikut bersuara.

"Aku tidak memintamu untuk berbicara!" Very menatap tajam ke arah Widya. Dan istrinya itu terdiam dengan geram.

"Pa, tidak apa-apa! Aku bisa pergi sendiri."Keyra mencoba menolak.

"Keputusan Papa sudah bulat, kalian berdua pergi atau jangan keluar sama sekali!" Lanjut Very.

Akhirnya Ken dan Keyra pun mengalah.

***

Setelah bersiap-siap, Keyra dan Ken pun akhirnya berangkat dari rumah bersama, tapi baru beberapa meter melaju, Ken menghentikan mobilnya.

"Turun!" Pinta Ken tanpa memandang Keyra.

"Kenapa turun disini?" Tanya Keyra bingung.

"Kau pikir aku akan berbaik hati mengantarmu? Jangan bermimpi!" Ken tersenyum sinis.

Keyra pun segera turun dengan perasaan kesal tanpa menjawab Ken, harusnya dia tahu kalau lelaki itu tidak mungkin bersikap baik dengannya. Ken kemudian melajukan mobilnya meninggalkan Keyra begitu saja di pinggir jalan.

Keyra berjalan kaki menuju halte bus yang lumayan jauh dari rumah Very, karena uangnya hanya cukup untuk menaiki kendaraan umum itu. Uangnya tidak akan cukup jika menaiki ojek online ataupun taksi.

Namun tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti di samping Keyra. Gadis itu sempat bergeser menjauh karena terkejut.

"Hai ... Key." Si pengendara motor itu melepas helm full face nya.

"Rendy ...?" Keyra terkejut saat mengetahui ternyata itu adalah Rendy. Satu-satunya sahabat Ken yang mau berteman baik dengannya dan kebetulan rumah Rendy berdekatan dengan rumah Ken.

"Wah ... motor baru ya?" Ledek Keyra.

"Iya, hasil bongkar celengan jadi beli motor." Rendy berkelakar.

"Kau ini ada-ada saja."  Keyra mencibir. Rendy membalasnya dengan tertawa.

"Kau mau kemana?" Tanya Rendy.

"Ke rumah ibuku." Jawab Keyra.

"Kenapa berjalan kaki? Memangnya Ken tidak mengantarmu?" Rendy menautkan kedua alisnya.

"Hmm ... dia sudah pergi, jadi aku pergi sendiri saja." Keyra berusaha menutupi keadaan rumah tangganya yang tidak baik.

"Oh ... kalau begitu, mari aku antar ke rumah Ibumu." Rendy menawarkan diri.

"Eh ... tidak usah, aku bisa pergi sendiri kok!" Keyra menolak. "Lagipula apa kau tidak ikut ngumpul bareng Ken dan yang lain?" Keyra mencoba mengingatkan bocah itu.

"Tidak apa-apa! Aku bisa pergi setelah mengantarmu. Lagipula aku tak mungkin meninggalkanmu di tempat sepi begini. Bahaya!" Ucap Rendy penuh perhatian.

Sejenak Keyra terdiam dan berpikir, apa yang dikatakan Rendy benar juga. Daerah rumah Ken memang sangat sepi. Akhirnya gadis itu pun menerima tawaran Rendy.

"Baiklah."

"Ya sudah, yuk naik!" Ujar Rendy. Keyra segera naik ke atas motor Rendy.

"Pegangan ya! Dan tunjukan arah rumah Ibumu." Pinta Rendy.

Keyra meremas kuat jaket Rendy, karena hanya itu yang bisa dia pegang. Lalu gadis itu memberitahu arah rumah ibunya. Dan Rendy segera melajukan motornya menuju rumah Anna.

Namun belum lagi sampai di tempat tujuan, tiba-tiba turun hujan gerimis. Rendy mendadak berhenti dan melepas jaketnya serta helmnya, lalu dia memberikannya kepada Keyra.

"Dipakai, Key. Entar kamu basah!" Rendy menyodorkan jaket dan helmnya.

"Eh ... tidak usah, aku tidak apa-apa kok. Kau saja yang pakai." Keyra menolak.

"Sudah pakailah! Aku anak laki-laki tidak masalah jika terkena hujan, lagipula hanya gerimis saja." Rendy memaksa.

"Tapi ..." Keyra ragu.

"Sudah buruan pakai! Sebelum hujannya makin deras." Pinta Rendy.

Keyra pun mengalah dan memakai jaket serta helm itu.

"Aku juga titip dompet dan ponselku di tasmu ya? Aku takut basah." Rendy kemudian menyodorkan dompet dan ponselnya kepada Keyra.

Gadis itupun segera meraihnya dan menyimpan kedua benda itu di dalam tasnya.

"Pegangan!" Rendy segera melajukan motornya kembali. Keyra hanya bisa memegang kaos Rendy.

Dan saat di persimpangan lampu merah, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Ivan. Tapi Ivan tak mengenali Keyra karena gadis itu memakai helm. Begitu juga dengan Rendy dan Keyra, mereka tak menyadari keberadaan Ivan.

"Bukannya itu Rendy ya? Sama siapa dia? Apa dia sudah punya pacar? Akhirnya dia move on juga dari Jessica. Wah ... hot gosip ini." Ucap Ivan. Bocah itu mengeluarkan ponselnya lalu memotret Rendy dan Keyra.

***

Setelah tiba di rumah Anna, Rendy buru-buru hendak pergi, namun Keyra menawarkannya untuk masuk dulu karena hujan semakin deras. Dan ternyata hujan gerimis tadi sukses membuat kaos Rendy basah walaupun tidak kuyup.

"Tidak masuk dulu, Ren?"

"Lain kali ya, aku mau pergi lagi." Ucap Rendy.

"Tapi bajumu basah begini." Keyra merasa cemas.

"Tidak apa-apa, nanti juga kering."

"Eh ... ada tamu. Mari masuk dulu, lihat kalian basah begini." Anna tiba-tiba keluar dari dalam rumah, mengagetkan Keyra dan Rendy.

"Tidak usah, Bu. Saya langsung pergi saja." Rendy masih menolak.

"Jangan begitu, nanti kau bisa sakit terkena hujan. Masuk dulu, biar ibu buatkan teh hangat sambil menunggu hujannya reda." Anna sedikit memaksa, membuat Rendy tak enak hati.

"Baiklah." Rendy pasrah. Dia pun menuruti permintaan Anna untuk masuk.

"Sebaiknya kau berganti baju, kau bisa masuk angin kalau memakai baju lembab begitu. Ini baju milik mendiang ayahnya Keyra." Anna menyodorkan sebuah kaos kepada Rendy. Bocah itu menjadi semakin sungkan.

"Bu, baju ayah itu sudah jadul. Rendy kan anak sekarang, mana mau memakai itu." Keyra mencoba menyadarkan Anna.

"Siapa bilang aku tidak mau? Aku akan memakainya karena Ibumu sudah menawarkannya untukku dan aku harus hargai itu." Ucap Rendy dengan bijaksana. Keyra benar-benar kagum dengan ucapan bocah ini, sangat berbeda dari Ken yang angkuh.

"Dimana toiletnya?"Tanya Rendy

"Disana." Keyra menunjukkan arah toilet rumahnya. Dan Rendy pun segera beranjak ke toilet sambil membawa kaos yang di berikan Anna.

"Temanmu itu anak yang baik. Oh iya, kenapa kau tidak datang bersama suamimu? Kemana dia?" Tanya Anna penasaran. Anna tahu, Rendy itu teman Keyra dan Ken karena pernah melihatnya di acara pernikahan waktu itu.

"Hmm ... dia sedang ada urusan penting, bu." Keyra berbohong.

"Lalu bagaimana kau bisa datang kesini bersama temanmu itu?" Tanya Anna lagi.

"Tadi aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan dan dia menawarkan diri untuk mengantarku." Keyra menjawab apa adanya.

"Apa suamimu tahu?"

Keyra hanya menggeleng dengan pelan, sekarang dia tahu arah pertanyaan ibunya.

"Nak, kau sudah menikah. Jadi kau tidak bisa sembarangan pergi dan berhubungan dengan lelaki lain apalagi tanpa izin suamimu." Anna menasihati putrinya itu.

"Tapi Rendy itu kan temanku dan Ken, Bu."

"Biarpun dia teman, kau tetap harus menghargai suamimu dan menjaga nama baiknya. Kau mengerti?" Lanjut Anna.

"Iya, bu. Aku minta maaf."

Tanpa sepengetahuan Keyra dan Anna, Rendy yang sudah selesai berganti baju mendengar pembicaraan mereka. Setelah kedua ibu dan anak itu berhenti bicara, barulah Rendy datang seperti tak ada kejadian apa-apa.

"Bajunya bagus! Aku suka." Ucap Rendy dengan senyum mengembang.

"Kalau kau suka, kau boleh memilikinya." Kata Anna.

"Benarkah? Wah ... terima kasih ya, Bu." Rendy tertawa girang.

"Kalau begitu minum dulu, Ren." Keyra menyodorkan segelas teh hangat ke hadapan Rendy. Dan bocah itu segera meminumnya.

Gerimis di luar sudah reda, 

"Aku pamit ya, Key. Takut yang lain pada nunggui." Rendy beranjak dari duduknya.

"Ya sudah! Sekali lagi, terima kasih ya, Ren."

"Bu, saya permisi dulu ya. Terima kasih kaos dan tehnya." Rendy tersenyum manis.

"Iya, sama-sama. Hati-hati di jalan." Ucap Anna.

Rendy pun buru-buru pergi meninggalkan rumah Anna bahkan dia juga meninggalkan kaos dan jaketnya yang lembab serta melupakan dompet dan ponselnya di dalam tas Keyra. Dia tahu Ken dan teman-temannya yang lain pasti sudah menunggunya.

***

Like dong guys ...

novel ini sepi pembaca, kalau bisa tolong bantu Author promosikan novel ini ya. 😁🤭

1
hersita maharani
makasih author ❤️❤️❤️❤️🙏🙏😘😘😘
Hafijah Ramadani
bukan mantan suami x ya.. tp status msh suami
Mimin Tarmini
Luar biasa
Tut Eny
lanjut
Naylatul Maufiroh
😢😢😭😭😭😭
Shaqila Dwi
mampir Thor
Meldis dirma
mertua😠😠😠
lio one
nyesek banget.. 😢😢 good thor 👍👍
Dhizi
rara pasti anaknya ken...
Riska Wulandari
lah d bab sebelumnya katanya udah cerai thor??
Riska Wulandari
Keyra sakit apa??
knp Keyra g sama Rendy aja thor kan udah cerai dari Ken..
Riska Wulandari
jangan sampai rencanamu jadi bumerang Key..
Riska Wulandari
beneran udah cerai??kalo gini sih aku seneng..🤭
sama Rendi aja Key..
Riska Wulandari
habis itu amnesia..🥴
Riska Wulandari
Keyra bego,,mumpung lagi berdua ajak duel napa,,pasti nyonya tua itu g bakal menang juga terus cemplungin ke jurang..
Riska Wulandari
200 juta??ya kurang lah..enak aja kalo 200 M baru pikir2,,katanya horrrang kaya...
Riska Wulandari
ah cieeee..Ken udah g perjaka lagi ni yeee..🤭🤭🤣🤣🤣
Riska Wulandari
d jadiin pembantu jangan lupa minta gaji Key jangan cuma nangisss doang...
Riska Wulandari
orang g ngapa2 in d paksa kawin..tanggung jawab juga belum ngerti akhirnya saling nyakitin..
Riska Wulandari
duduk permasalahannya g d lurusin dulu main kawin aja si bapak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!