Antara mencintai atau obsesi itu beda tipis nggak sih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman Pertama
Siang ini Arina berpapasan dengan Jagat yang sedang berjalan bareng ketua club basket sekolahnya. Baskara, salah satu cowok tampan idaman di ANGKASA NUSA, tapi ya begitulah dia terkenal dengan bad boy, suka gonta ganti pacar dan sangat arogan.
“Hai Arr….” Sapa Baskara dengan senyuman kasnya.
Arina hanya menoleh dan tersenyum ramah ke arah Baskara, tapi kali ini sorot matanya bertemu dengan tatapan mata tajam Jagat, yang terus menatapnya dengan dingin. Hingga senyuman manis itu pudar seketika dari bibir Arina.
“Lu kenapa nggak balas chatt gue?”
“Hah, emb itu…” Arina terlihat mengaruk hidungnya dengan manik mata yang sibuk mencari alasan.
“Lu bisa buruan nggak, keburu gue berubah pikiran.” Saut Jagat ke arah Baskara dengan wajah ketusnya.
“Santai dong bro,” tepuk Baskara ke pundak Jagat, tapi langsung Jagat tepis begitu saja. “Gue duluan Ar, bales chatt gue,” pesannya untuk Arina.
“Ar, Lu jangan urusan sama Baskara deh, Lu bisa di bully seperti anak baru yang di gebet Baskara minggu lalu,” cerocos Milla yang kali ini otaknya agak beneran dikit.
“Iya, gue juga tau kali Mil, gue nggak mungkin juga suka sama Baskara.”
“Kalau sama Jagat?” Wajah Nina penuh tatapan intimidasi ke arah Arina.
Wajah Arina langsung memerah dan sedikit gelagapan, “nggak ju-ga…”
“Bagus lah.”
“Ar, jagat udah ada cewek belum?” tanya Milla dengan wajah penasaran nya.
“Belum, dia belum boleh pacaran, nunggu umurnya 18 dulu.”
“Sumpah??”
Arina mengangguk yakin.
“Lu percaya?” Kali ini Nina terlihat sangat sinis.
“Lu kenapa sih, kayak benci banget sama Jagat, awas ya sampai modus benci jadi cinta,” ancam Mila.
“Nggak akan pernah.” Tegas Nina.
Arina hanya mengangkat bahunya acuh, saat Milla mengondenya soal tingkah Nina akhir-akhir ini setelah kehadiran Jagat.
“Temuin gue di lorong sekolah belakang.” Chatt Jagat yang baru saja masuk ke ponsel Arina.
“Ngapain lagi sih,” gumamnya.
“GUYS GUE KE TOILET,” teriaknya kepada kedua temannya yang sudah berjalan di depannya. Hanya Milla yang mengangkat jempolnya dari jauh.
Arina mulai berjalan cepat ke arah lorong belakang sekolah, dia mempercepat langkahnya agar cepat sampai, karena sebentar lagi jam masuk kelas.
“Ngapain ngajak ketemuan di sini sih?” Protes Arina saat melihat Jagat yang berdiri sendirian di pojokan lorong.
“Hapus kontak Baskara, dan nggak usah ladeni dia lagi.” Tatapan tajam dan tegas Jagat sangat mendominasi untuk di jabarkan.
“Kenapa?”
“Hapus aja, nggak usah bawel.”
“Apa’an sih nggak jelas bang…!!”
Protes Arina yang menguap begitu saja, saat bibir lembut Jagat langsung menyambar bibirnya dalam sekejap. Mata Arina membola sempurna, dia melihat dengan jelas wajah Jagat dengan jelas di hadapannya dengan keadaan mata yang terpejam. Arina membeku begitu saja tanpa perlawanan, otaknya ngefrezz begitu saja dalam setiap detiknya. Jagat semakin menarik pingang Arina untuk mendekat dan menyesap lembut setiap momentnya.
“Hukuman buat mu, jika suka protes.” ucapnya dengan tatapan sayu sambil mengelap bibir Arina yang basah dan masih sedikit menganga karena terlalu syok.
“Ja-gat, itu ciuman pertama gu-e.” wajah tegang Arina masih stay sampai saat ini, bahkan untuk saat ini wajahnya menjadi merah merona. Arina refleks menutupi mulutnya lalu lari meninggalkan Jagat begitu saja.
Entah mengapa tingkah Arina barusan membuat Jagat tersenyum bahagia, meskipun jantungnya saat ini juga ikut nggak aman.
“Lu kenapa Ar?” tanya Mila yang tau tingkah beda Arina. “Habis ketemu hantu di toilet.
Arina langsung mengangguk dan menangis kecil sambil menutup wajahnya.
“Lu beneran lihat hantu?” kali ini Nina ikut panik.
“Nggak mau ketemu dia lagi,” keluh Arina yang semakin sesungukan.
“Udah udah, besok kalau Lu ke toilet gue anter,” Nina langsung memeluk Arina dan menenangkan. “Udah tenangin diri Lu.”
“Minum Ar, sampai gemetar badan Lu,” ucap Mila yang menyodorkan botol minum ke Arina.