NovelToon NovelToon
Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Pengkhianatan
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Kania harus mengalami malam tergelap dalam hidupnya, ia dinodai dan kehilangan harga dirinya. ‎Ketika kebenaran terungkap, orang-orang yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya justru menjadi hakim yang paling kejam.

‎Tunangannya, Haris, langsung memutuskan pertunangan mereka, menganggap Kania sudah kotor dan tak layak lagi bersanding dengannya. Bahkan ayah kandungnya sendiri membuangnya, menyebutnya telah mencoreng nama baik keluarga.

‎Tanpa dukungan siapa pun, Kania terhempas ke jalanan, hingga seseorang mengulurkan tangan dan membantunya untuk bangkit dari keterpurukan.

‎Kini, ia kembali bukan lagi sebagai wanita lemah yang diusir, melainkan sebagai sosok yang berani menantang takdir.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

‎Sinar matahari menyelinap hangat masuk lewat jendela kaca besar ruang kerja Haris. Pintu terbuka perlahan, dan Tuan Darius melangkah masuk dengan wajah tenang. Di tangannya tergenggam sebuah amplop, undangan pesta dari Blackwood Corp.

‎‎Haris segera berdiri menyambut ayahnya. "Ayah. Ada apa?"

‎‎Tuan Darius duduk di sofa, memberi isyarat agar putranya ikut duduk. Ia meletakkan amplop itu di atas meja di antara mereka. "Ini undangan untuk pesta tahunan Blackwood Corp minggu depan. Kita diundang."

‎‎Haris menatap amplop itu sekilas, lalu menatap wajah ayahnya. "Blackwood Corp... Tuan Victor Blackwood?"

‎‎"Benar," jawab Tuan Darius pelan. "Ini kesempatan langka. Banyak tokoh penting yang akan hadir. Ayah ingin kamu ikut bersama Ayah hadir ke sana."

‎‎Haris mengangguk pelan, "Baik, Ayah. Aku akan ikut,"

‎‎Tuan Darius diam sejenak, menatap wajah putranya lekat-lekat sebelum akhirnya bertanya dengan nada lembut namun penuh perhatian.

‎‎"Bagaimana hubunganmu dengan Luna belakangan ini? Apakah semuanya berjalan baik-baik saja?"

‎‎"Semuanya berjalan seperti yang diharapkan, Ayah," jawab Haris pelan, menundukkan pandangannya sejenak. "Kami sudah bertunangan, dan aku akan berusaha menepati janji yang sudah diucapkan."

‎‎Tuan Darius menghela napas panjang, "Ayah tahu ini berat bagimu, Haris. Ayah tahu hatimu sebenarnya belum menerima hal ini sepenuhnya."

‎‎Ia mencondongkan tubuh sedikit ke depan, menatap mata Haris dengan pandangan yang penuh rasa bersalah yang tak bisa ia sembunyikan lagi.

‎‎"Tapi ingat satu hal, Haris. Jangan pernah memaksakan hatimu untuk mencintai seseorang hanya karena orang lain menginginkannya. Dan jangan sampai kamu menyesal seumur hidup karena kehilangan sesuatu yang berharga, hanya karena kamu tetap memilih untuk diam."

‎‎Kata-kata itu membuat jantung Haris berdegup kencang. Ia tahu ia telah menyembunyikan kebohongan besar, dengan mengikuti permainan keluarga Wijaya yang mengatakan jika Kania sudah mengkhianatinya dengan pergi dengan laki-laki lain. Padahal ia tahu betul apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu.

‎‎"Ayah..." panggilnya parau.

‎‎Tuan Darius hanya menggeleng pelan, berdiri perlahan dari duduknya. "Sudahlah, Ayah tidak akan mengganggumu lagi. Selesaikan dulu pekerjaanmu. Setelah itu segera menyusul pulang."

‎‎Haris ikut berdiri, ia mengangguk pelan, "Baik, Ayah. Hati-hati di jalan."

‎‎Tuan Darius menepuk bahu putranya sekilas, lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan itu. Begitu pintu tertutup, Haris kembali duduk diam, menatap amplop emas itu lama.

‎‎-

‎‎-

‎‎-

‎‎Begitu sampai di rumah, Nyonya Melani langsung menuju kamar putrinya dengan langkah cepat. Ia mengetuk pintu sebentar lalu masuk tanpa menunggu jawaban. Luna sedang duduk di depan cermin sambil merapikan rambutnya.

‎‎"Ma..." sapa Luna pelan saat melihat pantulan ibunya di cermin. "Ada apa? Kenapa Mama terlihat begitu bersemangat?"

‎‎Nyonya Melani mendekat, menepuk bahu putrinya dengan senyum lebar. "Ada kabar baik, Sayang. Kita menerima undangan dari pesta tahunan Blackwood Corp minggu depan. Dan Tuan Victor sendiri yang mengundang kita."

‎‎Mata Luna seketika berbinar. "Blackwood Corp? Perusahaan milik Tuan Victor yang paling berpengaruh itu?"

‎‎"Benar," jawab Nyonya Melani. "Ini kesempatan besar bagi kita. Tidak hanya untuk ayahmu menjalin kerja sama, tapi juga untukmu. Kamu harus tampil paling cantik, paling anggun, dan memukau. Siapa tahu..." Ia menunduk berbisik, "...siapa tahu kamu bisa menarik perhatian Tuan Victor."

‎‎Luna tersenyum lebar, rasa cemasnya perlahan hilang berganti harapan. "Baik, Ma. Aku akan memberikan penampilan terbaikku. Aku akan membuat semua orang terpana melihatku."

‎‎Nyonya Melani mengangguk puas, namun matanya berkilat tajam. "Ingat, Luna. Jangan biarkan siapa pun menaungimu. Pastikan semua mata tertuju padamu. Tuan Victor adalah laki-laki normal, tidak mungkin dia tidak tertarik dengan wanita cantik."

‎‎Namun, wajah Luna tiba-tiba tampak ragu, senyuman diwajahnya perlahan memudar, "Tapi, Ma, untuk apa aku harus mendekati Tuan Victor itu? Aku kan sudah bertunangan dengan Kak Haris."

‎‎Nyonya Melani mendengus pelan, lalu memutar bahu putrinya agar berhadapan dengannya. Tatapannya tajam namun suaranya lembut, seolah sedang membisikkan rahasia paling penting.

‎‎"Haris?" ucapnya meremehkan. "Dia hanya anak orang kaya biasa. Tapi Tuan Victor? Dia memegang kendali di kota ini. Kalau kamu bisa menarik hatinya, kamu tidak hanya akan menjadi istri orang kaya, tapi kamu akan menjadi wanita paling berkuasa di kalangan kita."

‎‎Ia menangkup wajah Luna dengan kedua telapak tangannya, menatap lekat-lekat ke dalam mata putrinya yang mulai goyah.

‎‎"Itu hanya pertunangan, Sayang. Selama belum ada ikatan resmi, semuanya masih bisa berubah. Tidak ada salahnya kita menjaga hubungan baik dengan orang yang berkuasa. Siapa tahu, ini justru menjadi jalan terbaik untuk masa depanmu."

‎‎Luna terdiam, pikirannya mulai bimbang. Bayangan kemewahan dan kekuasaan yang dijanjikan ibunya perlahan mengalahkan rasa setianya pada Haris.

‎‎"Jangan khawatir," tambah Nyonya Melani meyakinkan. "Mama akan mengurus semuanya. Kamu hanya perlu tampil sempurna dan bersikap manis. Paham?"

‎‎Luna akhirnya mengangguk pelan, senyum tipis kembali terukir di bibirnya. "Paham, Ma. Aku akan mencoba mendekati Tuan Victor."

‎‎Nyonya Melani tersenyum puas. "Bagus."

‎‎Selesai dengan urusannya, Nyonya Melani berbalik dengan anggun, meninggalkan Luna yang masih termenung di depan cermin. Pintu tertutup rapat, Nyonya Melani melangkahkan kakinya menuju kamarnya, namun baru beberapa langkah berjalan ia berpapasan dengan Bu Laras yang membawa nampan berisi teh hangat.

‎‎Bu Laras segera berhenti dan menunduk hormat.

‎‎"Nyonya..." sapanya pelan dan hati-hati.

‎‎Namun Nyonya Melani seolah tak mendengar. Ia terus melangkah, melewati wanita tua itu begitu saja, seakan mereka tak saling kenal.

‎‎-

‎-

‎-

‎‎Ketukan halus terdengar di pintu ruangan, sebelum akhirnya terbuka perlahan. Bian melangkah masuk dengan sikap tetap waspada namun sopan, menatap Kania yang masih sibuk menunduk di tumpukan dokumen.

‎‎"Nona Kanaya," panggilnya pelan namun jelas. "Sudah lewat jam kerja. Saatnya kita pulang."

‎‎Kania mengangkat wajahnya perlahan, menatap jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul enam sore. Matanya sedikit perih karena terlalu lama menatap angka dan tulisan, namun ia mengangguk pelan. Ia menutup berkas terakhir dengan rapi, lalu berdiri merapikan pakaiannya.

‎"Baik, Bian. Terima kasih sudah mengingatkan," ucapnya tenang.

‎‎Bian berjalan lebih dulu dan membukakan pintu ruangan. "Mari silakan, Nona. Mobil sudah siap menunggu di depan."

‎‎Kania menyambar tas kerjanya, melangkah keluar dengan diikuti oleh Bian. Langit sudah sepenuhnya gelap saat mereka sampai di depan, lampu-lampu gedung mulai menyala satu per satu. Kania dan Bian masuk ke dalam mobil, dan kendaraan pun perlahan melaju meninggalkan area kantor.

‎Perjalanan berjalan mulus di awal, namun saat mobil memasuki jalan raya yang lebih sepi dan jarang dilalui kendaraan, tiba-tiba empat mobil hitam besar melaju kencang dari arah samping dan depan, memotong jalan hingga memaksakan kendaraan mereka berhenti mendadak. Ban berdecit keras menggesek aspal, membuat Kania terhuyung ke depan.

‎Bian segera mengunci semua pintu dengan cepat, wajahnya yang tadinya tenang kini berubah tegang.

‎‎"Jangan keluar, Nona! Tetap diam di tempat!" perintahnya tegas.

‎‎Dari keempat mobil itu turun belasan pria bertubuh kekar dengan wajah garang, mengepung mobil mereka rapat-rapat. Salah satu dari mereka mengetuk kaca pengemudi dengan keras menggunakan gagang besi.

‎‎"Keluar serahkan wanita itu! Kalau tidak, kami hancurkan mobil ini!" teriaknya mengancam.

-

-

-

Bersambung...

1
MamDeyh
Dihh Hariss... Lakik pengecut.. 😒
Rizky Manik
ternyata mama Haris juga kek Dajjal ya🤣
mungkin sakit hati karna bapak Haris masih cinta sama mama Kania yg kandung😏
Rizky Manik
bukan Kania memang lun tapi kanaya😏
Rizky Manik
bukan Kania memang lun tapi kanaya😏
〈⎳ FT. Zira
kamu nanyaaa/Speechless/
〈⎳ FT. Zira
bukan hanya mirip, ya emang Kania🤧
〈⎳ FT. Zira
bentar lagi juga kamu bakal liat, siapin jantung aja
〈⎳ FT. Zira
mana mau Vic deketin kalo hatinya dah tertanam buat wanita lain.
〈⎳ FT. Zira
melihat, tapi gak dianggap ada🤣
partini
akhir nya bertemu
Agunk Setyawan
kelamaan x mau bongkar aja nunggu ber bab" /Pooh-pooh/ thor
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
apa ini emang rencana ibu tirinya buat nyingkirin kania 😠
Rizky Manik
lanjut thor🤭
Rizky Manik
tik tak tik tok
sabar ya pemirsa, bentar lagi malam pesta dimulai😁
〈⎳ FT. Zira
panggungmu belum tersedia ternyata bapak🤣
〈⎳ FT. Zira
bisa pakai banget, buktinya kamu sampe gelisah kan.😏
W I 2 K
bisa dipercepat g sih pestanya...., dlm hitungan 1,2..3 gtu mulai.... 🤣🤣💃💃💃
Rizky Manik
aduh thor GK sabar ni malam dipesta
lanjut dong thor🤭🤭
🔥Violetta🔥: Bentar lagi kak pestanya 😁
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mau nguji buat dijadikan istri sah🤭
〈⎳ FT. Zira
dah telat... hari saat Haris diam saar insiden menimpa Kania, semua dah berakhir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!