NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:39.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Selama ini, aku bertahan bukan karena masih mencintaimu, Arsen. Bukan juga karena aku lemah. Tapi, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk membuat kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Saran Sahabat

Sementara itu, di sebuah gedung megah yang menjulang di pusat kota, seorang pria tampan berdiri di depan jendela kaca besar di ruang kerjanya. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, sementara tatapannya menembus hamparan gedung-gedung tinggi di luar sana.

Di belakangnya, seorang pria berkacamata berdiri tegak dengan sebuah tablet di tangannya.

"Wanita itu bernama Alena Revi Ananta, Tuan," lapornya. "Dia adalah istri dari Arsen Bhaskara. Hari itu, dia mendatangi beberapa perusahaan untuk melamar pekerjaan, tetapi semua menolaknya."

Pria itu terdiam beberapa saat. Lalu, perlahan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.

"Istri Arsen Bhaskara?" gumamnya pelan. "Menarik sekali."

Ia berbalik menghadap asistennya. Wajah tampannya memancarkan aura tenang, tetapi sorot matanya sangat tajam.

"Jadi, wanita yang menyelamatkan nyawa Kakek adalah istri Arsen."

"Benar, Tuan," jawab Doni hormat.

Pria itu mengangguk pelan. "Kalau begitu, atur pertemuanku dengannya."

Doni sedikit terkejut. Selama bertahun-tahun bekerja, jarang sekali atasannya menunjukkan ketertarikan pada seorang wanita. Apalagi, wanita itu adalah istri saingannya. Atau, tuannya itu mempunyai rencana sendiri?

"Anda ingin bertemu dengannya secara langsung, Tuan?" tanya Doni hati-hati.

"Ya, bagaimanapun juga dia sudah menolong Kakek. Jadi, aku harus memberinya sesuatu sebagai tanda terimakasih. Lagipula, aku ingin tahu sendiri, apa tujuan wanita itu sebenarnya," ucapnya dengan sorot mata yang tajam.

"Baik, Tuan. Saya akan segera mengaturnya."

***

BRAKH!

Nadia menghantam meja dengan telapak tangannya hingga cangkir kopi di atasnya bergetar.

"Biadab! Mereka benar-benar keluarga biadab!" geram Nadia dengan wajah memerah.

Beberapa pengunjung kafe langsung menoleh ke arah mereka.

Alena yang sejak tadi menangis seketika merasa canggung karena menjadi pusat perhatian. Ia buru-buru menghapus air matanya, lalu menatap para pengunjung dengan senyum kikuk.

"Maaf," ucapnya pelan sambil sedikit menundukkan kepala.

Setelah suasana kembali tenang, ia menoleh kepada sahabatnya.

"Nad, kecilkan suaramu. Semua orang jadi melihat ke sini."

Nadia menatapnya tak percaya. "Apa maksud mu, Len?" tanyanya. "Aku sedang marah! Aku kesal sekali, rasanya sampai ingin menampar mereka satu per satu."

Alena tersenyum tipis. Di tengah kehancuran yang sedang ia rasakan, kemarahan sahabatnya justru menghangatkan hatinya.

"Terima kasih, Nad. Kamu selalu ada untukku."

Nadia mengembuskan napas panjang. "Apa yang kamu katakan? Kita ini sahabat." Ia meraih tangan Alena dan menggenggamnya erat. "Tapi, aku penasaran. Setelah ini, apa yang akan kamu lakukan?"

Senyum di wajah Alena perlahan memudar. Ia menunduk, memandang secangkir teh yang sudah dingin.

"Aku... juga tidak tahu," lirihnya.

Beberapa detik ia terdiam sebelum kembali berbicara. "Mendengar mereka akan datang, membuat ku merasa ada harapan dan akan mendapat dukungan dari mereka. Aku bahkan terus memikirkan perasaan Mama dan Papa. Aku takut mereka kecewa kalau tahu kelakuan mas Arsen. Tapi ternyata... " suara Alena mulai bergetar. "Mereka sudah tahu semuanya. Bahkan mungkin, mereka mengetahuinya jauh sebelum aku."

Setetes air mata kembali jatuh di pipinya.

"Dan yang paling menyakitkan..." Ia menarik napas dalam-dalam. "Mereka justru mendukung Mas Arsen."

Hati Nadia ikut terasa sesak mendengarnya. Ia menggenggam tangan Alena lebih erat.

"Aku memang tidak berada di posisimu, jadi aku tidak bisa sepenuhnya memahami apa yang kamu rasakan," ucapnya lembut. "Tapi satu hal yang pasti, aku akan selalu ada untukmu. Apa pun yang terjadi, aku akan membantumu, Lena."

Mata Alena kembali memanas. "Terima kasih banyak, Nad. Sekarang, aku benar-benar tidak punya siapa-siapa selain kamu."

Nadia tersenyum tipis. Tapi, beberapa saat kemudian, keningnya berkerut setelah menyadari sesuatu.

"Ini aneh."

Alena mengangkat kepala. "Aneh? Apa maksudmu?"

"Kamu baru saja mengetahui pengkhianatan suami dan mertuamu. Tapi..." Nadia memperhatikan wajah sahabatnya dengan saksama. "Aku tidak melihat keputusasaan di matamu."

Alena mengerjapkan matanya bingung. "Aku baru saja menangis, Nad. Bagaimana mungkin aku tidak sedih?"

"Bukan itu maksudku." Nadia menggeleng. "Kamu memang sedih, tapi ada sesuatu yang berbeda. Kamu terlihat lebih tenang dan kuat sekarang."

Alena terdiam sejenak. Lalu, tanpa sadar, ia tersenyum pahit.

"Mungkin karena perasaanku sudah benar-benar mati."

Nadia mengangguk pelan, seolah mengerti. "Kalau begitu, lanjutkan saja rencana awal."

Alena mengernyit. "Rencana awal?"

"Ya. Berpura-pura tidak tahu apa pun dan ikuti permainan mereka."

"Ikuti permainan mereka?" ulang Alena bingung.

"Benar." Nadia menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Bukannya tadi kamu bilang kalau Arsen tidak bisa menceraikan mu karena perusahaan itu dibangun dari uang hasil penjualan rumah orang tuamu?"

Alena mengangguk pelan.

"Itu bisa menjadi senjata mu, Lena." Tatapan Nadia berubah tajam. "Mereka ingin menyingkirkan mu tanpa memberimu apa pun, kan? Kalau begitu, jangan biarkan itu terjadi."

Alena terdiam.

"Kamu harus bergerak lebih dulu sebelum mereka menjalankan rencana mereka."

"Apa maksudmu?"

Nadia mencondongkan tubuhnya ke depan. "Kamu sudah mendapatkan bukti perselingkuhan Arsen. Itu senjata utama mu. Kamu bisa kapanpun membongkarnya. Tapi, kau harus pintar-pintar mengaturnya. Cari waktu yang tepat. Dan, untuk perusahaan, buat saja Arsen rugi, bagaimanapun cara nya. Dan, kamu harus mencari bukti apa pun yang bisa melindungi hak mu."

Tatapan Alena mulai berubah setelah mendengar saran sahabatnya. Ia kembali merasa ada secercah harapan.

"Len," lanjut Nadia dengan suara tegas, "Jangan pernah pergi dengan tangan kosong setelah semua yang kamu korbankan. Ingat! Mereka sudah menghancurkan hatimu. Jangan sampai mereka juga merampas masa depanmu."

Alena terdiam cukup lama. Lalu perlahan, ia mengangkat kepalanya.

Nadia benar. Jika mereka ingin memainkan sebuah permainan, maka kali ini, ia yang akan menjadi pemeran utama.

1
Muft Smoker
jgn marah2 kek ,, namany juga ank2 ,, 😂😂😂😂 ,,
nakal sdkit gpp ,, yg penting nnti kek dapet cucu menantu idaman ,,
nunik rahyuni
bocah nakal lg kasmaran kakek..relakan saja hp jadulnya...untuk kelancaran menjemput calon cucu menantu🤣🤣🤣
Ma Em
Alena semangat ya dan kamu jgn mau direndahkan Arsen , Kenan pasti bohong pada Alena bahwa dia menggantikan kakek Rendra .
sunaryati jarum
Orang panik juga bisa lupa.sampai menggandeng tangan.orang tidak merasa.Untuk.Arsen Emak beritahu ya kamu memiliki masalah kesuburan jadi diaknosa saat masih jadi suami Alena kemungkinan kecil membuat pasangan kamu hamil
Muft Smoker: atuh perlu di pertanyakan atuh mak ,, ank di kandungan erina????😲😲😲😲😲
total 1 replies
sunaryati jarum
Astaga kirain emak Kenan baca pesan di Hp Alena, ternyata.hp kakek Rendra dibaea🤣🤣🤣
sunaryati jarum
O yang baca Tuan Kenan,ya.Sudaj berani baca pesan di Hp Alena
Yeni Astriani
ternyata saingan terberat Kenan dalam mendapatkan perhatian Alena Kakek Rendra sampai mencuri hape kakek nya sendiri biar gak bisa kencan sama Alena.
aduhh😂😂😂
nunik rahyuni
kan...kenan nakal..orsng tua dikerjai...sampai seisi rumah di balik cuma cari hp..tp sang cucu yg licik menguntit nya🤣🤣g ada nyali nya kenan...klo suka bilang bos
Heny
SUAMI YG GK BERSYUKUR DPT ISTRI SETIA DAN BAIK HATI
Heny
Main cabtik Alena
Heny
Alena yg sabar
nunik rahyuni
yg di beri kbr si kakek tp notif nya msuk di hp kenan jg🤣🤣🤣l modus kenan licik
Muft Smoker
jgn2 yg nerima pesan bukan kek rendra tp si kenan ,,
😂😂😂😂
sunaryati jarum
Bosnya suka kamu,dia bayar dengan dana pribadi ,dia mengatakan dana perusahaan agar kamu tidak menolak.Untuk urusan Arsen di perusahaan ASN kamu tidak perlu kawatir,dari hasil sidang dan terungkapnya fitnah Arsen padamu, Arsen sudah tidak mendapatkan kepercayaan lagi.Apalagi jika perselingkuhannya diungkap, mungkin para pemegang saham memintanya mundur
sunaryati jarum
Semangat dan sukses Alena.Dan emak ingin segera melihat kehancuran Arsen dan keluarganya termasuk selingkuhannya
sunaryati jarum
Kenan Pepet Alena dengan dalih menemani kakek Rendra.Cerdas juga bisa memanfaatkan kedekatan kakeknya dengan Alena 🤣🤣🤣👋👋
Ma Em
Semangat Alena semoga kamu makin sukses selalu bahagia tinggalkan masa lalu menuju masa depan yg bahagia , semoga Arsen tdk akan pernah bahagia bersama selingkuhan nya dan mendapatkan balasan yg lbh menyakitkan .
Muft Smoker
tdk perlu memandang lg kebelakang Alena ,, anggap aj mereka mimpi buruk yg perlu km lupain ,,
Muft Smoker
tkuut kesaing ma kakek ny sndriii yx kenan😂😂😂😂😂
sunaryati jarum
Arsen yang menghubungi atau ada bukti baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!