NovelToon NovelToon
The Mafia'S Only Weakness

The Mafia'S Only Weakness

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Anak Genius
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mel R.

Dominic Enzo Salvatore terus mencari kekasih nya yang menghilang sudah 6 tahun lebih ini. Akibat salah paham dimana waktu itu kekasihnya Isabella Laurent.

Halo semua nya...ini adalah karya pertama yang yang saya buat. Saya sangat berharap kalian para readers suka dengan cerita yang saya buat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mel R., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di meja makan

"Kamu mau kemana?" tanya Dominic heran. Pria itu menyerhit heran melihat istrinya yang memegang selimut dan bantal.

"Aku mau tidur di sopa" Jawab Isabella dengan singkat. Dominic tidak suka mendengar ucapan istrinya.

"Tidur di atas ranjang." Hanya empat kata, tapi ini lebih ke perintah karena ucapannya tidak mau di bantah.

"Aku tidak mau" Jawab Isabella. Dirinya hanya takut kalau Dominic meminta hak nya. Sungguh ia merasa takut. Lebih tepatnya hanya belum siap saja.

"Tidur di ranjang atau ku hamili" Sangat tegas sehingga membuat Isabella kesal.

"Apa apansih Dominic!!" Tapi walaupun begitu, Isabella langsung membawa selimut dan bantal nya lagi ke arah ranjang.

"Good girl" senyum Dominic. Mana bisa tidur terpisah seperti ini? Dirinya dan Isabella sudah SAH menjadi suami istri.

Isabella langsung membungkus dirinya dengan selimut. Membelakangi Dominic. Dengan jarak di tengah masih bisa dua orang lagi.

Dominic hanya membiarkan nya saja. Hanya saja ia geli melihat istrinya seperti anak perawan yang sedang malu-malu.

Dominic juga memberikan tubuhnya. Ia tidur telentang, tangan nya juga ia buat sebagai batal. Lalu habis itu Dominic langsung memejamkan matanya.

Biarlah malam ini seperti ini. Tapi kalau besok besok sudah pasti Dominic akan memastikan kamar ini setiap malam harus ada suara menjerit.

Pagi hari nya, semua orang bersiap untuk sarapan. Semua orang sudah menunggu di meja makam karena Isabella belum juga turun dari kamar nya.

Semua maklum dengan itu. Biasa karena pengantin baru.

Dante, Biangca beserta si kembar Alex dan Alexa yang sudah berumur 8 bulan itu ikut turut menunggu sang onty turun.

"Mommy, aku sudah lapar" Ucap Adrian.

"Sabar yah sayang, Aunty sebentar lagi turun." Ujar Biangca sambil mengelus kepala putra nya.

"Maaf sudah membuat kalian menunggu." Isabella sudah datang. Ia merasa tidak enak hati kepada semua orang atas keterlambatan membuat semua orang jadi menunggu.

"Tidak apa-apa, kami mengerti kok. Kalian kan sedang pengantin baru" jawab Dante dengan tersenyum. Tapi di mata Dominic, senyuman itu seperti senyuman mengejek.

Dominic menarik kursi untuk istrinya. barulah ia juga segera duduk di samping istrinya. Lagi-lagi Isabella terkejut melihat ada dua bayi kembar di samping Biangca.

Semalam Isabella tidak terlalu memperhatikan karena ia fokus dengan pikiran kusut nya.

Semua orang sudah siap untuk sarapan pagi nya.

Di samping Dante ada istrinya beserta Adrian anak sulung nya.

Kalau si beby kembar di taruh di stroller bayi. Di samping nya ada si Damian anak yang paling kalem. Lalu di samping nya ada Lily dan juga Jeremy di asisten.

Dan yupss...di depan mereka hanya ada dua orang, siapa lagi kalau bukan pengantin baru itu.

Dominic mengambil makanan dan menaruh nya di piring istrinya. Membuat Isabella jadi kikuk karena ia melihat Biangca yang mengambil sarapan untuk suaminya.

"Makanlahh..." Ucap Dominic.

"Terimakasih" Jawab Isabella tidak enak hati. Karena ada mata mencuri curi pandang ke arah nya. Sedangkan Dominic tetap tenang, ia tidak peduli jika ada yang menatap nya.

Dominic lalu mengisi piring nya, lalu ia makan dengan tenang.

Tapi fokus Damian ke arah leher Mommy nya. Masih terngiang-ngiang apa yang di katakan oleh Adrian semalam.

"Hmm... tidak ada gigitan" batin Damian. Semua orang makan, tapi Damian sibuk dengan rasa penasaran.

"Dami, kenapa tidak memakan sarapan mu?" celetuk Lily. Mata langsung mengarah kepada Damian.

"Ahhh...tidak Aunty"

"Apa kamu tidak suka dengan menu nya son?" tanya Dominic.

"Tidak, aku suka kok" Jawab Damian. Di piring Damian sudah ada sayur-sayuran karena Damian hanya bisa makan makanan sayur. Sama seperti Dominic, lauknya hanya sayur-sayur nya. Karena hanya itu yang bisa ia makan.

"Kamu harus coba makan ini Dami, daging ini sangat enak" Damian langsung memberikan daging steak nya ke piring Damian.

"Adrian sayang, maaf yah. Damian tidak bisa makan daging." Dengan cepat Isabella berucap.

Dominic jadi mengerti. Damian sama seperti dirinya. Alergi makan daging kecuali daging ayam dan alergi seafood juga kecuali udang.

Damian benar-benar duplikan nya.

"Maaf aunty, Adrian tidak tahu kalau Dami tidak bisa makan daging" ucap Adrian dengan menyesal.

"Tidak apa-apa Adrian." Isabella hanya tersenyum.

"Sudah sayang, ayo makan. Biar Mommy suapin Adrian." Ujar Biangca.

"Makan Ayam itu saja Son." Ucap Dominic.

"Iya Dad." Lily dengan gercep mengambil kan nya.

Semua kembali makan dengan hening, hanya saja terdengar suara di kembar yang sedang meracau tidak jelas. Tapi mereka sangat menggemaskan.

Damian tidak tahan, ia masih mencuri-ciri pandang ke arah leher Mommy nya.

"Mom, kenapa leher Mommy tidak merah-merah?"

"Uhuk...uhuk..uhukk.."

Isabella langsung terbatuk batuk mendengar perkataan putra nya.

Semua orang juga terkejut mendengar ucapan dari Damian. Apalagi Dante dan Biangca. Kalau Jeremy dan Dominic walaupun terkejut, mereka tetap bisa merasa tenang.

Dengan cepat Dominic mengambil air minum untuk istrinya.

"Damian.." lirih Lily yang merasa malu. Pertanyaannya benar-benar random sekali.

Dante tersenyum menatap sepasang pasutri itu.

"Damian dari mana kamu tahu tentang itu?" tanya Biangca. Anak ini benar-benar jenius pikir Biangca.

"Dari Adrian aunty. Kata Adrian kalau suami istri setiap pagi leher istrinya pasti ada merah merah. Adrian bilang itu karena di gigit nyamuk."

"Iya benar, aku selalu melihat leher Mommy merah-merah setiap pagi." Adrian berkata dengan polos. ia membenarkan apa yang di katakan oleh Damian.

"Uhuk..uhuk....uhuk..." kini Dante yang terbatuk batuk parah. Wajah nya sampe memerah.

"Saya sudah selesai makan, saya tunggu di depan Tuan." Jeremy langsung pergi meninggalkan meninggalkan tempat makan. Ia tidak tahan dengan celetukan kedua bocah kecil itu.

Bahkan sarapan nya belum jeremy habiskan.

Dominic langsung menatap tajam Dante. Otak Adrian sudah tercemar.

Begitu pun dengan Biangca, ia merasa sangat malu sekali. Dirinya sangat ingin menyembunyikan wajah nya untuk saat ini.

"Sory-sory"

Dante memang sialan.

"Aku juga sudah selesai. Aku harus kembali ke kamar. Ada sesuatu yang harus ku kerjakan." Lily juga merasa malu. Ia sebagai anak gadis merasa tidak pantas mendengar pertanyaan dari dua bocah itu.

"Damian, makan. Kalau mau bertanya jangan tepat di saat sedang makan. Nanti membuat orang tersedak. Makanya ada aturan di saat sedang makan tidak boleh berbicara."

"Maaf Daddy." Damian tidak membantah. Ia melanjutkan makan nya.

Dante pura-pura tidak mau melihat Dominic. Karena setelah ini Dante yakin pasti Dominic akan marah kepada nya.

1
meliana
kalian semua jangan lupa mampir yah, di jamin seru dengan cerita cerita author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!