NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Tamparan Pertama

​Lin Tian memejamkan kedua matanya dengan rapat dan mulai mengatur ritme napasnya secara teratur. Sisa-sisa ingatan tentang mantra Seni Iblis Penelan Surga mengalir dengan sangat jelas di dalam pusat kesadarannya.

​Di sekeliling tempat tidur kayu yang keras itu, udara dingin perlahan-lahan mulai berkumpul menjadi pusaran kecil. Lin Tian mengaktifkan pusaran energi di dalam jiwanya untuk menarik partikel spiritual yang melayang di dalam kamar tersebut.

​Butiran cahaya redup berwarna merah tua mulai menembus pori-pori kulitnya dengan perlahan-lahan. Energi spiritual kasar dari alam luar mengalir masuk ke dalam jalur-jalur pembuluh darahnya yang telah hancur.

​Rasa sakit yang sangat hebat langsung menyerang seluruh jaringan tubuh Lin Tian dalam sekejap mata. Rasanya seolah-olah ada ribuan jarum tak kasat mata yang menusuk dan merobek dagingnya dari dalam.

​'Rasa sakit ini benar-benar gila, permaisuri iblis itu sama sekali tidak bercanda tentang siksaan teknik ini,' batin Lin Tian sambil menggertakkan giginya hingga berdarah.

​Namun, Lin Tian tetap mempertahankan fokus pikirannya dengan kemauan hidup yang sangat luar biasa keras. Dia membiarkan energi spiritual luar yang liar itu membakar sisa-sisa meridian lamanya yang sudah menyumbat aliran darah.

​Api iblis tak kasat mata berwarna hitam mulai berkobar di dalam jaringan daging dan tulang mudanya. Kotoran-kotoran beracun yang menumpuk selama tiga tahun terakhir mulai meleleh dan terdorong keluar dari tubuhnya.

​Proses pembersihan sumbatan energi ini berlangsung selama beberapa jam di tengah keheningan malam yang sunyi. Lapisan cairan hitam yang kental dan berbau sangat busuk perlahan-lahan menutupi seluruh permukaan kulit Lin Tian.

​Seiring berjalannya waktu, rasa sakit yang membakar itu perlahan-lahan berubah menjadi sensasi hangat yang sangat nyaman. Aliran energi spiritual yang bersih kini bisa mengalir tanpa ada hambatan di dalam pembuluh darah barunya.

​Suara letupan kecil tiba-tiba terdengar dari dalam tubuh Lin Tian, menandakan sebuah dinding pembatas telah runtuh. Energi spiritual di dalam kamarnya bergejolak hebat, lalu terserap habis ke dalam dantian miliknya yang baru pulih.

​'Pengumpulan Qi tingkat pertama, aku akhirnya berhasil kembali ke jalur kultivasi,' pikir Lin Tian dengan kegembiraan yang meluap-luap di dalam hatinya.

​Namun, pusaran energi di dalam Mutiara Yin-Yang Primordial ternyata belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti bergerak. Seni Iblis Penelan Surga terus bekerja dengan rakus, menarik energi spiritual dari radius yang lebih luas di sekitar halaman kecilnya.

​Lapisan pembuluh darah baru yang terbentuk di tubuh Lin Tian tampak berkilau dengan warna merah darah yang redup. Energi spiritual yang mengalir di dalamnya kini menjadi jauh lebih padat dan murni dibandingkan dengan kultivator biasa.

​Tidak lama kemudian, suara letupan kedua kembali menggema di dalam tulang-tulang tubuh Lin Tian yang kokoh. Gelombang energi baru meledak keluar, menandakan keberhasilannya menembus ke ranah pengumpulan Qi tingkat kedua.

​Kekuatan fisik Lin Tian melonjak drastis, dan otot-otot tubuhnya menjadi jauh lebih padat serta berisi. Jiwa Permaisuri Iblis Yue Chan di dalam mutiara tampak tersenyum tipis melihat bakat penyerapan pemuda ini.

​'Tubuh iblis awal ini sudah mulai terbentuk, fondasinya jauh lebih kuat dari dugaanku sebelumnya,' batin Yue Chan sambil terus mengawasi dari dalam ruang pusaka.

​Kultivasi Lin Tian terus merayap naik dengan kecepatan yang sangat tidak masuk akal bagi ukuran manusia fana. Sebelum fajar menyingsing di ufuk timur, letupan ketiga kembali terdengar dengan sangat jelas di dalam keheningan kamar tersebut.

​Lin Tian membuka kedua matanya yang kini memancarkan kilatan cahaya hitam yang sangat tajam dan misterius. Dia telah resmi mencapai ranah pengumpulan Qi tingkat ketiga hanya dalam waktu satu malam pelatihan tunggal.

​'Kekuatan ini terasa sangat murni, bahkan pengumpulan Qi tingkat ketiga saat ini bisa menandingi tingkat kelima di masa laluku,' Lin Tian mengepalkan tangannya dengan penuh percaya diri.

​Lin Tian segera turun dari tempat tidur dan mencium bau busuk yang sangat menyengat dari pakaian kain kasarnya. Dia melihat lapisan kotoran hitam yang menempel di seluruh tubuhnya sebagai hasil dari pembersihan meridian.

​Dengan langkah cepat, Lin Tian pergi ke kamar mandi belakang halaman untuk membersihkan seluruh sisa kotoran tersebut. Air dingin yang menyiram tubuhnya membuat kulit barunya tampak sehalus batu giok namun sekeras besi baja.

​Setelah selesai berganti pakaian bersih, Lin Tian berjalan kembali ke arah halaman depan rumahnya yang sepi. Sinar matahari pagi mulai menyinari dedaunan hijau, memberikan suasana yang sangat segar bagi jiwanya.

​Tiba-tiba, suara langkah-langkah kaki yang sangat kasar terdengar mendekat dari arah pintu gerbang halaman luarnya. Suara tawa mengejek yang sangat familiar kembali memecah ketenangan pagi hari yang indah itu.

​“Sampah Lin Tian, keluar dari kamarmu sekarang juga sebelum aku mendobrak pintu busuk ini!” Lin Biao berteriak dengan nada suara yang sangat angkuh dari luar gerbang.

​Lin Tian menyipitkan kedua matanya, dan sebuah senyuman licik perlahan-lahan muncul di sudut bibirnya yang tipis. 'Tikus ini benar-benar tidak kapok, dia datang lagi untuk mengantarkan nyawa atau mungkin mengantarkan uang saku untukku,' pikir Lin Tian dengan geli.

​Di halaman depan, Su'er baru saja keluar membawa baskom air bersih untuk mencuci pakaian tuan mudanya. Wajah cantiknya langsung memucat saat melihat Lin Biao datang bersama empat orang pengawal bertubuh kekar.

​“Lin Biao, apa lagi yang ingin kamu lakukan di sini? Tuan Muda Lin Tian sedang beristirahat dan tidak boleh diganggu!” Su'er menghadang jalan mereka dengan tubuhnya yang gemetar karena takut.

​Lin Biao menatap Su'er dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh rasa lapar akan nafsu berahi yang menjijikkan. “Su'er manis, hari ini aku datang bukan untuk sampah itu, melainkan khusus untuk menjemputmu ke kediamanku.”

​“Ayahku telah menyetujui untuk menjadikanku pemilik halaman ini, jadi kamu sekarang resmi menjadi pelayanku,” lanjut Lin Biao seraya melangkah maju untuk mencengkeram lengan halus Su'er.

​Su'er melangkah mundur dengan panik hingga baskom air di tangannya terjatuh dan membasahi tanah berdebu di bawahnya. “Jangan mendekat! Aku hanya setia kepada Tuan Muda Lin Tian, aku tidak akan pernah sudi menjadi pelayanmu!”

​Salah satu pengawal kekar di belakang Lin Biao tertawa terbahak-bahak mendengar penolakan keras dari gadis muda tersebut. “Gadis bodoh, menolak Tuan Muda Lin Biao hanya akan membuat hidupmu berakhir di tempat pembuangan sampah klan!”

​Lin Biao kehilangan kesabarannya dan langsung mengulurkan tangan kanannya dengan cepat untuk menangkap pergelangan tangan Su'er secara paksa. Namun, sebelum jarinya sempat menyentuh kulit Su'er, sekelebat bayangan hitam tiba-tiba muncul di antara mereka.

​Sebuah tangan yang sangat kokoh mencengkeram pergelangan tangan Lin Biao dengan kekuatan yang menyerupai sepasang catut besi kuno. Lin Biao terkejut setengah mati saat melihat Lin Tian sudah berdiri di depannya dengan tatapan mata yang sangat dingin.

​“Lin Biao, tampaknya sepasang tangan kotor itu memang sudah bosan menempel di tubuhmu yang tidak berguna itu,” ucap Lin Tian dengan nada suara yang sangat datar namun menusuk tulang.

​Lin Biao mencoba melepaskan tangannya, namun dia menyadari bahwa kekuatan fisik Lin Tian saat ini sangat besar dan tidak tergoyahkan. “Sialan! Sampah, bagaimana mungkin kamu bisa memiliki kekuatan fisik sebesar ini!”

​Lin Biao segera mengaktifkan energi spiritual pengumpulan Qi tingkat keempat miliknya untuk menekan tubuh Lin Tian yang dianggapnya lemah. Gelombang energi berwarna kuning muda mulai berputar di sekitar tinju kirinya yang bebas.

​“Pergi ke neraka, sampah tak berguna!” Lin Biao melayangkan pukulan keras ke arah pelipis kepala Lin Tian dengan kecepatan penuh.

​Lin Tian sama sekali tidak menghindar atau menunjukkan rasa takut sedikit pun terhadap pukulan penuh energi spiritual tersebut. Dengan gerakan yang sangat santai, dia mengangkat tangan kirinya dan melayangkan sebuah tamparan keras ke arah wajah Lin Biao.

​Kecepatan tamparan Lin Tian jauh lebih cepat daripada pukulan Lin Biao, hingga menciptakan suara siulan angin yang tajam di udara. Suara hantaman yang sangat keras menggema di seluruh halaman kecil yang sunyi itu.

​Plak!

​Tamparan brutal itu mendarat tepat di pipi kanan Lin Biao dengan kekuatan penuh dari jaringan pembuluh energi iblis purba. Tubuh Lin Biao langsung berputar dua kali di udara sebelum akhirnya menghantam tanah dengan sangat keras.

​Tiga buah gigi depan Lin Biao terlempar keluar bersama dengan semburan darah segar yang membasahi pakaian sutra mewahnya. Wajah kanannya langsung membengkak besar menyerupai bentuk kepala babi yang siap untuk disembelih.

​Su'er terbelalak kaget hingga menutup mulut kecilnya dengan kedua tangannya karena tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Keempat pengawal kekar di belakang Lin Biao juga langsung membeku di tempat dengan mata yang hampir keluar dari rongganya.

​'Bagaimana mungkin seorang sampah tanpa meridian bisa menjatuhkan kultivator tingkat keempat dengan satu tamparan biasa?' pikir para pengawal itu dengan penuh kengerian di dalam hati mereka.

​Lin Biao mengerang kesakitan di atas tanah sambil memegangi pipinya yang hancur dan mati rasa akibat tamparan brutal tersebut. “Kalian para bajingan bodoh, tunggu apa lagi! Bunuh sampah ini sekarang juga atau aku akan memotong kepala kalian!”

​Mendengar perintah dari tuan muda mereka, keempat pengawal kekar itu segera tersadar dari keterpautan mereka dan mencabut senjata mereka. Mereka maju bersama-sama dari empat arah yang berbeda untuk mengepung tubuh Lin Tian yang berdiri tenang.

​Lin Tian tidak bergerak dari tempatnya berdiri, melainkan hanya memberikan sebuah senyuman kecil yang penuh dengan nuansa kelicikan. 'Empat orang di tingkat kedua pengumpulan Qi, mereka hanyalah sekumpulan nutrisi gratis untuk menguji kekuatan baruku,' batin Lin Tian dengan kejam.

​Pengawal pertama mengayunkan golok besarnya ke arah bahu Lin Tian dengan tebasan yang cukup berat dan bertenaga. Lin Tian sedikit memiringkan tubuhnya ke samping, membiarkan mata golok itu lewat hanya beberapa senti dari pakaian kain kasarnya.

​Sambil menghindar, Lin Tian melayangkan sebuah pukulan lurus ke arah ulu hati pengawal pertama tersebut dengan sangat akurat. Pukulan fisik yang dilapisi sedikit energi iblis itu menembus pertahanan kulit tipis sang pengawal dengan sangat mudah.

​Suara retakan tulang dada terdengar jelas, dan pengawal pertama itu langsung terbang ke belakang sejauh lima meter sebelum pingsan seketika. Tiga pengawal lainnya yang melihat hal itu menjadi sangat ketakutan namun mereka sudah terlanjur maju terlalu dekat untuk mundur.

​Lin Tian bergerak laksana bayangan hantu di antara sisa-sisa penyerang yang gerakannya terasa sangat lambat di matanya yang tajam. Dia menangkap lengan pengawal kedua, memutarnya ke belakang dengan satu sentakan kasar hingga sendi bahunya lepas sepenuhnya.

​Pengawal ketiga dan keempat mencoba menusuk punggung Lin Tian secara bersamaan dengan menggunakan belati panjang mereka. Lin Tian merendahkan tubuhnya secara realistis, menyapu kaki kedua pengawal itu hingga mereka kehilangan keseimbangan dan jatuh telentang.

​Tanpa memberikan kesempatan untuk bangkit, Lin Tian menginjak dada kedua pengawal itu hingga mereka memuntahkan darah dan tidak bisa bergerak lagi. Seluruh pertarungan singkat itu selesai dalam waktu kurang dari sepuluh hitungan napas saja tanpa ada sisa perlawanan.

​Lin Tian menepuk-nepuk debu yang menempel di lengan bajunya dengan ekspresi wajah yang sangat santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dia kemudian mengalihkan pandangan matanya kembali ke arah Lin Biao yang sekarang sedang mencoba merangkak mundur dengan ketakutan yang mendalam.

​“Lin Tian, jangan mendekat! Ayahku adalah Tetua Pertama klan, jika kamu berani melukaiku lagi, dia pasti akan mencincangmu menjadi makanan anjing!” Lin Biao berteriak dengan suara yang gemetar hebat karena kepanikan.

​Lin Tian melangkah perlahan mendekati Lin Biao, setiap ketukan langkah kakinya terdengar seperti lonceng kematian di telinga sepupunya itu. “Lin Biao, bukankah kemarin kamu berkata bahwa dunia ini hanya menghormati mereka yang memiliki kekuatan yang besar?”

​“Sekarang aku memiliki kekuatan yang lebih besar darimu, jadi aturanmu berlaku untuk dirimu sendiri saat ini,” kata Lin Tian sambil menginjak tangan kanan Lin Biao yang berada di atas tanah berdebu.

​Lin Tian memberikan sedikit tekanan pada tumit kakinya, membuat tulang-tulang pergelangan tangan Lin Biao mulai berderit karena retak. “Ahhh! Sakit! Tolong lepaskan tanganku, Lin Tian! Aku berjanji tidak akan pernah datang ke tempat ini lagi!”

​“Janji dari seorang pecundang sepertimu sama sekali tidak memiliki nilai sepeser pun di mataku,” ucap Lin Tian dengan nada suara yang sangat dingin tanpa ada belas kasihan.

​Krak!

​Suara patahan tulang yang sangat renyah terdengar jelas saat Lin Tian menghancurkan seluruh pergelangan tangan kanan Lin Biao tanpa ragu-ragu. Lin Biao menjerit histeris hingga suaranya menjadi serak, air mata dan keringat dingin mengalir deras membasahi wajah babinya.

​Lin Tian tidak berhenti di situ, dia memindahkan kakinya ke atas pergelangan tangan kiri Lin Biao yang masih utuh. “Sifatku adalah sangat protektif terhadap milikku, dan kamu telah mencoba menyentuh Su'er dengan kedua tangan kotor ini.”

​Krak!

​Tangan kiri Lin Biao juga mengalami nasib yang sama, hancur total di bawah injakan kaki Lin Tian yang dipenuhi kekuatan iblis primordial. Lin Biao akhirnya tidak bisa menahan rasa sakit yang luar biasa itu lagi dan langsung jatuh pingsan dengan tubuh yang kejang-kejang.

​Melihat musuhnya sudah tidak berdaya, Lin Tian tidak langsung membunuhnya karena dia tahu pembunuhan di dalam area klan saat ini akan memicu masalah yang terlalu besar bagi kakeknya. Dia harus bersikap realistis dan menunggu momen yang lebih tepat di luar area kota untuk melenyapkan garis keturunan ini secara bersih.

​Namun, bukan berarti Lin Tian akan melepaskan Lin Biao begitu saja tanpa mengambil keuntungan finansial dari situasi yang menguntungkan ini. Lin Tian berlutut di samping tubuh pingsan Lin Biao dan mulai meraba-raba saku pakaian sutra mewah milik sepupunya tersebut.

​Dia menemukan sebuah kantong kain sutra tebal yang terasa cukup berat dan mengeluarkan suara gemerincing koin yang sangat merdu saat digoyang. Ketika membukanya, mata Lin Tian langsung berbinar melihat berisi tiga puluh keping koin perak dan lima buah batu spiritual tingkat rendah yang berkilau.

​“Wah, Lin Biao, kamu benar-benar sepupu yang sangat baik dan murah hati, tahu saja kalau Tuan Mudamu ini sedang kekurangan dana untuk membeli bahan herbal,” Lin Tian tertawa geli sambil memasukkan kantong uang itu ke dalam bajunya sendiri.

​Dia juga merampok cincin giok dan kalung emas yang dipakai Lin Biao tanpa menyisakan satu pun barang berharga di tubuh sepupunya yang malang itu. Setelah selesai menjarah seluruh harta bendanya, Lin Tian berdiri kembali dan menendang pantat Lin Biao dengan ujung kakinya.

​“Hei kalian para anjing yang masih hidup, bawa tuan babi kalian ini keluar dari halamanku sekarang juga sebelum aku berubah pikiran untuk memotong kaki kalian!” Lin Tian membentak keempat pengawal yang sedang meringis kesakitan di atas tanah.

​Mendengar gertakan dari Lin Tian, ketiga pengawal yang masih sadar segera merangkak bangun dengan terburu-buru mengabaikan rasa sakit di tubuh mereka. Mereka memapah tubuh pingsan Lin Biao dan menyeret pengawal yang pingsan lainnya keluar dari gerbang halaman dengan langkah yang sangat panik.

​Halaman kecil itu kembali menjadi sunyi, menyisakan noda darah kering dan bekas-bekas pertarungan singkat yang terjadi di pagi hari yang cerah ini. Lin Tian berbalik ke arah Su'er yang masih berdiri terpaku di tempatnya dengan ekspresi wajah yang dipenuhi dengan rasa tidak percaya.

​“Su'er, mengapa kamu menatap Tuan Mudamu seperti itu? Apakah ketampananku hari ini membuatmu terpesona hingga tidak bisa berbicara?” Lin Tian menggoda pelayan setianya itu dengan senyuman nakal yang biasa digunakannya.

​Su'er tersadar dari keterpakuannya dan langsung berlari mendekati Lin Tian dengan mata yang berkaca-kaca karena kombinasi rasa haru dan cemas. “Tuan Muda, kultivasi Anda telah pulih kembali! Bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi hanya dalam waktu satu malam saja?”

​Lin Tian mengelus rambut hitam panjang Su'er dengan kelembutan yang sangat tulus untuk menenangkan gejolak emosi di dalam hati gadis itu. “Ini adalah rahasia kecil antara aku dan surga, yang terpenting adalah sekarang tidak akan ada lagi lalat tidak berguna yang berani mengganggumu di tempat ini.”

​“Namun, Tuan Muda, Lin Biao adalah anak kesayangan dari Tetua Pertama, mereka pasti tidak akan melepaskan masalah ini begitu saja setelah ini,” kata Su'er dengan nada suara yang kembali dipenuhi oleh rasa khawatir akan masa depan mereka.

​Lin Tian melirik ke arah gerbang halaman luarnya dengan sepasang mata yang menyipit dingin, penuh dengan kalkulasi strategis yang sangat matang. “Biarkan mereka datang, jika mereka mengirim ahli yang tidak bisa kukalahkan saat ini, aku hanya perlu membawa kamu melarikan diri dari kota ini terlebih dahulu.”

​“Dunia ini sangat luas, dan dengan kekuatan baruku ini, surga pun tidak akan bisa menghentikan langkah kaki kita untuk bangkit kembali menuju ke puncak tertinggi,” ucap Lin Tian dengan penuh keyakinan sambil menggenggam liontin mutiara hitam di balik pakaian kain kasarnya.

1
septian arista
bersikap dingin dan acuh tak acuh boleh saja
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
septian arista
terlalu dingin
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
septian arista
bagus
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
MC nya kebanyakan makan, di ulang2 mulu membahas makan buah doang
Sutono jijien 1976 Sugeng
jurus petarung jalanan
Arinto Ario Triharyanto
harusnya kultivasi ganda dulu bentar biar tambah joss 🤭
Blue Manusia Biasa
terlalu sombong kau Lin Tian
Arinto Ario Triharyanto
demen dah kalo kultivasi ganda 😎
septian arista
trik yang sangat licik namun memberikan hasil yang sangat apik👍👍👍🤣🤣🤣
septian arista
habis sih sampai ke akarnya jangan Sisakan satupun👍👍👍
yos helmi
tiba2 kakek sakit ??? cerita mulai ngawur.. thor jgn terlalu tolol
Bahari: Iya, saya tolol. maapin ya🙏
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!