NovelToon NovelToon
Nona Kota Di Posko Kkn

Nona Kota Di Posko Kkn

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anshuu_

Alya Mahendra, gadis kota yang harus menjalani KKN di Desa Sukamaju, sebuah desa pelosok yang jauh dari kehidupan nyamannya. Karena tingkahnya yang sering mengeluh dan tak terbiasa hidup sederhana, teman-temannya mulai menjulukinya “Nona Kota.”

Di tengah hari-hari KKN yang penuh tantangan, ada Arga Pratama, cowok dingin dan kaku yang diam-diam sering membantu Alya meski wajahnya selalu terlihat tak peduli. Namun saat konflik mulai muncul di posko, mampukah Alya bertahan sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehebohan di pagi hari..

Saat pagi akhirnya tiba, cahaya samar mulai menembus celah-celah dinding papan. Barulah sebagian besar dari mereka bisa terlelap sedikit lebih tenang setelah semalaman berusaha menyesuaikan diri dengan tempat asing itu.

Namun, tidur itu rupanya tidak berlangsung lama. Baru beberapa menit suasana berubah semakin terang, tiba-tiba jeritan seseorang menggema keras memenuhi ruangan.

"AAAA... BADAN AKU!!" suara Alya melengking keras, cukup untuk membangunkan ayam tetangga kalau ada.

Semua orang sontak bangun dengan mata setengah terbuka dan wajah kebingungan.

Beberapa bahkan nampak terlihat kaget sampai duduk mendadak.

"Kenapa, Al?" Tiara bertanya setengah sadar, suaranya serak dan lesu.

"Lihat ini! Badan aku bentol- bentol semua! Mukaku! Tanganku! Bahkan telinga aku juga!!"

Reza memicingkan mata.

sedangkan Nadia hanya mendecak pelan dan kembali rebahan.

"Dari kemarin juga udah kelihatan nyamuknya banyak banget," kata Tiara, mencoba duduk tegak.

"Lu tidur kayak patung. Nggak gerak sama sekali. Ya pantes jadi sasaran tembak."

Alya buru-buru berdiri, dengan langkah pelan agar tidak menginjak teman-temannya yang masih berserakan di lantai, lalu menyeret kopernya ke sudut ruangan.

Suara gesekan roda koper dengan lantai kayu menambah hiruk pikuk pagi itu.

"Aku harus cari lotion. Harus! Ini gatal banget!" katanya panik, mulai membongkar isi koper seperti sedang ikut kuis 60 detik cari harta karun.

Satu per satu pakaian dan perlengkapan mandinya mulai ia keluarkan dengan gerakan tergesa. Hingga akhirnya tangannya berhenti saat menemukan sebotol lotion anti-nyamuk yang bentuknya sudah sedikit penyok.

Tanpa membuang waktu, Alya langsung mengoleskan lotion itu ke tangan, leher, hingga wajahnya. Gerakannya begitu cepat, seolah sedang berusaha menghentikan rasa gatal yang menyerang seluruh Tubuhnya.

"Aku gak bisa hidup kayak gini!" gerutunya dengan suara lirih tapi penuh emosi.

"Ini bukan tempat manusia. Ini... ini hutan nyamuk! Desa nyamuk! Negara nyamuk!"

Adrian, yang baru saja bangun sambil memegangi punggungnya yang terasa pegal, ikut menyahut dengan suara masih serak karena baru bangun.

"Republik Nyamuk Bersatu. Presidennya pasti Raja Nyamuk yang nyedot semua darah lu semalam."

“Dan wakil presidennya sumbu lampu minyak,” tambah Dimas sambil tertawa, jarinya menunjuk lampu kuno yang semalam bahkan nyaris tidak berguna sama Sekali.

Laura menguap lebar. "Welcome to desa," katanya sambil melipat selimut seadanya.

Suasana yang tadi pagi sempat hening kini perlahan jadi lebih hidup. Meski sebagian besar dari mereka masih ngantuk dan nyaris putus asa karena malam yang buruk, kekacauan pagi itu-yang sepenuhnya disebabkan oleh Alya dan bentol-bentolnya membuat semua orang bangun lebih cepat dari rencana.

Sementara yang lain mencoba kembali tidur atau sekadar duduk melamun, alya masih sibuk mengoles lotion sambil menggumam,

"Kalau aku mati karena ini, tolong kubur aku jauh dari rawa-rawa."

"Drama pagi-pagi," kata Nadia, lalu nyender ke tas ranselnya dan memejamkan mata lagi.

Sementara yang lain mulai terbiasa dengan pagi yang tidak ideal itu, alya masih tenggelam dalam kepanikannya sendiri.

Ia terus mengoles lotion ke bagian-bagian tubuhnya yang bentol, seolah berharap bintik-bintik merah itu bisa hilang secepat noda di iklan sabun cuci.

Sayangnya, tidak peduli semahal apa pun lotion miliknya, bahkan yang diklaim sebagai produk impor dari Swiss, bintik-bintik itu tetap membandel.

"Kenapa gak ilang-ilang sih? Kan ini lotion mahal!" gumamnya frustasi, memutar botol lotion itu seakan ingin membaca ulang komposisinya.

"menghilangkan bentol dalam 3 detik".

Dengan wajah masih kesal, Alya akhirnya mengambil ponselnya. Kalau ada satu orang yang bisa Mendengar semua keluhannya sekarang, itu hanya Papi.

Sayangnya, harapannya langsung runtuh saat melihat layar ponselnya, Tidak ada satu batang sinyal pun muncul di sana.

"Aduh!" keluhnya pelan, hampir menangis.

"Padahal aku belum sempat ngabarin Papi... Papi pasti udah khawatir banget. Dia kan biasa aku kabarin setiap bangun tidur..."

Alya memilih duduk sedikit menjauh dari teman-temannya, memeluk kedua lutut sambil menatap layar ponselnya yAng sejak tadi tak kunjung menangkap sinyal.

"Ini... bencana. Aku resmi hilang dari peradaban," gumamnya sendu.

Untuk pertama kalinya, Alya merasa dirinya seperti tokoh utama di film survival. Bedanya, bukan karena terjebak di tengah lautan atau pulau kosong… melainkan karena hari pertama KKN Yang terasa seperti ujian hidup.

Dengan langkah pelan dan hati-hati, Alya mendorong pintu kayu yang langsung berderit lirih, berusaha agar tidak membangunkan siapa pun di dalam. Seketika udara pagi menyambutnya, terasa segar, namun cukup dingin hingga menusuk kulit.

Refleks, ia merapatkan jaket tipis yang dikenakannya sebelum melangkah lebih jauh keluar rumah. Ponselnya masih tergenggam erat di Tangannya, sementara harapannya untuk menemukan sedikit saja sinyal belum benar-benar hilang.

Pandangan Alya perlahan berkeliling, tapi sejauh mata memandang yang terlihat hanya pepohonan memenuhi hampir seluruh area sekitar.

Semak liar tumbuh di sana-sini, pohon-pohon tinggi berdiri rapat, membuat suasana tempat itu terasa seperti hutan kecil yang terisolasi dari dunia luar.

Rumah warga memang ada, tapi jumlahnya sedikit. Letaknya berjauhan, bahkan beberapa hampir Tak terlihat karena tertutup pepohonan lebat di sekitar.

Tatapan Alya kembali jatuh pada layar ponselnya. Tidak ada perubahan.

No Service.

Ia menghela Napas panjang, berusaha tetap tenang meski kesabarannya perlahan mulai menipis.

"Kenapa sih sinyal harus susah banget!" bisiknya sambil mendongak ke langit,

Dalam hati, Alya bahkan sempat berharap keajaiban aneh terjadi—entah tiba-tiba ada sinyal muncul khusus hanya untuk ponselnya seorang diri.

Pikirannya mulai kacau.

Antara ingin menangis, kesal, atau justru tertawa melihat nasibnya sendiri.

Ia bahkan hampir saja berteriak lagi, jeritan spontan yang biasanya langsung membuat satu rumah ikut panik.

Namun kali ini, Alya buru-buru menggigit bibir bawahnya, menahan suara itu agar tidak keluar.

"Jangan... jangan ganggu warga," gumamnya sambil geleng-geleng pelan.

Pandangan Alya jatuh pada satu rumah warga yang tampak samar di balik pepohonan. Ia menatap ke arah sana beberapa detik, lalu mengHela napas kecil.

“Kasihan… paling mereka masih tidur. Kayak temen-temenku.”

Alya akhirnya duduk di batang kayu yang tergeletak di pinggir posko. Ponselnya ia letakkan di atas paha, sementara wajahnya terlihat murung menatap ke depan.

“Aku tuh anak kota. Biasa bangun dengan AC, Wi-Fi, dan segala hal nyaman.”

Ia berhenti sejenak, lalu menghela napas panjang.

“Bukan bangun dengan bentol-bentol, digigit nyamuk, terus sinyal nol begini.”

Keluhan itu keluar pelan, terdengar seperti protes pada nasibnya sendiri.

Namun tak lama kemudian, entah karena merasa lucu dengan keadaan yang sedang ia alami, sudut bibir Alya perlahan terangkat.

Sebuah senyum tipis akhirnya muncul di wajahnya.

"...tapi seenggaknya aku bangun dalam keadaan hidup."

Alya terkekeh kecil, merasa lucu dengan keadaan dirinya sendiri. Meski semua yang ia alami sejak kemarin jauh dari Kata nyaman, perlahan ia mulai sadar… petualangan barunya memang benar-benar baru dimulai.

Alya menghela napas panjang, lalu menyandarkan tubuhnya pada batang kayu di belakangnya sambil memejamkan mata beberapa saat. Suasana di sekitarnya terasa begitu hening.

"Ya ampun... ini beneran desa. Bukan desa yang ada di sinetron-yang tiba-tiba ada mal di sebelah rumah warga," gumamnya lirih, masih dengan mata terpejam.

Alya membuka mata pelan, menatap langit di atas sana yang perlahan mulai dipenuhi warna biru cerah. Di antara deretan pepohonan, kabut tipis masih bertahan, membuat udara pagi terasa semakin dingin namUn menenangkan.

Tanpa ia sadari, perlahan Alya justru mulai menikmati momen sederhana itu.

Tiba-tiba terdengar suara pintu kayu berderit pelan dari arah posko, memecah keheningan pagi yang sejak tadi menemani Alya.

“Alya?”

Sebuah suara memanggil lirih, masih terdengar serak khas orang yang baru bangun tidur.

Itu suara Tiara.

Alya langsung menoleh, sedikit terkejut saat melihat Tiara sudah berdiri di ambang pintu.

“Oh… lo udah bangun?” tanyanya.

Tiara berjalan mendekat sambil menguap lebar, rambutnya masih sedikit berantakan.

“Lo ngapain di luar pagi-pagi begini?” tanyanya penasaran.

Alya mengangkat ponsel di tangannya dengan wajah datar.

“Sinyal.” Jawabannya singkat, seolah benda di tangannya itu adalah sumber dari seluruh penderitaan hidupnya pagi ini.

Tiara terkekeh kecil sambil ikut duduk di samping Alya.

“Good luck deh. WA gue aja masih pending dari semalem walaupun data udah gue nyaLain.”

Alya hanya mendesah pelan mendengar itu, lalu kembali menatap layar ponselnya yang masih setia menunjukkan tidak adanya jaringan.

Setelah itu, keduanya terdiam.

Alya masih sibuk menunggu keajaiban muncul dari ponselnya, sementara Tiara duduk santai di sebelahnya sambil mengusap wajah yang masih terlihat sembap khas orang baru bangun tidur.

1
Aylnn_
...
Aylnn
Bagus Sekali..
Aylnn
bagus kak..
cintaa
lanjut thor🙏🙏
Aylnn_: Besok sy update yah Kak..🙏🥰
total 1 replies
cintaa
ditunggu kelanjutannyaa 🙏💪
Aylnn_: Sudah update yaa kak..
total 1 replies
cintaa
lanjut thorr tapi banyakin yaa maaf kalo ngelunjakk🙏🙏🙏
Aylnn_: Sudah Update yaa kak, itu saya buat kan 3 bab yahh kak semoga suka🥰
total 1 replies
cintaa
hmm... mana yaa kak lanjutannya🙏🙏
Aylnn_: sudah update ya kak, maaf kemarin² saya sibuk🙏🥰
total 1 replies
cintaa
lanjut thorr💪💪💪💪
Aylnn_: Oke besok pagi yaa kk..
total 1 replies
Muh Adhil
hahah author nya tega banget sama alya 🤣
Aylnn_: Yaa Ampunn..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!