NovelToon NovelToon
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Musuh Terbesarnya

Setelah Bercerai, Aku Menjadi Musuh Terbesarnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

​"Tanda tangani ini dan pergi! Kau hanya alat untuk menghancurkan ayahmu," ucap Elkan dingin.

​Lima tahun lalu, Siska diusir dalam keadaan mengandung. Kini, ia kembali bukan sebagai istri yang lemah, melainkan sebagai pesaing bisnis yang siap menghancurkan kerajaan Elkan.

​Namun, saat Siska mulai menyerang, ia menemukan rahasia kelam: Elkan sengaja menjadi iblis agar Siska tetap hidup. Di antara dendam dan cinta yang belum padam, siapakah musuh yang sebenarnya?

​"Aku kembali untuk menghancurkanmu, Elkan. Bukan untuk jatuh ke pelukanmu lagi!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BISIKAN DI TELINGA YANG KOMA

Bau khas antiseptik dan bunyi konstan dari alat perekam detak jantung—heart monitor—menjadi satu-satunya hal yang menemani Jessica di dalam ruang ICU yang dingin. Setelah melewati perdebatan panjang dengan pihak rumah sakit, Jessica akhirnya diizinkan masuk dengan menggunakan gaun steril khusus.

Ia melangkah mendekati ranjang rumah sakit dengan sangat perlahan, seolah takut langkah kakinya akan memecahkan tubuh Elkan yang terlihat begitu rapuh.

Pria tegap yang biasanya berdiri angkuh dengan setelan jas mahal, kini terbaring lemah. Sebuah selang respirator menutupi mulut dan hidungnya, membantu paru-parunya yang kepayahan untuk menghirup oksigen. Wajahnya yang biasa memancarkan aura dominasi, kini pucat pasi tanpa ada gairah kehidupan.

Jessica duduk di kursi kecil di samping ranjang. Tangannya yang bergetar terangkat, ragu-ragu sejenak, sebelum akhirnya menggenggam jemari tangan kanan Elkan yang terasa sangat dingin.

"Elkan..."

Suara Jessica tercekat di tenggorokan. Air mata yang sejak tadi ia tahan, kembali luruh membasahi pipinya.

"Kenapa kau begitu bodoh?" bisik Jessica parau, mengeratkan genggaman tangannya. "Kenapa kau harus memikul semua ini sendirian? Menjadi iblis di mataku... apakah itu membuatmu merasa lebih baik?"

Layar monitor di samping ranjang menunjukkan grafik detak jantung Elkan yang sangat lemah dan tidak beraturan. Garis hijau itu naik turun dengan lambat, seolah-olah sang pemilik tubuh sudah lelah untuk terus berjuang.

"Lima tahun, Elkan... Lima tahun aku membencimu dengan seluruh jiwaku. Aku membangun Wijaya Capital, aku mengubah namaku menjadi Jessica, aku mengajari diriku sendiri untuk menjadi wanita yang kejam... semuanya hanya untuk melihatmu hancur," Jessica terisak, menyandarkan keningnya di atas punggung tangan Elkan yang kaku. "Tapi kenapa kebenarannya seperti ini? Bagaimana bisa aku menghancurkan pria yang ternyata telah memberikan seluruh hidupnya untuk melindungiku?"

Suasana kamar mendadak hening, hanya menyisakan bunyi bip... bip... yang monoton.

Jessica mengangkat kepalanya, menatap lekat-lekat wajah terpejam suaminya. Ia mengusir helai rambut yang jatuh di dahi Elkan dengan jemarinya yang lembut.

"Kau tahu tentang Arlan, kan?" Jessica tersenyum getir di tengah tangisnya. "Wajahnya sangat mirip denganmu. Sifatnya yang keras kepala dan dingin itu... dia benar-benar anakmu, Elkan. Dia tumbuh menjadi anak yang sangat pintar di Singapura. Tapi, dia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya dipeluk oleh seorang ayah."

Jessica mendekatkan wajahnya ke telinga Elkan, berbisik dengan nada yang penuh dengan kepedihan sekaligus harapan yang amat sangat.

"Jika kau ingin menebus kesalahanmu... jika kau ingin mendengar dia memanggilmu 'Papa', maka kau harus bangun, Elkan Pratama. Jangan berani-berani kau mati sekarang. Aku belum memaafkanmu atas rasa sakit di malam badai itu. Aku belum memaafkanmu karena membiarkanku menangis sendirian di jalanan!"

Tepat setelah Jessica mengucapkan kalimat itu, keajaiban kecil terjadi. Garis pada monitor detak jantung mendadak berfluktuasi lebih cepat. Bunyi bip... bip... terdengar sedikit lebih konstan.

Jessica terbelalak saat merasakan ujung jari tangan Elkan yang berada di dalam genggamannya bergerak sedikit—sebuah gerakan refleks yang sangat halus, namun cukup untuk memberi sengatan harapan di hati Jessica.

"Elkan? Kau mendengarku?" Jessica berdiri dengan panik namun bahagia. "Dokter! Paman Hendra!"

Di luar ruang ICU, Paman Hendra sedang berbicara serius dengan Roy melalui telepon genggamnya. Wajah pria tua itu terlihat sangat tegang.

"Bagaimana situasi di kantor pusat, Roy?" tanya Hendra dengan suara rendah.

"Kacau, Paman," jawab Roy di ujung telepon, terdengar suara bising dari latar belakang tempatnya berada. "Harris memang sudah ditahan oleh pihak kepolisian atas tuduhan pengancaman dan percobaan pembunuhan di restoran tadi siang. Tapi, pengacaranya sangat licik. Mereka menggunakan celah hukum untuk menyatakan bahwa dokumen pembatalan hak suara Elkan yang ditandatangani dewan direksi kemarin malam adalah sah secara hukum."

Hendra mengepalkan tangannya. "Artinya, posisi Elkan di Pratama Group benar-benar dicopot?"

"Ya. Dan yang lebih buruk, putra sulung Harris, ipar Elkan yang bernama gilang, saat ini sedang menggalang kekuatan untuk mengambil alih posisi Direktur Utama besok pagi di rapat umum pemegang saham. Mereka ingin membatalkan akuisisi Wijaya Capital secara sepihak dengan alasan dokumen ditandatangani oleh Elkan yang sudah tidak memiliki hak suara."

Hendra menarik napas dalam-dalam. "Mereka meremehkan Nona Jessica. Mereka mengira setelah Elkan tumbang, tidak ada lagi yang bisa menghalangi mereka."

"Paman, tolong sampaikan pada Nona Jessica... jika Pratama Group jatuh ke tangan Gilang, mereka akan menggunakan seluruh aset perusahaan untuk membayar pengacara terbaik demi membebaskan Harris, dan setelah itu... mereka pasti akan memburu Tuan Muda Arlan lagi," ucap Roy penuh kekhawatiran.

Hendra menoleh ke arah kaca ruang ICU, melihat Jessica yang sedang mengusap air matanya di dalam sana. "Jangan khawatir, Roy. Singa betina kita sudah bangun. Dan kali ini, dia tidak hanya bertarung untuk dendamnya sendiri, tapi untuk melindungi suaminya."

Pintu ICU terbuka, Jessica keluar dengan langkah yang tidak lagi gontai. Meskipun matanya masih sembap dan kemerahan, aura dingin dan tegas dari seorang Jessica Wijaya telah kembali sepenuhnya ke tubuhnya.

"Paman Hendra," panggil Jessica, suaranya terdengar sangat tenang namun mematikan.

"Ya, Nona?"

"Kumpulkan seluruh pengacara terbaik Wijaya Capital malam ini. Aku ingin semua dokumen kepemilikan 51% saham yang ditandatangani Elkan tadi siang dilegalisasi oleh notaris negara dalam waktu tiga jam."

Hendra tertegun sejenak, lalu tersenyum tipis. "Bagaimana dengan rapat umum pemegang saham Pratama Group besok pagi yang dipimpin oleh Gilang?"

Jessica menarik sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman kejam yang biasa ia tunjukkan di bursa saham Singapura. Ia merapikan jas putihnya yang sempat kusut.

"Katakan pada Gilang dan seluruh dewan direksi tua bangka itu... besok pagi, aku sendiri yang akan memimpin rapat tersebut sebagai pemilik sah dari Pratama Group."

Jessica menoleh sekali lagi ke arah Elkan yang masih terbaring di dalam ruang kaca.

"Kau sudah melindungiku selama lima tahun dalam kesunyian, Elkan. Sekarang... biarkan aku yang menjadi dinding pelindung untukmu dan anak kita."

Perang yang sesungguhnya di dunia bisnis dan hukum baru saja genderangnya ditabuh.

1
Red Blossom
Selamatkan Elkan ya thor
merry
tanggung lh perbuatan mu elkan yg dku usir Siska yg katamu untuk melindungi kmu dr hariss moga ajj andrian mau ngerti dan mengalah klo cinta gk hrs memiliki
merry
tgl bareng sis klo msh cinta dm erln lgian dia gk slh atas kjdian inn klo ngk bgtuu mungkin kmu juga ngk bangkit
merry
kumat kah jantung y elknn kshnn elknn pura-pura usir Siska demi ngelindungin diska dri pmn y yg jhtt ituu,, moga Siska gk marah dan trm elknn kembali dan sm sm menghncurkan paman y yg bjingann itu
merry
apapun alasannya hrs jgn pkai cara kyk bgt x el,,, msh bnyk cari lain x supya gk meninggal kn penyesalan mu,,, skrg kmu nyesel gk ngeliat mntn mu dan ank mu msh hdp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!