NovelToon NovelToon
Penantian Sheilla

Penantian Sheilla

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: chocolate_coffee

Tujuh tahun Sheilla mencintai Ardhito dalam diam, sejak masa SMA yang polos hingga dewasa. Namun di tahun kedelapan, takdir justru memberinya luka. Akibat jebakan salah sasaran di sebuah kamar hotel yang dirancang teman-teman Ardhito, keduanya terpaksa menikah demi menutupi skandal.

Pernikahan yang Sheilla dambakan berubah menjadi neraka. Ardhito yang merasa dijebak melampiaskan amarahnya melalui pengabaian dingin dan kekerasan fisik (KDRT). Di tengah sisa-sisa cintanya yang hancur, Sheilla harus memilih: terus bertahan sebagai martir cinta yang tak terbalas, atau mengumpulkan keberanian untuk pergi dan menyembuhkan dirinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chocolate_coffee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunga Matahari yang Baru

Satu tahun telah berlalu sejak malam di toko roti itu. Kota kecil ini bukan lagi tempat pelarian bagi Sheilla, melainkan rumah. Ia bukan lagi asisten Bu Retno; dengan tabungannya dan sedikit pinjaman modal, Sheilla berhasil membuka toko bunga kecil di sudut jalan yang strategis. Ia menamainya "The Second Bloom".

Pagi itu, Sheilla sedang menata bunga matahari di depan tokonya. Sinar matahari pagi jatuh di wajahnya, memperlihatkan rona kesehatan yang alami. Tidak ada lagi concealer tebal untuk menutupi lebam, tidak ada lagi binar mata yang redup. Ia tampak hidup. Benar-benar hidup.

Seorang pelanggan tetap, seorang pria bernama Adrian yang bekerja sebagai guru seni di sekolah dasar dekat sana, masuk ke toko dengan senyum ramah. "Satu buket daisy untuk meja kerja saya, Sheilla. Seperti biasa," sapa Adrian.

Sheilla membalas senyumnya—senyum tulus yang tidak dipaksakan. "Tunggu sebentar ya, Yan."

Sambil merangkai bunga, Sheilla sempat melirik sebuah amplop cokelat di atas mejanya. Itu adalah surat cerai resmi yang baru saja tuntas prosesnya sebulan lalu. Ia sudah benar-benar bebas secara hukum. Tidak ada lagi nama "Ardhito" yang mengekor di belakang namanya. Ia adalah Sheilla yang utuh.

--

Di sudut lain negeri ini, di sebuah kantor mentereng di Jakarta, Ardhito duduk diam menatap dinding kaca ruangannya. Di mejanya berserakan dokumen perusahaan, namun pikirannya tertuju pada satu bingkai foto kecil yang ia simpan di dalam laci: foto Sheilla saat SMA yang ia ambil diam-diam dari buku tahunan.

Ardhito telah mendapatkan segalanya kembali. Valerie sudah ia usir, posisinya di perusahaan makin kuat, dan kekayaannya melimpah. Namun, rumah besarnya terasa seperti makam. Setiap malam ia pulang, ia masih secara refleks memanggil nama Sheilla saat masuk ke pintu depan, hanya untuk disambut oleh kesunyian yang mencekik.

Ia pernah mencoba mengirimkan bunga ke toko Sheilla, namun bunga-bunga itu dikembalikan dalam keadaan hancur dengan catatan singkat: “Jangan mengotori tempatku dengan kenangan pahit.”

Ardhito menyadari sekarang bahwa hukuman terberat bukanlah dipenjara, melainkan dibiarkan hidup dengan ingatan tentang betapa berharganya sesuatu yang telah ia hancurkan dengan tangannya sendiri. Ia harus melihat Sheilla bahagia dari kejauhan, mengetahui bahwa kebahagiaan wanita itu justru tercipta karena ketidakhadirannya.

--

Kembali ke toko bunga, Adrian masih berdiri di sana, menatap Sheilla yang sedang fokus mengikat pita. "Sheil, nanti sore ada pameran lukisan anak-anak di sekolah. Kamu mau datang? Aku yang traktir kopi setelahnya."

Sheilla terdiam sejenak. Ia teringat bagaimana dulu ia selalu takut meminta waktu Ardhito. Ia teringat bagaimana ia selalu merasa tidak pantas untuk diajak jalan. Namun, ia melihat ke arah Adrian—pria yang menghargai setiap kata-katanya, pria yang tidak pernah meninggikan suara, dan pria yang memintanya datang bukan sebagai pelayan, tapi sebagai teman.

"Boleh," jawab Sheilla tenang. "Aku akan datang setelah toko tutup."

Adrian tersenyum lebar dan berpamitan. Sheilla menarik napas dalam-dalam, menghirup harum berbagai bunga di tokonya. Ia berjalan ke arah cermin di sudut ruangan. Ia melihat seorang wanita yang kuat, yang telah melewati neraka dan berhasil merangkak keluar dengan martabat yang masih utuh.

Penantian tujuh tahun yang berlanjut menjadi delapan tahun luka itu akhirnya benar-benar ditutup. Sheilla menyadari bahwa penantiannya selama ini salah alamat. Seharusnya ia tidak menunggu dicintai oleh Ardhito. Ia seharusnya menunggu saat di mana ia cukup berani untuk mencintai dirinya sendiri.

Dan sekarang, penantian itu sudah selesai. Sheilla tidak lagi menunggu. Ia sedang melangkah.

To Be Continue...

-- Hallo terimakasih sudah selalu memberikan support kepada Author, Sehat selalu untuk kalian semua ya. Dukung selalu Author setiap harinya, dan jangan lupa komen selalu agar author makin semangat buat uploadnya hihi --

1
Lili Inggrid
bagus ceritanya..
Wiwit
pendek banget babnya
TRI FAA
pd akhirny kmbali versi lma,smoga lncar smpai melahirkn
ChocolateCoffee_
Terimakasih sudah membaca cerita karya aku💖
Indah Alifah
pretttttt
🌼WINA🌼
sheilla berjodoh sama siapa ya...
🌼WINA🌼
semoga shila menemukan kebahagiannya dan mendapatkan pendamping tulus mencintainya...
🌼WINA🌼
Buka hatimu buat Adrian sheilla, semoga kamu akan mendapatkan kebahagiaan...
🌼WINA🌼
sudah terlambat dhito hati sheilla dah beku, cintanya dari masa sekolah sma kamu sia2kan...
🌼WINA🌼
Mampooos dhito merasakan kehilangan sheilla, semua terasa hampa kan makanya istri baik shieila kamu sia2...
🌼WINA🌼
Baru tahu rasa nanti menyadari kamu mencintai sheilla telah pergi jauh, pastinya akan menyesal telah sia-siakak istri sebaik sheilla....
🌼WINA🌼
Biarkan dhito merasakan menyesal dan kehilangan, orang sangat mencintai dengan tulus...
disaat sheilla pergi penyesalan pasti akan dateng...
🌼WINA🌼
semangat-semangat thor💪🏼💪🏼💪🏼Jangan bodoh sheilla mengambil keputusan bunuh diri, jadi wanita yg tangguh dam kuat...
🌼WINA🌼
pergi yg jauh sheilla tinggalkan dhito tidak mengganggapmu istri, kamu hanya dapat penderitaan aja...
🌼WINA🌼
seharusnya dhito selidiki dulu siapakah yg menjebaknya, takutnya hanya salahpaham aja....

sheilla emang diam-diam mencintai dhito tapi hanya dipendam aja, sheilla dari SMA hingga kuliah hanya pengagum rahasia ardhito...
🌼WINA🌼
kayaknya dijibak teman2nya, klo sheilla ingin memiliki dhito dari dulu kali merencanakan jahat dari waktu kuliah...
falea sezi
uda end kah
Alif
smoga saja kamu menderita dhito
Siti Chadijah Siregar
sangat mengena sekali bahasanya hatiku tersentuh
Rubiyata Gimba
baru kau tahu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!