Li Zie adalah putri dari seorang Menteri, Li Zie putri bangsawan yang menikah dengan seorang Jenderal yang sangat ia cintai.
Namun saat ia telah sampai ke kediaman Jenderal Wang sebagai pengantin, saat itulah topeng sang Jendral di buka, dan memperlihatkan taringnya.
"Aku menikahi mu hanya untuk membalas dendam atas kematian keluarga ku, " Jendral Wang.
Saat itulah hidupnya berubah drastis, karena suaminya selalu menyiksanya. Namun bukan hanya Li Zie yang tersiksa, Jenderal Wang pun merasa sakit saat harus melihat Li Zie tersiksa.
Perlahan bukti terungkap. Jika menteri Li tidak terlibat dalam pembantaian itu, ia hanya di jadikan kambing hitam.
Orang yang selama ini di anggap penolong oleh Jenderal Wang , adalah pelaku yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 09
Xi Duan bersedekap dada, "Cepatlah pergi! Aku sudah tidak sabar ingin mendengar berita Nona Li, putri bungsu dari Mentri Li kembali ke kediaman ke gadisan nya tanpa suami," ujar Xi Duan tertawa mengejek Li Zie, begitu juga dengan kedua pelayan di belakangnya, yang ikut menertawakan Li Zie.
"Aku pikir Nona Xi orang yang sangat berpendidikan, ternyata hanya orang.... " Li Zie hanya menggerakkan mulutnya tanpa mengeluarkan suara.
Meski begitu, Xi Duan begitu marah dadanya naik turun, ia ingin memukul Li Zie. Namun ia tahan, justru Xi Duan menjatuhkan diri lalu menangis, "Nona Li, kenapa kau jahat sekali? " Xi Duan berkata sambil terisak.
Li Zie "... " tak bisa berkata-kata, menurutnya Xi Duan begitu bodoh, menjatuhkan diri sendiri lalu menangis, seakan Li Zie telah menyakitinya.
"Ada apa?! " Tiba-tiba saja seseorang bertanya.
Li Zie segera berbalik melihat sumber suara, Jenderal Wang Jun yang tampan dan gagah telah berdiri di belakangnya, mengenakan hanfu berwarna hitam, yang justru mempertegas ketampanannya, Li Zie berkedip kedip melihat manusia yang begitu sempurna di hadapannya.
Jenderal Wang Jun memalingkan wajahnya dari Li Zie, ia melihat Xi Duan yang duduk di bawah, dengan wajah yang begitu menyedihkan, "Apa yang terjadi? " ujar Jenderal Wang Jun.
"Kakak Wang, Nona Li mendorong ku," ujar Xi Duan begitu sedih.
Jenderal Wang Jun menatap Li Zie, wanita tersebut menganga, merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar. Li Zie menggelengkan kepala, seakan ia berkata jika ia tak melakukan tuduh itu.
Jenderal Wang Jun menatap tajam kedua pelayan di belakang Xi Duan, "Bantu Nona Xi!"
Xi Duan pun berdiri di bantu dua pelayannya, ia pun segera berjalan ke arah Jenderal Wang Jun, "Kakak Wang," ujarnya dengan nada manja, lalu melingkarkan tangannya pada tangan Jenderal Wang Jun.
Melihat hal tersebut, Li Zie merasa cemburu, Li Zie menatap wajah Jenderal Wang Jun, yang justru terlihat menikmati dekat-dekat dengan Xi Duan, Li Zie pun segera menaiki kereta tanpa mengatakan apapun.
Melihat Li Zie yang buru-buru pergi, Xi Duan merasa menang, Xi Duan akan bersandar pada Jenderal Wang Jun, namun pria itu justru melangkah untuk masuk ke dalam kereta yang di hadapannya, dimana Li Zie barada.
Xi Duan yang akan bersandar pada Jenderal Wang Jun, ia hampir terhuyung, Xi Duan menatap kesal pada kereta di hadapannya "Kakak Wang, akan pergi kemana? bolehkah Duan 'er ikut?! " ujar Xi Duan dengan suaranya yang lembut.
Namun tak ada jawaban, kereta justru berjalan meninggal Xi Duan, membuat wanita tersebut menghentakkan kakinya karena kesal, Xi Duan menatap salah satu pelayannya, "Beritahu ibuku! jika kakak Wang pergi bersama Li Zie. "
.
Jenderal Wang Jun melirik Li Zie yang masih terdiam, namun pria itu juga malas untuk bertanya, keduanya larut dalam pikiran masing-masing.
"Hei! berhenti!" Li Zie sedikit berteriak, hingga Jenderal Wang Jun menatap tak percaya dengan Li Zie yang berteriak, Li Zie yang di tatap oleh Jenderal Wang Jun, kini tersenyum malu, "Hehe, maafkan Aku, Aku mau membeli sesuatu untuk buah tangan, agar kita tidak malu saat datang."
Suara Li Zie terdengar oleh Ja Ang, yang duduk di samping kusir, lalu Ja Ang pun berkata, "Nona tidak perlu khawatir, Jenderal sudah menyiapkan segalanya."
"Oh, benarkah?! " Li Zie pun menatap Jenderal Wang Jun, pria itu justru tak mengatakan apapun, Li Zie hanya mampu menghela napas.
.
Kediaman Menteri Li
Kereta pun tiba di kediaman Li, Li Zie tersenyum senang saat melihat gerbang kediaman keluarganya, kereta pun masuk, senyum Li Zie semakin lebar, ia sudah sangat merindukan ayah dan ibunya.
Li Zie menoleh pada Jenderal Wang Jun, "Kakak Wang, cepat turun, Aku sudah tak sabar bertemu ayah," Li Zie dengan berani sedikit mendorong tubuh kekar Jenderal Wang Jun.
Tubuh yang tegap itu tak bergeming, Jenderal Wang melirik Li Zie yang terlihat sudah sangat tak sabar, "Kenapa tidak kau saja yang turun lebih dulu?!" ujar Jenderal Wang Jun.
"Ah, ayolah! Aku mohon cepat turun, ayah dan ibu memiliki banyak aturan, Aku tidak mau mereka sampai mengomel, jika Aku meninggalkan suami ku," ujar Li Zie memohon, karena Menteri Li dan Nyonya Li begitu tegas tentang sopan santun, meski Li Zie putri satu-satunya, tetap harus patuh.
Jenderal Wang Jun tersenyum tipis, bahkan senyumnya hampir tak terlihat.
Jenderal Wang Jun turun lebih dulu, begitu juga Li Zie, keduanya seperti suami istri pada umumnya, hingga Nyonya Li tersenyum senang, melihat putrinya bahagia.
Like ya