Aku Yie Er. Wanita bersenja yang dikhianati kematian. Dihidupkan kembali sebagai Permaisuri dari sebuah kerajaan, Dinasti Han.
Permaisuri yang bahkan tidak dinginkan rakyat dan Kaisarnya. Permaisuri dengan takdir hidup menyedihkan. Permaisuri dengan cintanya yang besar kepada Kaisar, suaminya. Membuatku, sebagai Yie Er kerap kali bertingkah mencintai Kaisar karena cinta dalam tubuh yang sekarang menjadi tubuhku.
Cinta Permaisuri, membuatku menekan perasaan seorang Yie Er. Bahwa aku, Yie Er sama sekali tidak mencintai Kaisar.
"Yang menghianatiku harus mati. Kalian semua harus mati ditanganku." Yie Er menatap marah semua penghuni Istana di depannya. Menatap Yuan penuh kekecewaan dan luka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tac Sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13 Hukuman
Yuan memandang Zilong penuh rasa rindu,ingin sekali dirinya seperti dulu lagi.Yang sama-sama bermain dengan Zilong dan berbicara tanpa adanya kasta dan kedudukan.Tidak seperti dirinya yang sekarang,terasa semakin jauh dari Zilong bahkan sangat jauh ketika dia mulai membenci Yie Er,Meimei Zilong yang telah resmi menjadi istri dan Permaisuri di Dinasti Han.
"Beraninya kau berperilaku seperti itu dihadapan Zhen!" geram Yuan dengan cepat menutupi rasa rindu nya kepada Zilong.
Tak ingin Zilong mengetahui apa yang ia rasakan sekarang,termasuk orang-orang di ruangan tempatnya berpijak sekarang.
"Berperilaku...? hahaha...! itu hak ku sebagai seorang Gege dari Yie Er,Meimei ku," desis Zilong tertawa paksa.
Orang-orang yang melihat itu berpikir bahwa Zilong telah lebih kehilangan akal nya.Dengan berani membalas ucapan Yuan tanpa rasa takut.
"Apa katamu,hak...? jika begitu Zhen akan menghukum mu sebagai seorang Kaisar,yang berani berbuat hina di depan Zhen," ucap Yuan menyeringai penuh kemenangan.
"Jika begitu hukumlah Panglima mu ini dengan cambukan mu dan bukan Meimei ku yang dengan tega nya kau cambuk!" gertak Zilong membalas ucapan Yuan dengan seringai yang sama.
"Baiklah Zhen akan menghukum mu... tapi bukan dengan cambukan Zhen.Melainkan,kau akan di kirim oleh Zhen ke Faksi di Barat menggantikan Jendral Jung Fei." Ucap Yuan menyeringai penuh kemenangan,Yuan tahu kelemahan terbesar Zilong sekarang adalah jauh dari Yie Er.Karena itu dia mengirim Zilong ke Faksi di Barat,disana adalah tempat di mana bandar pemberontakan terbesar.
Dan Zilong akan sangat lama bertugas di sana,hukuman itu adalah siksaan terberat bagi Zilong.
Semua orang dalam ruangan lebih merasa terkejut mendengar ketika Yuan bukannya menghukum Zilong seperti ketika Yuan menghukum seseorang yang berani berbuat tak sopan ke padanya,melalui hukuman mati.
Melainkan menghukum Zilong dengan mengirim nya ke Faksi di Barat.
Sungguh itu bukanlah Kaisar mereka yang seperti biasanya,hampir semua dalam ruangan tercengang mendengar ucapan Yuan.Tak terkecuali dengan Zilong yang langsung memandang Yuan penuh kebencian.
"Bedebah kau...!" geram Zilong disertai muka merah nya.Memandang Yuan marah penuh rasa benci,Zilong yakin bahwa Yuan tahu dia tak pernah bisa meninggalkan Yie Er begitu lama,semenjak jatuhnya Yie Er ke dalam Danau.Karena itu dia sengaja memberi hukuman seperti ini kepada nya.
"Zhen bilang kau akan dikirim ke Faksi di Barat,jadi pergilah! Hmm atau... kau ingin Zhen menyuruh prajurit untuk mengantar mu," tawar Yuan tersenyum mengejek.
"Tidak,dan ingat lah Yuan kau akan menyesali setiap perbuatan mu itu.Aku berbicara bukan sebagai Panglima Besar mu atau pun Gege dari Yie Er,melainkan sebagai sehabat lama mu." Zilong berucap penuh peringatan.b
Berlalu pergi meninggalkan Yuan yang sempat terpaku ketika Zilong mengatakan dia berbicara kepada nya sebagai seorang sahabat.
Yu Are dan Rei Rei terdiam terus memandang Yie Er,menunggu Yie Er terbangun.
Ibu Suri Agung dan Ibu Suri telah cukup lama pergi meninggalkan kediaman Yie Er untuk beristirahat dan mengganti pakaian mereka yang sempat terkena darah Yie Er.
"Yu Are...! kapan Permaisuri akan sadar?" tanya Rei Rei memandang sendu peraduan tempat di mana Yie Er terbaring lemah.
"Entahlah Rei Rei,kenapa nasib Permaisuri selalu buruk,dan tak sekalipun dia merasakan sebuah kebahagiaan.Meski dia sangat amat baik kepada semua orang,bahkan dia menganggap kita sebagai seorang teman.
Dalam hilang ingatannya pun dia masih menganggap kita sebagai seorang teman.
Dulu ketika Permaisuri belum kehilangan ingatannya Panglima Besar Zilong yang berstatus Gege nya pun, selalu menampakkan sifat tak peduli nya.
Walau yang sebenarnya Panglima selalu peduli terhadap Permaisuri.Karena sifat Pengliam itu,Permaisuri merasa Gege nya tak pernah peduli terhadap nya sehingga Permaisuri bersedih.
Dan yang paling menyedihkan adalah ketika Permaisuri menerima cemoohan dari semua orang di Dinasti Han bahkan oleh suaminya sendiri,Yang Mulia.Jika aku menjadi Permaisuri aku tak akan pernah sanggup menjalani hidupku.
Kau tahu Rei Rei aku selalu berdo'a semoga Permaisuri mendapatkan kebahagiaan nya."
Yu Are berucap berderai air mata menunduk membiarkan air matanya jatuh,terduduk di samping peraduan. Memegang sebelah tangan Yie Er sesekali tersegel-segal menahan tangis.
"Yu Are jangan bersedih karena...karena,aku merasa kebahagiaan itu akan segera datang.Permaisuri kita yang sekarang adalah Permaisuri yang baru," ucap Rei Rei memeluk tubuh Yu Are,mereka sama-sama menangis meratapi takdir menyedihkan Yie Er.
da 3 tahun pulak hiatus
seharusnya pas lomba aja😁
semangat ya kak
up-nya jangan lama lama donk
penggemar. penasaran
kapok kan istrimu jalan sama kaisar lain😆😜