NovelToon NovelToon
Story Of A Princess : Air Palace

Story Of A Princess : Air Palace

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Fantasi / Romantis / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Wanita / Chicklit
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Riana Luzi

Wan Yiran berjuang melepaskan rantai emas yang mengikat tangan dan kakinya. Kondisi Wan Yiran yang sedang tidak berdaya membuat Putra Mahkota Kong Welan segera membaca mantra Penghancur Jiwa hingga panah emas muncul dari tangannya, hanya butuh beberapa detik hingga panah itu melesat cepat menancap di Jantung Wan Yiran.
Wan Yiran terjatuh di tanah dalam kondisi sekarat, matanya hanya menatap pria yang dicintainya Jendral Muda Lin Haoran, namun sorot mata pria itu sama sekali tidak menunjukkan raut iba padanya.
Yiran kehilangan kedua orang tua dan kakaknya yang dihukum mati oleh kaisar karena kasus pembunuhan yang dilakukan keluarganya. Kini Wan Yiran juga harus mati mengenaskan karena rasa dendam di hatinya yang membawa dirinya menjadi wanita iblis.

~Wan Yiran terbangun dan menyadari semua yang ia lalui hanyalah mimpi. Mimpi yang membawa tekad Yiran untuk memperbaiki dirinya, merubah nasibnya dan melepaskan cinta serta ambisinya. Wan Yiran harus melalui perjalanan yang tidak mudah~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Luzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memastikan Lagi

Kong Welan terlihat sedang duduk bersemedi guna memulihkan tenaga dalamnya. Menggunakan elemen angin yang mengelilinginya ia berusaha memulihkan tenaganya yang sedikit terkuras karena terlibat pertempuran kecil.

Liyang masuk ke dalam ruangan tempat Kong Welan sedang memulihkan tenaga dalam. Saat melihat majikannya tersebut sedang sibuk ia sudah hendak berbalik untuk keluar lagi dari ruangan tersebut.

"Apa mereka belum mau membuka mulut mereka untuk memberikan informasi pada kita?" tanya Kong Welan sehingga Liyang menghentikan langkahnya yang akan keluar dari ruangan.

Liyang segera berbalik dan memberi hormat pada Kong Welan yang saat ini sudah berdiri dan berjalan ke arahnya.

"Mereka masih tidak mau membuka mulut Yang Mulia. Orang-orang kita sudah melakukan berbagai cara untuk menginterogasi mereka, namun mereka masih setia untuk tutup mulut."

"Kita tidak bisa terus menahan mereka di sini. Minta beberapa pengawal untuk membawa mereka ke ibukota dan kurung mereka di penjara pribadiku."

"Baik Yang Mulia."

Orang-orang yang sedang diinterogasi oleh anak buah Kong Welan adalah orang-orang yang secara diam-diam ditemui oleh Perdana Mentri Tuan Wan. Kong Welan sengaja menangkap mereka dua hari yang lalu setelah selesai menemui Tuan Wan secara rahasia di kota Yangzhou, ia meyakini mereka terlibat dalam kejahatan yang dilakukan Tuan Wan untuk memusnahkan Perdana Mentri terdahulu dan keluarganya serta beberapa tindakan korupsi Tuan Wan.

Liyang sudah akan berbalik untuk melaksanakan perintah Kong Welan, namun setelah mengingat sesuatu ia segera berbalik kembali.

"Ada apa lagi?" tanya Kong Welan menyadari masih ada hal yang ingin dikatakan Liyang padanya.

"Ada laporan yang dikirim mata-mata dari istana Yang Mulia."

"Mata-mata dari istana kediaman siapa?," tanya Kong Welan.

"Mata-mata dari istana kediaman Tuan Putri Wani," jawab Liyang.

"Apa isi laporan mereka?"

"Dua hari yang lalu Nona Muda Wan pergi ke istana untuk mengunjungi Tuan Putri, awalnya mata-mata kita merasa itu hal biasa karena Nona Muda Wan bersahabat baik dengan Tuan Putri. Namun, setelah pulang dari istana Nona Muda Wan menyiapkan perjalanan menuju Kuil Sanja untuk memberikan persembahan pada Dewi Ziran. Setelah menyadari hal itu mata-mata tersebut mengingat bahwa dalam percakapan Nona Muda Wan dengan Tuan Putri, ia menanyakan Yang Mulia Putra Mahkota melakukan perjalanan kemana dan setelah mengetahui anda pergi ke kuil Sanja, secara kebetulan Nona Muda Wan juga pergi kesana."

"Sepertinya ada yang mulai mencoba untuk mengawasi ku," ujar Kong Welan sambil tersenyum.

"Lalu apa yang perlu saya lakukan Yang Mulia," tanya Liyang.

"Persiapkan saja dulu perjalanan untuk membawa orang-orang yang kita tahan ke ibukota malam ini!" perintah Kong welan.

"Apa kita juga akan kembali ke ibukota malam ini Yang Mulia?" tanya Liyang memastikan.

Kong Welan menggeleng sambil tersenyum, "aku tentu harus pergi menemui orang yang sedang mencariku".

Liyang paham dengan maksud Putra Mahkota Kong Welan. Ia segera memberi hormat dan keluar dari ruangan tersebut untuk melakukan perintah majikannya itu.

...****...

Yiran terlihat menatap keluar jendela kereta kuda yang ditumpanginya, pemandangan pepohonan hijau terlihat di sepanjang jalan. Sudah dua hari perjalanan yang dirinya tempuh untuk pergi ke kuil Sanja, tinggal beberapa jam baginya untuk sampai ke gunung Wongge tempat kuil Sanja berada.

Dua hari yang lalu, setelah mengunjungi Tuan Putri Wani ia mendapatkan informasi bahwa Putra Mahkota pergi mengunjungi gurunya Master Wu di kuil Sanja. Setahu Yiran Master Wu adalah pemilik ilmu tertinggi tingkat 10 elemen udara, selain itu di kuil Sanja juga ada dua Master lain yang memiliki ilmu sihir tertinggi tingkat 10 untuk elemen Air dan Tanah atau bumi.

Mengetahui hal tersebut Yiran memutuskan untuk pergi ke kuil Sanja untuk mencari tahu apa yang akan dilakukan Putra Mahkota. Selain itu Yiran sebenarnya juga ingin menemui Master Wu berharap pria itu mau menerima dirinya sebagai murid. Master Wu adalah orang yang memiliki ilmu tertinggi untuk sihir udara di kerajaan Kongqi, tentu saja dia adalah guru terbaik yang diharapkan semua orang di kerajaan Kongqi.

"Saji, minta kusir untuk menghentikan kereta kuda," ujar Wan Yiran tiba-tiba.

Walau bingung, Saji meminta kusir untuk segera menghentikan kereta kuda. Setelah kereta kuda berhenti Yiran langsung keluar dari kereta kuda tersebut dibantu oleh Saji.

"Ada apa nona. Kenapa anda tiba-tiba meminta untuk berhenti disini?" tanya salah satu dari tiga pengawal yang menemani perjalanan Yiran saat ini.

Yiran menatap sekeliling jalan yang dilaluinya ini merasa bahwa tempat ini tidak asing baginya, seakan ia sudah pernah melewati tempat ini sebelumnya.

"Posisi kita saat ini berada dimana?" tanya Yiran pada pengawalnya.

"Saat ini kita berada di kaki gunung Wongge Nona kita hanya perlu ke arah utara untuk tiba di kuil Sanja, arah selatan adalah pusat pertanian kerajaan Kongqi tempat para tahanan pengasingan bekerja," jawab pengawal Yiran.

Yiran seketika paham kenapa ia merasa jalan ini tidak asing baginya. Ini adalah jalan yang ia lalui di dalam mimpinya saat kabur dari pengasingan. Yiran segera berputar dan hendak berjalan menuju sebuah jalan kecil ke dalam hutan.

"Nona, anda mau pergi kemana?" tanya Saji panik.

"Kalian tunggulah disini selama 30 menit," ujar Yiran pada ketiga pengawal dan kusirnya, "Saji, kamu ikutlah denganku".

Walau dengan perasaan ragu dan takut Saji berjalan mengikuti Yiran menelusuri jalan kecil memasuki sebuah hutan. Yiran terus melihat sekeliling berusaha mengingat-ingat kejadian yang ada di dalam mimpinya. Perjalanan makin terasa mencekam karena semakin masuk ke dalam hutan pepohonan makin rimbun sehingga cahaya mulai menipis.

"Nona, sebenarnya kenapa anda ingin masuk ke dalam hutan ini? Bagaimana jika kita nanti tidak tahu jalan kembali?" tanya Saji ketakutan.

"Tenang saja Saji. aku mengenal jalan ini, kita tidak akan tersesat," ucap Yiran menenangkan pelayannya itu.

"Bagaimana anda bisa mengenal jalan di sini? anda bahkan sebelumnya tidak pernah keluar dari ibukota sedari kecil?"

Yiran tidak tahu bagaimana harus menjelaskan pada Saji alasan ia mengenal jalan ini, akhirnya ia hanya memilih diam tanpa menjawab pertanyaan pelayannya tersebut. Yiran terus menelusuri jalan ini.

Setelah berjalan bersama Saji selama hampir 15 menit lamanya Yiran dan Saji tiba pada sebuah rindangan pohon dan dedaunan besar yang menutupi jalan mereka. Yiran segera berjalan maju dan masuk ke dalam rindangan pohon tersebut diikuti Saji. Saat tiba di dalam cahaya kabut merah menyerang penglihatan Yiran dan Saji.

Yiran segera maju mendekati cahaya yang dilihatnya tersebut. cahaya tersebut terlihat membentang besar seperti sebuah tembok yang membentang tinggi hingga ke atas langit.

Saji yang penasaran ikut berjalan mendekati cahaya tersebut, karena rasa penasaran Saji berniat menyentuh cahaya tersebut menggunakan jari telunjuknya namun tangannya segera terpental kuat dengan rasa yang cukup menyakitkan.

"'hati-hati Saji. Untunglah kamu hanya menyentuhnya sedikit, jika tidak kamu pasti akan terpental jauh."

"Sebenarnya apa ini nona?" tanya Saji kebingungan.

"Ini adalah segel pembatas Cakrawala."

Mendengar jawaban Yiran membuat Saji mundur satu langkah karena terkejut, "maksud anda saat ini kita berada di perbatasan kerajaan Huo yang merupakan kerajaan iblis?" tanya Saji panik.Yiran mengangguk sebagai jawaban. Ia segera berusaha membuka sela rerumputan yang menutupi sisi lain dari segel Pembatas Cakrawala ini.

Saat mengangkat rimbunan daun Yiran menemukan sebuah lubang dari segel tersebut. Seingatnya di dalam mimpinya lubang tersebut cukup besar sehingga muat bagi dirinya untuk merangkak masuk ke daerah kerajaan Huo, namun saat ini lubang tersebut hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Mungkin karena seharusnya aku menemukan lubang ini dua tahun lagi, makanya saat ini lubangnya masih sangat kecil, batin Yiran.

"Astaga, bagaimana bisa ada lubang di segel pembatas cakrawala? Bukankah ini akan membuat para iblis bisa keluar dan menyerang manusia?" ucap Saji panik.

"Tenanglah Saji. Lubang ini masih sangat kecil, selain itu ada para master yang bisa melindungi dunia," ujar Yiran menenangkan.

Yiran kembali menutupi lubang tersebut dengan rimbunan daun. Ia sudah memastikan bahwa mimpinya benar-benar adalah sebuah kenyataan tentang masa depan. Awalnya Yiran masih memiliki sedikit harapan untuk menyangkal, namun setelah kejadian hari ini dirinya benar-benar yakin bahwa mimpinya adalah pandangan tentang masa depan.

"Ingat Saji, apa yang kita lakukan hari ini hanya akan menjadi rahasia kita berdua. Jangan sampai ada orang lain yang tahu."

Saji mengangguk,"baik Nona."

"Ayo"

Yiran dan Saji segera berjalan menjauhi tempat tersebut untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Kuil Sanja.

Saat Saji dan Yiran sudah berjalan menjauhi segel Pembatas Cakrawala, dua orang keluar dari persembunyian mereka.

Kedua orang yang mengenakan pakaian pendekar berwarna putih tersebut sudah mengawasi Yiran dan Saji sedari tadi.

"Menurutmu, apakah dia akan melakukan kesalahan yang sama setelah menemukan lubang ini?" tanya salah satu pria tersebut pada temannya.

"Selama kita mengawasi dia setelah sadar waktu itu, ia sudah mulai merubah sikap dan perilakunya. Aku rasa kita masih punya harapan bahwa dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama."

"Bagaimana bisa dia bereinkarnasi menjadi gadis yang menyebalkan?"

"Saat bereinkarnasi ia menjadi manusia baru. Perilaku dan sifatnya tentu saja dipengaruhi oleh lingkungan dan didikan yang ia dapat."

"Karena terlahir di keluarga yang salah ia jadi bersikap semena-mena, sombong dan keras kepala. Guru Fa sampai harus mengorbankan inti jiwanya demi mencegah kehancuran dunia dan merubah sikapnya. Jika dia masih tidak berubah aku akan menjitak kepalanya agar dia mengingat kehidupan sebelumnya dan tidak melakukan kesalahan lagi."

"Sudahlah, kita masih harus mengawasinya."

Kedua pria tersebut kemudian melesat seperti cahaya dan menghilang dari tempat tersebut.

Mereka berdiri di atas pohon rindang sambil mengawasi Yiran yang sudah masuk kembali ke dalam kereta kudanya dan melanjutkan perjalanan menuju Kuil Sanja.

1
UChi3
ak ikt nangis trs thor....ya Allah, bgs bgt crita ny
UChi3
ayooo up lg thor....sangat...sangat bgs jln cerita ny....please...up lg donk.....
UChi3
ikt nangis/Cry/
Nur Hayati
ceritanya mirip dengan film yang pernah aku tonton... mudah2an hanya mirip...
Vivi❄️❄️
mana up date nya kt nya tgl 18 Maret tapi udah lewattt jadi gantung alur ceritanya
Fransiska Husun
woiii thor
Fransiska Husun
😭😭😭😭 kok sepi thor
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
semangat kak
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak aku mampir semangat kak
Fransiska Husun
up up lagiiiii semangat thor
Cahaya yani
lm amat thooorrr
Murni Dewita
mampir
IndraAsya
👣👣👣
Fransiska Husun
up up lagiiiii semangat thor
Riana Luzi (Mikoya): makasih Ya 🤗😘
total 1 replies
Cahaya yani
kaya,ny si wan reinkarnasi si dewi ziyan
Fransiska Husun
up up lagiiiii donk thor 😭😭😭😭
VhatmaR
lanjut
VhatmaR
gud job, luv bgt ma kisahnya
Riana Luzi (Mikoya): makasih ya 🤗☺️
total 1 replies
Ayam Aja
awalnya kukira Avatar dari Dinasti cina wwkwkwk 😭

tapi bagus si ceritanya 👍
Riana Luzi (Mikoya): sedikit terinspirasi dari itu. btw aku emang penggemar Avatar 🤭
total 1 replies
Catarin ATI
seger up dong...
Riana Luzi (Mikoya): Hallo. ditunggu updateannya ya.
jadwal update setiap jam lima sore 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!