NovelToon NovelToon
Gadis Desa Milik Dokter Tampan

Gadis Desa Milik Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Nikah Kontrak / Dokter
Popularitas:93.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mei18

Perjuangan seorang gadis muda yang sedang mencari pekerjaan di kota besar demi bisa mewujudkan mimpi nya untuk menjadi seorang designer. Namun, gadis itu harus merelakan mimpi nya untuk menjadi designer karena dia di tuduh berbuat mesum dengan seorang laki-laki yang sama sekali dia tidak kenal bahkan bisa di bilang itu adalah pertama kali gadis itu bertemu dengan laki-laki tersebut.

Mampukah gadis itu menjalani kehidupan pernikahan nya dengan laki-laki yang dia tidak kenal, dan apakah gadis itu bisa mewujudkan mimpi nya untuk menjadi designer walaupun dia sudah berstatus sebagai seorang istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

Saat Chika dan Fero sedang dalam mode siap bertempur, sang bunda datang dan langsung menarik telinga kedua anaknya.

" Aw!! Bunda sakit!!! " teriak Fero dan Chika kompak.

" Bunda! Bunda!! Please lepaskan dong! Sakit!! " ucap Chika dengan ekspresi memohon.

" Tidak!! " ucap bunda tegas.

" Kalian ini kakak adik! Kerjaan nya bertengkar terus! Pusing kepala bunda!! " ucap bunda Novi sambil terus menjewer telinga kedua anaknya.

Fero menatap kearah sang adik, dan tatapan nya seperti berkata " Kamu bilang kepada bunda kalau kita tidak akan bertengkar lagi, anggap saja ini pertengkaran kita sebelum kamu menikah ".

Chika yang mengerti maksud tatapan sang kakak, langsung menatapnya dengan tatapan seperti sedang bertanya " Kenapa tidak kakak saja yang ngomong sama bunda? ".

Karena tidak mau terus merasakan jeweran maut sang bunda, Fero langsung berkata " Kita janji deh, ini terakhir kali nya kita bertengkar! ".

Mendengar itu bu Novi, langsung berkata " Kalian janji? ".

Mendengar itu, Fero dan Chika kompak menjawab " Janji bun ".

" Karena kalian sudah janji maka,bunda lepaskan " ujar bunda Novi sambil melepaskan tangan nya dari telinga kedua anaknya.

Bu Novi terkejut saat melihat penampilan sang putri, lalu beliau berkata " Ya ampun Chika! Masuk kedalam kamar!! " dengan tegas.

" Kenapa bun? Kok Chika disuruh masuk kedalam kamar lagi? " tanya Chika bingung.

" Kamu itu, sebentar lagi akan menjadi seorang istri " jawab bu Novi.

" Iya. Chika tahu kok bun, kan acara nya dua minggu lagi " ucap Chika santai.

" Kalau kamu tahu! Kenapa penampilan kamu acak-acakan seperti ini bahkan di depan calon suami kamu!? " ujar bu Novi geram.

Chika awal nya bersikap biasa saja, kini berubah saat dia mendengar kata calon suami dari mulut sang bunda.

" Calon suami??! " batin Chika terkejut.

" Jangan bilang orang itu sudah ada disini?! " ucap Chika dalam hati.

Chika terkejut saat melihat ada kaki laki-laki selain kaki kakak nya.

" Gawat! Orang itu benaran ada disini! " batin Chika.

Tanpa pikir panjang, Chika langsung masuk kedalam kamar dan langsung menutup pintu kamar nya.

Bu Novi yang melihat kelakuan sang putri hanya bisa geleng-geleng kepala.

" Kebiasaan kamu Chik! " ucap bu Novi lirih.

" Maaf ya nak Arjun, anak bunda memang seperti itu ada nya " ucap bu Novi merasa tidak enak dengan Arjun.

" Iya tidak apa tante " jawab Arjun sambil tersenyum.

" Anak itu memang kebiasaan bun, sudah mau menikah juga penampilan nya masih saja acak-acakan seperti anak kecil baru bangun tidur " kata Fero.

" Memang kamu tidak begitu? kamu juga seperti itu! " ujar bu Novi.

Skakmat!!

Fero tidak bisa lagi menjelek-jelekkan sang adik di depan Arjun. Dia melakukan hal itu agar Arjun bisa menerima semua sifat dan kepribadian adik nya, meskipun dia mengetahui jika pernikahan mereka tidak didasari oleh cinta.

" Lebih baik kita menunggu Chika nya di meja makan saja, biar nanti setelah Chika selesai kita bisa langsung sarapan " ucap bu Novi.

" Oke bun " jawab Fero semangat.

" Saya tunggu di ruang tamu saja tante, kebetulan saya kalau pagi jarang sarapan " kata Arjun.

" Kita sarapan bersama saja, lagi pula tidak baik kalau perut kosong, apalagi kalian mau pergi kan?! " ujar bu Novi kekeuh mengajak Arjun ikut sarapan.

Dengan terpaksa Arjun pun menganggukkan kepalanya.

Mereka bertiga bersiap untuk pergi, tapi Fero mengurungkan niatnya, lalu dia berkata " Jangan lama-lama kakak sudah lapar!!" dengan sedikit berteriak.

Setelah mengatakan itu Fero pergi bersama bunda dan calon ipar nya.

" Kamu itu kebiasaan! Kalau memanggil itu jangan teriak-teriak! Memang kamu kira ini hutan!! " ujar bu Novi kepada sang putra sulung.

" Iya bun maaf " ucap Fero sambil mengangkat dua jari tangan nya membentuk huruf V.

Melihat hal itu bu Novi hanya geleng-geleng kepala.

Sedangkan Arjun sejak tadi hanya menonton tanpa mau ikut campur urusan mereka.

Kini mereka sudah sampai di meja makan, mereka semua langsung duduk.

" Chika nya mana bun? " tanya Jihan saat tidak melihat adik ipar nya.

" Dia masih mandi " jawab bu Novi.

Tidak lama kemudian, Chika datang dan langsung duduk di kursi.

Fero yang melihat sang adik diam saja tidak seperti biasa nya pun langsung bertanya " Tumben kamu diam? Kenapa? ".

Chika hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan sang kakak.

" Kamu sakit? " tanya Fero lagi.

Lagi-lagi Chika hanya menggelengkan kepalanya.

" Kalau tidak sakit terus kenapa diam saja? " tanya Fero penasaran.

Bukan nya menjawab pertanyaan sang kakak, Chika malah langsung memberikan handphone nya kepada sang kakak.

Fero yang penasaran pun langsung mengambil handphone tersebut, dan membuka nya.

Betapa terkejutnya Fero saat melihat sebuah foto yang ada di handphone Chika.

" Jadi, kamu diam gara-gara ini? " tanya Fero serius.

Chika hanya mengangguk kepalanya.

Huft...

Fero menghela napas panjang, lalu dia bangun dari duduk nya dan berjalan menuju sang adik, lalu dia berkata " Sudah jangan seperti ini, jelek tahu!! " sambil mengacak rambut Chika.

Belum sempat Chika bicara, Fero langsung berkata " Kakak tahu kamu kuat, kamu pasti bisa!! " sambil mengecup ubun-ubun sang adik.

Chika menganggukkan kepalanya dan berusaha tersenyum agar sang kakak tidak lagi menghawatirkan dirinya.

Meskipun entah perasaan apa yang sedang dia rasakan saat ini, tapi saat ini dia bersyukur karena memiliki kakak seperti Fero, meskipun suka jahil kepada nya dan sering membuat dia marah tapi dia selalu menjadi kakak yang selalu ada disaat dia butuh sandaran.

Sang bunda yang melihat kedua anaknya bertingkah seperti itu pun langsung bertanya " Ada apa Fero? ".

" Tidak ada apa-apa bun, Chika nya saja yang cengeng. Masa cuman menonton film saja sampai seperti ini " jawab Fero bohong.

" Chika memang suka berlebihan orang nya bun " imbuh nya.

Mendengar itu, Chika langsung melayangkan cubitan mautnya di pinggang sang kakak.

" Aw!! Sakit dik!! " teriak Fero mengadu kesakitan.

" Biarin! Siapa suruh ngomong seperti itu!! " sahut Chika kesal.

Bukan nya marah, Fero malah tersenyum melihat sang adik yang sudah terlihat seperti biasa nya.

" Sudah! Tidak perlu mellow-mellow lagi, itu bukan kamu banget tahu!! " kata Fero sambil mencubit kedua pipi Chika gemas.

Setelah berhasil mencubit sang adik, Fero langsung pergi ke tempat duduk nya karena dia tahu apa yang selanjutnya akan terjadi.

" Kak Fero!! Ini pipi bukan bakpao!! " kesal Chika.

" Dasar kakak tidak ada akhlak, pipi adik nya sendiri di cubit! " ucap Chika sambil mengusap pipinya yang memerah akibat cubitan sang kakak.

Lagi-lagi Fero tidak membalas ucapan sang adik, dia malah tersenyum senang melihat sang adik sudah kembali ke setelan pabrik.

" Semoga Arjun bisa menyembuhkan luka yang ada di dalam hati nya Chika, amin " ucap Fero dalam hati.

Melihat sang adik, masih terlihat kesal, akhirnya Fero berkata " Iya iya kakak minta maaf, sekarang makan dulu kalian berdua nanti mau pergi kan?!".

" Iya kak " jawab Arjun sambil menganggukkan kepala.

" Pergi kemana kak? Kok aku tidak tahu? " tanya Chika penasaran.

" Ke butik. Maka nya kalau bangun jangan kesiangan! " jawab Fero.

" Tidak sadar diri " sindir Chika.

Baru saja, Fero akan membalas sindiran Chika, sang bunda langsung berkata " Sudah! Tidak perlu di lanjutkan! Yang ada nanti tidak jadi ke butik! " .

" Iya bun " jawab Fero.

" Ayo! Sekarang kita sarapan bersama " ajak bunda.

Mereka langsung mengambil nasi dan lauk pauk secara bergantian dan mulai menikmati makanan mereka masing-masing tanpa ada percakapan antara mereka yang ada hanya suara dentingan sendok dan garpu yang beradu.

1
Rkivelya
Jgn lama” up nya thor
Gunawan Wibisono
terlalu verbelit jgn terus di ulang jadi meter ke situ2 cerita jadi kurang menarik membosankan maaf ya kritik membangun
Ryani
knpa ga jadi kerja 🤭🤭🤭
Ryani
terlalu banyak gumaman d dlm hati ni cerita
Ryani
ceritanya bertele² ... harusnya pemeran cowoknya yg lebih dominan bukan malah kknya s cwe
Tri Santoso
akhir nya author up jg, seru bgt cerita nya next ya kk
Adinda Putri
👍🏻😍/Heart//Heart//Heart/💪💪💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻.........
Mei18
Insyaallah besok up ya kak
Tri Santoso
kak pliss up
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🇦ᴿᴷᴬ 𝗗🌀🖌
apesnya
Desmeri epy Epy
lanjut thor
juwita
mampir
Desmeri epy Epy
lanjut
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Hartini Tini
up date ko lama kak
Pia Nur
lanjut kak
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Pia Nur
lanjut kak
Pia Nur: jgn lama KK up nya
total 1 replies
Mei18
Insyaallah akan di usahakan kak
Pia Nur
kak jgn lama" ya update nya. aku setia menunggu karya kak
revri Setiono: mampir di akunku kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!