NovelToon NovelToon
Ketika Hati Menemukan Jalannya

Ketika Hati Menemukan Jalannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta Seiring Waktu / Drama / Bullying dan Balas Dendam / Kontras Takdir / Anak Yatim Piatu / Teen School/College
Popularitas:265
Nilai: 5
Nama Author: Biru_Muda

Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.

Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.

Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.

Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.

Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.

Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlawanan

"Kenapa kamu diam? Cepat bersihkan gudangnya seperti biasanya." Perintah Karina pada Dewi.

"H-hari ini aku benar-benar harus pulang, jadi aku tidak bisa membersihkan gudang ini untuk hari ini." Ucap Dewi sedikit hati-hati mengungkapkan keinginannya.

"Pulang kamu bilang!" Karina terlihat tak senang mendengarnya.

"Siapa bilang kamu boleh pulang!!" Tekannya lagi menatap Dewi dengan ekspresi marah.

"Ak-aku harus membantu ibuku." Ucap Dewi yang hendak pulang membantu ibunya.

"Memangnya aku perduli soal itu!" Karina tak perduli dengan hidup Dewi.

"I-ibuku lagi sakit, ja-jadi aku harus pulang sekarang." Balas Dewi yang hari ini ia harus segera pulang kerumah. Ia pun mencoba untuk pergi.

"Kalau kamu masih mau sekolah disini, silahkan aja pulang sekarang juga." Timpal Sofia yang ikutan bersuara.

Langkah Dewi pun terhenti, ketika mendengar nada yang penuh ancaman dari Sofia. Membuatnya tak berkutik dan mengurungkan niatnya untuk pergi.

"Jangan lupa juga! Kalau nasib bu Amanda ada ditangan kamu." Ujar Karina kembali memberi peringatan. Memperingatkan pada Dewi bahwa bu Amanda bisa mendapatkan masalah seperti wali kelas sebelumnya.

Dewi benar-benar tidak diberi kesempatan untuk menolak ataupun menyanggah ucapan keduanya. Dia dipaksa untuk tunduk pada mereka.

Hati nuraninya terpecah, disatu sisi ia menghawatirkan keadaan sang ibu yang lagi sakit, tapi disatu sisi sekolahnya juga sedang dipertaruhkan. Apalagi nasib bu Amanda juga tak aman jika dirinya membantah.

Sudah dua hari ini Dewi menggantikan Karina dan Sofia menjalani hukuman mereka untuk membersihkan gudang belakang sekolah tanpa sepengatahuan bu Amanda.

Ia jugalah yang menuliskan kalimat penyesalan untuk Karina dan Sofia yang diminta oleh bu Amanda sebelumnya. Jadi, sebenarnya dialah yang dihukum oleh bu Amanda, bukan mereka.

"Woi, jangan diam aja, cepat sana bersihkan gudangnya." Ucap Sofia mendorong tubuh Dewi hingga terjatuh.

"Aww..." Dewi nampak meringis kesakitan saat tubuhnya terdorong cukup keras hingga menyenggol barang yang ada disampingnya. Membuat lengannya terluka karena benturan yang cukup keras itu.

"Gak usah banyak protes kamu ya, tinggal bersihkan aja gudangnya." Ujar Sofia tak merasa berempati melihat Dewi kesakitan. Ia malah menendang tubuh Dewi menggunakan kakinya.

"Sakit, ya..." Ujar Sofia menghampiri Dewi yang sedang kesakitan. "Makanya jangan bantah!" Lanjutnya sambil menunjuk wajah Dewi.

Dewi hanya menerima itu dengan menahan kemarahannya.

"Kenapa? Marah? Mau melawan kita?" Tantang Sofia ketika melihat ekspresi Dewi yang sedang menatapnya tajam.

"Coba saja lawan kita?" Ucapnya lagi dengan senyum meremehkan.

Saat Sofia menantang Dewi untuk melawannya yang sedang menatapnya tajam, tiba-tiba saja Karina mengguyurkan air ke kepala milik Dewi.

Hal itu tentu membuat Dewi dan Sofia terkejut dengan aksinya yang tiba-tiba.

"Gila! Kasih peringatan dulu dong, aku kan jadi ikutan basah, nih!." Protes Sofia yang langsung menjauh karena sedikit terkena cipratan air.

Karina tak membalas protes dari Sofia, karena pandanganya lebih tertuju pada Dewi yang masih shock tubuhnya basah terkena siraman air dari Karina.

"Orang sepertimu tidak punya hak menatap kami dengan tatapan tajam seperti itu!! Tekan Karina menyentuh wajah Dewi dengan ekspresi jijik.

Dewi tak bersuara, ia menahan semua penghinaan yang ia terima dalam diam. Ingin rasanya membalas penghinaan yang ia terima, tapi ia tak memiliki cukup keberanian untuk melakukannya.

"Aku benar-benar tak suka melihat matamu itu.." Tampar Karina tak suka dengan tatapan Dewi yang sedang menatapnya.

Tamparan itu cukup membuat pipi Dewi berwarna merah, menjelaskan betapa kerasnya pukulan itu, yang tentu saja hal itu juga terasa nyeri untuknya.

"Memangnya apa salahku? Sampai kalian seperti ini padaku?" Akhirnya Dewi mulai memberanikan diri untuk melawan, walau nada yang ia keluarkan tak terlalu lantang, hanya saja wajahnya sudah mengisyaratkan kemarahan. Bahkan air mata sudah mulai mengisi dari kedua bola matanya, karena hal ini sudah sangat menyakitkan untuknya.

"Wow, sudah berani dia.." Sahut Sofia mendengar Dewi yang mulai berani.

"Kamu bertanya kenapa kami melakukan hal ini kepadamu?" Ucap Karina menatap Dewi dengan senyum jijik.

"Itu karena kamu tidak setara dengan kami, tahu!!" Jari Karina menunjuk-nunjuk dahi Dewi dengan keras.

Dewi marah diperlakukan hina oleh mereka, ia memilih mendorong Karina yang terus menerus menunjuk-nunjuk dahinya menggunakan jari telunjuknya.

Ia berdiri dengan ekspresi marah. Membuat Sofia dan Karina terkejut dengan sikapnya yang mulai berani.

"Woi! Gila kamu ya?!" Teriak Sofia saat melihat Karina terdorong kebelakang akibat Dewi mendorong tubuhnya.

"Justru kalian lah yang gila!" Balas Dewi berteriak marah.

"Wah.., kurang ajar ini anak." Sofia nampak kesal dan hendak memberi pelajaran, namun kali ini Dewi kembali memberi perlawanan. Ia mendorong tubuh Sofia dengan cukup keras hingga membuatnya tersungkur. Hal yang sama seperti Sofia mendorongnya sebelumnya.

"Sialan!" Umpatnya kesal saat tubuhnya kesakitan akibat tersungkur dilantai dengan cukup keras.

"Hanya karena aku berbeda dengan kalian, bukan berarti kalian berhak merendahkanku." Ujar Dewi tak lagi bisa membendung amarahnya.

Tiba-tiba Karina datang dan langsung menjambak rambut Dewi dengan kesal.

"Beraninya kamu mendorongku." Ucapnya marah dengan keras menjambak rambut milik Dewi, hingga membuat Dewi kesakitan.

"Lepaskan!" Teriak Dewi kesakitan.

"Coba saja lepaskan sendiri." Tantang Karina yang masih terus menjambak rambut Dewi. Sofia yang sebelumnya tersungkur, ikut menyiksa Dewi hingga tak lagi bisa berkutik dan melawan.

Dewi benar-benar tak bisa keluar dari situasi yang sangat merugikannya itu.

"Ka-kalian bukan manusia." Ucapnya sembari menangis saat merasakan sakitnya akibat siksaan yang dilakukan oleh Karina dan Sofia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!