Putri Kasandra tidak menyangka di malam pertamanya dirinya di bunuh oleh suaminya yang bernama Pangeran Ke 3 dengan di bantu adik tirinya bernama Putri Valena. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Putri Kasandra bersumpah jika diberikan kesempatan kedua maka dirinya akan membalas perbuatan mereka dan juga orang - orang yang berani mengusiknya.
Putri Kasandra tidak menyangka dirinya terlahir kembali dimana dirinya satu tahun sebelum dirinya di bunuh oleh suaminya dan adik tirinya. Putri Kasandra yang sudah tahu jalan ceritanya dan tipu muslihat mereka langsung membalas perbuatan mereka yang tidak pernah mereka duga sama sekali.
Apakah rencana balas dendamnya berhasil? Ikuti yuk kisahku sampai tamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Tanaman
"Jangan Ibu, Albert tidak ingin Ibu ikut tertular sudah cukup Kasandra tertular." Ucap Kak Albert sambil memundurkan tubuhnya.
"Apa yang dikatakan Kak Albert benar, sudah cukup Aku yang tertular karena kami sangat menyayangi Ibu." Ucap Putri Kasandra.
"Tapi Ibu tidak sanggup kehilangan kalian jadi biarkan Ibu tertular " Ucap Ibu Angelica dengan mata berkaca - kaca karena hatinya tidak rela jika kedua anaknya meninggal dunia.
"Tidak Ibu, Kasandra tidak setuju." Ucap Putri Kasandra dengan tegas.
"Ibu tenang saja, Aku sudah belajar ilmu pengobatan dan Aku akan berusaha menyembuhkan penyakit kami dan juga penyakit orang - orang yang terkena virus mematikan." Sambung Putri Kasandra.
"Tapi ..." Ucapan Ibu Angelica terpotong oleh Kak Albert.
"Ibu, apa yang dikatakan Kasandra benar, semalam Aku meminum obat pemberian Kasandra dan kini tubuhku sudah mulai mendingan begitu pula dengan batukku." Ucap Kak Albert.
"Ibu di hutan banyak bermacam tanaman obat nanti Aku akan mencari tanaman obat bersama Kak Albert untuk menyembuhkan kami dan orang - orang yang terkena virus mematikan." Sambung Putri Kasandra.
"Iya Ibu. Nanti Aku akan membantu Kasandra untuk mencari tanaman obat." Sambung Kak Albert.
Ibu Angelica menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya kemudian mereka keluar dari kamar Kak Albert dan berjalan ke arah kereta. Sampai di kereta mereka masuk ke dalam kereta sambil menatap Ibu Angelica sambil tersenyum namun dalam hatinya ingin menangis sekaligus hatinya sangat sakit namun tidak berdarah. Hal itu dikarenakan mereka ingin sekali memeluk dan menghapus air mata Ibu Angelica yang sejak tadi mengeluarkan air matanya.
Sedangkan Ibu Angelica sangat sedih melihat kedua anaknya terkena virus mematikan membuat dirinya hanya bisa pasrah dan berdoa agar mereka cepat sembuh begitu pula dengan orang - orang yang terkena virus agar mereka bisa kembali ke keluarga mereka masing - masing.
"Dua anakku yang malang, kenapa kalian berdua terinfeksi virus mematikan? Apa salahku? Kenapa kalian berdua harus melalui semua ini?" Tanya Ibu Angelica dengan wajah sedih.
"Ibu, jangan menangis. Doakan kami agar secepatnya kami kembali ke rumah agar kita bisa berkumpul kembali." Ucap Kak Albert.
"Apa yang dikatakan Kak Albert benar. Ibu jangan sedih karena jika Ibu sedih maka kamipun ikut sedih." Sambung Putri Kasandra dengan mata berkaca - kaca.
Ibu Angelica memaksakan untuk tersenyum kemudian Putri Kasandra memberikan kantong kecil untuk Ibu Angelica dan Ibu Angelica pun menerima kantong kecil tersebut.
"Di dalam kantong ini Aku memasukkan beberapa ramuan menenangkan dan Aku minta agar Ibu selalu membawanya. Aku harap Ibu jangan sampai menghilangkan kantong ini." Ucap Putri Kasandra.
'Aku membuat beberapa obat yang sudah kuteliti beberapa hari yang lalu dan obat itu bisa di hirup jika mencium aromanya. Meskipun tidak dapat menyembuhkan Ibuku tapi setidaknya dapat menghilangkan beberapa racun dari tubuhnya.' Sambung Putri Kasandra dalam hati.
Selama ini Putri Kasandra setiap hari meracik ramuan untuk kesehatan Ibu Angelica dan Kak Albert karena Putri Kasandra tahu kalau Ibu Ririn mempunyai segudang rencana jahat.
Putri Kasandra sebenarnya ingin mengatakan ke Ibu Angelica, Kak Albert dan Ayah Alex kalau Ibu Ririn, Putri Valena dan Pangeran Ke 3 adalah orang jahat. Namun dirinya tidak mempunyai bukti karena itulah saat ini Putri Kasandra mengumpulkan bukti sebanyak - banyaknya agar bisa menjatuhkan Ibu Ririn di mana Ibu Ririn tidak bisa untuk menyangkalnya.
"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ... Ibu, jangan kuatir. Aku akan mengurus Kasandra." Ucap Kak Albert sambil terbatuk - batuk.
"Ibu ... Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ... Di sini anginnya sangat kencang jadi Ibu harus kembali ke kamar untuk istirahat jika tidak kondisi Ibu semakin memburuk." Sambung Putri Kasandra sambil terbatuk - batuk.
"Oke." Jawab Ibu Angelica dengan singkat sambil memejamkan matanya bersamaan air matanya jatuh.
Dua kereta itupun pergi meninggalkan tempat tersebut di mana kereta pertama ada seorang kusir bersama Putri Kasandra dan Kak Albert sedangkan kereta kedua ada seorang kusir dan dua orang dokter hebat yang akan merawat mereka dan orang - orang yang terkena virus mematikan.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah di pinggiran hutan di mana rumah itu sangat luas karena rumah tersebut merupakan tempat penampungan orang - orang yang terkena penyakit mematikan.
Tubuh Kak Albert yang lemah di tambah perjalanan yang jauh membuat Albert berbaring di ranjang sedangkan Putri Kasandra duduk di sisi ranjang Kak Albert.
"Kak Albert, Kakak sangat lelah karena habis perjalanan jauh jadi lebih baik Kakak istirahat dan Aku akan memeriksa orang - orang yang terkena virus mematikan." ucap Putri Kasandra.
"Kasandra, lebih baik kamu istirahat juga karena Kakak tidak ingin kamu kecapaian dan tubuhmu semakin melemah seperti Kakak." Ucap Kak Albert.
"Baik Kak." Jawab Putri Kasandra dengan patuh.
Putri Kasandra berjalan ke arah kamarnya kemudian duduk di sisi ranjang sambil memegangi kepalanya.
"Pantas saja Aku demam karena kepalaku sangat pusing dan wajah serta tubuhku sangat panas. Selama ini Aku berpura - pura terkena virus agar Aku bisa ikut Kakak ke sini dan Aku sangat berharap agar Aku tidak terkena virus mematikan." Ucap Putri Kasandra.
'Gejala utama virus mematikan ini adalah deman, radang tenggorakan, susah tidur dan berakhir koma karena kurangnya tidur dan sulit menelan makanan dan minuman. Orang yang mengalami koma paling lama tiga hari sampai setengah bulan jika tidak ditangani segera maka orang itu bisa meninggal dunia.' Ucap Putri Kasandra dalam hati.
'Kak Albert benar - benar sakit dan obat yang Aku berikan hanya sementara karena itu jika Aku ikut tumbang maka yang ada kami tidak mungkin bisa kembali ke rumah. Aku tidak bisa membuang waktu dan harus secepatnya membuat penawarnya.' Sambung Putri Kasandra dalam hati sambil mengepalkan ke dua tangannya dengan erat.
'Untung saja kemarin Aku sudah minum obatnya karena jika tidak tubuhku langsung tumbang.' Sambung Putri Kasandra dalam hati.
Ceklek
Tiba - tiba pintu kamarnya terbuka dengan lebar membuat Putri Kasandra menatap ke arah pintu. Putri Kasandra melihat tabib dan tiga pelayan membawa makanan dan obat - obatan.
"Nona Muda Kasandra, ini adalah ramuan obat yang Nona Muda minta." Ucap tabib tersebut.
Ketika mereka sampai di rumah pinggiran hutan, Putri Kasandra meminta tabib untuk membuat ramuan herbal untuk dirinya dan juga untuk Kak Albert serta untuk orang - orang yang terkena virus mematikan.
"Terima kasih, tapi letakkan semuanya di depan pintu dan jangan masuk ke dalam karena Aku tidak ingin menulari tabib dan ketiga pelayan." Ucap Putri Kasandra.
"Baik Nona Muda dan terima kasih atas kebaikan Nona." Ucap tabib tersebut yang sangat terharu dengan kebaikan Putri Kasandra agar mereka tidak terkena virus mematikan.
"Sama - sama tabib, lakukan begitu juga ke Kak Albert dan yang lainnya karena jika tidak tabib dan para relawan yang membantu kami akan ikut tumbang." Ucap Putri Kasandra.
"Baik Nona Muda dan sekali lagi terima kasih." Ucap tabin tersebut.
"Sama - sama. Oh ya dua puluh menit lagi, tolong tabib ke sini lagi." Pinta Putri Kasandra.
"Baik Nona. Kalau begitu kami pamit ingin memberikan ramuan ke Tuan Muda Albert." Jawab tabib tersebut dengan patuh sambil berpamitan.
Putri Kasandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian tabib dan ketiga pelayan pergi meninggalkan tempat tersebut. Putri Kasandra berjalan ke arah pintu kemudian mengambil ramuan tersebut dan diletakkan ke atas meja dekat ranjang.
Setelah bolak balik mengambil ramuan herbal, makanan dan minuman barulah Putri Kasandra menutup pintu kamarnya dengan rapat kemudian duduk di sisi ranjang.
'Obat ini bagus tapi masih kurang beberapa ramuan karena tanaman yang Aku butuhkan tidak ada.' Ucap Putri Kasandra dalam hati.
Putri Kasandra makan dengan cepat hingga lima belas menit kemudian dirinya sudah selesai makan dan minum kemudian berlanjut meminum obat herbal untuk menghilangkan virus yang ada ditubuhnya walau belum sempurna ramuannya tapi setidaknya bisa mengurangi penyakitnya.
Setelah selesai Putri Kasandra berjalan ke arah meja kemudian duduk sambil menggambar tiga tanaman yang dibutuhkan untuk membuat penawarnya. Hingga dua puluh menit kemudian kamar Putri Kasandra diketuk oleh seseorang dan Putri Kasandra tahu siapa yang mengetuk pintu.
"Masuk." Jawab Putri Kasandra.
Ceklek
Tabib itupun membuka pintu sedangkan Putri Kasandra berjalan ke arah pintu sambil membawa kertas yang sudah ada gambar tiga tanaman herbal.
"Aku ingin tahu, apakah tabib pernah melihat ini?" Tanya Putri Kasandra sambil memberikan kertas ke arah tabib.