Miles Sterling hanyalah seorang menantu miskin yang dihina dan direndahkan oleh istri dan keluarganya. Saat ibunya sakit parah dan butuh biaya operasi $250.000, istrinya justru menghabiskan $300.000 untuk pesta mantan kekasihnya.
Namun takdir berkata lain. Miles ternyata adalah satu-satunya pemilik 50 koin NexaChain—mata uang kripto yang nilainya kini melonjak menjadi $40 miliar. Dalam semalam, ia berubah dari pengemis menjadi miliarder sekaligus CEO NexaChain Global. , perusahaan raksasa di balik koin tersebut.
Kini, dengan kekayaan dan kekuasaan yang tak terbayangkan, Miles siap membalas semua penghinaan. Tapi akankah ia mampu mempertahankan segalanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEO
Miles duduk diam di ruang VIP pribadi Æther Store, menunggu Laura.
Tak lama kemudian, Laura kembali dengan sebuah map di tangannya.
Ia meletakkan map itu di atas meja, lalu duduk di kursi yang berada tepat di seberang Miles.
"Tuan Sterling," katanya dengan suara yang kini jauh lebih lembut, "aku membawamu kesini bukan hanya karena kejadian di luar tadi. Aku membawamu kesini karena aku memang sedang mencarimu."
Miles berkedip bingung. "Mencariku?"
Laura mengangguk. "Aku bukan hanya pemilik Æther Store. Aku juga merupakan salah satu pemegang saham sekaligus duta resmi NexaChain Global."
Miles langsung duduk lebih tegak, dadanya terasa sedikit sesak.
Saat itu ia sadar bahwa wanita yang sedang duduk di hadapannya bukanlah orang sembarangan.
"Aku yakin kau sudah melihat pesannya," lanjut Laura sambil mengetuk pelan map yang berada di atas meja. "Pesan yang memberitahukan bahwa kau telah ditunjuk sebagai CEO baru NexaChain."
"Ya," jawab Miles perlahan. "Aku sudah melihatnya. Tapi aku sama sekali tidak mengerti maksudnya."
"Kalau begitu, izinkan aku menyambutmu secara resmi." Laura mendorong map itu ke arah Miles. "Aku ditugaskan untuk mencarimu begitu dewan direksi memutuskan pengangkatanmu. Sistem kami menandai akunmu setelah proses transfer dilakukan. Namun proses verifikasi identitas pribadimu membutuhkan sedikit waktu. Begitu semuanya dipastikan, NexaChain langsung mengaktifkan protokol lapangan agar proses penyambutanmu bisa segera dilakukan."
Miles membuka map itu perlahan, jari-jarinya sedikit gemetar.
Di dalamnya terdapat sebuah surat penyambutan dengan logo NexaChain Global di bagian atas.
Di bawahnya terdapat berbagai dokumen resmi.
Nama Miles tercetak jelas pada bagian atas kontrak CEO. Di sampingnya tertulis jabatan: Chief Executive Officer – NexaChain Global.
(Masa Jabatan Sepuluh Tahun)
Mulut Miles langsung terbuka karena terkejut.
Laura memperhatikan ekspresi wajahnya dengan saksama.
"NexaChain jauh lebih besar daripada sekadar aplikasi yang kau gunakan untuk menambang beberapa tahun lalu. Itu hanyalah salah satu divisi perusahaan. Kami bergerak di bidang keuangan berbasis blockchain, pengembangan kecerdasan buatan, riset energi, kontrak pertahanan, proyek kedirgantaraan, dan masih banyak lagi. Jabatan yang sekarang berada di tanganmu adalah posisi tertinggi di seluruh organisasi."
Miles tidak langsung menjawab, ia kembali membaca dokumen-dokumen itu. Masih berusaha memahami semuanya. "Dan mereka benar-benar menyerahkan semua ini kepadaku?"
Laura mengangguk. "Ya, dewan direksi menyetujuinya secara bulat. Kau bukan hanya mempertahankan Koin NexaChain milikmu. Kau adalah satu-satunya orang yang benar-benar percaya pada proyek ini untuk jangka panjang.
Itu menunjukkan bahwa kau memiliki kemampuan untuk membawa NexaChain melangkah lebih jauh. NexaChain dibangun di atas inovasi dan visi ke depan. Dan kau telah membuktikan memiliki keduanya. Baik kau menyadarinya ataupun tidak."
Miles menyandarkan tubuhnya perlahan ke kursi. "Aku masih belum mengerti. Kenapa harus aku? Aku tidak punya latar belakang di dunia korporat. Aku juga tidak punya pengalaman memimpin perusahaan bernilai miliaran dolar."
"Kau tidak membutuhkannya," jawab Laura. "NexaChain memiliki cara sendiri dalam memilih seorang pemimpin. Bakat dan intuisi jauh lebih penting daripada isi riwayat hidup. Selain itu, kami memiliki tim eksekutif global yang akan mendukungmu. Kau tidak akan sendirian. Aku, Laura Agnes, juga telah ditunjuk untuk membantumu."
Laura berhenti sejenak, lalu tersenyum. "Selamat, Tuan Sterling."
Miles mengembuskan napas panjang. Ia masih merasa sangat kewalahan.
Namun perlahan mulai menerima kenyataan itu.
Ia masih sulit memahami bagaimana hanya dalam satu malam ia bisa berubah menjadi seorang miliarder sekaligus CEO perusahaan raksasa seperti NexaChain.
"Apa yang akan terjadi sekarang?" tanyanya.
"Dalam empat puluh delapan jam lagi kau dijadwalkan mengikuti orientasi eksekutif pertamamu," jawab Laura.
Ia berdiri lalu berjalan menuju sebuah lemari di samping ruangan.
Beberapa saat kemudian ia kembali sambil membawa sebuah kotak hitam kecil.
"Ini," katanya sambil menyerahkannya kepada Miles. "Ini adalah kartu aksesmu. Bukan hanya untuk NexaChain. Kartu ini dapat membuka berbagai fasilitas dengan tingkat keamanan tinggi. Kartu ini juga terhubung dengan akun terenkripsimu. Dan memberimu akses prioritas ke seluruh fasilitas NexaChain di seluruh dunia. Hanya ada tiga orang lain di dunia yang memiliki kartu seperti ini."
Miles menerimanya.
"Kartu ini memberimu akses tanpa batas. Orang-orang akan melayanimu hanya dengan kartu ini, Tuan Sterling," lanjut Laura.
Laura membiarkannya mencerna semua itu selama beberapa saat.
Kemudian ia berkata, "Sekarang mengenai pakaianmu. Kau membutuhkan sesuatu yang lebih pantas untuk malam ini. Aku yakin kau akan menghadiri sebuah acara. Aku sudah tahu setelan jas yang paling cocok. Itu adalah salah satu setelan jas termahal kami. Harganya dua ratus ribu dolar. Dan kabar baiknya… itu akan menjadi hadiah dariku. Sebagai permintaan maaf atas perlakuan stafku kepadamu."
Miles menggeleng pelan. "Tidak, terima kasih banyak, Laura. Aku benar-benar menghargai niat baikmu. Tapi untuk saat ini aku lebih memilih mengenakan sesuatu yang lebih kasual. Aku tidak ingin terlalu menarik perhatian."
Laura tersenyum lalu mengangguk pelan. "Aku mengerti. Mengenai pertemuan kita empat puluh delapan jam lagi… Aku akan menjemputmu dari acara yang akan kau hadiri. Setelah itu aku akan menjelaskan semua detailnya."
Miles akhirnya tersenyum tipis, lalu ia berdiri. "Terima kasih, Laura."
Setelah meninggalkan Laura di Æther Store, Miles memesan sebuah taksi.
Taksi itu mengantarnya menuju gedung acara mewah tempat pesta ulang tahun mantan kekasih Lily, Kelvin Stewart, sedang diselenggarakan.
…
Miles turun dari taksi beberapa menit kemudian.
Para tamu berdatangan dengan mobil-mobil mewah. Semua pria mengenakan setelan jas yang rapi. Sementara para wanita tampil anggun dengan gaun-gaun berkilau.
Miles tidak mengenakan jas, ia merasa tidak membutuhkannya. Sebagai gantinya, ia mengenakan celana jins biru yang masih baru dan kaos hitam polos.
Miles menaiki anak tangga lalu memasuki aula dengan langkah santai.
Begitu ia melewati pintu masuk… Percakapan di dalam ruangan perlahan mereda.
Semua mata langsung tertuju kepadanya.
Bisik-bisik pun mulai terdengar dari berbagai arah.
"Kenapa dia berpakaian seperti itu?"
"Apa dia salah satu pelayan katering?"
Miles tidak bereaksi sedikit pun, ia terus berjalan dengan tenang. Tatapannya menyapu seluruh ruangan.
Beberapa pria muda yang berdiri di dekat bar mengangkat gelas mereka lalu berseru dengan nada mengejek.
"Hei, Bro. Tolong ambilkan kami sebotol sampanye lagi, ya."
Mereka adalah sahabat-sahabat Kelvin Stewart. Mereka sengaja mengejek Miles.
Seorang wanita bergaun merah berbisik kepada temannya.
"Bukankah itu suami Lily? Kenapa dia berpakaian seperti itu? Apa dia langsung masuk dari jalanan?"
"Dia pria yang dipaksa menikah dengan Lily, bukan? Aku kira Lily sudah meninggalkannya."
Sekelompok tamu di dekat mereka tertawa keras.
Mereka sama sekali tidak berusaha menyembunyikan ejekan itu.
"Aku yakin pernah melihat pria itu mengantar makanan," kata seseorang dengan suara cukup keras agar Miles bisa mendengarnya. "Bagaimana mungkin wanita secantik dan seanggun Lily bisa menikah dengan orang seperti dia?"
Miles tetap melangkah, ia tidak membalas satu kata pun.
Namun sesuatu yang dilihatnya sesaat kemudian benar-benar mengusiknya.
Di dekat bagian tengah aula… Di antara dekorasi putih dan emas serta sebuah patung es raksasa… Berdiri kedua orang tua Lily.
Mata Miles sedikit menyipit, ia sama sekali tidak menyangka mereka akan berada di sana. Rasa pahit langsung memenuhi tenggorokan Miles.
Keluarga Wycliff benar-benar tidak pernah menghormatinya.
Lamunannya terputus ketika tiba-tiba seseorang menggenggam tangannya dengan santai.
Miles mendongak, dan ia terkejut melihat Lily berdiri di hadapannya.
Senyum dingin menghiasi bibir wanita itu.
"Nah, akhirnya kau datang juga," katanya.
"Ayo, semua orang sudah menunggumu."
Miles menatapnya dengan bingung. Ia tidak mengerti sandiwara apa yang sedang dimainkan Lily.
Sebelum Miles sempat mengatakan apa pun… Lily sudah lebih dulu menariknya ke depan.
"Ayo kita beri sedikit perhatian untuk suamiku yang luar biasa ini," katanya sambil menyunggingkan senyum sinis.
Ia menyeret Miles menuju bagian tengah aula. Ke arah panggung kecil yang berada di samping meja DJ.
Musik masih menggelegar, namun begitu mereka tiba di atas panggung… Lily mengangkat tangannya ke arah DJ.
"Hentikan musik sebentar," katanya sambil mengambil mikrofon.
Musik langsung berhenti.
Seluruh perhatian tamu langsung tertuju ke atas panggung, kepada Miles dan Lily.
Miles berdiri diam, ia tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Untuk sesaat… Ia benar-benar mengira Lily serius.
Apakah wanita itu akhirnya akan memperkenalkannya dengan layak? Apakah akhirnya ia akan menghormatinya sebagai suami?
Semua tamu menunggu.
Lily tersenyum lebar, sambil menggandeng lengan Miles, ia sedikit memutar tubuh menghadap para tamu. Lalu ia mendekatkan bibirnya ke mikrofon dan berkata dengan nada dingin, "Jadi, suamiku tersayang… Dari siapa kau meminjam pakaian itu?"
Seluruh ruangan langsung tertawa terbahak-bahak.
Ekspresi Miles tidak berubah, tetapi rahangnya mengeras.
Namun Lily masih belum selesai. Ia mengangkat tangannya lalu menunjuk pakaian yang dikenakan Miles.
"Maksudku… Aku kan menolak membelikannya pakaian baru. Jadi kurasa dia meminjam pakaian seseorang supaya terlihat cocok berada di sini."
Kali ini seluruh ruangan kembali dipenuhi gelak tawa yang jauh lebih keras.
miles ceo dingin dn kejam,agar lebih menarik membacanya thorr👍👍