Vanya Mentari, gadis yang memulai peruntungan bekerja di ibu kota menjadi kupu-kupu malam, terpaksa harus terlibat pernikahan kontrak dengan pria yang terkenal sangat dingin.
Pernikahan yang membawa penderitaan pada Vanya di setiap harinya. Bukan hanya luka fisik, melainkan luka batin. Tiap hari, perkataan yang terlontar dari mulut pria yang menikahinya begitu sangat pedis, dan tanjam hingga mampu menusuk rongga jantung dan membuat luka yang teramat mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KKM 9
Vanya pun memutuskan untuk menginap malam ini di rumah sang mertua. Tanpa memberitahukan Bian, jika dirinya berada di sini. Bagaimana memberitahu, nomor ponsel Bian pun, Vanya tidak punya. Dan juga, lagian untuk apa memberitahukan keberadaannya jika dirinya sama sekali tidak di anggap.
"Ibu, Vandi, apa yang sedang kalian lakukan." Gumam Vanya, yang tiba-tiba saja merindukan adik dan juga sang ibu.
Pucuk di cinta ulam pun tiba. Vandi menghubungi Vanya, keduanya pun melepas rindu walau hanya saling bertukar kabar lewat ponsel.
"Kapan kakak akan pulang?" Tanya Vandi,
"Pulang?" Ulang Vanya, ia lupa kalau sudah setahun lebih dirinya tidak pernah pulang ke kota asalnya.
"Iya kak. Aku dan ibu sudah sangat rindu." Kata Vandi. "Oh yah kak, terima kasih atas bantuan kakak tempo hari. Jujur, aku benar-benar marah kak, dan tidak terima dengan pak komang dan keluarganya yang selalu membuat berita buruk tentang pekerjaan kakak."
"Vandi, percayalah sama kakak. Disini, kakak bisa menjaga diri. Dan juga, jangan hiraukan apapun yang mereka katakan. Biarkan saja mereka berkata sesuka hati mereka, toh nanti mereka akan capek sendiri"
"Tapi kak. Aku tidak suka."
"Terima kasih Vandi, sudah menjadi tameng terdepan untuk kakak. Oh ya, di mana ibu?"
"Ibu? Sudah tidur kak. Ouh yah, kapan kakak pulang?"
"Tidak dalam dekat ini. Karena kakak lagi sibuk. Sampaikan salamku pada ibu. Dan kau Vandi, belajar yang giat biar bisa dapat kerja yang bagus."
"Baik kak."
••••••
Bian hanya bisa diam sambil duduk di kursi kemudi mobil. Neysia terus saja menangis di sampingnya jadi Bian tidak tega untuk membiarkannya seorang diri.
Sudah jam dua dini hari, dan sampai sekarang Bian masih berada di depan rumah Glen. Rumah yang Neysia tempati dengan suaminya.
"Maaf." Kata Neysia, sambil mengusap air matanya,. "Maaf sudah merepotkan mu."
"Ney." Kata Bian, ingin sekali Bian memeluk tubuh Neysia hanya saja ia tahu batasan jika Neysia sudah menikah dan mengingat jika saat ini mereka sudah berada di depan kediaman Glen.
"Aku tidak ingin pulang. Tolong Bi, tolong bawa aku pergi." Kata Neysia memohon pada Bian.
Bian hanya bisa menghela nafas. Tentu ingin sekali Bian membawa Neysia kemana pun bahkan sampai ke ujung dunia pun. Hanya saja, Bian masih menyadari status Neysia yang menjadi istri dari Glen.
"Bian." Lirih Neysia dengan mata yang memohon pada Bian. "Bawa aku pergi."
Mau tidak mau, Bian pun memutuskan untuk membawa Neysia pergi.
Dan disinilah mereka. Bian membawa Neysia menginap di salah satu hotel milik Bian. Dan tentu semua mata tertuju pada keduanya. Karena para karyawan tentu tahu siapa yang datang saat ini, dan mereka pun tahu jika sang pemilik hotel telah menikah tapi tidak dengan Neysia, wanita yang saat ini sedang bersama tuan mereka.
Tentu para karyawan pun berbisik-bisik tentang apa yang mereka lihat saat ini.
"Bukan kah itu tuan."
"Ya, dan itu nona Neysia. Aku kira mereka sudah putus, dan keduanya pun sudah sama-sama menikah."
"Apa yang mereka lakukan? Apa mereka kembali bersama?"
"Wah, bisa jadi trending topik ini."
Dan masih banyak lagi bisik-bisikan dari para karyawan.
••••
"Istirahatlah." Kata Bian saat mereka sudah berada di dalam kamar.
"Bian." Panggil Neysia. "Temani aku, tunggu sampai aku tertidur."
"Baiklah, tidurlah. Aku akan menunggu mu di sini." Kata Bian lalu duduk di sofa.
saking banyaknya dosis obat lerangsang sampe lupa gawang yg udah loss doll atau masih tersegel rapi😅
Apa Bian jg gak liat bekas darah d sprei🤔
mereka sekarang saling mencintai lho Tor ....
beruntung sekali nasibmu Zam...
bertaubat lah ZAM...😂
apa sudah menyadari klo dia satu²nya pria yang tidur sama Vanya...??
lihat aja...