NovelToon NovelToon
TERNODA

TERNODA

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Wanita Karir / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Mengubah Takdir / Chicklit / Tamat
Popularitas:51.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Payang

Shamuel hampir saja gelap mata, saat melihat Andrew adik kandungnya menggagahi Shera, dokter cantik yang diam-diam dicintainya hingga berbadan dua.

Akankah pernikahan mereka terlaksana?

Jangan lupakan Fhilip, laki-laki yang selalu menjadi super Hero bagi Shera, pribadi yang mencintai apa adanya.

Cinta, adalah sebuah pengorbanan. Cinta yang tulus akan selalu memberi tanpa syarat, tanpa mengharapkan balasan.

Terkadang akan di pandang BODOH. Tapi itulah cinta.

❤️TERNODA❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Berkerjalah Padaku

Kring! Kring! Kring!

Dokter Arsoni mengangkat gagang telepon diatas meja. Sambil menatap kepergian Fhilip meninggalkan ruang kerjanya.

📞"Hallo," sapa dokter Arsoni datar.

📞"Selamat sore Dok, tuan Jhonson menelpon." ucap seorang suster dari ujung sambungan telepon.

📞"Sambungkan sekarang." perintahnya.

📞"Baik Dok."

Setelah beberapa detik.

📞"Dokter Arsoni, Fhilip masih di rumah sakit?" Terdengar suara bariton nan tegas dari ujung telepon.

📞"Iya Tuan, baru saja ia keluar dari ruangan saya," sahut dokter Arsoni pelan.

📞"Anak itu--," Jhonson berdecak kesal. "Dokter tahu? Ditengah rapat penting, tiba-tiba saja dia pergi. Dan sekarang, dia belum juga pulang. Jadwal yang telah tersusun rapi, rusak. Dia tidak pernah seperti itu," keluh Jhonson. "Tolong, suruh dia pulang. Aku menunggunya dirumah. Dia pasti mendengarkanmu," pinta suara tegas itu kemudian.

Terdengar kekehan kecil dari mulut dokter Arsoni mendengar permintaan sang majikan.

📞"Tidak bisa Tuan. Sore ini, saya baru saja menerima surat peringatan pertama dari Tuan muda," ucap dokter Arsoni disela-sela kekehannya.

📞"Maksudnya?" Jhonson mengernyitkan keningnya sembari mempertajam pendengarannya.

📞"Tuan Jhonson tau 'kan? Saya paling suka mengganggu Tuan muda yang serba minim kata dan ekspresi itu. Hari ini saya sadar, kalau Tuan muda sudah bukan anak kecil lagi," dokter Arsoni masih terkekeh diujung teleponnya.

📞"Bukankah dia mirip denganku?" terdengar nada bangga dari ucapan Jhonson.

Kembali terdengar kekehan dari mulut dokter Arsoni.

📞"Iya, Tuan. Tuan muda memang mirip dengan Anda. Tapi hari ini, Tuan muda lebih mirip Nyonya," dokter Arsoni lalu menceritakan secara detail apa yang menyebabkan anak sang majikannya itu ada di rumah sakit saat ini.

...🍓🍓🍓...

Shera memandang kearah pintu yang didorong dari luar. Fhilip muncul disana, dengan kemeja berwarna kuning gading, dan lengan baju panjangnya yang terlipat.

"Aku membawa makan malam untukmu." Fhilip menggeser kursi lalu duduk dihadapan Shera yang sedang menyandarkan punggungnya pada ranjang pasien yang telah diatur kemiringannya.

"Terima kasih," Shera menerima kotak makanan yang disodorkan Fhilip. Remaja laki-laki itu sengaja membeli makan malam diluar karena mendengar Shera menolak makanan yang diantarkan oleh suster.

"Terima kasih, karena sudah menolongku siang tadi, dan membawaku ke rumah sakit ini. Aku tidak tahu, kalau kamu tidak datang," ucap Shera disela-sela aktifitas makannya.

Fhilip tidak berkata apapun, kepalanya hanya mengangguk pelan sambil memperhatikan Shera yang sedang makan dengan mode tak bersemangat.

Hening tercipta, sehingga dentingan sendok Shera saja yang terdengar saat bersentuhan dengan kotak makanan yang berbahan kaca itu.

"Maaf, aku sudah merepotkanmu," lirih Shera, begitu Fhilip mengambil alih kotak makan dari tangannya yang masih bersisa sedikit, ia sudah tidak sanggup menghabiskannya lagi.

"Kenapa kamu tidak patuh? Bukankah aku sudah memperingatkanmu jangan pergi sebelum aku kembali. Lihatlah, kamu hampir saja diperkosa oleh pria brandalan itu hingga mengalami keguguran." ucapan itu tumpah begitu saja dari mulut Fhilip dengan nadanya yang sedikit meninggi, sambil memegangi kotak makanan ditangannya.

"Apa perlu aku membuatkanmu sangkar seperti burung? Supaya aku tidak perlu secemas hari ini lagi." sambung Fhilip memberikan tatapan dalamnya.

Shera terdiam sesaat, ia menelan salivanya dengan susah payah. Rasa sakit pada alat vitalnya akibat keguguran yang ia alami beberapa jam yang lalu masih sangat terasa. Masih jelas dalam ingatannya bagaimana para team medis itu mengobok-obok pada bagian itu, membuatnya ingin memilih mati saja kala menanggung rasa sakitnya.

"Jadi anak orang kaya raya sepertimu enak, Fhilip. Punya rumah bak istana, segala keperluan dilayani oleh pelayan, dan mau kemana-mana diantar oleh sopir. Tidak pernah merasakan sulitnya mencari sesuap nasi, membeli buku-buku, seragam, agar tetap bisa bersekolah."

Walau suaranya terdengar bergetar karena menahan tangisnya, tapi Shera tetap ingin menuntaskan segala uneg-uneg dihatinya, atas segala kepahitan dan kerasnya hidup yang tengah ia jalani.

"Aku pulang karena harus berkerja mengantarkan sayur-sayur masak, kue-kue, telur asin, pentolan bakso, ikan bumbu,, dan banyak lagi olahan rumahan milik tetangga kebeberapa warung dikota." Shera menatap tajam pada Fhilip, ia yakin temannya itu tidak akan sanggup bila berada diposisinya saat ini.

"Dan mengenai apa yang telah menimpaku hari ini, aku bersyukur karena itu membuatku keguguran. Aku tidak pernah mau melahirkan anak dari om biadab itu! Aku sangat membencinya!" pekik Shera dengan dadanya yang naik turun menahan tangisnya yang serasa akan meledak.

"Kenapa aku merasa kamu seperti perempuan yang kejam?" lirih Fhilip dengan tatapannya yang meredup.

"Janin yang kamu kandung itu tidak berdosa. Dia terpaksa hadir disaat yang tidak tepat karena suatu kecelakaan. Dan harus kamu tahu, aku paling tidak suka pada teman yang kejam." lirih Fhilip lagi, masih dengan sorot matanya yang meredup.

"M-maafkan aku, Fhilip. Aku tidak membenci janin itu, tapi aku membenci suami Ibuku yang telah melakukan kejahatan itu padaku." Shera yang sebelumnya berbicara sesuka hatinya untuk melampiaskan segala rasa amarah, kecewa, dan kesal yang terpendam dalam dadanya berubah gugup, melihat sorot kekecewaan dari sepasang mata berwarna biru itu.

"Lupakan. Aku mengerti maksudmu. Aku hanya tidak ingin kau memiliki hati yang kejam dalam jiwamu,"

"Berapa honor yang kau terima dari tetanggamu itu?" tanya Fhilip mengalihkan pembicaraan mereka.

"Satu kali hantaran, enam ribu. Bila sepulang sekolah hingga pukul 6 sore, biasanya aku bisa mengantar hingga dua belas kali. Jadi perharinya, rata-rata aku bisa mendapat honor sampai tujuh puluh dua ribu, bisa membantu mencukupi keperluan dapur dirumah kami selain biaya untuk sekolahku." jelas Shera, matanya seketika berkaca-kaca saat wajah ibu dan kedua adiknya terlintas dalam benaknya.

"Lalu ayahmu? Apa dia tidak memenuhi keperluan kalian?" Fhilip mengernyitkan keningnya, kala mendengar hasil hantar mengantar yang dikerjakan Shera ternyata membantu ibunya memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Dia bukan ayahku! Dia hanya suami ibuku!" elak Shera tak terima.

"Aku juga tidak tahu, untuk apa saja suami Ibuku itu menghabiskan uang gajinya, karena Ibuku baru bisa berbelanja bila aku pulang dan memberikan uang hasil kerjaku pada Ibu."

Fhilip terdiam sesaat. Jonie Setiyadi, ayah tiri Shera, adalah salah satu security di perusahaan minyak cabang Balikpapan, milik keluarganya, dan ia sangat tahu berapa basic salary gaji pria itu, selain dari tunjangan, lembur, bonus, dan lainnya di masa orde baru itu.

"Kalau begitu, bekerjalah padaku, aku akan memberikanmu honor. Setidaknya, tidak membuatmu rugi bila meninggalkan pekerjaan lamamu pada tetanggamu," ucap Fhilip dengan raut seriusnya seperti biasa.

"Memang, pekerjaan apa yang harus aku lakukan? Lalu--, dengan apa kamu akan membayarku? Dengan uang jajanmu?"

Shera tertawa kecil, merasa lucu, karena mereka seumuran dan sama-sama masih sekolah, tapi Fhilip bersikap seolah-olah dirinya seorang pria dewasa yang sedang mencari pegawai dan mampu membayar dengan uangnya sendiri.

"Aku tahu kamu mentertawaiku. Tidak masalah. Begitu kau sembuh, kau bisa langsung berkerja untukku setelah kita pulang sekolah," ucap Fhilip, masih dengan wajah datar dan minim ekspresi itu.

Bersambung...👉

1
Tenth_Soldier
betapa susahnya bikin novel ala emak-emak...
Dewi Payang: iya bener😅
total 3 replies
Tenth_Soldier
Idealis
Dewi Payang: Dan satu rumah tangga perlu ada itu didalamnya
total 1 replies
Tenth_Soldier
konsepnya siapa menabur dia menuai
Dewi Payang: Tul Kak....
total 1 replies
Tenth_Soldier
Hati yang gembira adalah obat yang mujarab... ini fakta kedokteran.

Tapi Pikiran juga harus waras tentunya... /Grin/
Dewi Payang: Setuju😄👍
total 1 replies
Tenth_Soldier
hufftt... ikut tahan nafas... tapi sekarang udah dihembuskan dengan lega
Tenth_Soldier: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Tenth_Soldier
secangkir kopi buat Authornya
Dewi Payang: Ma kasih banyak kak buat kopinya🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Tenth_Soldier
, wah tahu-tahu sudah pada jadi dokter padahal masa kecil pada bandel2 itu menarik juga untuk disimak... setangkai mawar untuk Shera.
Tenth_Soldier: benar sekali
total 2 replies
Tenth_Soldier
harrasment!!!
Dewi Payang: Dan itu seharusnya tidak dilakukan oleh seorang ayah, walau ayah sambung.
total 1 replies
Tenth_Soldier
Hmmm gaya penulisan dan penyampaian mirip Pramita Rosiani... menarik tak kasih mawar ya
Dewi Payang: Oh, author senior, ma kasih kak infonya🙏🏻
total 3 replies
Noviyanti
segitu kecewanya philip. bunga mendarat
Dewi Payang: Fhilip : Ma kasih banyak kakak🙏🙏❤️
total 1 replies
Noviyanti
beruntungnya shera di jaga sama cowo2
Dewi Payang: Iya bener😁
total 1 replies
Noviyanti
haha kalau panik emang suka lupa ya, motor di starter gk nyala2 tau2nya lupa naikin standr motor
Dewi Payang: Aku pernah hitu jg kak😁
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
novel sebagus ini tp kenapa Like nya cm dikit ya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: tapi yang lainnya ku lihat ada yang sampai 11k lebih . tp aku gk mampir takut gak bisa lanjut . fokus sama Roclis aja dulu . Roclis habis baru mampir lainnya
total 2 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
aku mumet
Dewi Payang: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
Noviyanti
kirain si philip hilang ingatan, syukurnya gk
Dewi Payang: Kepalanya tahan banting kak😁
total 1 replies
Noviyanti
5 bunga mendarat
Dewi Payang: Ma kasih banyak kak Novi🙏🙏
total 1 replies
Noviyanti
kalo jadi shera mending milih menikahi samuel, keluarganya baik apalagi ny maria
Dewi Payang: Lebih aman😁👍
total 1 replies
Noviyanti
5 bunga mendarat
Dewi Payang: Terima.kasih banyak kak Novi🙏
total 1 replies
Noviyanti
ya bagus si miere, ntah kenapa aku memilih nyonya kepala batu ini.
Dewi Payang: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Noviyanti
5 bunga mendarat
Dewi Payang: Ma kasih banyak kak Novi🙏🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!