NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Matahari pagi telah sepenuhnya naik, memancarkan sinarnya yang benderang ke seluruh penjuru distrik finansial Manhattan. Di dalam ruang kerja pribadinya yang megah, Hades duduk di balik meja mahoni dengan ekspresi dingin yang absolut. Di hadapannya, Dionisos Volkov berdiri tegak dengan setelan rapi, membawa tablet hitam yang menampilkan laporan analitik terbaru.

​"Semua sudah diatur sesuai instruksi, Tuan," lapor Dionisos dengan suara datar. "Viktor dan Iris Montgomery mengira bahwa pesan anonim yang mereka kirimkan tadi malam berhasil memicu perpecahan di antara Anda dan Nyonya besar. Mereka kini tengah menunggu respons atau celah dari dalam mansion."

​Hades mendengus pelan, seringai tipis terukir di bibirnya yang tajam. "Bagus. Biarkan mereka terus merasa di atas angin. Pancing mereka keluar dari sarang persembunyiannya di Eropa Timur dengan memberikan umpan palsu tentang pergerakan saham anak perusahaan kita."

​"Baik, Tuan. Saya akan segera mengeksekusinya," jawab Dionisos sebelum berbalik dan melangkah keluar dari ruangan.

​Sementara itu, di lantai atas, Percy tidak tinggal diam. Wanita berambut chesnut brown itu duduk di depan meja riasnya dengan mengenakan gaun midi berwarna hitam elegan yang memancarkan aura dominasi mutlak. Di tangannya, sebuah ponsel pintar menampilkan kontak tersembunyi dari jaringan bisnis lama keluarga lamanya.

​Percy tahu betul, suaminya memang merencanakan serangan dari sisi korporasi dan operasi internasional. Namun, sebagai seorang wanita yang membawa nama besar Sinclair sekaligus ratu di sisi Hades Sterling, ia memiliki cara tersendiri untuk memberikan pukulan telak yang tidak akan pernah disangka oleh Iris Montgomery.

​Dengan jemari lentiknya, Percy mengetik sebuah pesan singkat kepada salah satu pemimpin redaksi media investigasi terbesar di Eropa.

​"Simpan semua arsip skandal masa lalu Iris Montgomery. Waktu pertunjukan pembusukan kariernya yang kedua akan segera dimulai... dan pastikan tidak ada satu pun media yang berani melindunginya kali ini."

​Percy mengirim pesan itu tanpa ragu. Permainan catur yang dimulai oleh musuh-musuhnya kini telah berbalik arah. Di bawah bayang-bayang imperium Sterling, singa dan ratunya bergerak serentak, menyiapkan pembalasan yang jauh lebih kejam untuk mengubur musuh-musuh mereka dalam kehancuran total.

​Di sebuah penthouse eksklusif di pinggiran kota Wina, suasana hati Viktor dan Iris Montgomery tengah berada di puncak euforia. Layar komputer jinjing di hadapan mereka menampilkan grafik pergerakan saham salah satu anak perusahaan Sterling Global yang mendadak mengalami penurunan tajam, sebuah umpan cermat yang sengaja dilepaskan oleh Hades dan Dionisos untuk memancing mereka keluar dari sarang.

​"Lihat itu, Iris," tawar Viktor dengan gelak tawa kemenangan, menyesap wine merah mahalnya. "Taktik kita berhasil. Pesan anonim itu benar-benar mengguncang kestabilan mental istri Hades, membuat singa itu sibuk memadamkan api di dalam rumah tangganya sendiri hingga mengabaikan pertahanan bisnisnya."

​Iris menyeringai lebar, matanya berbinar penuh kebencian yang terbalut ambisi busuk. Ia merasa di atas angin, membayangkan betapa hancurnya harga diri Hades Sterling ketika imperium yang dibangunnya runtuh dari dua sisi sekaligus: internal oleh sang istri, dan eksternal oleh aliansi mereka.

​"Ini baru permulaan, Viktor," desis Iris penuh rasa puas. "Begitu saham mereka jatuh lebih dalam, kita akan melancarkan serangan pamungkas ke dewan direksi. Kita rebut semuanya dari tangan Hades."

​Namun, di tengah gelak tawa dan rasa percaya diri yang berlebihan itu, sebuah suara alarm bernada tinggi mendadak memecah keheningan ruangan.

​Ponsel pribadi Iris bergetar hebat, disusul oleh dering panggilan masuk yang datang secara berturut-turut tanpa henti. Tidak hanya itu, layar utama komputer jinjing mereka yang tadinya menampilkan grafik saham tiba-tiba berubah secara otomatis, memunculkan halaman depan puluhan portal berita investigasi internasional terkemuka.

​Iris mengernyitkan dahi, rasa curiga mendadak merayap di dadanya. Dengan jari yang sedikit gemetar, ia meraih ponselnya dan membuka salah satu tautan berita yang masuk.

​Jantung Iris seketika serasa berhenti berdetak.

​Wajahnya sendiri terpampang nyata di halaman utama berita investigasi tersebut, disusul oleh tumpukan dokumen rahasia, rekam jejak penggelapan dana di masa lalu, hingga bukti nyata keterlibatannya dalam upaya spionase industri ilegal. Tidak ada jalan keluar semua aset keuangannya yang disembunyikan di luar negeri mendadak dibekukan secara serentak oleh perintah pengadilan internasional dalam waktu kurang dari sepuluh menit.

​"I-ini... tidak mungkin!" teriak Iris histeris, melemparkan ponselnya ke lantai hingga layarnya pecah berkeping-keping. "Bagaimana bisa?! Siapa yang membocorkan semua ini?!"

​Viktor yang tadinya duduk santai langsung bangkit dari kursinya, wajah pucat pasi menatap layar monitor yang kini menampilkan surat perintah penangkapan atas nama Iris Montgomery dan penyelidikan terbuka terhadap seluruh jaringan bisnisnya di Eropa Timur.

​Mereka berdua terperanjat sadar bahwa sejak awal, mereka tidak sedang mempermainkan mangsa. Mereka hanyalah tikus-tikus bodoh yang digiring masuk ke dalam perangkap yang sengaja disiapkan oleh sang singa dan ratunya.

Kepanikan di dalam penthouse mewah itu berubah menjadi teror yang mencekam dalam hitungan detik. Iris Montgomery mondar-mandir dengan napas memburu, air matanya tumpah bukan karena penyesalan, melainkan karena kemarahan yang meluap-luap saat ia menyadari bahwa seluruh kedoknya telah dilucuti di hadapan publik internasional. Rekening-rekening rahasianya terkunci, akses kartu kreditnya ditolak, dan dalam waktu kurang dari satu jam, namanya telah menjadi buronan moral di berbagai lini massa bisnis global.

​Viktor, di sisi lain, berdiri terpaku menatap layar monitor dengan rahang mengeras. Sisa-sisa senyuman kemenangan tadi malam kini telah musnah, digantikan oleh keringat dingin yang mengucur di pelipisnya. Ia tahu betul, birokrasi perbankan internasional tidak akan bergerak secepat itu kecuali ada kekuatan absolut yang memegang kendali penuh atas sistem tersebut.

​Dan kekuatan itu hanya dimiliki oleh satu nama Hades Sterling.

​Sebelum Viktor sempat merumuskan langkah evakuasi, pintu utama penthouse tersebut mendadak dijebol dari luar dengan suara hantaman keras. Sekelompok pria berjas hitam dengan lencana pengamanan khusus Sterling Global merangsek masuk dalam formasi terstruktur, melumpuhkan para pengawal pribadi Viktor tanpa perlawanan berarti.

​Di tengah kekacauan itu, sesosok pria berdarah Yunani-Italia melangkah masuk dengan tenang. Hades Sterling berjalan perlahan, mengenakan setelan jas kelam yang memancarkan aura kematian dan kekuasaan mutlak. Tatapan mata kelabunya sangat dingin, menatap rendah pada dua sosok yang kini tampak tak berdaya di hadapannya.

​Iris terpekik tertahan, mundur hingga punggungnya membentur dinding kaca. "H-Hades..." bisiknya dengan suara gemetar.

​Hades berhenti tepat beberapa langkah di hadapan mereka. Tidak ada bentakan, tidak ada teriakan amarah. Suara baritonnya terdengar rendah, tenang, namun menghujam langsung ke dasar jiwa.

​"Kalian pikir kalian sedang bermain catur dengan singa yang sedang tertidur?" ucap Hades dingin, sebelah tangannya merapikan manset jasnya. "Kalian bahkan tidak tahu bahwa kalian sedang berdiri di atas kandang macan yang sengaja dibiarkan terbuka."

​Viktor mencoba menegakkan tubuhnya, menatap tajam dengan sisa-sisa harga diri yang hancur. "Kau... kau menjebak kami!"

​"Bukan menjebak," balas Hades dengan seringai tipis yang mematikan. "Aku hanya memberikan panggung bagi kalian untuk menari sebelum tirai dipadamkan."

​Hades memberi gestur singkat dengan tangannya. Dua pengawal maju, memborgol kedua tangan Viktor dan menarik paksa Iris yang meronta histeris. Sebelum berbalik meninggalkan ruangan dingin tersebut, Hades melirik sekilas ke arah puing-puing ponsel Iris yang berserakan di lantai, lalu bergumam pada dirinya sendiri.

​"Dan kalian benar-benar lupa... bahwa ratuku tidak pernah suka disentuh oleh sampah."

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!