NovelToon NovelToon
Dilema Cinta

Dilema Cinta

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Pihak Ketiga / Wanita Karir / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nur hapidoh

Apakah yang harus Risya lakukan ketika dia mengetahui suaminya telah bertunangan dengan wanita yang di jodohkan oleh kedua orang tua sang suami? Sementara dirinya sedang mengandung benih alvin, atasannya di kantor sekaligus lelaki yang dia nikahi atas fitnah sang ayah tiri yang hampir saja merenggut kehormatannya pada saat Ibunya meninggal di desa kelahirannya.

Pada saat Risya memutuskan untuk meninggalkan suaminya, demia bakti sang suami pada kedua orang tuanya. Ternyata Risya mengetahui kalau tunangan suaminya itu bekerja sama dengan musuh suaminya untuk menghancurkan hidup suaminya.

Dilema cinta di hadapi oleh Risya saat itu. Apakah dia akan mengalah ataukah memperjuangkan kebahagiaannya sendiri bersama anak dan suami yang telah membuat dirinya kembali merasakan cinta setelah patah hati gara-gara Abid, sang mantan kekasih di masa lalu.

Yuk baca selengkapnya dan jangan lupa favorit, like, vote, gift nya ya, thanks you. Love sekebon tetangga buat kalian semua para reader tercinta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Para warga dan juga penghulu yang sudah tidak sabar melihat diskusi antara mereka bertiga akhirnya menghentikan semua itu.

" Tidak usah terlalu banyak drama! Kalian orang-orang kota hanya bisa mengotori Desa Kami dengan perbuatan kalian yang tidak senonoh!" ucap salah seorang pria paruh baya dengan begitu gagah berani.

" Diam kau tutup mulutmu!" terlihat Abid yang begitu marah mendengar perkataan laki-laki itu yang terdengar begitu jumawa di matanya.

Laki-laki tadi langsung mundur melihat Abid yang sudah merah matanya karena marah. Abid tidak terima wanita yang dia cintai dan juga sahabatnya yang baik terus dihina oleh mereka. Padahal mereka jelas-jelas tidak melakukan apapun.

Abid bisa melihat dari raut wajah Risya yang begitu frustasi dengan semua kejadian itu.

" Kalian cepatlah diskusinya! Kalau mau menikah, cepatlah! Kami semua ini sangat sibuk! Apa kalian pikir Kami ini adalah orang-orang pengangguran yang tidak ada kerjaan?" tanya penghulu yang sudah tidak sabar lagi dengan semua argumen dan juga diskusi yang benar-benar membuang-buang waktunya.

Alvin Abid dan Risya saling memandang satu sama lain. " Tuan, kembalilah ke kota dan jalanilah kehidupanmu di sana. Kau tidak usah memperdulikan aku di sini, Tuan Alvin! Bagaimanapun kau memiliki kehidupan yang sempurna Aku tidak mau kalau kehidupanmu harus dikorbankan hanya karena perbuatan Ayah tiriku yang jahat!' Risya menetap penuh kebencian kepada Rahmat yang langsung mengalihkan pandangannya dan tidak berani menatapnya.

Akan tetapi Alvin, bukannya pergi, dia malah duduk di hadapan penghulu yang sedang menunggunya dari tadi.

" Nikahkan kami segera!" Abid dan Risya benar-benar terkejut mendengar perkataan Alvin yang tidak mereka sangka-sangka.

" Bro! Biarkan aku saja yang menikahi Risya. Toh aku juga mencintai dia!" Abid membangunkan Alvin yang tadi hendak menjabat tangan penghulu yang hendak menikahkan mereka.

" Jangan konyol Abid! Di sini mereka sedang menyidangku, bukan menyidangmu! Sudahlah mundurlah Abid! Biarkan aku menyelesaikan semua ini. Kepalaku sudah pusing sejak tadi mendengar semua hinaan orang-orang bodoh ini terhadap Risya dan aku!" Alvin kemudian dengan mantap mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu dan juga disaksikan oleh seluruh warga yang terlihat marah kepada mereka bertiga.

Dari kejauhan terlihat seorang wanita yang menggunakan pakaian hitam-hitam tertawa bahagia melihat rencananya telah berhasil.

" Sekarang kau hanya akan menjadi milikku. Karena wanita yang kau cintai telah menikahi sahabatmu!" wanita itu ternyata adalah Celine yang mencintai Abid.

Celine rupanya mengikuti kepergian Abid ke desa itu. Celine sudah menyelidiki semua kehidupan Abid sebelumnya dan dia sangat tahu bahwa Risya adalah wanita yang dicintai oleh Abid. Oleh karena itu dengan otak cemerlangnya Celine langsung merencanakan semua kejadian malam itu yang terjadi kepada Alvin dan Risya.

Celine sengaja membayar seorang warga untuk memprovokasi pernikahan itu agar segera terjadi pada malam itu juga.

Setelah melihat pernikahan mereka berdua sudah sah, Celine kemudian masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Desa itu dengan perasaan bahagia karena sekarang Abid telah bebas dan tidak akan pernah bisa memiliki Risya yang sudah resmi menjadi istri dari sahabatnya sendiri.

Abid terlihat begitu lemas saat melihat Alvin mengeluarkan sebuah cincin dari saku celananya dan memakaikannya kepada Risya.

Entah kenapa Abid merasa bahwa semua itu adalah rencana dari Alvin. Kalau bukan rencana Alvin. Kenapa Alvin sudah memiliki cincin yang sepertinya sudah dipersiapkan sebelumnya? Kejadian malam ini benar-benar sangat aneh dan penuh dengan keganjilan.

Abid melangkahkan kakinya dengan gontai setelah melihat prosesi pernikahan antara Alvin dan Risya yang terjadi begitu sederhana dengan disaksikan oleh para warga.

" Kenapa semua ini harus terjadi kepada kami? Siapakah yang sudah merencanakan skenario yang begitu jahat kepada kami? Siapakah yang sudah mempermainkan kehidupan kami?" Abid seperti orang yang linglung dan kehilangan akal.

Alvin menatap sendu kepada sahabatnya yang sekarang telah meninggalkan balai desa dan pergi dengan menggunakan mobilnya.

Sementara itu Risya hanya menatap Alvin dengan sejuta pertanyaan di wajahnya. Risya benar-benar tidak mengerti kenapa bosnya sampai rela melakukan semua itu untuk dirinya? Padahal mereka baru kenal sebentar belum pun ada satu bulan lamanya.

" Apa yang terjadi disini sebenarnya? Apakah benar yang dikatakan oleh Abid bahwa ada seseorang yang merencanakan semua ini? Ya Tuhan! Aku benar-benar tidak percaya dalam satu malam aku telah menjadi istri dari Tuan Alvin!" Risya sampai terduduk lemas di lantai.

Alvin yang sejak tadi memeluknya hanya bisa melihat kepada Risya yang masih gemetar seluruh tubuhnya.

Setelah proses pernikahan selesai, semua warga pun kemudian meninggalkan tempat itu. Sekarang yang tersisa hanyalah Risya dan Alvin yang terlihat linglung dengan semua kejadian itu yang amat tiba-tiba dan aneh.

Saat ini Rahmat sudah kembali ke rumahnya. Walaupun di luar terlihat begitu banyak warga yang sedang tahlilan untuk mengirimkan doa bagi istrinya yang sudah meninggal. Akan tetapi Rahmat saat ini sedang marah di dalam kamar.

" Kurang ajar! Kenapa laki-laki itu harus menghentikan apa yang sedang kulakukan? Aku hampir saja mendapatkan Risya! Setelah bertahun-tahun lamanya Aku menunggu kejadian ini. Sekarang Risya malah menikahi laki-laki brengsek itu. Sial sekali! Setelah ini Risya pasti langsung pulang ke kota dan tidak akan pernah kembali datang kemari." Rahmat terlihat begitu geram dan menyesali semua yang sudah terjadi pada malam ini.

" Rahmat kau benar-benar bodoh dan sangat ceroboh!" Rahmat terus merotoki kebodohan dirinya sendiri yang sudah teledor dan tidak mampu menahan dirinya sendiri ketika melihat Risya yang tertidur pulas di kamarnya yang ada di hotel.

" Aku harus mencari cara untuk membuat Risya tidak pergi dari sini. Tapi bagaimana caranya? Apakah aku harus menahan dia sampai 40 hari meninggalnya ibunya? Apakah Risya mau melakukan itu? Ah, aku yakin sebagai anak yang berbakti Risya pasti mau. Aku tinggal mencari orang yang bisa membujuknya untuk mau di sini dan menyuruh suaminya untuk pulang ke kota." senyum licik terbit di wajah Rahmat yang merasa bahagia karena dia mendapatkan ide berlian untuk menahan Risya untuk tidak pergi dari desa dan meninggalkannya sendiri.

Rahmat pun keluar kamar dan mencari istri imam masjid yang selama ini dihormati oleh Risya karena waktu kecil merupakan guru mengaji Risya.

Dengan sangat hati-hati Rahmat mendekati istri imam masjid yang saat ini sedang sibuk mempersiapkan konsumsi untuk para warga yang sedang tahlilan.

" Bu, Apa boleh kita bicara sebentar?" tanya Rahmat tidak mau menunda waktu lagi untuk bersabar. Karena benar-benar sangat sempit waktunya.

Rahmat takut kalau Risya keburu pulang bersama dengan suaminya sebelum dia menyampaikan permintaan tolongnya kepada istri dari imam masjid yang disegani di desanya.

" Ada apa Pak Rahmat?" tanya beliau.

" Bu apa bisa saya minta tolong kepada ibu untuk menahan Risya agar tidak pulang ke kota? Setidaknya sampai 40 hari setelah meninggalnya istri saya? Saya tidak sanggup kalau harus melewati ini sendirian." Rahmat menangis pilu di hadapan istri imam masjid.

1
Rosani Rosa
lima tahun tapi kejahatan si aline gak ke bongkar juga waaahhh memang hebat author ini saking hebat nya pengen rasa nya saya kasih bintang 1
Nur hapidoh: nanti giliran author tamatin tiba2 protes lg, susah sekali jd author ya, jd penulis aja kak jgn jd pembaca biar tahu gimana rasanya punya pembaca macam anda ini
total 2 replies
Ma Em
sebenarnya Aline ini ibu kandungnya Alvin atau ibu tirinya sih, tapi katanya ibunya Alvin sudah meninggal.
Nur hapidoh: yang meninggal ibunya risya kak bukan ibunya alvin
total 2 replies
Apriyanti
lanjut thor
Rosani Rosa
si risa udh bego lemah banget astaga bikin gregetan
Apriyanti
lanjut thor
Rosani Rosa
ini yang keterlaluan bego si risya apa author nya sih, tolong dong thor jangan bikin karakter si risya teramat bloon ya tau sih dia trauma tapi setidak nya percaya gitu sama Alvin greget banget baca nya liat karakter risya yg teramat bego entah author nya aja yg bego bikin novel terlalu menonjolkan kejahatan dan kebodohan
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: asiap kak
total 1 replies
Tasya
mirisnya thor
Nur hapidoh: hooh kak
total 1 replies
Tasya
ooooh
Nur hapidoh
keren
Apriyanti
lanjut thor
🌈Rainbow🪂
👣
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: thanks akak 😊
total 1 replies
Mari ani
Aku mapir tor
Nur hapidoh: thanks akak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!