NovelToon NovelToon
Berjuang Mendapatkanmu Kembali

Berjuang Mendapatkanmu Kembali

Status: tamat
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Berbaikan / Tamat
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reina♡´・ᴗ・`♡

Penyesalan selalu datang di akhir!

Itulah yang dirasakan Rafa Zayano Faresta setelah dikirimkan pesan putus tiba-tiba dari sang pacar. Meski dia sendiri tidak serius hubungan itu karena hanya ingin memanfaatkannya untuk mendekati sahabatnya. Tapi saat pacarnya Riska Safira pergi jauh darinya maka di situlah dia menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina♡´・ᴗ・`♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Tidak terasa jam sudah menunjukkan waktu sore, Riska meregangkan ototnya yang merasa kaku setelah itu  mengganti pakaian dokternya. Lalu keluar ruangan hendak ingin pulang.

"Riska kau sudah mau pulang? "

Riska menoleh melihat Vero memanggilnya, namun dia tidak sendirian ada Adisty yang menatapnya kesal.

"Ah iya.. bagaimana denganmu? " melirik Adisty yang juga menatapnya sinis. Risih sekali rasanya ditatap seperti itu, tapi dia berusaha mengabaikannya.

"Seben-

" Vero masih lama!! jika ingin pulang..pulang saja duluan, tak mungkin kan kau tidak punya ongkos untuk pulang" Adisty memotong ucapan Vero dan menyahut dengan ketus.

" Adisty apa maksud ucapan mu? kenapa kamu ngomong seperti itu" tegur Vero datar.

" Jangan di dengarkan!! aku masih lama karena ada tugas tambahan" Vero langsung merubah nada bicara saat berbicara dengan Riska.

" Tidak apa-apa.. Kalo gitu aku pulang duluan ya"

"Sudah dapat taksi? mau ku carikan"

"tidak perlu, ada teman lama yang menjemputku" tersenyum kikuk saat merasa aura Adisty semakin gelap, persis seperti nenek lampir yang siap meledak.

Sedangkan Adisty tidak bisa menahan amarahnya saat Vero malah mengabaikannya dan sekarang Vero memberikan perhatian pada Riska. Rasanya dia ingin mencakar muka Riska agar tidak kecentilan jadi cewek.

" ya udah hati-hati kalo gitu " ujar Vero sambil tersenyum tipis.

"Hmm.. aku pergi daaa" melambaikan tangan ke arah Vero tanpa melihat ke arah Adisty.

Vero membalas lambian tangan Riska.

"Vero kita jadi kan pergi makan di luar untuk merayakan kembalinya dirimu" kata Adisty dan mengalihkan tatapan Vero ke arahnya.

"Kita lihat nanti.. jika pekerjaan ku cepat selesai maka kita akan pergi" sahut Vero datar.

"Tapi kau kan sudah janji" desak Adisty sambil memelas.

"Iya nanti.. ya udah aku kembali kerja dulu" berlalu dengan cepat dan meninggalkan Adisty sendirian.

"Kenapa sih sulit sekali mendapat perhatian Vero... daridulu selalu saja dia mengabaikan ku.. "

"giliran Riska dia bersikap lembut..dasar perempuan penggoda!! awas kau!! " menghentakkan kaki kesal lalu pergi darisana.

.

.

.

"Huh.. tiada hari tanpa ketenangan" keluh Riska setelah keluar dari rumah sakit.

Dia berjalan ke pinggir jalan untuk menunggu Anna menjemputnya.

Dia menatap lurus sambil memikirkan sikap Adisty yang aneh hari ini. Dia berpikir keras apa yang sudah dia perbuat sampai menyinggungnya. Padahal niatnya kerja disini untuk kerja bukan mencari musuh.

Tin.. Tin..

Riska langsung terperanjat kaget saat suara klakson mobil bergema di telinganya. Dia mengelus dadanya sambil melihat siapa itu.

"Apa yang kau lamunkan sampai tidak menyadari teman cantikmu datang? " tanya Anna menjulurkan kepalanya dari jendela mobil.

"Kau mengagetkan ku tau" sahut Riska mengembungkan pipi sebal.

"Hehe habisnya kau melamun sih.. hati-hati lo nanti kesambet hantu lapar" canda Anna dengan terkekeh.

"Mana ada hantu seperti itu" Riska memutar mata bosan.

"Siapa tau kan.. ayo masuk!! "

Riska berjalan memutar dan masuk ke dalam mobil. Lalu mereka melaju meninggalkan area rumah sakit.

Di Cafe Rose.

"Tempat ini tidak banyak berubah" ucap Riska melihat sekeliling.

"Kau benar.. aku sering ke sini jika sedang merindukan mu" timpal Anna dengan raut sedih.

Kafe ini adalah kafe yang selalu di kunjungi mereka berdua saat pulang sekolah. Jadi banyak kenang-kenangan mereka jika bersantai disini. Mereka selalu menjadikan tempat ini sebagai tempat paling nyaman saat curhat dan belajar mengerjakan tugas. Selain dekorasi yang unik tetapi tempat ini juga sangat tenang.

"maafkan aku Anna.. ini semua salahku" Riska ikut bersedih dan merasa bersalah.

"Tidak apa-apa, sekarang kau sudah kembali dan menjadi orang sukses. Aku turut bahagia untukmu" Anna memberikan pengertian sambil tersenyum seakan baik-baik saja.

"terimakasih Anna" Ikut tersenyum merasa bahagia memiliki sahabat seperti Anna.

"Tapi kau harus tetap cerita lo padaku..kenapa kau tidak bisa di hubungi? dan aku pernah bertanya pada Rafa tapi dia tidak jawab apa-apa"

"aku sangat kesal padanya,, sebagai pacarmu kenapa dia tidak ada perhatiannya sama sekali denganmu" Anna berdecak sebal mengingat bagaimana dulu dirinya bertanya pada Rafa namun malah di abaikan.

Riska terdiam sejenak sambil merekam ucapan Anna, dia berpikir Anna sudah tau jika dia dan Rafa sudah lama putus, apakah Rafa tidak memberitahunya?

"Riska hello kau melamun lagi!!" Anna melambaikan tangannya di depan wajah Riska.

"o-h ya itu.." tersadar kembali.

Anna mengernyitkan alis menunggu lanjutan perkataan Riska.

"Sebenarnya... ketika tiba di Inggris hp ku hilang entah kemana.. jadi aku beli hp baru tapi tidak memberitahumu karena aku ingin fokus belajar" kata Riska berbohong. Mengurungkan niatnya untuk memberitahu sebenarnya.

"Aku minta maaf telah membuatmu salah paham" sambungnya sambil menunduk sedih.

"hanya karena itu? " tanya Anna memastikan.

Riska mendongak lalu mengangguk.

Anna menghembuskan nafas kasar.

"Apa aku akan setega itu akan terus menganggu dirimu?.. tapi benar juga sih apa yang kau katakan, mengambil jurusan dokter memang memiliki jadwal padat"

"tapi tetap saja aku marah padamu karena tidak mau memberi kabar walau hanya sekali..tapi..ya sudahlah seperti yang ku bilang tadi tidak apa-apa"

"yakin tidak apa-apa.. kau sudah tidak marah lagi kan? "

"iyaaa... tapi jika lain kali seperti itu lagi aku akan mendiami selamanya"

Anna berkata dengan nada bercanda namun Riska malah menganggapnya serius.

"kau tenang saja aku tidak akan mengulanginya lagi.. sekali lagi terimakasih atas pengertiannya Anna. " menatap serius Anna.

"Sama-sama Riska ku sayang.."

Keduanya kemudia saling tersenyum ceria setelah semua merasa lebih baik.

"Hari ini kau makan apa saja aku yang traktir." ujar Riska.

"Serius? "

Riska mengangguk dengan semangat menjawab Anna.

"kalo gitu aku tidak akan sungkan" Anna kemudian memesan dengan antusias semua makanan.

Lalu mereka makan sambil mengobrol tentang kejadian yang mereka alami selama lima tahun terakhir. tentunya tidak dengan kejadian di atap sekolah.

"Mm..aku juga ada yang mau berikan padamu." kata Anna menghentikan acara minumnya lalu merogoh sesuatu di tas kecilnya.

Riska menanti sambil makan dengan pandangan terus melihat Anna.

"Tadaaa!!! " Anna memperlihatkan sebuah undangan.

Riska melotot tidak percaya melihat undangan itu.

"Kau akan menikah? dengan siapa? " histeris. beruntung kafe belum terlalu ramai.

"ck dengan siapa lagi kalo bukan Henru.. kau kira aku punya laki selain Henru" seru Anna dengan mendelik ke arah Riska.

"Hehe.. ku kira kau tidak akan selanggeng ini dengan bocah konyol itu" menggaruk kepala yang tidak gatal.

"biarpun konyol tapi dia tetap kesayangan aku." sahut Anna sambil terkekeh geli.

" aku mau kau yang menjadi pengiringnya besok, oke? " sambungnya.

"aku? " tunjuk Riska pada diri sendiri.

"iya kau.. kenapa? kau tidak mau" celetuk Anna.

"bukan gitu.. aku tentu mau, mana mungkin aku akan melewatkan kesempatan ini" jawab Riska. Tapi sedikit ragu karena dia yakin Rafa juga pasti ikut menjadi pengiring pengantin pria, secara Henru adalah sahabat Rafa.

" Aaa thank you babyh.. " kata Anna senang.

"sama-sama" Sahut Riska ikut senang. tidak jadi masalah jika Rafa juga hadir, yang terpenting sahabatnya bahagia.

1
Aisyah Putri
selalu semangat untuk membaca karna aku suka baca kalau cerita nya tidak membosankan 🤭🤭 sampai bab ini terbilang ok dan blom bisa berhenti membaca terimakasih untuk author semoga slalu semangat untuk menghibur orang dg tulisan mu
Aisyah Putri
aku ngk suka komen tapi ini ok 👍👍👍
Vellysia
Riska antara malu sama marah dan salah tingkah
Vellysia
dekapan itu seolah mengartikan ketulusan.
Vellysia
vero melamun sedalam itu, apa sih yang dia pikirkan?
Vellysia
kasihan sekali, gara gara lama membeli makanan gaji di potong 2 bulan kedepan.
Vellysia
Wajar saja adisty pergi dia cemburu
Nur.Syit_
tandanya iri tuh
Nur.Syit_
kurang ajar bangat sih cowok modelan keak Rafa🗿
Nur.Syit_
Pengen ngumpat tapi takut dosa😭
Romeo jodohku
seneng pisan oi merreka akhirnua berrsama
咕咕咕
sweet
what your name?
wkwkwk mantap babang Rafa
Silvi Aulia
mantep kak ,,,,,masih di tunggu nih kelanjutan nya
Yuri_be💜
hai thor aku mampir nih, semangat berkarya♥️
Silvi Aulia
👍
Vellysia
adisty curi2 pandang mu tertangkap basah membuat cemburu
Silvi Aulia
kapan nih update nya Thor 😭 ,,,,,
udah gak sabar nunggu kelanjutannya cerita nya 😍
Jungkook
lnjut thor
咕咕咕
bagus Rafa tdk patuh sm kakekny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!